Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 CERITA KEDUA ORANG JANET
Di kantor saat ini Janet Lagi duduk di depan meja kerjanya sambil membuka lembaran dan membacanya suatu ketika seorang karyawan perempuan datang membawakan berkas di tangan yang dia peluk
"maaf Bu Bos, ada berkas yang harus di tanda tangan ni". Ucapnya sambil menyerahkan berkas
Janet pun mengambil berkas di tangan karyawannya itu.
"Maaf Bu Mus ada undangan dari pihak keluarga Norville". Ucapnya memberikan undangan pada janet
" Norville?? ". Jawab Janet bingung
Janet membuka lembaran undangan dan membacanya dengan baik setelah di baca ternyata undangan pesta untuk hadir, sepertinya Janet sangat bingung dan heran, Mengapa seorang Ares datang kembali ke negara ini, setahu Janet Ares sudah lama tinggal di luar negeri. Janet menggeleng kepala dengan rasa tidak percaya, Ia Pun meletakkan undangan di atas meja samping dirinya.
"Ares, dari kapan dia kembali ke negara ini? ". Janet berkata pada karyawan berdiri di hadapannya
"Saya kurang tahu nona, tapi kayaknya beberapa hari ini ,tiba di negara ini ! ". Jawabnya lantang
"Oke, terima kasih infonya". Ucap Janet sambil menyerahkan berkas yang sudah ditandatangani.
Seorang karyawan pun berbalik melangkah pergi
Janet melamun berpikir terdiam duduk mendengar keluarga Norville membuat dirinya merasakan sesuatu yang tidak beres, tidak biasanya seorang Ares balik ke negara ini tanpa alasan yang pasti. Tampaknya Janet mencurigai sesuatu .ia bangkit, berdiri, melangkah pelan, Sambil memandangi kaca jendela berfikir Terdiam seperti memikirkan sesuatu.
*****
*****
*****
"Maaf Om bukan bermaksud aku ikut campur ,atau rasa ingin tahu ,hanya saja sebagai adik dari Kak Janet butuh tahu tentang kedua orang tua, dulunya mereka seperti apa dan berteman, berakrab dengan siapa". Ucap Alicia pada Omnya
Terlihat mereka berdua berada di dalam kamar Om Janet berdiri berhadapan
"Untuk apa kamu menanyakan itu? ,Apa kamu sedang menyelidiki sesuatu !? ". Tanya balik Om
"Maaf om ya saat ini, aku sedang mencari sesuatu atau menyelidiki sesuatu. Hanya ingin tahu versi kedua orang tua Janet seperti apa dulunya". Jawab nya
"Baiklah saya akan ceritakan mungkin dari petanyaan isi kepala kamu akan terjawab. Pertanyaannya adalah mana yang kamu tanyakan? ". Tanya Om
"Baik terima kasih sebelum nya ,yang saya tanyakan adalah hubungan antara Om piter dan kedua orang tua kak Janet hubungan mereka sejauh mana? ". Tanya Alicia lantang
Om Janet pun menghela nafas dalam-dalam dengan berat ia pun berkata dengan nada pelan.. namun lembut
"hubungan mereka ....cukup rumit ,satu orang yang mereka sukai ,saling merebutkan hingga Berujung dendam. Iya... dulu Piter dan ayah nya Janet tidak pernah akur sering berselisih bertengkaran sering terjadi. mereka berdua menyukai orang yang sama. mungkin dari sana lah keretakan hubungan mereka. tapi ibunya Janet pernah berkata... kehidupan manusia dan takdir akan terus berjalan artinya selama api itu masih ada.. api itu akan semakin besar dan membara kejam selama orang yang kita benci masih hidup ". Ujar om menceritakan dengan nada tenang pada Alicia
" Artinya Ibunya kak Janet tahu.. kalau om piter bukan pria baik? ". Alicia berkata.
" Iya... benar! sudah lama ibunya curiga, kematian mantan kekasih nya ayahnya Janet dulu kenapa dia meninggal. dan sebenarnya ayahnya Janet sudah tahu kalau piter pria bereksek.. tapi yang om tidak paham mengapa membiarkan dan mengabaikan masalah piter.. itu yang bikin om marah, itu lah kenapa om minta Janet ikut keluar negeri sama saya. tapi selalu tidak mau dengan alasan, kamu, Alicia! ". Ujar Om
Alicia pun terdiam sejenak ternyata Janet menetap karena dirinya.
" Huffttt... dia bener-bener sayang dengan mu, walaupun dulu ibu kamu menjebak ayahnya dengan perselingkuhan! Tapi om juga tidak bisa menyalahkan kamu atas terjadi. ". Ucap om
Alicia merenung malu mengingat kelakuan ibunya dulu, memang bener keluarga Virginia hancur karena ibunya.
"Maaf Om atas kesalahan ibu saya".