NovelToon NovelToon
Nafkah 1juta Untuk Setahun

Nafkah 1juta Untuk Setahun

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Poligami / Mafia / Chicklit
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: aqidatul izaz

Aina, istri dari Aji seorang pelaut yg beroperasi di perairan Srilangka terpaksa harus menelan kepahitan.

karena, sejak dua tahun pernikahannya dengan aji, dia harus menerima kenyataan jika aji memberikannya nafkah yang sangat tidak layak.

di tahun dua ribu satu sampai tahun dua ribu lima, aji hanya memberikannya nafkah sebesar tiga ratus ribu rupiah untuk setahun.

kemudian, di tahun dua ribu enam sampai dua ribu sepuluh, aji memberikannya nafkah sebesar lima ratus ribu untuk setahunnya.

dan mulai tahun dua ribu sebelas sampai dua ribu dua puluh dua, aji memberikannya nafkah untuknya dan untuk ketiga anak anaknya sebesar satu juta untuk setahun.

lalu, bagaimana caranya aina bertahan hidup sampai saat ini dengan nafkah yang tidak layak itu?

ikuti terus ceritanya ya guys, bantu suport terus cerita aku, dan bantu beri kritik dan sarannya agar cerita yg aku buat semakin menarik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aqidatul izaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 32

"Aku punya paman yang menjadi manager keuangan di garment Bintang Asia, dia yang menanggung semua kebutuhan ku dari bayi," Sahutku membuatnya semakin membulatkan matanya tak percaya.

"Jadi benar ya, desas-desus selama ini yang mengatakan kamu perempuan perebut!" Tanya paman tersebut kepada tante Rani dengan nada tinggi membuat yang di Tanya semakin menundukkan kepalanya.

"Apa paman masih ada bukti transaksi dari rekening paman ke rekening tante Rani?" Tanyaku membuat pria itu menganggukkan kepalanya cepat.

"Kirim ke sini, nanti aku bantu minta ganti rugi sama papa, btw papa baru pulang dari kapal," Ucapku sembari menyerahkan ponselku, membuat tante Rani mendadak mendongakkan kepalanya, lalu menatapku tajam seakan tidak menyukai apa yang aku lakukan.

"Kenapa tante?" Tanyaku sembari memiringkan kepalaku membuat wajahnya semakin merah padam menahan amarah.

Drrrttt... Drrrrrttt... Drrrttt..

Ponselku bergetar menandakan ada panggilan masuk.

Aku segera meraih ponselku dari tangan pria yang berada di depanku.

"Hallo pa," Ucapku membuka percakapan.

("Laura, apa yang sebenarnya terjadi?") Tanya papa suaranya terdengar begitu frustasi.

"Nanti Laura jelaskan di rumah nenek," Sahutku sembari memutuskan panggilan telepon secara sepihak.

"Btw, paman namanya siapa?" Tanyaku membuat pria di depanku mengalihkan pandangannya dari ponsel ke arahku.

"Kevin," Sahutnya singkat.

Aku menganggu kisah kepalaku

"Oke, bawa tante Rani ke rumah nenek, ikuti terus mobilku!" Ucapku membuatnya menganggukkan kepalanya semangat.

"Maaf mami, Laura harus cepat jalan ke rumah nenek, paman kevin, tolong bawa tante Rani ke rumah nenek, jangan sampai dia kabur." Titahku pada paman kevin setelah berpamitan pada mami Zea.

Suaminya tante Zea berjalan cepat ke arahku sembari menenteng dua kantung plastik berwarna putih.

"Ya udah, Laura hati-hati ya, ini buat makan malam nanti bareng mama," Ucapnya sembari menyerahkan plastik yang tadi tenteng.

"Terimakasih papi, Laura pasti hati hati kok," Sahutku sembari mencium tangannya dengan takzim.

Mami Zea terlihat tengah bersalaman dengan mamaku, mungkin mama sedang berpamitan juga.

"Laura, mami tau perasaanmu, nanti nyetirnya jangan ugal-ugalan ya," Ucap mami Zea sembari memelukku.

"Pasti mami, dedeee kalo mau keluar, nunggu kakak dulu yaa," Sahutku sembari mengelus perut buncit mami Zea lalu menciumi perutnya beberapa kali, entah kenapa aku bahagia sekali melihat mami Zea tengah mengandung, apalagi dia ngidam pengen ketemu sama aku, ah aku rasa bayinya perempuan.

Aku segera mencium tangan mami Zea dengan takzim lalu segera berbalik ke arah orang orang yang tengah memandangi aku dengan tatapan sendu.

"Laura pamit," Ucapku sembari melambaikan tanganku ke arah mereka diiringi senyuman yang aku buat semanis mungkin.

"Hati hati ya," Ucap mereka serempak.

