NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Istri Kontrak

Hanya Sebatas Istri Kontrak

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:840.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virzha

Setelah gagal mendapatkan cinta pertamanya, Daniel menutup diri dari dunia percintaan. Ia mengalihkan rasa sakit hatinya dengan terus bekerja dan melupakan segalanya.

Namun, desakan dari orang tua yang ingin menjodohkan Daniel dengan wanita pilihan mereka membuat Daniel mencari wanita lain agar bisa diajak untuk melakukan pernikahan kontrak.

Hingga ia dipertemukan dengan Mayra, seorang pegawainya yang sedang membutuhkan pinjaman uang dengan jumlah yang cukup besar. Hal itu langsung saja dimanfaatkan oleh Daniel untuk meminta Mayra menjadi istri kontraknya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akankah benih-benih cinta tumbuh dihati keduanya? Atau Daniel tetap akan menganggap Mayra sebagai istri kontraknya?

****

Spin off dari cerita Pernikahan Balas Dendam, semoga kalian suka ya ....

JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE, KOMEN, SUBSCRIBE DAN VOTENYA YA GENGS!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hancur Berkeping-keping.

Mayra tengah berbaring di ranjang rumah sakit, wajah wanita itu tampak tegang dan cemas. Daniel yang berdiri disampingnya mencoba menenangkan Mayra dengan menggenggam tangannya lembut. Sudah cukup lama Dokter melakukan pemeriksaan USG pada Mayra, tapi wajah Dokter itu terlihat berubah-ubah ekspresinya.

"Kenapa Dokter? Apakah istriku hamil?" Tanya Daniel dengan kerutan di dahinya.

"Oh, sebentar, Tuan." Dokter itu hanya melirik Daniel sekilas lalu kembali fokus pada layar USG di depannya.

Mayra dan Daniel saling pandang, mereka menebak apa yang sebenarnya terjadi sampai membuat Dokter itu seperti itu. Beberapa saat kemudian, Dokter selesai melakukan pengecekkan lalu meminta Daniel dan Mayra untuk duduk di depannya.

"Sebenarnya ada apa Dokter? Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kan?" Tanya Mayra sangat was-was, ia takut terjadi sesuatu hal yang tidak terduga pada dirinya.

"Keadaannya cukup rumit, mungkin juga hal ini yang membuat Nona sulit untuk hamil," ujar Dokter.

"Maksud Dokter? Apakah saya tidak bisa memiliki anak?" Mayra menggenggam tangannya sendiri, wajahnya mulai ketakutan.

Daniel yang berada disampingnya langsung menggenggam tangan Mayra untuk membuat wanita itu tenang. Ia juga cukup terkejut dengan kabar ini, tapi ia tahu jika Mayra yang lebih sakit mendengarnya.

"Bukan tidak bisa, tapi akan sangat lama karena saat ini di rahim Nona ditemukan sebuah benjolan kecil atau biasa disebut kista. Benjolan inilah yang menutup jalan di Ovarium Nona hingga menyembuhkan kesulitan memiliki keturunan."

Kali ini bukan hanya Mayra yang syok, melainkan Daniel juga. Wajah keduanya langsung menegang demi mendengar kabar itu. Sedangkan mata Mayra sudah mengembun ingin menumpahkan air di pelupuk mata.

"Kista Dokter? Itu artinya saya benar-benar tidak bisa hamil." Mayra langsung menangis seraya menutup wajahnya dengan kedua tangan. Semuanya terasa semakin suram saja dan tidak terlihat masa depan untuknya.

"Ssshh May, tenang May, kamu pasti sembuh. Kita akan mencari pengobatan yang terbaik, aku yakin penyakit ini bisa disembuhkan kan, Dok?" Daniel segera meraih Mayra kedalam pelukan hangatnya, hatinya hancur tapi ia mencoba bertahan demi Mayra.

"Ya Tuan, kita bisa melakukan operasi pengangkatan kista yang ada di rahim Nona, tapi resikonya, mungkin Nona tidak akan bisa memiliki keturunan untuk selamanya."

Tangis Mayra semakin kencang, ia mencengkram dada suaminya dengan erat. Hatinya kembali terluka tapi tidak berdarah, jika rahimnya diangkat, ia akan menjadi wanita yang selamanya tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Lalu, apa yang diharapkan dari wanita seperti dirinya?

