NovelToon NovelToon
Single

Single

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:24.4k
Nilai: 5
Nama Author: KHskyLine

"Single itu pilihan"

Usia 26 tahun, masih sendiri? Disaat semua sahabatmu sudah berstatus istri seseorang. Parahnya lagi adik sepupumu yang paling bungsu bahkan akan segera melangsungkan pernikahannya bulan depan. Nah kamunya kapan?

Lavanya pusing dengan berbagai pertanyaan yang silih berganti datang kepadanya. Kenapa semua orang meributkan masalah asmaranya? Lavanya sih santai. Iya santai (dulu). Orangtuanya tuh, apalagi para ibu-ibu keluarga Ayahnya yang selalu menyindirnya gak laku. Kan kesal. Ditambah perilaku atasannya yang mendadak berubah menjadi seorang stalker. Bayangkan kemanapun Lavanya pergi pasti dan pasti ketemu si singa itu lagi.

Demi Tuhan Lavanya tidak mau menjadi pelakor. Pak Bosnya itu sudah punya istri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KHskyLine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lalat

Sore harinya, mobil Rolls-Royce Leo membelah kemacetan Jakarta menuju sebuah restoran bintang lima di kawasan SCBD. Agenda mereka sore ini krusial: pertemuan final dengan Wedding Organizer untuk mematangkan detail pernikahan yang tinggal menghitung minggu.

Sejak sang Ibu memberikan catatan perihal persiapan pernikahan, Leo langsung menghubungi WO terkemuka di Ibu Kota. Terbukti dalam dua minggu persiapan mereka sudah mencapai 70%.

Begitu sampai, suasana restoran yang tenang dan privat itu terasa sangat nyaman.

"Aku ke toilet sebentar. Kamu pesan dulu, jangan tunggu aku," pamit Leo lembut. Ia sempat mengusap sekilas puncak kepala Lavanya Sebelum melangkah pergi, meninggalkan jejak aroma musk yang tertinggal di udara.

Lavanya baru saja membuka buku menu saat sebuah suara melengking yang sangat ia hafal memecah konsentrasinya.

"Aduh, hubby... pelan-pelan dong. Kakiku masih lemas gara-gara semalam kamu 'semangat' banget, ditambah tadi kita keliling mall," sebuah suara melengking yang dibuat-buat manja memecah keheningan.

Lavanya menoleh sedikit dan benar saja: Vani, adik sepupunya, sedang berjalan masuk sambil bergelayut di pohon pisangnya.

Matanya yang penuh riasan tebal langsung menangkap sosok Lavanya. Ia menyeringai, seolah baru saja menemukan mangsa untuk dipameri kemenangannya.

"Lho, Kak Vanya, lagi nungguin klien ya?" sapa Vani sambil menarik Farel paksa menuju meja Lavanya.

Lavanya hanya melirik sekilas, lalu memanggil waiters. Memesan dua porsi es jeruk murni, sup iga, nasi putih dan chocolate lava cake untuk penutup.

Vani tertawa renyah, sebuah suara yang terdengar seperti kikir pada logam. Ia menarik kursi di depan Lavanya tanpa diundang.

"Duh, Kak, jangan kaku banget kenapa. Makanya, cari suami! Menikah itu nikmat banget. Bukan cuma soal ada yang bayarin belanjaan, tapi soal dimanjain di ranjang." Ucap Vani tidak tau malu.

Vani mencondongkan tubuhnya, sengaja menurunkan kerah blusnya sedikit untuk memamerkan bekas kemerahan samar di lehernya. "Lo tahu nggak, Kak? Farel itu kalau sudah di kamar... agresif banget. Kadang gue sampai minta ampun karena dia nggak mau berhenti. He’s a beast in bed. Kami bisa lakuin sampai jam tiga dini hari. Gue sampai keluar berka--"

"Udah ceritanya?" Potong Lavanya. Demi apapun bukan Lavanya iri, dirinya mual mendengar konsumsi ranjang pengantin baru. Wajar Farel memperlakukan Vani begitu, itu normal. Dan yang gak wajar itu Vani ngapain sesumbar.

Farel tampak sangat tidak nyaman. Namun ia tak bisa menutupi tatapan matanya yang masih sering mencuri pandang ke arah Lavanya. Perempuan itu masih saja menarik di matanya.

Vani yang menyadari tatapan suaminya itu segera mendekatkan wajahnya ke telinga Lavanya. Ia berbisik dengan nada tajam yang penuh racun. Tidak perlu menahan diri lagi. Toh sekarang Farel sudah menjadi miliknya. Tidak akan ada yang berani mengambil Farel darinya. Dirinya sudah muak selalu dibandingkan dengan kakak sepupunya itu. Dari nilai akademis, karir dan penghasilan.

"Gue tau kok drama yang lo tampilkan di hari pernikahan gue itu cuma akting," bisik Vani, bibirnya tersenyum manis namun matanya menatap penuh benci. "Pura-pura dekat sama atasan lo sampai nyuruh dia lamar lo di depan my hubby. itu... itu cuma cara murahan supaya Farel gue cemburu, kan? Ngaku aja. Nggak mungkin pria sekelas Pak Leo mau sama kanebo kering kayak lo kak. Lo itu membosankan, laki-laki butuh yang berani ambil inisiatif duluan. See my hubby milih gue daripada memperjuangkan Lo!"

