NovelToon NovelToon
TITISAN MEDUSA

TITISAN MEDUSA

Status: sedang berlangsung
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Horor
Popularitas:100.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zur Rani

Gadis bernama Bulan yang bekerja sebagai pemandu wisata di sebuah pulau terpencil mendadak berubah setelah diperkosa secara brutal di dalam sebuah gua oleh para turis yang ia pandu. Bulan hampir meregang nyawa sebelum setetes air dari dinding gua bagian atas jatuh dalam mulutnya. Setetes air yang dikira Bulan itu ternyata adalah darah terakhir milik Medusa yang jatuh ke Bumi.

Perubahan apa yang terjadi pada Bulan setelah meminum tetesan darah milik Medusa?

Apa yang akan Bulan lakukan pada para pemerkosanya?

Adakah orang yang mampu melawan kekuatan Medusa di tubuh Bulan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balasan Thea...

“Jika kita tidak bisa menemui mereka, biarkan mereka yang datang menemui kita!” semua mata menatap Althea. Gadis itu tersenyum samar menatap satu persatu saudaranya.

“Caranya?” tanya Plato

“Pesta ulang tahun kita!” entah dari mana asalnya tapi selama ini mereka memang tidak pernah membuat pesta ulang tahun meriah yang dihadiri banyak orang.

“Kamu lupa kalau Nenek dan Kakek tidak pernah mengundang tamu untuk pesta ulang tahun kita?” Acasha mengingatkan.

“Kita tidak akan mengundang orang luar, Saudaraku. Kita akan membuat pesta bersama teman-teman kampus kita saja dan mereka pasti heboh jika tahu kita anak siapa, bukan? Beberapa teman kita gemar membuat konten, dari sana lah kita akan dikenal sebagai keturunan Mario Lazuard.”

“Apa Nenek dan Kakek setuju dengan ide ini?” Orion meragukan ide sang adik.

Althea menghela nafas, “Kita tidak akan membuatnya di rumah. Kita reservasi tempat di restoran atau hotel dan mengundang mereka tanpa perlu repot memikirkan ini dan itu. Cukup kartu Plato yang bekerja!”

Tidak ada yang membantah karena ide Althea cukup bagus sempurna untuk mereka. “Kapan kita mulai?” tanya Altair.

Althea mulai membagi tugas satu persatu. “Ingat jangan ketahuan orang rumah. Jangan lupa undang selebgram cantik dan seksi terutama yang pengikutnya banyak. Jangan lupa para pria pewaris harta orang tuanya juga kalian undang dan itu urusan Plato.”

Rapat bersaudara itu pun ditutup dengan agenda minggu depan akan diadakan acara ulang tahun kelimanya di salah satu hotel terbaik kalangan atas. Selama ini mereka tidak pernah menyebut nama belakangnya tapi tidak kali ini. Kelimanya kompak menulis nama belakang sang ayah untuk memancing musuh datang. Dan yang lebih aneh adalah, mereka menyertakan tulisan di kartu undangan dengan keterangan berbubuh tinta hitam.

“Pesta ini kejutan untuk muda-mudi dari kami jadi harap berita ini tidak sampai ke telinga keluarga besar Lazurd. Terima kasih atas pengertiannya.”

Seminggu ini mereka terus direpotkan dengan berbagai agenda hingga melupakan kehadiran ibu mereka yang juga disibukkan dengan berbagai kegiatan bersama Nyonya Laras. Hanya Althea yang akan masuk ke selimut ibunya setiap malam tanpa seorang pun tahu. Ada ikatan lain yang sulit dijabarkan antara Bulan dan Althea bahkan terhadap anak-anak yang lain, Bulan tidak merasakan rasa yang sama seperti rasa ke si bungsu.

Seminggu kemudian….

Acara bertema bebas khas anak muda itu terselenggara dengan lancar dan meriah. Jangan lupa bagaimana acara tersebut tersiar di internet karena postingan teman-teman kampus mereka. Lima titisan Medusa tampil glamor sore itu hingga setiap unggahan foto dari teman-teman yang hadir selalu mendapat banyak ‘like’ dan komentar dari para pengikut.

Malam harinya, kelima bersaudar itu pun makan malam di salah salah satu restoran. “Ayah bertanya tentang pengeluaranku yang tiba-tiba banya tidak seperti biasanya.” Celutuk Plato membuat semua saudaranya berhenti mengunyah.

“Kamu jawab apa?” tanya Orion.

