Rhiu dianugrahi penglihatan bisa melihat berbagai macam makhluk gaib.
Selain itu, Rhiu juga memiliki kekuatan supranatural yang berasal dari titisan leluhurnya yang merupakan pembasmi iblish.
Bersama Pangeran Haizzar, seorang pangeran dari bangsa jin yang di kenalnya tanpa sengaja, Rhiu saling bahu - membahu bersama Pangeran Haizzar untuk menangkap dan mengurung kembali para iblish yang berkeliaran di bumi karena gerbang neraka yang terbuka.
Bahkan mereka berdua harus berjuang untuk mengalahkan Bagal, pemimpin raja iblish yang sangat kuat.
Sanggupkah Rhiu mengalahkan Bagal.
Baca kisah seru Rhiu bersama Pangeran Haizzar, yang diam - diam mencintai Rhiu. Apakah kelak di kemudian cinta mereka akan bertemu dan bersatu. Ayo kita baca, jangan lupa like dan votenya. Salam manis, dari Minaaida.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 35 Gerbang Istana Hutan Larangan
"Kamu harus mati.....! Kamu harus mati...!" ucap kuntilanak itu.
Tangannya terulur dan mencekik leher Rhiu dengan keras sampai gadis itu hampir mati karena kehabisan napas.
Namun sebuah bayangan tiba - tiba-tiba muncul dari belakang tubuh Rhiu dan mendorong kuntilanak itu dengan hentakan tenaga dalam yang sangat kuat. Hingga kuntilanak itu pun terlempar ke belakang di iringi suara bentakan yang sangat keras.
"ENYAHLAH KAMU, KUNTILANAK BUSUK. KEMBALILAH PADA ORANG YANG TELAH MENGIRIMMU...!!! Bentak suara itu.
Tak anyal lagi, Kuntilanak itu pun terlempar keras. Tubuhnya sampai membentur dinding kamar Rhiu. Setelah sosoknya lenyap dari kamar Rhiu begitu saja.
Seiring dengan lenyapnya kuntilanak itu dari kamar Rhiu, Rhiu pun seperti tersadar dari mimpi.
"Pangeran Haizzar....!" hanya dua patah kata itu yang keluar dari mulutnya. Gadis itu terduduk lemas di atas lantai dalam keadaan menelungkup.
Pangeran Haizzar, rupanya yang lagi - lagi datang menolong Rhiu di saat - saat kritis seperti itu.
"Rhiu, kamu tak apa - apa..?" tanya pangeran Haizzar. Dia bergerak mendekati Rhiu.
Tubuh Rhiu diam teronggok diam tak bergerak saat pangeran Haizzar datangi.
Melihat itu, pangeran Haizzar menjadi cemas. Dia pun memeriksa keadaan Rhiu dan menotok beberapa urat di tubuh Rhiu untuk melancarkan peredaran darah gadis itu.
Perlahan - lahan kesadaran Rhiu pun mulai kembali. Tubuh Rhiu bergerak dan dia mampu untuk mengangkat kepalanya.
Hal pertama yang dia lihat adalah wajah pangeran Haizzar dan bukan lagi wajah kuntilanak yang mengerikan tadi.
"Pangeran Haizzar, ....kemana kuntilanak tadi...?"
"Kuntilanak itu sudah pergi. Aku sudah mengusirnya..." jawab Pangeran Haizzar.
Rhiu mencoba untuk bangkit berdiri, tapi kemudian dia kembali terjatuh. Kakinya tak mampu berdiri tegak untuk berdiri apalagi berjalan.
"Ups....Aduh...!" Rhiu meringis merasakan nyeri di kaki dan lututnya.
"Rhiu, apa yang terjadi....?" tanya Pangeran Haizzar cemas.
"Entahlah, ....mendadak kakiku terasa lemas...rasanya sulit untuk ku gerakan..."
Tanpa bicara lagi, Pangeran Haizzar segera mengangkat dan menggendong Rhiu menuju ke tempat tidurnya.
