NovelToon NovelToon
MADU UNTUK SUAMIKU

MADU UNTUK SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Isna Putri Tarimakase

NOVEL SEDANG DIREVISI


Karena keterpaksaan mertua, Siska harus menjalani tekanan batin yang luar biasa,
namanya Fransiska Damayanti usia 33 tahun sementara suaminya bernama Arya Praptama berusia 35 tahun.

Selama 10 tahun Siska menjalani rumah tangganya bersama suaminya, namun belum dikaruniai anak, hingga akhirnya Siska memutuskan untuk menikahkan suaminya bersama gadis belia berusia 17 tahun yang bernama Dinda Kinara. Dinda adalah gadis yatim piatu yang tinggal disebuah desa terpencil, keterbatasan ekonomi mengharuskan Dinda menjadi tulang punggung keluarga, hingga akhirnya ia mendapatkan tawaran dari Siska untuk menjadi istri kontrak selama satu tahun sampai ia memiliki anak.

Yang penasaran bisa ikuti cerita ini langsung dibawah ini yah, sebelum membaca saya berharap kepada teman readers agar bersabar dan berlapang dada dalam membaca ceritaku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Putri Tarimakase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terungkap penyakit Siska

Sampai dirumah sakit Arya menatap siska penuh kekhawatiran saat petugas medis membawa Siska ke ruang unit gawat darurat.

"Maaf pak, Ibu selain pasien dilarang masuk dulu untuk sementara" cegah salah seorang perawat rumah sakit kemudian berlalu masuk kedalam ruangan UGD.

Semua petugas medis dan dokter didalam ruangan tengah sibuk memeriksa Siska, hingga akhirnya seorang petugas medis memasang sebuah alat bantu pernafasan kepada Siska. Arya hanya dapat melihat Siska dibalik kaca pintu ruangan UGD, hingga membuatnya tak berdaya. Arya duduk didepan ruangan itu sambil mengusap wajahnya

"Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi pada Siska? Kenapa dia bisa seperti ini" teriak Arya sambil meremas jari-jemarinya karena perasaannya yang tak karuan.

Sementara Dinda yang duduk disamping Arya berusaha menguatkan Arya.

"Yang sabar Tuan, kita doakan Nyonya Siska semoga cepat sembuh" kata Dinda sambil mengusap bahu Arya.

Setelah 30 menit menunggu dokter keluar dari ruang UGD, Arya beranjak dari duduknya lalu menghampiri dokter yang menangani Siska.

"Siapa anggota keluarga pasien disini?" tanya dokter kepada Arya dan Dinda.

"Aku suaminya dokter"

"Baik pak, silakan ikut ke ruangan saya, ada hal penting yang harus dibicarakan"

Setelah sampai diruang dokter, Arya duduk di kursi lalu mulai mendengar penjelasan Dokter.

"Begini pak setelah kami memeriksa pasien, kami menemukan ada kejanggalan pada organ tubuh pasien, tapi saat ini kami belum mengetahui pasti, penyakit apa yang diderita oleh pasien, mungkin bapak tahu riwayat penyakit istri bapak sebelumnya?"

"Aku tidak tahu dok, karena selama ini aku tidak pernah melihat istriku sakit atau ada sesuatu yang menjanggal pada istriku"

"Siapa tahu bapak punya surat chek up , hasil lab atau apapun yang berupa keterangan penyakit istri bapak"

"Aku tidak punya pak, bahkan dia sakitpun aku tidak tahu"

"Kalau mendadak begini kami tidak bisa melakukan uji lab cepat ,karena itu membutuhkan waktu untuk mengetahui hasilnya, sementara kondisi pasien sedang kritis, mungkin bapak bisa cari dulu siapa tahu ada? agar kami bisa bertindak secepatnya,"

Mendengar penjelasan dokter Arya mendongakkan kepalanya keatas kemudian mengusap wajahnya memikirkan tentang Siska.