“Aku membuat pesta bersama teman-temanku dan aku mengirimnya foto-foto kita.”

“Lalu?” Altair ikut penasaran.

“Tidak ada. Ayah hanya ingin tahu saja karena aku tidak pernah menggunakan uang sebanyak itu.”

“Apa Ayah menanyakan Ibu?”

“Ayah tidak perlu menanyakan pada kita. Mereka sering bicara di kamar.” Celutuk Althea.

Gadis itu beberapa kali menangkap ibunya sedang berbicara mesra dengan sang ayah dan itu membuat Althea tidak nyaman. Dia sudah terlanjur melihat apa yang terjadi pada ibunya dulu. Althea yang dulu manja pada sang ayah mendadak benci dan tidak mau membicarakan ayahnya lagi. Tidak ada yang tahu betapa menyakitkannya kejadian itu selain dirinya karena dirinya lah yang melihat semua itu secara jelas.

Di tempat yang berbeda, Don tersenyum penuh kemenangan saat melihat foto-foto Althea dan Acasha terpampang di aplikasi pertemanan. Don menyimpan foto itu lalu mengirim ke layar besar yang ada di depannya. Gaun hitam tanpa lengan dan bahu itu membuat sisi liar Don muncul seketika.

“Aku harus menemui mereka secepatnya!” Don menghubugi seseorang dan mengatakan rencananya.

Pria bermata satu itu sudah lama mencari dua gadis yang sudah merenggut ketenangannya. Tanpa sepengetahuan teman-temannya yang lain, Don menjalankan misi rahasia seorang diri. Selama seminggu, Althea dan Acasha terlihat biasa saja selain ketenaran keduanya semakin menjadi setelah foto-foto mereka tersebar di internet. Banyak mahasiswa yang mengajak berkenalan bahkan penjaga café pun ikut meminta foto dengannya.

Jika Althea terlalu lembut dan manis, Acasha terlihat tegas dari sang adik. Hanya karena misi makanya Acasha mau diajak foto oleh orang asing.

“Aku merasakan hawa lain di sekitar kita.” Bisik Plato pada Orion.

“Tenang saja. Althea tahu apa yang harus dilakukannya.”

Saat ini mereka sedang berada di salah satu café di mana Althea dan Acasha sedang duduk berdua sambil berbincang. Sementara Plato, Orion dan Altair ada di dalam mobil untuk memantau pergerakan orang yang mereka curigai.

Benar saja, seseorang terlihat memotret mereka diam-diam lalu pria itu pun pergi. Tugas ke tiga saudara itu adalah mengikuti orang yang mencurigakan tersebut.

“Kamu turun!” Plato menyuruh Orion turun supaya bisa menjaga saudara perempuan mereka. Orion patuh, ia berjalan santai menuju café sementara Plato dan Altair mengejar mobil tadi.

“Berikan gigiku!” minta Plato kemudian mendapatkan gigi palsu dari Altair. Ia juga memasang rambut palsu dan kacamata tebal sambil menyetir. Altair juga melakukan hal yang sama tapi bedanya dia tidak menggunakan gigi palsu yang membuat wajah tampannya jadi tongos. Dia hanya menggunakan kacamata dan rambut palsu lalu sedikit tahi lalat di atas bibir yang membuat penampilan Altair jauh lebih tampan.

Pria  tadi turun berhenti di depan lobi hotel kemudian turun dari mobilnya. Altair juga langsung turun supaya tidak kehilangan jejak hingga ia justru satu lift dengan orang tersebut. Altair bergegas mengirim pesan pada teman-temannya lalu memberitahukan lokasinya saat ini.

“Kamar 290!” tulis Altari melewati pria tersebut.

Tidak ada yang menyangka jika Althea datang lebih awal dari dugaan. Ia bergegas menuju hotel setelah mengetahui dia di mana.

Tok…tok…

Ceklek…

“Lho,-?

“O-Om temannya Ayah?” tanyanya sambil akting dadakan.

“Iya, kamu kenapa ada di sini?”

“Tungg-“ Althea bertingkah seperti orang bingung.

“Aku janji sama teman di hotel ini tapi ini udah benar pesan dari dia. Terus kenapa Om di kamar dia? Jangan bilang kalo Om itu sugar daddynya teman aku?” Althea panik langsung menorobos masuk ke dalam tanpa menyadari seringai lapar yang terpancar dari bibir Don.

“Gladyssss…keluar kamu! Aku tahu kamu pasti sembunyi kan?”

