NovelToon NovelToon
Dicintai Seorang Gangster

Dicintai Seorang Gangster

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:416.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

"Bantu aku, maka aku akan mengingat kebaikan mu ini!" Ujar seorang pria yang menodongkan sebuah senjata ke perut Laela.

Mata Laela tentu saja membelalak lebar.
"Ba... baik!" jawab Laela gugup.

Apa jadinya jika perjalanan liburan sekolah Laela malah membuatnya bertemu dengan seorang bos mafia yang baru saja terluka dan melarikan diri dari para pembunuh bayaran yang mengincar nyawanya?

Setelah menolong pria itu, bagaimanakah cara pria itu membalas kebaikan yang ia janjikan pada Laela?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Secepat yang dia bisa, Arman segera menuju ke rumah Abdul Kodir. Dia juga menghubungi beberapa anak buahnya untuk ikut kesana. Selama perjalanan menuju rumah ayah Laela, Arman sangat panik. Dia sama sekali tidak bisa menduga, kenapa Laela bisa hilang. Masalahnya tadi dia dan Laela masih baik-baik saja. Sangat baik malah.

Dan kalaupun Laela di culik oleh seseorang. Arman juga tak bisa menebak siapa yang kira-kira akan melakukan itu. Karena meski geng rempong itu tidak menyukai Laela, dia yakin Syakila dan teman-temannya tak akan melakukan tindakan ekstrim seperti itu.

Apalagi setelah mendapatkan ancaman besar dari sang ayah akibat laporan Arman. Pasti Syakila tidak akan berani mengusik Laela lagi.

Sambil berpikir tentang segala kemungkinan tentang hilangnya Laela. Arman melakukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Hanya perlu puluhan menit sampai Arman bisa menepikan mobilnya di depan gerbang rumah ayah Laela. Tapi tidak persis di depan pintu gerbangnya. Dia menepikan mobilnya di salah satu gerbang yang jarang di buka pintunya untuk keluar masuk mobil. Dia tidak mengemudikan mobilnya sampai di dalam karena menurutnya akan mudah untuk pergi lagi jika mobilnya terparkir di luar.

Arman lantas berarti dan segera masuk ke dalam rumah Abdul Kodir yang memang pintu utama rumah itu sedang terbuka.

"Assalamualaikum!" sapa Arman.

"Waalaikumsalam!" sahut Almira yang langsung menghampiri Arman.

"Nak Arman, Laela tidak ada. Aku sudah hubungi ayah Laela, dia sedang menunggu penerbangan dari luar kota. Tadinya kata bibi Laela sedang tidur di kamar, oh ya kamarnya ada bau tidak enak dan membuat pusing!" jelas Almira yang langsung bicara panjang lebar pada Arman.

Sambil menjelaskan pada Arman, Almira juga mengajak Arman ke kamar Laela. Dan membuka pintunya.

Dan benar saja, dari kamar Laela. Arman yang sudah tahu bau tidak enak apa dari kamar Laela itu langsung menutup mulut dan hidungnya dengan tangan.

"Tante, tutup mulut dan hidung Tante!" ucap Arman sambil berjalan ke arah jendela kamar Laela yang terbuka.

Setelah mengamati dengan seksama, tak ada yang aneh di dalam kamar Laela. Tapi begitu melihat ke luar jendela Arman menemukan beberapa jejak kaki. Arman pun bergegas ke luar dari kamar dan berlari ke arah pintu belakang rumah Abdul Kodir.

Setelah keluar dari pintu belakang Arman menuju ke depan jendela kamar Laela. Begitu dia tiba di sana dia melihat beberapa jejak kaki yang pastinya bukan jejak kaki Laela. Semakin Arman memperhatikan dan melihatnya dengan seksama. Dia yakin, kalau beberapa jejak kaki yang dia lihat itu adalah dua jejak kaki pria dewasa yang satunya ukuran sepatu sekitar nomor 42 yang satu lagi sekitar nomor 40. Begitu melihat jejak kaki tersebut saat ini Arman benar-benar yakin kalau Laela telah diculik.

