NovelToon NovelToon
Istri Rasa Depkolektor

Istri Rasa Depkolektor

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:67.5k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

⚠️ No Plagiat _ No Boom Like❗

Hubungan itu ibarat detakan denyut jantung.

Ketika semua orang berlomba untuk menjadi pasangan terbaik, menyempurnakan diri untuk memikat hati pasangan mereka, hal itu tidak berlaku untuk si gadis desa dengan sgala kekurangannya.

Cantikkah? Pintarkah? Kayakah? Jawabannya TIDAK. Asma hanya gadis desa yang bekerja sebagai buruh pabrik, tetapi takdir mempersatukan garis nasib bersama Reyhan Aditya—pria dengan title bule kulkas.

Kehidupan damai dalam kesendiriannya menjadi penuh drama. Semua karena pernikahan yang dia lakukan. Istri sederhana dengan segudang keinginan selama fase kehamilan yang selalu menjadi pemicu peningkat kesabaran.

Bagaimana pernikahan di antara Asma dan Reyhan akan berlangsung? Apakah kisah tanpa nama menjadi akhir dari segalanya? Saksikan kisahnya hanya dalam Istri Rasa Depkolektor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Tanggung Jawab

"Rey, apa aku salah request menu sarapan pada pelayan?" tanya Bagas tanpa mengalihkan tatapannya dari punggung Asma yang semakin menjauh.

Sementara yang ditanya hanya menghela nafas, "Entahlah, ini kan makanan sehat dan bagus untuk tubuh. Tunggu dulu, selama kita tinggal di hotel. Bukankah Asma selalu memesan makanan yang tradisional. Nasi goreng, nasi uduk, dan beberapa jenis makanan berat. Iya 'kan?"

"Iya juga, ya." Bagas menepuk keningnya sendiri, ia baru menyadari kesalahannya. Pantas saja Asma menatap makanan di depan meja tanpa selera.

Kedua pria itu, masih diam menatap pintu dapur yang memang hanya sebuah lengkungan dinding bak benteng di Belanda. Beberapa menit berlalu, tapi Asma masih belum menampakkan dirinya lagi. Bukan cemas. Keduanya merasa penasaran dengan satu wanita itu. Apa yang dilakukan si gadis desa selama lima belas menit di dapur?

Kasihan sekali makanan di atas meja yang terabaikan. Namun, kesegaran yang menyehatkan harus ikut menikmati penantian. Pada akhirnya, setelah dua puluh lima menit. Asma keluar dari dapur membawa nampan dengan tiga mangkuk yang mengepulkan asap putih. Aroma harum yang menggoda menguar ke udara.

"Harum sekali. Asma, kamu masak apa?" Bagas begitu antusias bertanya dengan rasa yang tidak sabar ingin melihat hasil masakan istri sahabatnya.

"Sop buah." Jawab Asma datar, lalu meletakkan nampan ke atas meja. Kemudian membagi setiap mangkuk untuk satu orang. "Kita bisa makan sehat, tapi apa harus makanan hambar? Hidup sekali, jangan makan seperti akan hidup dua kali."

Apa itu sindiran? Atau hal lainnya? Secara tidak langsung, Asma menjelaskan bahwa dirinya bukan orang yang menikmati makanan sehat, tetapi selalu menikmati makanan yang enak. Rey tersenyum tipis menatap sop daging yang ada di depannya. Aroma yang menggoda dengan sajian yang menarik.

Apakah istrinya begitu menyukai memasak? Beberapa kali merasakan masakan Asma. Not bad, bahkan bisa dikatakan lezat dengan cita rasa yang khas. Seperti di restoran. Meskipun bukan makanan sehat sepenuhnya. Sang istri memasak dengan cara yang baik dan benar. Termasuk menggunakan minyak dengan takaran yang sedikit.

Ibu mertua juga pernah mengatakan. Satu kebiasaan Asma. Dimana gadis itu bisa memasak, tapi tidak suka memasak. Aneh sih. Namun, sekali memasak bisa menjadi kenikmatan tersendiri. Bukan karena bahan yang diolah, tetapi semua itu karena ketulusan dalam meracik bahan hingga menjadi sebuah sajian yang penuh kelezatan.

"Jika kalian hanya menatap makanannya." Asma berkata tanpa mengalihkan perhatiannya dari mangkuk miliknya, "Aku bisa habiskan sendiri. Bagaimana?"