Dengan canggung Rhiu meletakkan tangannya di leher sang pangeran. Tapi dia diam tak berucap. Dia hanya menatap Pangeran Haizzar dengan gugup.
Rhiu sebenarnya merasa malu dan risih ketika Pangeran Haizzar menggendongnya.
Pipinya bersemu merah. Ada hawa panas yang menjalani seluruh tubuh dan terutama di wajahnya.
Entah setelah dewasa ini, perasaan malu saat bersentuhan pisik dengan Pangeran Haizzar kerap dia rasakan.
Padahal, dulu semasa kecilnya, bukan sekali dua kali dia merasakan di peluk dan di gendong jin tampan tersebut.
Dia heran sekali. Mengapa sekarang perasaan seperti itu sering kali muncul dan menggelitiknya.
Dulu saat dia masih kecil, dia masih mengingat dengan jelas ketika Pangeran Haizzar menggendongnya naik ke atas saat dia terjatuh di jurang kecil dekat rumahnya.
Pangeran Haizzar menyelamatkannya dengan cara menangkap dan membawa Rhiu terbang sambil menggendongnya. Saat itu dia tidak merasakan apa - apa. Dia hanya kagum saja dengan Pangeran Haizzar yang saat itu bisa terbang dan melayang di atas angin.
"Kenapa kamu gugup..? Wajahmu bersemu memerah. Apa kamu malu karena aku menggendongmu...?" tanya Pangeran Haizzar.
"Tidak, aku hanya.....," Rhiu tidak meneruskan ucapannya. Karena mata Pangeran Haizzar menatapnya dengan tajam.
Dia tahu, Pangeran Haizzar pasti sudah mengetahui isi hatinya. Karena pangeran jin itu bisa membaca pikiran orang. Dan Rhiu sudah tahu akan kelebihan Pangeran yang satu ini.
"Ahh, ....sudahlah. Kamu pasti sudah mengetahuinya. Aku memang gugup dan juga malu.... " ucap Rhiu.
Pangeran Haizzar tersenyum. "Yah, aku tahu. Tapi kenapa mesti gugup dan malu... "
"Karena aku..... "
"Karena kamu sekarang sudah dewasa, begitu...? " tanya Pangeran Haizzar.
"Bagiku, kamu tetap saja putri kecil yang aku temui di hutan alas purwo sepuluh tahun yang lalu... "
"Benarkah,.....? "
Rhiu tercekat. Ternyata Pangeran Haizzar masih menganggap dirinya bocah perempuan kecil sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Ada rasa kecewa di hati Rhiu saat mengetahui bahwa dirinya tak dianggap dewasa oleh Pangeran Haizzar.
Rhiu menatap Pangeran Haizzar. Pemuda itu juga melakukan hal yang sama dengan Rhiu. Dia juga sedang menatap ke arah Rhiu.
Sialan, kata pangeran Haizzar dalam hati. Andai Rhiu bisa mengetahui isi hati pangeran Haizzar. Sudah tentu gadis itu akan tertawa ketika menyadari bahwa dirinya juga segugup seperti gugupnya Rhiu saat ini.
Dia merasakan apa yang Rhiu rasakan. Jantungnya berdegup kencang dan dia gemetar saat menggendong Rhiu. Tapi dia berusaha setengah mati menyembunyikan semua itu. Dia tidak ingin Rhiu mengetahuinya.
Saat ini Pangeran Haizzar tak bisa mengungkapkan isi hatinya karena takut membayangkan jika Rhiu akan menolaknya. Lagi pula, selama ini dia merasakan sikap Rhiu seperti hanya menganggap dirinya hanya sebagai kakak atau sebatas sahabat dekat saja.
"Terima kasih, karena selama ini kau selalu ada untuk melindungiku," ucap Rhiu.
"sama - sama. Aku juga merasa senang karena bisa selalu ada untuk melindungimu, Putri." jawab Pangeran Haizzar.
Rhiu melepaskan rangkulan tangannya dan menatap Pangeran Haizzar. Pangeran Haizzar membaringkannya di tempat tidur.