Apalagi tercium bau obat bius yang masih bisa dia cium baunya bahkan setelah pintu jendela kamar Laela terbuka cukup lama. Arman pun meyakini kalau para penculik itu sengaja membuat Laela tidak sadarkan diri dalam jangka waktu yang lama.

Almira yang sudah sampai di tempat Arman karena dia tadi mengikuti Arman begitu Arman berlari keluar pun wajahnya semakin panik.

"Bagaimana nak Arman, Laela... bagaimana Laela bisa hilang. Apa yang kamu temukan?" tanya Almira bertubi-tubi karena dia sangat mencemaskan putri nya itu.

Arman terlihat ragu untuk langsung mengatakannya pada Almira. Takut tantenya dan calon ibu mertuanya itu shock. Apalagi tidak ada Abdul Kodir di sisinya, dia lalu menoleh ke arah pagar tembok yang ada di samping pohon mangga yang juga terletak di samping kamar Laela. Arman menyimpulkan kalau yang menculik Laela itu pasti bukan orang sembarangan. Karena untuk jejak kaki itu hilang, atau berhenti di depan pagar tembok itu. Jadi Arman yakin kalau mereka membawa Laela melompat.

Tapi setelah di pikirkan lagi, sepertinya memberitahu kebenarannya adalah yang paling tepat saat ini.

"Tante, Laela di culik!" seru Arman.

Almira yang begitu terkejut meskipun telah menduganya semula tapi dia tetap terkejut, sampai terhuyung ke belakang. Membuat Arman sudah mengangkat kedua tangannya mengambil ancang-ancang untuk membantu tantenya itu. Namun Almira sudah lebih dulu memegang tembok menjadi tumpuan tangannya agar tidak jatuh.

Melihat itu Arman sedikit menghela nafasnya lega.

"Laela!" lirih Almira.

"Tante, aku akan mencarinya. Tante jangan khawatir. Aku antar Tante masuk ya, setelah itu aku akan mencari Laela!" ujar Arman.

Setelah itu Arman segera keluar, setelah anak buahnya datang. Mereka pun bersama menuju ke arah pagar tembok yang bertolak belakang dengan hilangnya jejak kaki yang ada di sekitar pekarangan di dekat pohon mangga dan kamar Laela.

Benar saja, ketika mereka tiba di sana. Mereka menemukan dua jejak tidak ban yang berbeda.

"Ini jenis Alphard!" ujar Kendi, salah satu anak buah Arman.

Mendengar jenis mobil yang digunakan, Arman semakin yakin kalau pelaku penculikan Laela memang bukan orang biasa.

Beberapa jam kemudian, tapi hari sudah berganti menjadi pagi. Laela terbangun dengan membuka matanya perlahan, tapi karena merasa tidurnya sangat nyaman dia malah kembali memejamkan matanya sambil berguling ke arah kanan.

'Empuk banget nih kasur, perasaan kasur di kamar gak se empuk ini deh!' batin Laela merasa agak heran tapi karena merasa sangat nyaman dia malah membuka matanya.

"Selamat pagi!"

"Whuaaaa!"

Laela langsung lompat dari tempat tidur itu sampai terjungkal ke belakang sangking terkejutnya mendengar suara yang sangat familiar dengan telinganya.

"Aduh!" gerutu Laela sambil memegang pinggang nya yang terasa sakit saat terbentur karpet tebal di bawah kasur ukiran king size itu.

Kabir malah terkekeh melihat Laela terjatuh dengan tidak anggun sama sekali.

Masih dengan posisi duduk, Laela memperhatikan ruangan dimana dia berada saat ini.

Setelah sadar jika tempat itu bukan kamarnya, Laela langsung cepat berdiri.

"Kabir, ini dimana?" tanya Laela panik.

Kabir yang duduk di sebuah kursi antik di samping tempat tidur yang tadinya di pakai tidur oleh Laela pun menutup buku yang tadi sedang dia baca. Sambil menarik nafas dengan dalam, Kabir berkata.

"Di rumah kita, nyonya Kabir!" sahut Kabir menatap Laela dengan tatapan mendominasi.

Laela langsung membulatkan matanya.