Aku menganggukkan kepalaku mantap lalu segera berbalik dan melangkah ke arah mama yang tengah menunggu.

Sedangkan paman Kevin, dia segera menggandeng tangan tante Rani menuju mobilnya.

"Aku nggak mau pulang ke rumah itu, lepasin!!! " Teriak tante Rani sembari menyentakkan tangannya yang di cekal oleh paman Kevin hingga cekalan tangannya terlepas begitu saja.

Saat tante Rani hendak melarikan diri, aku dengan sigap mengejarnya dan menendang betisnya dengan sekuat tenaga hingga dia tersungkur di aspal dan juga tidak bisa melarikan diri.

"Aaaaaakkkhh... " Teriak tante histeris begitu juga orang-orang yang melihat adegan kekerasan yang baru saja aku lakukan.

"Itu akibatnya jika kamu berusaha kabur dariku," Ucapku penuh dengan penekanan sembari menarik paksa kedua tangannya hingga dia berhasil berdiri, dengan secepat kilat aku menyeret langkahnya yang tertatih-tatih menuju mobilnya paman Kevin.

"Cepat buka!" Tegasku, membuat paman Kevin segera membukakan pintu mobilnya.

Aku segera mendorong tubuh tante Rani dengan kasar membuatnya tersungkur.

"Aku nggak nyangka kamu bisa sekejam ini Laura!" Pekik tante Rani terdengar begitu terkejut dan juga frustasi.

"Aku datang ke sini untuk melakukan ini!" Lirihku sembari menyingkap blazer hitamku hingga terlihat senjata api yang sengaja aku selipkan di pinggang.

Tante Rani segera membekap mulutnya dengan kedua tangannya sembari terisak-isak, terdengar begitu memilukan.

"Selangkah saja kamu coba buat kabur, kamu sendiri akibatnya!" Tekanku lagi membuatnya semakin menggigil ketakutan, jangankan tante Rani, papa aja nggak berdaya di bawah ancamanku.

Bughh... Aku menutup pintu mobil itu dengan kasar.

"Ikuti terus mobilku ya paman," Seru ku sembari melangkah ke arah mobilku yang berada tak jauh dari mobil paman Kevin.

"Hahaha, anak anak pelakor itu ternyata kabur duluan," Tawaku pecah kala tidak mendapati Honda Brio milik Saskia.

Begitu juga dengan Zain, dia tertawa geli sembari melangkah memasuki mobil.

Aku segera menyalakan mesin mobil lalu mengeluarkannya dari pelataran rumah makan ini.

Samar Samar aku melihat mami Zea melambaikan tangannya ke arahku, dan satu tangannya lagi mengusap kedua sudut matanya, mungkinkah dia menangis?.

Tin.. Tin..

Paman Kevin membunyikan klakson mobilnya, mungkin dia sudah nggak sabar buat bawa perempuan perebut itu ke rumah nenek.

Aku segera menginjak pedal gas dan memutar setir ke arah selatan.

"Papa udah nyampe mana?" Tanyaku membuat Zain segera membuka ponselnya.

"Papa udah nyampe di kecamatan ketapang, sebentar lagi dia pasti sampai." Sahut zain membuatku kembali menambahkan kecepatan laju mobilku agar dapat menyusul papa dengan cepat.

Di belakang terlihat Toyota Agya milik paman Kevin yang berusaha mengimbangi laju mobilku agar tak kehilangan jejak.

***

Tak terasa, empat puluh menit kemudian aku sudah sampai di kecamatan santri.

Aku sengaja menepikan mobilku sejenak.

Begitu juga mobil paman Kevin, dia berhenti tepat di samping mobilku lalu menurunkan kacanya.

"Jangan ngebut ngebut lah, nggak bisa nafas ini," Protesnya.

Aku tertawa geli melihat reaksinya.

"Tenang, lima menit lagi nyampe kok," Sahutku sembari menunjuk ke arah depan, di sana sudah terlihat beberapa rumah, dan rumah nenek berada di ujung desa ini, tepat di samping kebun kelapa.

Aku kembali menyalakan mesin mobilku lalu melajukannya dengan perlahan karena sudah memasuki desa santri.

Di depan terlihat perempatan jalan, lebih tepatnya perempatan gang, karna jalan ini sangatlah sempit, yang hanya bisa di lewati satu mobil dan satu motor saja.

Aku membelokkan setir ke kanan, dari sini sudah nampak rumah nenek, karena rumah nenek paling besar di sini meski berada di baling ujung.

Beberapa warga yang berlalu lalang menatap takjub ke arah mobil yang tengah aku kendarai, maklum saja, di perkampungan seperti ini masih langka yang memiliki mobil apalagi jenis mobil yang aku kendarai.