"Baik dok, akan aku coba cari surat hasil chek up itu," Aryapun beranjak dari duduknya kemudian keluar dari ruang dokter dengan keadaan lemas berjalan menuju ruang UGD tempat Siska dirawat. Arya hanya bisa melihat Siska sedang terbaring tidak sadarkan diri, dipasangi alat bantu oksigen didalam ruangan itu.

"Sebenarnya penyakit apa yang kamu sembunyikan dariku Siska? Kenapa kamu tidak pernah mengatakan yang sejujurnya padaku" gumam Arya sambil meneteskan air matanya.

Perlahan Arya menghampiri Dinda yang duduk dibangku sedang menangis karena khawatir memikirkan Siska.

"Dinda"

"Iya Tuan,"

"Tolong kamu jaga Siska yah, aku mau kerumah dulu," kata Arya sambil memegang bahu Dinda.

"Iya Tuan, memang Tuan mau apa dirumah?"

"Ada sesuatu yang ingin aku cari, karena kondisi Siska sedang kritis sekarang Dinda"

"Ya Allah, kasihan nyonya Siska!" ucap Dinda sambil mengusap air matanya yang membasahi pipinya itu.

"Aku pulang ke rumah dulu Dinda,"

"Iya Tuan, hati-hati dijalan Tuan,"

"Iya Dinda, nanti kalau ada apa-apa dengan Siska tolong segera hubungi aku Dinda"

"Iya Tuan" sahut Dinda.

Arya langsung beranjak dari duduknya kemudian pergi meninggalkan Dinda yang masih duduk didepan ruang UGD. Didalam perjalanan pulang Arya selalu memikirkan Siska ia tak percaya Siska menyembunyikan penyakitnya selama ini.

"Atau jangan-jangan ini alasan Siska menikahkan aku dengan Dinda? Ya Tuhan kenapa aku tidak menyadari semuanya, Arrrrrggggghhh" Arya langsung meremas rambutnya karena emosi.

Saat perjalanan pulang, Arya melewati kantor tempat Siska bekerja dulu, karena penasaran Arya langsung singgah dikantor itu dan berusaha menanyakan soal pekerjaan Siska selama satu bulan di Jogja.

"Maaf pak, selama bulan agustus tidak ada riwayat ibu Siska ada tugas luar kota, disini hanya ada cuti selama sebulan" jelas seorang resepsionis dikantor itu.

"Apa! Cuti selama satu bulan?" teriak Arya terkejut.

"Iya pak"

Mendengar penjelasan resepsionis itu membuat Arya semakin bingung dan merasa bersalah, iapun kembali ke mobilnya dengan hati yang penuh kesedihan mendalam.

"Apa yang Siska lakukan selama sebulan di Jogja?" batin Arya semakin membuatnya penasaran.

Arya langsung menekan kontak Sarah, lalu menelponnya agar segera ke rumah sakit, ia yakin hanya sarah yang tahu soal Siska, karena Sarahlah orang paling dekat dengan Siska selama ini. Setelah menelepon Sarah Arya mulai melajukan mobil menuju rumahnya.

Sampai dirumah Arya masuk kedalam berlari menuju kamarnya, dan sampai didalam kamarnya Arya membongkar semua isi kamarnya, namun ia tak menemukan surat chek up itu.

"Arrrrgggggghhhhh dimana kamu menyimpan surat itu Siska ?" teriak Arya penuh emosi, iapun terduduk lemas ditepi ranjang sambil mengusap wajahnya yang berkeringat,

"Kenapa kamu melakukan ini semua Siska? haaaaaa hiks hiks hiks," Arya berteriak sambil terisak karena memikirkan Siska, ia meremas rambutnya karena tidak tahu harus mencari surat itu dimana, sejenak Arya menarik napasnya lalu mencoba mengingat kembali kenangannya bersama Siska. Namun saat Arya sedang mengingat semuanya, tiba-tiba ia teringat beberapa bulan yang lalu sempat memergoki Siska menutupi laci bawah springbadnya, dengan cepat mata Arya langsung tertuju pada laci itu, iapun beranjak dari duduknya lalu berjongkok dibawah ranjang itu, dengan segera Arya membuka laci itu lalu melihat beberapa kertas tersimpan disitu. Arya langsung mengambil lembaran kertas itu lalu membacanya,

