NovelToon NovelToon
Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah

Status: tamat
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:568.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA FAVORIT PEMBACA LOMBA "PENGKHIANATAN" SEASON 2 🏆

Qiana dan Emir sudah menjalin hubungan selama 12 tahun dan rencana mereka akan menikah tahun depan. Namun, betapa terkejutnya dia saat mendatangi pernikahan Zeline, sahabat baiknya. Ternyata yang menjadi mempelai laki-laki adalah Emir.
Dunia Qiana terasa hancur saat tahu kalau dirinya sedang hamil anak Emir. Sementara laki-laki itu tidak mau mengakuinya. Akibat kejadian itu sang ibu meninggal karena gagal jantung.
Di tengah keterpurukan itu datang penolong yang selalu memberikan penyemangat, yaitu Keenan seorang office boy. Pemuda ini sering membantu Qinan secara diam-diam. Apalagi saat Emir ingin kembali merebut hati Qiana dan Zeline ingin selalu berusaha menghancurkan kehidupannya.
Siapakah Keenan itu?
Apakah Qiana akan mendapatkan kebahagiaan setelah datang banyak cobaan yang menderanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Rencana Zeline

Bab 35

Shaka menangis terus tidak mau berhenti. Biasanya bayi itu akan diam jika dikasih ASI oleh Qiana. Namun, saat ini Zeline sudah memberinya susu formula tetap saja Shaka tidak mau dan terus menangis.

"Ma, ini harus gimana? Shaka tidak mau berhenti menangis," tanya Zeline kepada Marlin.

"Sini, kasih sama mama!" pinta wanita paruh baya itu.

Marlin menggendong sambil bernyanyi dan menepuk-nepuk punggung bayi itu. Shaka pun terdiam dan menatap wanita itu dengan bola mata yang jernih. Jiwa seorang ibu dalam diri Marlin merasa sayang kepada bayi ini, sehingga dalam hatinya dia akan mendapatkan dan mempertahankan Shaka agar bisa menjadi cucunya.

"Tampan sekali cucu Oma ini," kata Marlin dan Shaka pun tersenyum.

"Tampan sekali bayi ini, apalagi saat tersenyum begini," kata Zeline.

Zeline juga akan menggunakan segala cara agar dia bisa menjadi ibu dari Shaka. Bahkan dia sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke luar negeri dan hidup bersama Emir serta Shaka.

"Pa, apa semua dokumen sudah selesai dibuat?" tanya Zeline kepada Baron.

"Belum, Sayang. Baru dibuat akte kelahiran dan kartu keluarga. Untuk paspor belum selesai dibuat," jawab Baron.

"Aduh, gimana sih, Pa. Kan kita harus cepat-cepat membawa Shaka pergi jauh dari orang-orang yang mengenalnya. Om Bara dan Qiana sudah diatasi, bahkan dengan mudah. Tapi, Keenan? Dia itu laki-laki yang punya kuasa, akan sulit untuk menyingkirkannya," ucap Zeline dengan gusar.

Baron membenarkan ucapan putrinya kalau Keenan tidak bisa diatasi dengan mudah. Bahkan keluarganya itu bukan sembarang. Jika, mereka berani berurusan dengan dia berarti sudah siap dengan konsekuensinya.

"Dia diatasi nanti saja," celetuk Marlin setelah berhasil membuat Shaka tidur.

"Benar, sekarang lakukan apa yang semestinya kita lakukan," lanjut Baron.

***

Keenan datang ke apartemen dan meminta Bara untuk memberikan keterangan dari kasus penculikan. Bahwa orang yang sudah menculiknya itu adalah orang yang tiba-tiba menyerangnya begitu pintu dibuka.

"Semoga penjahat itu segera tertangkap dan Nona Qiana beserta bayinya bisa pulang dengan selamat," kata salah seorang penjaga keamanan setelah menerima laporan dari Bara.

"Mohon doanya, ya, Pak. Semoga Qiana dan Shaka bisa segera ditemukan dan kembali ke sini lagi," ucap Keenan dan di aamiin-kan oleh orang-orang yang berdiri di depan pintu masuk apartemen.

Berbekal dengan beberapa barang bukti cctv dan hasil visum Bara, mereka ke kantor polisi untuk melaporkan kejahatan berencana itu. Keenan juga mencurigai keluarga Zeline terlibat dalam kasus ini.

"Bagaimana Anda bisa menuduh seseorang tanpa bukti yang jelas?" Seorang berseragam polisi.

"Karena hanya dia orang yang selalu ingin membuat hidup Qiana menderita. Beberapa hari yang lalu, suaminya juga datang ke apartemen Qiana dan hendak merebut bayi itu," ucap Keenan.

