Ditinggalkan calon suami tanpa sebab tepat detik-detik dihari pernikahan membuat Arkana harus terpaksa menggantikan adiknya menikah dengan wanita yang tidak dia cintai padahal dirinya sendiri sudah memiliki kekasih.
Keyra menerima pernikahan ini lantaran tidak ingin membuat nama keluarganya malu. walaupun keduanya sama-sama tidak saling mencintai tetapi keduanya sepakat untuk bekerja sama saling menerima layaknya sepasang suami istri sampai Keenan ditemukan dan kontrak pernikahan mereka berakhir.
Disaat keduanya sudah sama-sama memiliki rasa nyaman, tiba-tiba Keenan dan kekasihnya Arkan datang secara bersamaan. Lantas bagaimana pernikahan mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
" Arkan, kenapa kamu membiarkan Keyra sendirian di tempat Keenan. Kamu tahukan kalau Keenan butuh istirahat total. Mama takut kalau Key ..."
" Aku percaya jika Keyra bakalan menahan diri untuk tidak marah dan apa lagi jika sampai memukul kepala Keenan. Keyra tidak akan melakukan itu, Mah. Percayalah." Arkan memotong cepat ucapan ibunya.
" Mamah tahu, hanya saja Mama khawatir."
" Arkan tahu itu, tapi percayalah tidak akan terjadi apapun pada Keenan. Arkan hanya ingin memberikan ruang pada Keyra untuk menghilangkan rasa rindunya," ucap Arkan dengan senyuman, senyuman tulus seakan sangat mempercayai istrinya itu.
Shira memperhatikan anaknya. " Lalu bagaimana dengan hubungan kalian? Apalagi sekarang ini Keenan sudah ketemu. Apa kalian bakalan bercerai seperti tertulis di kontrak pernikahan itu?"
Arkan tersenyum seraya menggeleng pelan. " Tidak akan ada perceraian di pernikahan kami kecuali kematian yang memisahkan."
Shira tidak mengerti. " Maksud kamu gimana?"
Arkan tersenyum malu mengingat ungkapan cinta mereka tempo lalu. " Kami saling mencintai," ucapnya malu-malu kucing.
Shira menutup mulutnya karena sangat senang, wajahnya begitu ceria karena tidak ada perceraian antara anak dan menantu kesayangannya itu.
" Sungguh?" Arkan mengangguk meyakinkan.
" Syukurlah, Mama sangat senang sekali mendengarnya Arkan. Keyra wanita yang baik, dia tulus dan Mama sangat menyukainya. Tadinya Mama khawatir jika Mama bakalan kehilangan menantu seperti Keyra karena dia tidak mungkin sepertinya untuk kembali pada Keenan jika kalian jadi bercerai."
Melihat kondisi putra bungsunya membuat Shira begitu sedih karena sudah pasti Keyra maupun Keenan tidak akan mau sama-sama untuk kembali. Dan membuatnya khawatir akan kehilangan menantu seperti Keyra yang baik hati mengingat pernikahan dengan putra sulungnya yang tidak terencana dan amat sangat terpaksa karena keadaan sehingga pernikahan kontrak pun terjadi dan akan bercerai setelah Keenan ditemukan.
Akan tetapi, mendengar jika perceraian tidak akan pernah terjadi membuat Shira sangat senang dan bahagia sekali.
" Sekarang Mamah jangan khawatir lagi ya." Arkan menarik ibunya kedalam pelukan.
" Tapi bagiamana dengan Keenan? Apa dia bakalan menerima semua ini?" Kekhawatiran masih belum usai dalam hati Shira.
" Bukannya ini semua adalah rencana Keenan? Arkan yakin jika anak itu sudah tahu resikonya," jawab Arkan tidak peduli, toh yang memulai semua ini dari awal memang Keenan.
" Mama harap begitu, dan Mama sangat sedih melihatnya seperti ini. Kenapa dia begitu bodoh untuk merahasiakan penyakitnya sama kita semua," lirih Shira menyandarkan kepalanya di bahu Arkan.
" Anak bungsu Mama kan memang bodoh, Arkan tidak heran sih ... aduuh." Arkan berteriak kesakitan ketika sebuah cubitan mendarat di pinggangnya.
" Kamu ini, masih saja mengejek adik kamu dengan kondisinya yang seperti sekarang ini."
" Hehehe ..." Arkan men nyengir.
" Tapi Arkan. Terus bagaimana hubungan kamu dengan Nadia? Kamu sudah mengakhirinya secara baik-baik kan? Mama tidak mau ada yang tersakiti antara Nadia dan juga Keyra."
Arkan terdiam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari ibunya. Setelah merasakan kenyamanan saat bersama dengan Keyra dan jatuh cinta pada ketulusan serta kebaikan gadis itu membuat Arkan melupakan fakta bahwa ada cinta lain yang jauh disana.
" Arkan!" Melihat kebungkaman anaknya membuat Shira yakin jika saat ini hubungan antara Nadia dan anak sulungnya itu masih terjalin.