"Kau baik - baik saja, kan?" tanya Pangeran Haizzar. Dia melihat ada kekecewaan di mata gadis itu. Dan dia tahu apa penyebabnya.
"Aku baik - baik saja," jawab Rhiu dengan perasaan masghul. "Hanya saja aku merasa sangat lelah dan lemas." kilahnya.
"Kau seharusnya beristirahat," kata Pangeran Haizzar. " Tidurlah, aku akan menjaga dan menemani dirimu di sini."
Rhiu mengangguk. Dia merasa sangat lelah dan mengantuk.
"Terima kasih, selamat malam, Pangeran Haizzar." kata Rhiu.
Rhiu pun memejamkan matanya dan mulai terlelap sampai pagi menjelang.
Pagi harinya, Rhiu terbangun dari tidurnya. Dia melihat Pangeran Haizzar masih duduk di sampingnya.
"Pangeran Haizzar, kamu masih disini," tanya Rhiu.
"Tentu saja, aku masih di sini. Aku sudah bilang kalau aku akan menjagamu. Kamu sudah bangun. Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Pangeran Haizzar.
"Lumayan, jauh lebih baik dari semalam," jawab Rhiu. "Terima kasih sudah menemani dan menjagaku.."
"Sama - sama," jawab Pangeran Haizzar. "Jadi sekarang ini, apa kau sudah merasa lebih baik?"
"Sudah," jawab Rhiu. "Hanya aku masih sedikit merasa lemas dan pusing."
"Itu wajar," kata Pangeran Haizzar. "Karena semalam kau telah kehilangan banyak energi."
Rhiu menganggukkan kepalanya.
"Aku masih penasaran mengapa Mbak Marni bisa berubah menjadi kuntilanak?" tanya Rhiu.
Pangeran Haizzar tak menjawab pertanyaan Rhiu. Dia menghilang sejenak dan tak berapa lama kemudian dia sudah kembali lagi sambil membawa sebuah cawan yang berisi air dan memberikannya kepada Rhiu.
"Minumlah," kata Pangeran Haizzar. "Air ini akan membantumu memulihkan tenagamu kembali."
Rhiu segera meneguk habis isi cawan pemberian Pangeran Haizzar sampai tak bersisa.
Benar saja, selesai meminum air pemberian Pangeran Haizzar, Dia merasakan energinya mulai pulih.
"Terima kasih," kata Rhiu.
"kau tahu," kata Pangeran Haizzar. "Kuntilanak yang menemuimu semalam bukan sembarangan kuntilanak. Seseorang sudah mengirim makhluk itu untuk menyakiti kamu. Aku tak tahu apa motif orang itu melakukannya. Tapi aku rasa yang dia lakukan mirip seperti sebuah sihir atau guna - guna."
Rhiu tercengang mendengar penjelasan Pangeran Haizzar.
"Siapa yang melakukannya?" tanya Rhiu.
"Aku juga belum tahu siapa orang itu," kata Pangeran Haizzar. "Aku masih menyelidiki masalah ini."
Pangeran Haizzar berdiri dan berjalan ke arah jendela. Dia memandang ke luar jendela, seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.
"Rhiu, sebaiknya mulai sekarang kamu harus berhati-hati. Bisa saja orang itu kembali lagi mengirimkan sesuatu padamu yang lebih kuat lagi. Kamu harus tetap pokus dan waspada. Jangan lengah.." kata Pangeran Haizzar.
Rhiu mengangguk. Dia tahu bahwa Pangeran Haizzar benar. Dia harus berhati-hati.
"Aku akan ingat pesan itu... " ucapnya.
Pangeran Haizzar mengangguk dan kembali menatap ke luar jendela. Sepertinya ada sesuatu yang sedang dipikirkan pemuda dari bangsa jin itu.
"Aku ingin bertanya padamu," kata Pangeran Haizzar.
"Apa itu?" tanya Rhiu.
.
"Apa kamu sudah punya kekasih?"
"HAH, APA...?"
"Ehh, jangan salah paham dulu. Maksudku apakah saat ini ada seorang pemuda yang mencoba mendekati dirimu ..?" tanya Pangeran Haizzar.
