"Tidak!!" teriak seorang wanita yang masih memakai baju pengantin di tubuhnya. wanita itu bernama Renita Aprilia Anggraini. seorang wanita cantik yang memiliki kulit seputih porselen. dan wajah yang sangat cantik.
Sayangnya, kecantikannya itu tidak sejalan dengan kebahagiaannya. karena, tepat di malam pengantin, sebuah tragedi terjadi dan menimpa sang suami. hingga membuat wanita itu, seketika menjadi histeris.
Apalagi, saat semua orang mengatakan bahwa suaminya yang bernama Adrian Marcel Wijayanto dinyatakan meninggal oleh semua orang.
Membuat Reni, begitulah sapaan orang-orang. seketika jatuh pingsan. dan harus menjalani perawatan hingga berhari-hari
Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya jika gadis cantik itu tahu kebenaran tentang sang suami dan juga keluarganya? apa yang akan dilakukan oleh Renita, terhadap tradisi konyol yang diterapkan di keluarganya sendiri?
Mampukah, gadis cantik itu melawan tradisi keluarganya yang terkesan sangat aneh dan kuno?
Yuk Simak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berusaha Menjelaskan
Renita dan juga Adrian, kini berada di seberang jalan yang sangat sepi. saat ini,terjadi perdebatan di antara mereka.
"kau hamil dengan siapa?"tanya Adrian menatap perut Renita dengan tatapan nanar. karena Adrian ingat betul, bahwa dirinya tidak pernah menyentuh Renita.
Sementara Renita, wanita cantik itu kini menangis terisak. dirinya tidak tahu, apa yang harus dilakukan untuk saat ini. "a...aku," ucapan Renita terpotong saat mendengar suara meninggi dari suaminya itu
"aku apa, hmm?"ucap Adrian dengan menarik dagu wanitanya itu. membuat kedua mata mereka, saling bertemu satu sama lain. "atau jangan-jangan, kamu berselingkuh dengan laki-laki itu?" Tanya Adrian Seraya menunjuk ke arah Dokter Arnold.
plak
Satu tamparan keras, seketika mendarat mulus di wajah laki-laki itu. membuat Adrian, seketika melayangkan tatapan tajam ke arah wanita itu. sementara Renita, wanita itu, seketika ambruk di atas aspal jalan raya. sangat di untungkan, keadaan sekitar sangat sepi. sehingga mereka tidak menjadi tontonan warga yang sering kali melintasi tempat itu.
"tega kamu mengatakan hal seperti itu?" Tanya Renita dengan deraian air mata dan juga tatapan mata yang terluka.
Bagaimana tidak, momen yang seharusnya menjadi momen yang yang sangat mengharukan itu, malah menjadi momen seperti ini.
"aku menunggu kamu sampai aku mengalami nasib sial seperti ini, tapi kalau dengan teganya mengatakan bahwa aku berselingkuh?!" teriak Renita dengan suara yang sangat nyaring.
Tentu saja, karena suaranya itu, membuat Marina yang berada di dalam restoran, seketika menghambur keluar.
Wanita paruh baya itu, seketika mematung di tempatnya. saat matanya tak sengaja menangkap sosok yang ada di hadapannya saat ini. dengan segera, Marina menghampiri Putrinya yang terlihat sangat terpukul itu.
"ada apa ini? kenapa kamu menangis?"tanya Marina pada putrinya.
"dia jahat Bunda," ucap Renita Seraya menunjuk ke arah laki-laki yang ada di hadapannya itu.
Tentu saja, hal itu membuat Marina yang mendengarnya, ikut melayangkan tatapan tajam ke arah Adrian.
"apa yang kau lakukan pada putriku?!" tanya Marina dengan nada yang sangat marah.
Hingga membuat laki-laki itu, seketika menatap wanita yang masih sah menjadi ibu Mertuanya itu.