Lavanya meletakkan gadgetnya perlahan. Ia tidak marah, tidak juga merasa perlu meledak. Ia menatap Vani dengan tatapan datar yang justru membuat sepupunya mulai salah tingkah.

"Terserah," Lavanya tersenyum senang saat pesannya datang. Ia pun meminum es jeruk yang ia pesan dengan santai tanpa menawarkan pasutri gaje di depannya.

Vani mendengus kesal karena tak mendapat reaksi 'panas' yang ia harapkan. "Dibilangin malah sok kuat. Ya udah, ayo hubby, kita ke meja kita aja. Di sini auranya... suram banget. Biasa jomblo karatan"

Lavanya memperhatikan mereka menjauh dengan senyum tipis. Ingin rasanya mencabik-cabik lalat hijau itu. Namun tersadar dirinya tidak mau membuat keributan di tempat umum begini.

Ia tidak perlu berteriak pada lalat itu untuk melihat cincin berlian di jari tengahnya. Ia juga tidak perlu pamer bahwa pria yang adik sepupunya sebut 'gak mungkin' itu adalah pria yang seminggu lalu bersimpuh di lantai rumahnya hanya untuk meminta restu ibunya.

Tak lama kemudian, Leo kembali dari toilet. Ia merapikan jasnya, memancarkan aura dominan yang langsung membuat beberapa pelanggan restoran menoleh segan.

"Ada masalah?" tanya Leo pelan saat melihat punggung Vani dan Farel di kejauhan. Insting pelindungnya langsung aktif saat menyadari raut wajah Lavanya berubah.

"Nggak ada, Mas. Cuma ada lalat lewat yang sedikit berisik," jawab Lavanya santai, sambil meraih tangan Leo dan menggenggamnya dia meminta pria itu duduk di depannya.

Leo menyipitkan mata, memperhatikan meja di seberang sana di mana Vani sedang sibuk memotret makanannya. Tanpa Lavanya tahu, Leo menyeringai, melihat pria berponi itu sedang menatap mereka dengan tatapan sendu.

"Lalat ya?" Leo bergumam rendah. Suaranya berubah, lebih dalam dan berat—sebuah nada berbahaya yang biasa ia gunakan saat sedang menyudutkan lawan bisnisnya di meja perundingan.

Dengan gerakan yang sangat lambat dan penuh kepemilikan, Leo mengulurkan tangan. Ibu jarinya yang hangat mengusap lembut tulang pipi Lavanya, sementara matanya yang tajam mengunci tatapan perempuan itu dengan intensitas yang memabukkan. Ia tidak hanya sedang membelai; ia sedang menandai wilayahnya.

Leo memastikan pria yang masih terus mencuri pandang di meja seberang—melihat dengan jelas betapa berharganya perempuan di depannya ini bagi seorang Leo Arrarya Lee.

"Nanti," bisik Leo lagi, kini jemarinya turun menyelipkan anak rambut Lavanya ke belakang telinga, "Aku akan pastikan kantor mereka mendapat 'semprotan' disinfektan. Aku tidak suka ada suara berisik yang mengganggu ketenangan calon istriku."

Sentuhan itu terasa seperti sengatan listrik di kulit Lavanya. Ada sesuatu tentang cara Leo memandangnya—campuran antara pemujaan yang tulus dan sisi posesif seorang predator—yang selalu berhasil membuat jantungnya berpacu tidak karuan.

Leo kemudian mendekatkan wajahnya, menghapus jarak hingga Lavanya bisa menghirup aroma maskulin yang kental dari tubuh pria itu. Lavanya sangat menyukainya. Pria yang wangi itu beribu-ribu kali lipat lebih tampan di matanya. Dan di depannya ini pria sempurna yang berhasil memporak-porandakan jiwa dan raganya

"Jangan biarkan sampah seperti mereka menyita pikiranmu meski hanya sedetik, Sayang," suaranya serak dan protektif. "Fokuslah padaku. Karena seluruh duniaku... sudah terfokus padamu."

🦁🦁🦁

1
falea sezi
anehh malah nyalahin keluarga bloon ini vani
falea sezi
bentar leo agama nya kn beda ibunya islam bapak nya agama nya apa 😒 kok bisa istri islam. nikah ma agama beda emank sah kah
falea sezi
cocokk bgt visual nya
falea sezi
🤣🤣 kasian lo banyak licik sih vani
falea sezi
😒 berarti egois donk ni sepupunya si vany
falea sezi
kenapa g bs nikah sepupu kan bisa nikah
Maria Magdalena
jgn sampe farel dan vani jd pengganggu kehidupan rmh tangga vanya dan leo ya thor buang ke samudra atlantik aja😁
Dwi Sulistyowati
lanjut thor
Dwi Sulistyowati
cantik bgt vanya
Dewy Aprianty
lanjut thorr
Nacita
ih seru 🤣
Rian Moontero
lanjuuutt😍
octa❤️
karya yg bagus,semangat berkarya ya
Wawan
....✍️
Dian mom vano
jangan lama lama yaa
Yusa Yuwet
ditunggu ya?? dan smoga secepatnya
Dewi Ohapiah
akuuuuu... menunggumuuu
Dewi Ohapiah
ko blm up tor?
Azz Uky
kl CEO ny singa, GM ny macan
Nuraini Ajja
amin... semangat y thor nyusun skripsi ny.. smoga cepet slesai.. trus bisa up lg...
love you author....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!