"Sayang, Sayang, dengarkan aku. Jangan pernah menangis karena hal ini, aku tidak masalah tidak punya anak, yang penting kau sembuh. Aku sudah bahagia hidup bersamamu meski tanpa seorang anak, kau mengerti?" Daniel kembali menenangkan Mayra, ia menatap wanita itu dengan tajam dan juga serius.

Mayra terdiam, matanya semakin mengabur mendengar ucapan tulus dari suaminya ini. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi, rasanya kata terima kasih saja tidak akan cukup.

"Tunggu sebentar Tuan, Nona. Saat ini ukuran benjolan yang ada di rahim Nona masih sangat kecil. Nona tidak perlu melakukan operasi pengangkatan rahim, tapi beliau harus rutin meminum obat agar benjolan itu hilang," Ujar Dokter lagi.

Hal itu seperti memberikan angin segar untuk Daniel dan Mayra. Setidaknya masih ada harapan meskipun itu sangat tipis.

*****

Daniel dan Mayra sudah kembali ke rumahnya, keduanya sejak tadi hanya diam dengan wajah yang sama lelahnya. Bohong rasanya kalau Daniel mengatakan dirinya tidak sedih setelah tahu kabar istrinya.

"Kamu dirumah aja istirahat, obatnya juga jangan lupa diminum. Aku harus ke kantor karena banyak hal yang harus aku urus, kau tidak apa-apa kan aku tinggal?" Ujar Daniel mengusap lembut pipi Mayra.

"Ya, jangan terlalu mengkhawatirkan ku Daniel. Aku hanya sakit biasa, kau tidak perlu berlebihan," tukas Mayra terdengar cukup ketus nada bicaranya.

"Baiklah, ingat pesanku tadi, jangan lupa minum obat, biar cepat sembuh," tutur Daniel lagi.

"Kau ingin aku cepat sembuh atau ingin cepat mempunyai anak?" Mayra melontarkan pertanyaan yang cukup menggelitik, entahlah hatinya seperti sangat kosong setelah kabar menyakitkan itu terdengar.

"Kau ini bicara apa?" Daniel mengernyitkan dahinya heran. "Aku sudah mengatakan padamu kan? Tidak masalah kita tidak memiliki anak, kita bisa mengadopsinya di panti asuhan nanti, jangan terlalu membebani dirimu, Mayra." Daniel kembali menegaskan pada Mayra tentang hal itu agar tidak terus memikirkan tentang anak.

"Aku harap itu semua benar, Daniel." Mayra melepaskan tangan Daniel yang ada di bahunya pelan, ia segera beranjak pergi seraya tersenyum kecut.

Daniel menghela nafas panjang, ia tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi pada Mayra. Mungkin ia harus lebih meluangkan waktunya agar ia dan Mayra bisa menepi sejenak dari hiruk pikuk kota Jakarta.

******

Mayra menjalankan rutinitasnya seperti biasa, ia akan pergi ke kampus ketika di pagi hari dan siangnya akan beristirahat dirumah. Setiap hari ia juga masih terus mengkonsumsi obat yang diberikan oleh Dokter agar penyakitnya ini bisa mengecil.

"Ck, ck, kebiasaan banget datang siang," celetuk Keisya begitu melihat kedatangan Mayra.

Mayra sama sekali tidak menggubris wanita itu, sudah sangat terbiasa dengan sikap Keisya yang tidak menyukainya itu.

"Heh, kau benar-benar tidak sopan. Aku nanti ingin ikut pulang ke rumahmu, oh ralat, maksudku rumah Kak Daniel." Keisya langsung berbicara tanpa menunggu respon dari Mayra.

"Untuk apa memangnya harus menginap?" Mayra mengerutkan dahinya, apa wanita ini tidak lelah mendekati suaminya?

"Hari ini Tante Radha pergi bersama Om Mahendra. Jadi dia memintaku untuk menginap dirumah kalian. Kau tentu tidak mungkin menolak perintah Tante Radha bukan?" Ujar Keisya dengan wajah angkuhnya.

Mayra hanya diam tanpa berkomentar apapun, jika memang Ibu mertuanya yang menyuruh, mana mungkin ia akan menolak.