" Kamu belum mengakhiri hubungan kalian?" tebaknya. " Nadia sebentar lagi bakalan balik ke Indonesia, Arkan. Jangan sampai membuat Keyra salah paham dengan kehadiran nya Nadia."
" Arkan memang belum mengakhiri hubungan kami, Mah. Tapi Arkan sudah berencana untuk mempertemukan Keira dengan Nadia. Dan menjelaskan semuanya secara baik-baik," jawab Arkan.
Arkan memang berencana untuk mempertemukan kekasih dan juga istrinya karena jika memutuskan secara sepihak itu akan menyakiti wanita yang pernah ia cintai tersebut. Dulu Arkan menembak gadis itu secara baik-baik dan dia juga akan mengakhirinya dengan cara baik-baik pula sehingga tidak akan terlalu menyakitkan walaupun dirinya tidak begitu yakin mengingat hubungannya dengan Nadia terjalin cukup lama.
" Mama hanya berharap Nadia mau menerima semua keputusanmu dan tidak merasa sakit hati. Nadia juga gadis yang baik, Mama juga suka padanya. Sayangnya takdir berkata lain sehingga Nadia tidak jadi menjadi menantu Mama."
Pernikahan tidak diinginkan, pernikahan tidak direncanakan, dan pernikahan terjadi begitu saja karena keadaan sehingga mengorbankan hubungan yang sudah terencana sejak lama. Jodoh tidak ada yang tahu, dan Shira maupun Arkan percaya akan itu. Keduanya hanya bisa berharap Nadia dan juga keluarganya mau menerima takdir yang tidak terencana ini.
Kemudian keduanya sama-sama terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing sehingga pintu ruangan Arkan dibuka oleh seseorang.
" Mama ternyata di sini, Papa sudah dari tadi mencari-cari." Ternyata Ghazali yang masuk ke ruangan Arkan mencari istrinya yang hilang entah ke mana.
" Ada apa, Mas?" tanya Shira menghampiri suaminya.
" Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan, tapi kamu malah ngilang begitu saja. Mana gak pamit," ucapnya.
" Kan kamu lagi bicara sama dokter Yuda. Aku bosan menunggu, makanya aku pergi keruang Arkan. Emangnya apa yang ingin kamu bicarakan?"
Arkan melihat raut wajah ayahnya begitu serius. Pasti ada sesuatu yang sangat penting.
" Papa berencana akan membawa Keenan berobat diluar negeri."
" Apa dokter Yuda yang menyarankan?" tanya Arkan.
" Tidak, dokter Yudha malah mengatakan kecil kemungkinan karena mau dibawa ke mana saja hasilnya akan sama. Namun Papa tidak ingin menyerah, papah yakin pasti bakalan adakah ajaiban untuk kesembuhan Keenan."
Ghazali tentu tidak ingin putra bungsunya kenapa-napa dan sebagai orang tua Dia hanya ingin melakukan yang terbaik dan berusaha semampunya untuk kesembuhan putra kesayangannya itu. Berapapun harganya semahal apapun pengobatannya asalkan putranya bisa sembuh Gazali rela melakukan apapun bahkan jika ditukar dengan nyawanya sendiri.
" Tapi, penyakit Keenan kan sudah ..."
" Tidak ada yang tidak mungkin jika sudah kehendak Tuhan, Mah. Berdoa tanpa berusaha tidaklah cukup. Jika memang Tuhan sangat menyayangi Keenan, yang kita lakukan hanya mengikhlaskan kepergiannya, setidaknya kita sudah melakukan yang terbaik untuknya." ucap Arkan menyetujui dengan rencana Ghazali.
Karena tidak ada yang tidak mungkin jika memang sudah kehendak sang maha kuasa. Sama seperti halnya pernikahan antara Arkan dan juga Keyra. Bahkan keduanya begitu cepat saling mencintai padahal sudah begitu lama menjalin hubungan dengan pasangan masing-masing.
" Benar apa yang dikatakan Arkan. Saat ini kita hanya bisa menemaninya dan selalu mendampinginya disana agar Keenan tidak merasa kesepian. Berharap saja semoga ada keajaiban," ucap Ghazali merangkul istrinya.
Shira pun mengangguk setuju karena dalam hatinya juga sangat berharap sekali akan kesembuhan putra bungsunya itu seperti sedia kala dan bisa berkumpul kembali bersama dulu lagi.
" Iya, Mas. Aku cuma berharap agar Keenan bisa sembuh."
" Aku juga, kita doakan saja ya." Keduanya berpelukan erat seakan ruangan ini hanya ada mereka berdua saja sehingga melupakan bahwa ada Arkan disana.
" Eheemmm, disini masih ada orang. Bukan obat nyamuk," sindir Arkan. " Ck, serasa dunia milik berdua, mending keluar aja nyusul Keyra. Mau pelukan juga."
wes ganti critone ?