Polisi hanya akan menangkap pelaku penculikan yang terekam kamera cctv. Sementara itu, bukti keterlibatan Zeline dalam penculikan ini belum ditemukan buktinya. Kecuali jika, nanti para penculik menyebutkan atau memberi tahu keterlibatan Nyonya Zeline dan mereka punya bukti, pasti akan kami jadikan tersangka," balas polisi.

Keenan berpikir harus mendapatkan bukti akan keterlibatan Zeline. Dia tidak mau kalau wanita itu sampai lolos, karena akan memberikan hal buruk terhadap Qiana dan Shaka nantinya.

Bara merasa kalau pelaku adalah orang yang kenal dengan keluarga dirinya dan Qiana. Dia curiga orang yang sudah menculik mereka adalah keluarga Emir atau mertuanya. Laki-laki tua itu kebetulan kenal baik dengan kedua keluarga itu. Mereka yang sudah dianggap saudara dan keluarga tega melakukan pengkhianatan terhadap dirinya. Jadi, dengan adanya kejadian kali ini pun dia tidak terkejut jika pelaku ada di antara mereka.

Bara dan Keenan saling beradu pandang, seakan tahu keadaan di sana tidak akan memberikan hasil yang puas, maka keduanya pun memutuskan pulang. sadarkan diri, mendapatkan ide agar dia biasa bebas dari sana.

***

Qiana masih pura-pura pingsan dan Bang Jago sibuk dengan pekerjaannya. Meski sesekali dia melihat ke arah wanita yang sedang terbaring di atas ranjang. Dia baru teringat dengan kedua anak buahnya yang sedang menjaga Bara. Lalu, dia pun menghubungi mereka.

"Bagaimana keadaan di sana?" tanya Bang Jago.

"Maaf, Bos. Laki-laki tua itu kabur," jawab orang di seberang sana.

"Apa? Bagaimana bisa laki-laki tua itu kabur? Pasti kalian tidak menjaganya dengan benar, 'kan!" bentak Bang Jago.

"Dia bisa melarikan diri saat kita sedang membereskan jejak mobil yang dipakai tadi," balasnya.

"Sekarang kalian sedang berada di mana?" tanya Bang Jago masih dengan nada tinggi.

"Kita sedang mengawasi apartemen tempat laki-laki tua itu tinggal," balasnya.

"Awasi dia jangan sampai lapor polisi," ucap Bang Jago.

"Baik, Bos."

Bang Jago pun membanting handphone miliknya ke sofa. Dia merutuki kebodohan anak buahnya.

Qiana yang mendengarkan pembicaraan antara Bang Jago di telepon, merasa orang yang sedang mereka bicarakan itu adalah ayahnya. Dia juga berharap kalau ayahnya bisa selamat dan baik-baik saja.

'Ken, tolong aku! Aku tidak ingin mati di sini. Bagaimana dengan Shaka jika aku mati?' batin Qiana.

***

Apakah Keenan akan bisa menyelamatkan Qiana? Ikuti terus kisah mereka, ya!

1
Asih S Yekti
ceritanya bagus tp cerita tokoh utamanya pas diakhir sedikit sekali banyak konflik ditengah
Evi Goenharto
tuh jan bener sprt dugaanku ..Keenan sang ahli waris
Evi Goenharto
jangan jangan Keenan yg pny perusahaan, tp nyamar 🤭
Siti Maulidah
ceritanya menarik
ayu cantik
bagus
Mama lilik Lilik
bagus ceritanya, terimakasih 🙏
selvysurya inten
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ananda k Kesuma
gerem coo nenngok kisahnyaa ada ajaaa yg ganggu 🤣🤣🤣
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍💪💪💪🙏🙏🙏
Happy Kids
beda orang beda treatment kalii. apalagi caramu maksaa gt🤭 bukannya cinta yg ada malah benci dan ilfeel
Happy Kids
mana diporotin mokondo lagi 🤣🤣
Happy Kids
ko ak merasa zaline ini ga pinter yaa 😅 kenapa dia susah susah ngerebut emir kl ujungnya dia main sama raka 🤣 dari awal aja kali sama raka
Tira Aneri
suuukaaa
ika
yaAllah...
knapa yg musuhin Qiana jd 2 gini?
Qiana, kuat ya...
ika
karma berbalik ke zeline n Emir
tggu saja
Milah Milah
yaelaah, ngenes banget tuh nasib si Qiana
Patrick Khan
aku suka
Hariyanti
ceritanya bagus Thor 🥰 aku suka walaupun sebal dgn tokoh jahatnya 😩
🌸 Sunshine 🌸: terima kasih sudah baca karya aku
😁😁😁
total 1 replies
Hariyanti
tamat yaaaa 🤔
Hariyanti
paling si emir😤😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!