“Tidak, Sayang. Tidak ada temanmu di sini. Apa mungkin kamu salah masuk kamar? Coba lihat lagi pesan ayahmu!”

Althea pun reflek memanggil sang kakak namun sayang, ponselnya sudah berpindah tangan lebih dulu. Don sudah merebutnya dengan cepat, “Om,-“ rengek Althea membuat jiwa laki-laki Don semakin terdesak. Apalagi Althae seakan mendekatkan diri padanya bahkan saat ini dia seperti memeluk sahabat ayahnya karena Don menyembunyikan ponsel gadis itu dibelakang tubuhnya.

“Baiklah, kita bisa bicara sebentar? Ada yang ingin Om bicarakan.” Althea manyun dan itu semakin menggemaskan di mata Don.

Pria itu membawa Althea menuju sofa, “Haus?” Thea mengangguk. Don terkekeh kemudian mengambil segelas air putih untuk putri dari sahabatnya.

Tanpa ragu, Althea menghabiskan air putih tersebut lalu memberikan gelasnya pada Don. Lagi-lagi pria itu terkekeh. “Teman siapa yang akan kamu temui, hem?” tanya Don penuh kasih sayang. Sebelah tangannya terulur membetulkan helaian rambut gadis itu.

“Teman kuliah, Om.”

“Perempuan atau –“

“Perempuan, Om. Aku belum berani main-main sama laki-laki ke hotel. Kalau Ayah tahu bisa digantung.” Don terkekeh.

“Jangan menemui sembarang orang di hotel. Kamu bisa dijebak kalau orang itu berniat jahat sama kamu.”

“Terus Om ngapain di sini? Lagi menunggu perempuan ya?”

“Iya. Om tunggu kamu!” Althea tertawa kecil kemudian tawa itu langsung sirna ketika Don mencium pipinya.

“Om,-“ lirih gadis itu seraya menunduk.

“Maaf, Om gemas melihat kamu seimut ini. Ingin Om gigit pipi mulus kamu.”

Althea manyun, “Memangnya aku roti?”

“Kamu itu cokelat yang kalau sudah digigit sekali pasti pengen lagi.” gadis itu mencibir.

“Kamu sudah makan? Om baru sampai dan ingin jalan-jalan di sini. Apa kamu mau menemani Om?”

Gadis itu tampak berpikir kemudian tersenyum, “Boleh deh. Aku juga lagi bosan.” Don tersenyum penuh kemenangan walaupun dia tidak sabar ingin memiliki gadis itu tapi saat ini dia harus bersabar.

Mereka keluar dari hotel lalu pergi menuju restoran. Althea makan dengan lahap seperti sedang pergi dengan ayahnya. Don memanjakannya seperti seorang putri. Setelah makan, Don mengajak Thea berbelanja. Thea mengambil semua yang dia sukai lalu Don juga membawa Thea ke butik. Di sana, Don memilihkan Thea gaun-gaun indah dan meminta gadis itu untuk mencobanya. Althea menurut lalu berganti dari satu gaun ke gaun yang lain. Berkali-kali juga Don mencium pipi gadis itu tanpa sadar jika kemarahan Althea sudah membuncah.

“Kamu suka jalan-jalan sama Om?”

“Suka sekali. Makasih ya!” jawab Althea manja lalu merebahkan kepalanya di lengan Don.

“Habis ini kita mau kemana lagi?” tanya Althea.

“Om sebenarnya mau mengajak kamu ke salah satu villa Om di perkebunan anggur tapi kamu pasti tidak akan diizinkan oleh Kakek dan Nenekmu, bukan?”

Althea manyun, “Gak usah bilang-bilang, Om. Aku matikan ponselku ya?” gadis itu langsung mematikan ponselnya kemudian kembali merebahkan kepalanya di lengan Don.

“Kamu tidak takut Om aja pergi apalagi ini jauh dan kita bakal menginap.”

“Om itu sahabat Ayah. Om juga sayang sama aku. Jadi tidak perlu takut. Aku justru takut kalau pacar Om akan mengamuk kalau tahu Om bawa aku jalan dan beli banyak baju buat aku.”

“Tenang saja. Om hanya milik kamu.”

“Iya, Om hanya milik aku seorang.” Ucap Althea penuh penekanan.

Malam semakin larut dan mobil yang dikemudikan Don akhirnya sampai di villa. Cuaca dingin membuat keduanya bergegas masuk ke dalam. “Indah sekali!” ucap Althea melihat bagian dalam vila yang tertata rapi dan bersih serat pengharum dan api unggun yang sudah tersedia.

