NovelToon NovelToon
My Step Brother

My Step Brother

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noah Arrayan

Hati Zara Aurora dibuat tak berdaya akan pesona Affan Zayendra. Semua tak akan menjadi masalah andai pria itu bukan putra dari wanita yang diperistri ayahnya.
Wajah yang rupawan serta kebaikan hati yang pria itu miliki membuat hati Zara sulit berpaling, namun siapa yang menyangka diam-diam Affan menyimpan luka yang dalam. Sebuah peristiwa membuat semuanya berubah. Pria penuh kasih itu berubah menjadi sosok tak berperasaan yang bahkan tega menjadikan Zara sebagai budak hasratnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Lima

Entah seperti apa posisinya di hati Affan saat ini Zara benar-benar sulit memahami. Terkadang Affan bersikap seperti sedang cemburu namun di lain waktu pria itu terlihat begitu membencinya. Lebih sulit lagi dimengerti tentang sentuhan fisik pria itu terhadapnya, sentuhan-sentuhan yang Affan lakukan meleburkan kesan kakak adik yang selama ini terbangun di antara mereka.

Zara memejamkan matanya mengingat ciuman Affan beberapa saat yang lalu yang terasa begitu menggetarkan hatinya, terasa begitu dalam, penuh kelembutan namun mendominasi seolah ingin menunjukkan kepemilikan pria itu atas diri Zara. Jika tak mengingat bagaimana sikap Affan beberapa waktu ini mungkin Zara tak akan ragu menyimpulkan bahwa pria itu juga mencintainya.

"Zara kita sudah sampai" Suara Affan menyadarkan Zara dari lamunan panjang nya. Belum sempat Zara merespon ucapannya Affan telah lebih dulu turun dari mobil, berjalan ke sisi lain dan membuka pintu di sebelah Zara.

"Zara bisa jalan bang" ucap gadis itu ketika Affan bersiap menggendong nya. Namun seperti biasa Affan tak menggubris ucapan Zara, pria itu tetap menggendong tubuh Zara. Sebenarnya Zara sangat menyukai momen ini, ia merasa seolah-olah Affan begitu menyayangi. Selain itu ia bisa berada begitu dekat dengan Affan dan dapat mendengar detak jantung pria yang sangat ia cintai itu.

Affan membawa Zara ke kamarnya dan meletakkan nya di atas ranjang miliknya.

"Kenapa ke sini bang?" Tanya Zara tak menutupi kebingungannya.

"Kaki kamu masih sakit, nanti akan kesulitan kalau di kamar kamu sendirian" balas pria itu.

"Tapi kayaknya Zara uda bisa jalan bang" Kilah gadis itu, namun tatapan tajam Affan membuat gadis itu tak berbicara lagi.

"Istirahatlah dan jangan banyak bicara" Ucap Affan sambil menarik selimut dan menutupi tubuh Zara.

"A-abang mau ke mana?" tanya Zara saat Affan beranjak meninggalkannya dan berjalan menuju pintu kamar. Namun pria itu hanya menatap sekilas pada Zara kemudian pergi tanpa menjawab. Zara menggelengkan kepalanya dan menghela nafas beberapa kali, sikap Affan benar-benar sulit untuk dimengerti. Zara mencoba untuk memejamkan mata, tak ia pungkiri tubuhnya memang lelah dan butuh istirahat.

Entah berapa lama Zara terlelap, samar-samar ia mendengar panggilan Affan padanya. Perlahan gadis itu membuka matanya, menangkap sosok Affan yang duduk di tepi ranjang menatap ke arahnya.

"Makan dulu setelah itu minum obat" ucapnya. Pria itu membantu Zara bangun dan menyusun bantal di belakang punggung Zara.

"Obat apa? Zara nggak sakit bang" Ucap Zara bingung.

"Obat pereda nyeri dan Vitamin" jawabnya. Ia menyodorkan semangkuk bubur ayam pada Zara.

"Kamu mau makan sendiri atau aku suapi?" Tanya Affan.

"Makan sendiri aja bang" jawab Zara, sebenarnya akan lebih menyenangkan jika Affan menyuapinya. Namun Zara mengurungkan niat saat melihat ada satu porsi nasi goreng, ia yakin itu makanan milik Affan.

"Yasudah, habiskan makanan kamu" Seperti dugaan Zara, Affan mengambil piring yang berisi nasi goreng dan mulai menyantapnya.

Keheningan menyelimuti kamar itu saat Affan dan Zara sedang menikmati makanan mereka, hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring.

"Tadi ponsel kamu nggak berhenti berbunyi, mungkin pacar norak mu yang menelfon" ucap Affan sembari mengarahkan matanya pada ponsel Zara yang ia letakkan di nakas.

Zara menatap sekilas pada ponselnya lalu kembali fokus menyantap makanan nya. Ia tak mau kehilangan selera makan hanya karena ucapan-ucapan Affan yang terasa menusuk ke telinga dan tembus ke hatinya.

🍁🍁🍁

Zara terbangun saat merasakan gerakan gelisah kakak tirinya. Gadis itu menatap ke arah Affan, pria itu terlihat berkeringat dan terdengar seperti rintihan di bibir pria itu.

"Abang" Panggil Zara sembari mengusap keringat yang membasahi wajah Affan. Ia yakin Affan tengah mengalami mimpi buruk.

"Abang kenapa?" Tanya Zara kemudian sembari menggoyangkan bahu Affan dengan lembut.

Affan membuka matanya dan beranjak bangun, sepertinya pria itu telah terjaga dari mimpi buruknya.

Nafas Affan terengah, pria itu meremas rambutnya dan terlihat begitu frustasi.