"seharusnya aku yang bertanya? kenapa istriku bisa hamil? apakah yang di lakukan oleh Renita?" tanya Adrian masih mempertahankan pertanyaan konyolnya itu.
plak
Satu kali lagi, wajah tampan milik Adrian, menjadi sasaran empuk bagi kedua wanita berbeda generasi itu.
"bisa bisanya, kau menuduh putriku berbuat yang tidak baik? asal kamu tahu saja ya, ini semua karena ulahmu. jika saja malam itu kau tidak pergi, maka nasib sial tidak akan pernah menimpa Putri kesayanganku ini! "teriak Marina Marah
"maksud kalian itu apa? kenapa kalian bisa berkata seperti itu?" tanya Adrian yang mulai mencerna ucapan Ibu Mertua dan juga istrinya itu.
Karena memang, selama ini, Adrian tidak mengetahui ritual gila yang di anut oleh keluarga istrinya.
"dengarkan aku baik baik." ucap Marina Seraya menatap serius ke arah laki-laki itu. " karena ulahmu yang meninggalkan putriku di hari pernikahan kalian, maka putriku harus menerima konsekuensi ini." akhirnya, dengan sekuat tenaga, Marina berusaha untuk Menjelaskan apa yang terjadi pada Renita. dan Marina tidak perduli dengan reaksi yang akan di perlihatkan oleh Adrian Nantinya. mendengar ucapan dari Ibu mertuanya itu, malah membuat Adrian tertawa terbahak-bahak.
"Haha lelucon ini, sama sekali tidak lucu."ucapnya Seraya melayangkan ataupun tajam ke arah Renita.
Membuat pasangan ibu dan anak itu seketika saling pandang."siapa yang membuat lelucon?"tanya Marina dengan raut wajah marah.
Hingga membuat Adrian seketika terdiam. laki-laki itu, menatap Renita dengan pandanganmu sangat dekat. laki-laki itu berharap, apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya tidak benar. Namun ternyata, apa yang ia dapatkan adalah sebaliknya.
"ja... jadi semuanya itu, adalah benar?"tanya Adrian dengan suara terbata-bata dan juga nafas yang memburu.
Bagaimana bisa, seorang laki-laki mengetahui jika istrinya mengalami masa sulit dan sekarang, tengah menuai hasilnya. hasil dari perbuatan yang tidak pernah ia lakukan.
"lalu ke mana kau selama ini?"tanya Renita dengan raut wajah merah padam. wanita itu, memberanikan diri untuk menatap laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya itu.
Adrian yang mendengar itu, seketika menatap ke arah Renita. laki-laki itu baru menyadari. bahwa semua yang terjadi pada istrinya itu, adalah murni kesalahannya.
Kini, Adrian harus berusaha keras untuk meyakinkan istri dan ibu mertuanya. apalagi saat ini, kedua wanita itu terlihat sangat marah.
"aku bisa menjelaskan semuanya,"ucap Adrian dengan cepat. dan dengan segera, laki-laki tampan itu menceritakan semuanya.
"bohong!"tuding Renita dengan nafas tersengal-sengal. karena menahan amarah.
"aku tidak berbohong. aku sungguh-sungguh mengalami hal itu."ucap Adrian mencoba untuk menggenggam tangan istrinya.
Namun dengan segera, Renita menepis dengan laki-laki itu."lalu siapa wanita yang bersamamu malam sebelum kita menikah?"tanya Renita yang tiba-tiba teringat dengan ucapan teman-temannya. yang mengatakan, melihat Adrian bersama teman seorang wanita tepat di saat mereka akan menikah.
Adrian yang mendengar itu, seketika terdiam. laki-laki itu berusaha untuk mencerna dan mengingat siapa yang dimaksud oleh istrinya itu. namun sayangnya, laki-laki itu tidak mengingatnya sama sekali.
"aku tidak tahu apa yang kau maksud."ucap Adrian seraya menggelengkan kepala.
"dasar pembohong!"hardik Renita Seraya melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara itu, Arnold dan juga teman-teman Renita, hanya dapat terdiam saat menyaksikan adegan itu.