Aku membelokkan setir mobilku perlahan menuju pelataran rumah nenek.

Meski aku belum sempat keluar, orang orang di dalam rumah itu segera berhamburan keluar rumah.

Begitu aku keluar dari mobil, mereka berlarian ke arahku dan segera memelukku erat.

"MasyaAllah, ini teh serius keponakan aku?" Tanya tante Nayra dan juga tante Naura sembari mengguncang bahuku pelan, tatapan mata mereka terlihat berkaca-kaca.

Sedangkan nenek dan juga bude segera berlari ke arah mama lalu memeluknya sembari terisak-isak.

"Masya Allah menantu," Ucap nenek tergugu dalam pelukan mama.

"Zain, udah bujang ya," Seru bude Nania sembari menangkup pipi Zain dengan kedua tangannya.

Zain hanya tersenyum kikuk, lantaran dia memang tidak terlalu suka berdekatan dengan orang lain meskipun dia saudaranya sendiri.

Beberapa saat kemudian, terdengar pintu mobil paman Kevin terbuka, lalu turunlah tante Rani dengan tertatih-tatih, disusul paman Kevin dari pintu depan.

Melihat itu, wajah papa merah padam, dia melangkah ke arah paman Kevin dengan tatapan penuh kebencian.

Melihat itu aku segera melangkah menghampirinya.

Saat papa hendak melayangkan tinju ke arah paman Kevin, aku segera menangkis dan menyingkirkan tangannya dengan kasar, membuatnya semakin tersulut emosi.

"Harusnya papa hakimi dia, dia yang sudah membuatmu lalai akan tanggung jawabmu untukku selama ini." Lirihku tepat di telinganya.

Papa hendak menarik paksa diri tangan istri keduanya namun terhenti kala mendengar seruan paman Kevin.

"Tunggu! Kamu harus mengembalikan semua uang yang aku berikan selama sepuluh bulan ini!, seandainya kau benar-benar janda yang di tinggal selingkuh oleh suamimu, sudah pasti uang segitu aku ikhlaskan. Tapi ini, kamu menipuku bahkan ketiga anak anakmu ikut andil dalam permainan mu selama ini! " Seru paman Kevin terdengar Berapi-api.

1
M42H 1Q84L
lanjut thor...critany ok...klw up yg bnyk thor
scabious97
hai kak aku sudah mampir nih, cerita nya menarik kak, tetep semangat ya nulisnya 😊
Izaz Id: terimakasih udah mau mampir🥰
total 1 replies
Mahira
nama selalu huruf besar.
Izaz Id: ouh iya kak, nanti saya revisi lagi, terimakasih koreksinya 😍
total 1 replies
Mahira
kalau sahut, jgn titik kk. harus tanda ," . yang jangan di singkat
Izaz Id: ooh begitu ya kak, makasih kak koreksinya 😍
total 1 replies
"Assalamualaikum," ucap ...

"Masuk!" balas


jagan lupa koma sebelum di tutup petik 2

atau tnda seru setelah kta perintah
Sri Fauziahanwar
knp laura gak nikah aja sma laura...secara ayah juga baik dan mengayomi gak masalah dngn umur mah!
Sri Fauziahanwar: skrngkan lagi trend thorr...perempuan muda nikah sma yg sdh mateng...drpd ngambil laki orang wkwkwk...
total 2 replies
Syafa Aprilia
Seru banget ceritanya Thor
Syafa Aprilia
Ckkkk kata²nya di bintangi ya Thor🤭 sensor matiketu..🤣🤣🤣🤣
Syafa Aprilia: Biasa kalo di Manga mang bisa sembarang 😊
total 2 replies
Syafa Aprilia
Hai! Aku dah mampir ya!😊
Bagus ceritanya 👍☺️
Penulisannya juga rapi, jadi enak bacanya 😊
Ini sih kayaknya author dah pengalaman😂
Soalnya beda banget sama yang masih belajar😁😁🤭
Izaz Id: hahahahah ahsiaapp, Amiinn, makasih do'anya kak😁😁
total 4 replies
Sri Fauziahanwar
enak bngt laura punya ayah angkat yg super baik!!
Fetnayeti Winarko
lumayan
Izaz Id: terimakasih😍
total 1 replies
Sri Fauziahanwar
nikah sma sampah y jdiny punya anak sampah juga...berbeda sma laura...laura berkelas lahir dri seorang ibu yg mental baja dan terhormat bukan lahir dri pelakor wkkwkwk...
Izaz Id: heheheh makasih kak udah mau mampir🥰🥰🥰
total 1 replies
Devii Arga
hai kak
aku mampir nih
salam dari langit 😊
btw judulnya serem amat yak😂
1 juta utk setahun😂
Izaz Id: waduh😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!