Sontak saja, Bagas buru-buru mengambil sendoknya. Jangan sampai jatah makannya diambil lagi, begitu juga dengan Rey. Suasana sarapan yang cukup tenang. Setiap seruput kuah dengan bumbu rempah yang terasa menggoyang lidah bercampur dengan potongan daging yang lembut. Nikmat tiada tara.

Kebersamaan dalam kehangatan keluarga yang menjadi momen tak terlupakan. Semua yang terjadi di meja makan. Ternyata ada yang mengawasi. Tatapan mata kesal dengan deru nafas yang memburu. Siapa lagi jika bukan Suketi. Si pelayan termuda yang menaruh hati pada majikannya.

Gadis muda itu, terus menatap tak berkedip ke arah Asma yang dengan santai dan diam menikmati sarapan. Bukan hanya itu saja, ia merasa. Jika nyonya baru memiliki hubungan spesial dengan sahabat Tuan Muda. Semua yang terlihat jelas di matanya. Kenapa sang majikan tidak menyadari itu?

Gedek rasanya. Sepintas ide menghampiri kepala ego Suketi. Gadis itu menyeringai di balik jendela kaca yang baru saja dibersihkan. Niat terselubung terus datang mengetuk akal sehatnya. Tidak peduli dengan apa konsekuensi, ide itu akan dijalankan pada waktunya.

"Rey, Aku membutuhkan tanda tanganmu." Bagas memulai perbincangan, setelah sesi sarapan berakhir dan meja makan baru selesai dibersihkan oleh Bi Dini.

"Dokumen atau file online?" tanya Rey seraya mengelap bibirnya yang basah, "Bukankah kita masih libur bekerja? Kenapa membutuhkan tanda tanganku."

Ingin mengomel, tapi tidak bisa. Di antara mereka ada Asma yang sibuk mengupas buah apel. "Rey, kamu memang masih libur, tapi aku tidak. Bagaimanapun tanggung jawab harus diutamakan. Meeting yang tertunda, tidak bisa ditunda lagi. File sudah ada diruang kerjamu."

Penjelasan Bagas bisa dimengerti. Benar kata sahabatnya. Tidak mungkin terus menerus mengcancel rapat hanya karena urusan pribadi. Mereka berdua harus ingat. Jika tanggung jawab harus terselesaikan. Demi kelangsungan dan kesejahteraan bersama.

Obrolan tentang bisnis antara Rey dan Bagas, membuat Asma hanya diam menyimak seraya menikmati manisnya buah apel yang selalu menjadi buah favoritnya. Sesekali alisnya naik karena tak paham dengan bahasa yang ada di istilah dalam management bisnis. Namun, tentu saja itu akan berguna sebagai ilmu pengetahuan.

Baik Rey atau Bagas. Kedua pria itu, tidak menyadari. Jika diamnya Asma bisa menghasilkan sebuah karya melalui imajinasinya.Tak terasa waktu terus bergulir. Seperti kesepakatan yang sudah disepakati. Bagas akan kembali bekerja untuk memeriksa kantor pusat, sedangkan Rey menemani istrinya agar bisa adaptasi bersama.

Pukul sepuluh lebih dua menit. Asma tengah duduk di depan jendela kamar sambil memainkan ponselnya. Rindu akan tarian jemari yang bisa melepaskan rasa emosi dan beban hati serta pikirannya. Inilah saatnya menjadi seorang penghalu yang bisa berbagi sukacita dalam kesendirian. Inilah yang menjadi tanggung jawabnya sebagai penulis online dengan karya yang sudah dikontrak.

"Aku ingin tahu, bagaimana cara mengucapkan kata asing itu?" Asma bertanya pada dirinya sendiri. Tatapan mata yang tertuju pada kalimat terakhir di baris bab yang akan ia up di akun penulisnya. "Sometimes the world is only about selfishness not true love. Then, how do people pray to get love without conditions? It really doesn't make sense."

Di saat bersamaan. Rey baru keluar dari kamar mandi. Langkahnya terpaku dengan kalimat yang lewat mengucapkan kata permisi memasuki gendang telinganya. Tentu saja, ia heran dan tak percaya dengan apa yang baru saja di dengar. Asma mengucapkan beberapa kata menggunakan bahasa asing?