Setelah pulang kampus, Keisya benar-benar ikut pulang ke rumah Mayra. Wanita itu sedang tidak berbohong jika hari ini Radha dan Mahendra sedang pergi keluar kota. Tapi mereka sebenarnya tidak berpesan apapun. Hanya saja Keisya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Daniel. Rasanya ia sudah kehilangan akal untuk menggoda Kakak sepupunya itu.

"Kau bisa menggunakan kamar tamu yang ada disamping tangga itu Kei, aku akan masuk ke kamarku, katakan saja kalau kau butuh apapun," ujar Mayra menunjuk kamar tamu yang ia maksud.

Keisya tidak menyahut, ia sibuk memperhatikan foto-foto besar yang terpanjang di dinding-dinding ruang tamu dan ruang tengah rumah itu. Banyak foto-foto Daniel bersama Mayra yang terlihat begitu dekat membuat Keisya sangat iri melihatnya.

"Biasanya Kak Daniel akan pulang jam berapa?" Tanya Keisya sebelum Mayra masuk kedalam kamarnya.

"Tidak tahu, biasanya malam," sahut Mayra dengan wajah malasnya, ia heran kenapa ada manusia seperti Keisya yang sangat tidak tahu malu seperti itu menanyakan suami orang di depan istrinya sendiri.

Keisya mengangguk singkat, ia langsung ngeloyor masuk ke kamar yang ditunjukkan oleh Mayra. Hari masih siang, lebih baik dia tidur, Daniel juga belum pulang, dia akan menghemat tenaganya untuk rencananya nanti malam.

Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Malam ini aku harus berhasil memiliki Kak Daniel. Dia hanya cocok denganku, dan selamanya harus menjadi milikku, bukan wanita rendahan seperti Mayra.

Happy Reading.

TBC.

1
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwkk Mayra udah pergi bari kamu terpikir utk membuang semuanya,Belum lagi masalah Kaysa lagi, selesaikan semuanya batu kamu bisa mencari dan membawa Mayra kembali..
Qaisaa Nazarudin
Itu juga KEBODOHAN mu sendiri,Masih aja mau diajak sama musuh,bego banget..
Qaisaa Nazarudin
wkwkwwkwk mampos kau Bego..
Qaisaa Nazarudin
Udah malas aja bacanya.. Peran Mayra yg terlalu LEMAH DAN BODOH bin OON..KERAS KEPALA..
Qaisaa Nazarudin
Mayra pikiran cetek,Noh benar tuh apa yg Suami kamu bilang, Ngapain dengerin kata meraka..
Qaisaa Nazarudin
Tiada siapa yg meminta dilahirkan dari wanita mana, Wanita yg bagaimana,wanita Seperti apa...
Qaisaa Nazarudin
Harusnya kamu salahkan si Brandon,ngapain nangis2..
Qaisaa Nazarudin
Mending kamu cari Cewek lain aja Jack,Killa bukan Cewek yg baik utk mu..
Qaisaa Nazarudin
Wanita GILA,udah dibilang kalo Mayra kesini sama SUAMInya..Ntar kamu sendiri yg malu..
Qaisaa Nazarudin
TOLONG DONG PANGGILANNYA DIRUBAH,JANGAN TUAN..KAYAK BABU SAMA MAJIKAN AJA,GAK ENAK BANGET DENGERNYA..🤦
Qaisaa Nazarudin
Ilfil aku denger panggilan TUAN nya..🤦🤦🤦🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Ckk ternyata udah mau Nikah..🙇
Qaisaa Nazarudin
Bikin Jack jadi PEBINOR, Biar kebakaran jenggot si Daniel,Kita lihat sampai di mana batas GENGSI dan EGO nya seorang Daniel..
Qaisaa Nazarudin
Gengsi aja di gedein..kalian pasangan halal,gak ada salahnya tidur berdua,Makanya aku paling ilfil PERNIKAHAN kontrak siap dgn surat perjanjian,Tapi hujung2 nya jatuh cinta,Ckk DRAMA banget..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Harus Daniel yg turun tangan sendiri,Gak mungkin kan Daniel gak punya anak buah...🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Terus barang2 Mayra di kamarnya yg di Villa itu gimana? ditinggalkan gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Tampa pemansan,ya sakit lah ogeb..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Mayra di kasih watak WANITA LEMAH sih..
Qaisaa Nazarudin
Pria Gila..
Ayu Song
seru bnget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!