menceritakan tentang saidah yang harus menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya yang sedang sakit keras.untuk memenuhi permintaan terakhir ayahnya akhirnya saidah setuju menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya.akankah pernikahan ini akan berakhir bahagia disaat laki laki yang disukai saidah kembali ke dalam hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
setelah para berandalan itu pergi,Hasan pun langsung memeluk tubuh saidah dan menanyakan kondisinya.
"saidah.... apakah kamu baik baik saja? apa ada yang terluka ?" tanya Hasan dengan cemas.
"tidak ada Abi.....saidah baik baik saja...." jawab saidah dengan nada yang menenangkan Hasan
"syukurlah kalau kamu baik baik saja.abi takut kalau kamu kenapa Napa." jawab Hasan
"Abi.... saidah tidak akan kenapa Napa....karena saidah punya Abi yang selalu menjaga, melindungi dan mencintai saidah." jawab saidah
"Abi janji.... akan selalu menjaga, melindungi dan mencintai saidah selamanya.bahkan jika harus mengorbankan nyawa Abi sendiri.... jika itu demi saidah,Abi akan melakukannya...." jawab Hasan.
saidah yang mendengar perkataan yang dikatakan oleh suaminya langsung membungkam mulut suaminya itu dengan tangannya dan langsung memeluk erat tubuh Hasan.
"abiii.... apa yang barusan Abi katakan itu tidak baik.saidah tidak mau kalau sampai nyawa Abi dikorbankan demi saidah.abi janji ya sama saidah, kalau Abi tidak akan mengucapkan kalimat yang seperti itu lagi." ucap saidah
"insyaallah....Abi tidak akan pernah mengucapkan kalimat yang seperti itu lagi" ucap Hasan kembali
setelah Hasan berjanji pada saidah,ia kemudian mengajak saidah melanjutkan kembali jalan jalannya.akhirnya mereka berdua pergi melanjutkan jalan jalannya.mereka berdua berjalan jalan mengelilingi alun alun kota Bandung.
tidak lupa juga Hasan mengajak saidah untuk berfoto bersama.setelah puas jalan jalan dan berfoto bersama, Hasan mengajak saidah untuk pergi membeli minuman untuk melepas dahaga yang ia rasakan saat berjalan jalan.selesai membeli minuman, Hasan memberitahu saidah bahwa ia akan mengajaknya pergi ke Bali untuk berbulan madu selama empat hari.
ia Juga menyuruh saidah agar menyiapkan semua perlengkapan yang akan mereka berdua gunakan untuk pergi ke Bali.
"saidah.....aku sudah memberitahu pengurus pondok bahwa aku dan kamu akan pergi ke luar kota selama empat hari.nanti kalau sudah sampai di rumah nanti.... kamu jangan lupa untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk kita gunakan di Bali nanti." tanya Hasan
"iya mas aku mengerti...." jawab saidah
setelah menghabiskan minuman yang mereka beli,kini saidah dan Hasan pergi untuk pulang ke rumahnya.sesampainya di rumah, saidah langsung bergegas menuju ke kamar dan menyiapkan segala sesuatunya yang akan mereka berdua gunakan saat di Bali lagi.
tak butuh waktu lama untuk saidah menyiapkan segala sesuatunya, cukup butuh waktu sepuluh menit akhirnya perlengkapan yang akan mereka berdua bawa pun akhirnya siap.setelah itu mereka berdua habiskan malam itu dengan tidur malam.
keesokan paginya, setelah selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah Hasan dan saidah pergi untuk menitipkan rumahnya pada tetangga samping rumahnya selama empat hari.tak lupa juga Hasan memberikan beberapa sejumlah uang sebagai tali asih,Hasan dan saidah pun kemudian langsung bergegas menuju ke bandara dan memesan tiket pesawat ke bali.
setelah mendapatkan tiket pesawat yang diinginkan,Hasan dan saidah pun menunggu kedatangan pesawat yang akan membawa mereka berdua ke bali.menit demi menit pun berlalu,kini setelah cukup lama menunggu akhirnya pesawat yang akan membawa saidah dan Hasan ke Bali pun sampai.
hasan dan saidah pun pergi untuk masuk ke dalam pesawat,dan mencari kursi untuk ia dan saidah duduk juga mencarikan tempat untuk barang barangnya.setelah itu pesawat yang dinaiki oleh Hasan dan saidah pun akhirnya berangkat menuju ke Bali.
nyicil dulu bacanya yaa thor, aku lagi kejar deadline
sangat berbanding jauh jika novel suami yang selingkuh , pasti suami dibuat dapat karma, menderita, nangis2 menyesal, mengemis2 maaf, berjuang mati2an dapat kesempatan, dan istri dibuat tegas pergi dan tidak mudah memaafkan, akan dihadirkan lelaki lain yang baik pada istri dan berpeluang besar menggantikan posisi sang suami