"Aku mau pulang!" pekik Laela lalu mencoba untuk berjalan ke arah pintu lalu berusaha membuka pintu itu.

Tapi usahanya sia-sia, pintunya tak mau terbuka. Laela tak putus asa, dia berlari ke arah pintu kaca besar yang ada di sebelah meja rias. Tapi begitu dia menggesernya, pintunya terbuka. Namun pagar balkon itu di pasang teralis dari baja.

Kabir pun menghampiri Laela dia berdiri di pintu kaca yang Laela geser tadi. Lalu berkata.

"Jika aku tidak bisa memiliki mu dengan cara baik-baik. Maka cara ini akan jadi pilihan ku!" tegas Kabir membuat Laela langsung menatap pria tampan dengan janggut dan kumis halus itu dengan serius.

***

Bersambung...

1
syh 03
seru ih..berasa ntn film si cowok naik ke balkon demi nemuin cewenya 😊
syh 03
cinta segi tiga ini mah 😆
syh 03
aga laen emang laela ini..kita mah trauma klo ketemu hewan buas dia mah bahagia 😅
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
syh 03
bnyk bgt istrinyaa ampun dahhh 😒
mei
ceritanya seru tp sayang endingnya kurang memuaskan, ortu laela diboyong ke LN..lalu kabar ibunya kabir sendiri??

thanks ya atas karyanya
lontong sayur
plok2nya ga ada 😗😗😗
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Duh kenapa Laela ninggalin bukti,Kenapa buang semua sampah2 itu terlebih dahulu sebelum pergi...
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo mau kabur ya kabur aja sendiri,Ngapain ngajak Laela..
Noer: ho'oh ya kan 🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Lagi tegang-tegangnya aku baca malah langsung ngakak,Kenapa harus jepit bulu ketiak? bukan bulu hidung?? 🤣🤣🤣😜😜
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Umur 19 tahun baru lulus SMA?? ku anggap Laela masuk sekolahnya lambat, Seharusnya 19 tahun itu udah kuliah, seumuran anak gadis ku..
Mampir Thor 🙋
Noer: ho'oh telat dia masuk SD nya 🤭
total 1 replies
Ran Aulia
ceritanya bagus, seru, tegang, komedi, romantis juga terharu 😍😍😍😍😍
terimakasih author

👍👍👍👍👍👍
Ran Aulia
👍👍👍
Ran Aulia
😂😂😂😂😂 refleks bacanya berirama
Sandisalbiah
sangat memuaskan
Sandisalbiah
happy ending.. tp gak puas krn pengenya lihat Laela hidup bahagia dgn Kabir sampe punya beby gitu.. makasih thor.. karyamu luar biasa...
Sandisalbiah
sumpah.. part ini terlalu banyak bawang 😰😰.. tengah malam awak nagis diem² ..hahh. thor.. tega bannget... sport jantung awa di buat..
Sandisalbiah
ternyata Arman sangat egois.. dia tau dan peka akan oerubahan Laela tp dia mengabaikanya... benarkah yg dirasakanya terhadap Laela itu cibta atau hannya sekedar obsesi dan ambisi utk memiliki Laela.. krn cinta sejati akan mengiklaskan yg tercinta utk bahagia walau bukan dgnnya.. seperti cinta Kabir kpd Laela kan?
Sandisalbiah
kanapa harus mementingkan nama baik Abdul kodir.. kamu seorang ayah, tdkah hatimu tersentuh melihat penderitaan putrimu... dia yg lebih mudah tp bersikap dewasa demi kalian para orang tua dgn mengesampingkan ego dan mengorbankan rasa cintanya... tp kau.. ayahnya terlalu mementingkan ego dan nama baik... dasar konyol.. semoga kau tak menyesal saat hal buruk benar² terjadi pd Laela..
Sandisalbiah
alibi Kabir sangat bagus sehingga dpt mematahkan kecurigaan Maaz adnan.. dan Zulaika.. semoga ada yg bisa membungkam mulut sampahnya..
Sandisalbiah
wow.. jgn bilang Kabir menikahi Kaira saat dia gak sadar..? gak sah dong kan gak ada walinya... krn bukan ayah Kaira yg menikahkan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!