Don melepas jaketnya kemudian membantu Althea melepas jaketnya karena suhu di dalam vila mulai menghangat. Kini terlihatlah tubuh seksi Althea dalam balutan minidress hitam tanpa lengan dengan panjang lima setengah pahanya.

Don mengambil gelas kemudian menuangkan wine ke dalamnya. Ia menyerahkan segelas wine ke Althea yang sudah duduk dalam pose menantang di depan api unggun. Don medaratkan dirinya di samping gadis itu. Mereka saling bertatapan dan sebelah tangan Don mulai membelai pipi gadis itu. Althea menikmati sentuhan itu sambil memejamkan mata lalu secara perlahan sentuhan lembut jemari Don turun ke leher sang gadis membuat Althea melengkungkan tubuhnya.

Don menegak winenya dalam sekali teguk lalu melempar gelasnya ke dalam api unggun. Ia sudah tidak sabar melahap gadis itu tapi sayangnya gadis yang ia kira polos ternyata ingin bermain tarik ulur. Saat Don ingin mencium bibir itu, tiba-tiba tangan Althea menutup mulut Don membuat pria itu mengeram kesal.

“Om, aku ini anak sahabat Om.”

“Aku tahu tapi kamu adalah wanita yang kuinginkan, Baby!” Althea berjalan mengelilingi meja sambil tersenyum menggoda Don.

“Kau ingin bermain denganku, Baby?”

“Om mau manjadi sugar daddyku?”

“Tentu! Apa pun yang kau minta, Baby.”

“Aku ingin melihat Om tanpa baju!” Don berhenti lalu menyunggingkan senyumnya. Saat Don sudah menampakkan dadanya, Althea sudah berlari ke lantai atas vila yang masih gelap. Don mengejar gadis itu hingga terlihatlah sosok Althea yang berdiri di sisi jendela sedang menatap cahaya bulan dalam kegelapan.

“Kamu lebih indah dari cahaya itu, Baby.” Ucap Don mendekati Althea.

“Benarkah, Om?” tanya Althea tampa menatap Don yang sudah berada di belakangnya. Tangan Don terulur lalu menarik pinggang sang gadis.

“Akkkhhhhh….”

 

***

KOMENNNN

1
Anonim
Upnya luaama banget setahun lebih ampe udah lupa ceritanya
Lilik Farihah
semakin penasaran
Lilik Farihah
menarik
Ulun Jhava
upx mana thor
Ulun Jhava
mario gawat bs berakhir ditangan putrix
Ulun Jhava
di alam ghaib waktu berjalan lbh cepat 1 hari dialam ghaib bs berbulan2 dialam nyata
Rebecca Jaimin
get well soon
Rebecca Jaimin
Luar biasa
Ita Xiaomi
Ngeri. Krn nafsu syahwat merusak segalanya.
Ita Xiaomi
Lupa dia tuh. Dia kira lg di dimensinya.
Ita Xiaomi
Jd ingat waktu msh bocil emakku sering bacakan aku dongeng dewa Neptunus.
Ita Xiaomi
Maklumlah baru keluar dr dimensi lain 😁
Ita Xiaomi
Keren ceritanya. Berasa ada dimana- mana, beda negara beda alam sampai beda legenda. Semangat berkarya kk. Berkah&Sukses selalu.
Haru Arima
satu kata , mampuss! seneng gw liatnya kalo disiksa gini/Casual/
Haru Arima
kak, apa tuh dibintangin? penasaran gw🤨
Ersa
laahh si alam lain Mario dah pya anak
Ersa
ngeri ngeri sedep baca novel ini
Yeni Ahmad
wahhh sekian lama baru up lgi Thor..

aku menunggu titisan Medusa menikah dan berbahagia dengan pasangan ny juga aku ingin melihat Briana dan Jacob bersatu bahagia..
~•Aikuro saki©^®
uwaaahh akhirnya up juga..sehat sehat ya thor
~•Aikuro saki©^®: hehe😆
total 2 replies
Aida Fitriah
assalamuallaikum kak zur, alhamdulillah sudah sehat ya😊😊😊
Zur Rani (IG : @zuranirain): walaikumsalam, kak....alhamdulillah setelah 2 bulan gak ngetik. tangannya ada perubahan, kak. makasih ya masih setia nunggu...🙃
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!