Hasil lab satu tahun yang lalu menunjukan hasil kanker ovarium stadium 2, Perlahan Arya membaca kembali hasil yang kedua sekitar 9 bulan yang lalu menunjukan hasil kanker ovarium stadium 3 lalu Arya membaca hasil lab terakhir 3 bulan yang lalu kanker ovarium stadium 4.

Seketika mata Arya langsung terbuka lebar melihat semuanya, tangannya langsung gemetar memegang kertas itu, badannya terasa lemas.

"Tidak mungkin, tidak mungkin Siska sakit ini, Arrrrrgggghhhh" Arya kembali berteriak histeris sambil memukul tepi ranjang karena tak percaya ternyata Siksa mengidap penyakit kanker ovarium.

Triing triing triiing

Saat Arya sedang memegang kertas itu tiba-tiba suara ponselnya berbunyi, dengan segera Arya mengangkat telepon itu.

"Ya Hallo,"

"Tuan, nyonya sudah sadar,"

"Iya Dinda aku akan segera kesana," ucap Arya sambil mengusap air matanya setelah menutup telepon dari Dinda.

Arya langsung beranjak dari tempat itu kemudian pergi untuk kembali kerumah sakit dengan membawa hasil lab Siska.

Bersambung...

1
Herna Erna
kok dari episode 79 sampe 161 ceritanya sama semua? 🤦‍♀️
Herna Erna
inna lillahi wa inna ilayhi raajiuun, semoga dimudahkan perjalanan siska menuju Sang Pencipta, Aamiin.....
Herna Erna
bagus, mengandung bawang mulai siska rela dimadu sampai bab ini 👍👍👍
Ety Sugiarti
kok ceritanya sama semua ya..
Dewi Debritos
cetita sama berbab2
Dewi Debritos
cerita ama judulnya ngak nyambung .mabok jg authornya
Nurhaeni Mamahna Galang
Thor perasaan teks nya itu2 mulu
Yani mulyani
apa cmn d aku ya ceritanya trus" intan lagi belanja di warung terus menerus...knp thor amburadul..
Yani mulyani
knp ngaco nih ceritanya ..malah intan trus yg ketemu d warung dan trus s ulang"
Yani mulyani
duhh kasiannjuga sih sama dinda ...udah mas kawin murah bngt cuman 2 gr ....trus d akuin nya pembantu juga ..pasangan suami istri yg egoisss itu
Yani mulyani
apa hubungannya intan sama dinda
Galuh Ajeng Candra Kirana
sdh resiko jadi istri kontrak .tp perlu disesalkan juga ,knp kok mau dijadikan istri kontrak.dan kmu Arya kmu juga tdk hrs memaksa Dinda utk menikah sah dgnmu.kmu pny istri sa ,dan kmu juga hrs bisa menjaga hati istrimu ,jgn berlarut " dlm kesedian .
Tini Hartini
Ga maksud thor😇😇😇
ARDIANSYAH GG
Rio kenapa nurutin Intan........ ntar nambah masalah....
ARDIANSYAH GG
cara penyelesaian yg arogan...... padahal Rio udah minta maaf dan mau tanggung jawab.... liat dulu Om.... anak mu kan cinta... bukan di paksa
ARDIANSYAH GG
nikahin aja Bu.......
ARDIANSYAH GG
Intan...... kenapa di ulangi lagi 😡
ARDIANSYAH GG
ampun deh Intan....... kebablasan kan 😫
ARDIANSYAH GG
jangan mau Ntan.........jangaaaaaaan 😣😫😫😫
ARDIANSYAH GG
like terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!