Rhiu tersenyum mendengar pertanyaan pangeran Haizzar. Aneh dan terdengar tak biasanya. Ada apa dengan pemuda jin itu.
"Pertanyaan macam apa itu. Apakah kamu ingin menyelidiki diriku, Pangeran. Lagi pula, kamu sudah mengenal diriku. Pastinya kamu adalah orang yang pertama tahu jika aku memiliki seorang kekasih." ucap Rhiu.
Pangeran Haizzar tertawa ketika mendengar ucapan Rhiu. Sebuah lesung pipi muncul di sana. meskipun hanya satu saja. Matanya yang agak menyipit dan panjang ke samping semakin sipit saja.
"Maaf, aku lancang, ya. Jangan di jawab kalau kamu keberatan. Aku hanya iseng saja bertanya seperti itu."
"Tak apa, aku juga tak marah. Karena kau pun tahu bahwa aku tak punya kekasih." jawab Rhiu.
"Lalu bagaimana dengan cowok bernama Aldo itu...? "
"Aldo...? Astaga cowok itu... ! "
Tiba-tiba, Rhiu teringat sesuatu.
Dia mengatup kedua bibirnya dengan cepat. Astaga...... dia baru ingat. Mata orang yang memandang dirinya saat malam itu, matanya.......matanya seperti ......Aldo!!?
***
Sore itu Rhiu sedang duduk di kamar nya ketika dia mendengar suara Pangeran Haizzar menyapa dirinya .
"Assalamualaikum," kata Pangeran Haizzar.
"Waalaikumsalam," jawab Rhiu.
"Pangeran Haizzar, ada apa kemari..? "
"Tak ada apa - apa. Aku hanya ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat. " jawab Pangeran Haizzar.
Rhiu terkejut. "Ke mana?" tanyanya.
"Ke rumahku," kata Pangeran Haizzar. "Aku ingin mengajak kamu sana. Apakah kamu mau.?" tanya pangeran Haizzar.
Rhiu terdiam sejenak. Dia masih belum memutuskan apakah dia ikut atau tidak. Pangeran Haizzar sedang menunggu sekarang.
"Baiklah," kata Rhiu akhirnya. "Aku akan pergi bersamamu." kata Rhiu pada akhirnya.
Pangeran Haizzar tersenyum senang. Dia meraih tangan Rhiu dan menuntunnya. Lalu menghilang dari kamar Rhiu dalam sekejap.
Dan beberapa saat kemudian, keduanya telah muncul kembali di depan pintu gerbang sebuah istana.
"Dimana kita..?" tanya Rhiu.
"Kita berada di depan pintu gerbang Istana Hutan Larangan." jawab Pangeran Haizzar.
" Tapi pintu gerbang ini ditutup. Juga tak ada penjaga yang menjaganya."
"Memang tak ada penjaga yang menjaga pintu gerbang. Untuk masuk ke dalam, kamu hanya tinggal mengucapkan kata Blorawana," kata Pangeran Haizzar.
Rhiu menatap gerbang itu dengan rasa gugup dan juga cemas.
Pangeran Haizzar memegang tangan Rhiu dan mereka berdua berjalan melewati gerbang.
Akan tetapi, saat dia muncul di dalam gerbang, dia tak melihat kehadiran Rhiu. Kemana Rhiu...??.
"Rhiu, ...dimana kamu...!
Sepi, yang empunya nama tak kunjung muncul.
Sadarlah Pangeran Haizzar bahwa Rhiu tak bersamanya. Ada kemungkinan Rhiu telah telah tersesat ke dunia lain atau dimensi sebelah.
RHIU.......
Lanjuttt thor😊
iiiihhh,,bacany aja lagi serem,,apa lagi nonton,,,kabuuuuir
Sudah lama nggak ketemu🤗
Selamat kembali🫰
Semoga sehat sehat terus utk nyambung next upnya ya🤲
Sudha lama kangen ama crita prince jinniey bersaudara semuanya, alhamdulillah akhirnya bertemu lagi🫶🏻
Lanjutt💃💃💃💃