Bukankah, semalam mengatakan tidak paham bagaimana cara mengucapkan. Apalagi tahu artinya. Lalu, apa telinganya bermasalah hingga berharap sang istri bisa berbicara dengan bahasa asing? Jika hanya mimpi, tentu tidak. Ia dalam keadaan sadar. Jadi, kebenaran yang mana. Dia harus percaya?

"Asma!" Panggil Rey, tetapi gadis yang dipanggil tidak menyahut. Apalagi berbalik menengok ke arahnya. "Asma?!"

Tidak ada jawaban. Gadis yang tenggelam dalam imajinasi berteman suara dentuman musik yang menggema memenuhi gendang telinganya. Kedua telinga sudah tersumbat earphones bluetooth dengan volume yang cukup melebihi batasnya. Sebuah kebiasaan untuk bisa berkonsentrasi saat menulis.

Melihat tidak ada reaksi dari sang istri. Langkah pria itu berjalan menghampiri Asma. Dari belakang, tentu ia bisa melihat apa yang dilakukan Asma begitu berhenti di belakang wanitanya. Tulisan dari atas sampai bawah yang memenuhi layar ponsel. Seketika mengingatkan dia akan tulisan dokumen pekerjaan.

*Terkadang dunia hanya tentang keegoisan bukan cinta sejati. Lalu, bagaimana orang berdoa untuk mendapatkan cinta tanpa syarat? Sungguh tidak masuk akal.~ ucap batin Rey mengartikan paragraf kalimat asing terakhir yang ada di layar ponsel istrinya*.

.

.

.

1
Mom La - La
hadir kk...
☕☕ untuk mu...
Bpearlpul
congrats ya kak novelnya udah tamat dan sukses terus
Bpearlpul: ♥♥♥♥♥
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kalau gk baca akhirannya dah protes aku, bisa²nya Fay sama Bagas gantung 😭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🚶‍♀️🚶‍♀️Cari abangnya dlu
total 3 replies
Ela Jutek
huh kenapa terjadi seperti itu
Ela Jutek: iya mesti
total 26 replies
Ela Jutek
ohhh seperti itu toh, untung obat nya istri nya sendiri😊

dan siapa kah dia belom punya istri udah pen bulan madu aja😆
Ela Jutek: hooh iya🙄
total 16 replies
Ela Jutek
haahh masa sih pak bos, gak percaya deh🙄
Ela Jutek: dikit doang
total 26 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
wassalam ini mah, untung dah buka puasa bacanya, langsung scroll kabur🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🤣berhenti ada palang
total 1 replies
Ela Jutek
uhh manis nya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 😇iya ay
total 7 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
liburan berkedok bulan madu ya😳
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: seru sih, nunggu giliran aja 😌
total 1 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
good job Fay, napa gk dikasih makan sekalian kan marah butuh tenaga kalau cuma minum mah gk kenyang, kembung yg ada😳
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: jadi makan kuy lah 🚶‍♀️
total 3 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, cinta yg membutakan
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: heem 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
total 1 replies
Ela Jutek
pulang bawa dede bayi ya😄
Ela Jutek: kebanyakan emang gitu sih kak
total 30 replies
Ela Jutek
ohhh wow kaburr ahhh🏃🙈🙈
Ela Jutek: biarin lah
total 22 replies
Ela Jutek
indah
Ela Jutek: iya adanya😂
total 40 replies
Ela Jutek
emm pengagum rahasia🙄
Ela Jutek: iyaa kak otw
total 26 replies
Ela Jutek
nangis aja dulu biar lega, noh ada yang nguping tuh sapa coba
Ela Jutek: nah kan
total 16 replies
Ela Jutek
wahh ternyata diam diam cinta dengen berkedok kakak🙄
Ela Jutek: iya dong😆
total 24 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
cinta atau obsesi? dari rasa kagum hanya akan menjadi suka, tapi rasa ingin memiliki itu disebut obsesi, so what?
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴: cinta bisa membutakan
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Fay benar, di sini bukan tentang hubungan Fay dan Bagas melainkan ada hati lain yg patah 😌
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🙄diem aja lah 🏃‍♀️🏃‍♀️
total 7 replies
Ela Jutek
nah lo jelaskan tuh Rey
Ela Jutek: moh ah, kaburrr🏃🏃
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!