"Bunda abang takut" Lirih Affan yang membuat hati Zara terkoyak, pria itu terlihat begitu rapuh.

"Abang mimpiin bunda?" Zara memberanikan diri untuk bertanya, ia juga mengusap pundak kakak tirinya. Pria itu tampak kaget, sebelumnya ia tak menyadari keberadaan Zara di sisinya.

"Kamu kenapa di sini?" tanya nya dengan nada suara yang tinggi, namun bukan itu penyebab hati Zara terasa begitu sakit melainkan tatapan penuh luka Affan lah yang menusuk-nusuk perasaan nya.

"A-abang yang bawa Zara ke sini" Ucap Zara terbata, takut Affan akan marah atas pengakuannya.

Affan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Sepertinya ia baru mengingat alasan Zara berada di kamar ini.

"Abang minum dulu ya" Zara mengambilkan air minun di nakas yang terletak pada sisi tempat tidur nya dah memberikannya pada Affan. Pria itu meraihnya dan menyesapnya hingga tandas.

"Tidurlah lagi, ini masih malam" ucap pria itu dingin, Zara tak berani membantah. Ia segera merebahkan dirinya dan mencoba untuk memejamkan mata agar Affan tak memarahinya. Zara sadar sepertinya Affan sedang tidak baik-baik saja.

Sementara Affan termangu dalam tatapan kosongnya, ia tak tau kenapa mimpi buruk itu menghampirinya. Mimpi tentang salah satu momen yang sangat menyakitkan dan menjadi salah satu dari banyak luka atas sikap ayah Bobi padanya.

"Apa yang kamu ingat tentang bianglala?" Tanya Affan tiba-tiba yang membuat Zara mengerutkan keningnya.

"Jawablah, aku tau kamu belum tidur" sambung Affan lagi. Suara nya terdengar berat dan sarat akan kekecewaan.

"Aku nggak ingat apa-apa" Ucap Zara jujur.

Affan tersenyum getir, menyayangkan dirinya yang tak bisa seperti Zara. Melupakan momen saat pertama kali menaiki wahana permainan itu ketika mengunjungi pasar malam saat pertama kali Affan dan bunda Rhea berkunjung ke desa nenek Zara. Atau jikapun tak bisa melupakan setidaknya cukup menjadikan nya sebagai kenangan, bukan malah menyimpannya dengan penuh kesakitan seperti saat ini.

"Yah karena ketika kita menaiki wahana permainan itu ada ayahmu yang memeluk dan menenangkan ketika kamu begitu ketakutan saat berada di ketinggian. Sementara aku hanya mampu berpegangan pada besi yang berbentuk sangkar burung itu, menghadapi ketakutan ku sendiri tanpa ada pelukan atau sekedar ucapan menenangkan dari ayahmu." Ucap Affan pahit, saat mengalami hal itu Affan tidak saja harus berhadapan dengan rasa takut namun juga harus menghadapi kekecewaan atas sikap ayah Bobi yang sama sekali tak menunjukkan kepedulian padanya. Mungkin terdengar sepele namun menggoreskan trauma di hati Affan selama bertahun-tahun.

Zara termangu mendengar penuturan Affan, ia mengerti arah ucapan pria itu. Ia paham kekecewaan yang Affan rasakan, namun iapun tak memiliki daya untuk mengubah semua yang telah terjadi.

🍁🍁🍁

1
haiihei
guys ada yang tau gak judul cerita yg kaka tirinya dan adik tirinya saling suka terus kaka tirinya dijodohin sama org dan pas dihari pernikahan kaka tirinya adik tirinya tiba2 pingsan dan pas dicek dia hamil anak kaka tirinya jadinya mrk nikah
haiihei
guys ada yang tau gak judul cerita yg kaka tirinya dan adik tirinya saling suka terus kaka tirinya dijodohin sama org dan pas dihari pernikahan kaka tirinya adik tirinya tiba2 pingsan dan pas dicek dia hamil anak kaka tirinya jadinya mrk nikah
Elmi Varida
ikut nyimak ya thor..
pearl
untuk reader yg masih remaja/ABG ketahulilah cerita ini adalah gambaran apa itu chlidgrooming dan manipulatif. zara adalah korban, affan adalah pelaku. hal ini terjadi krn ada tangki cinta yg kosong dari keduanya. jadikan cerita ini pelajaran, bukan romantisme. untuk reader yg mungkin sedang mengalami apa yg zara atau affan rasakan semoga bisa segera keluar dari keadaan spt itu
fsf
cinta sebucin itu kah Zara sampai sampai jadi bego, harga diri sudah diinjak masih aja bucin
fsf
Affan cuma peduli dengan kesakitannya sendiri tanpa peduli kalau zarra lebih sakit dari itu
fsf
Affan masih menyangkal kalau itu bukan cinta?? cemburu mu berlebihan lho
fsf
Zara dunggu banget jadi anak
fsf
sudah ku duga pasti Alya selingkuh
fsf
Zara Zara kenapa selemah itu sih jd orang
fsf
kok ayah bobi tega ya padahal dia sendiri jg pernah dikhianati
Dysha♡💕
luar biasa,suka bangat
putrie_07
anjj kamar kamar aja
putrie_07: di kamar donk😆😆
total 2 replies
Ebi Hardiyansyah
ending y di luar nurul
Nursina
semangat berkarya
Dewa Rana
maaf ya Thor, saya berhenti bacanya, gak tahan dg keoonan Zara
Dewa Rana
duh Zara
Dewa Rana
nanti kejadian lagi nih
Dewa Rana
Zara bakalan hamil nih
Dewa Rana
geregetan sama Zara oon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!