Di dunia ini hanya yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah hanya menjadi pion, oleh sebab itu aku harus menjadi yang terkuat agar bisa membuat seluruh dunia berada di bawah kendali ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisky wa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 35.Mengunjungi Markas Pusat
Sebelum mereka melihat peralatan tempur, Feng Ying di minta memakai seragam militer yang sudah di siapkan agar tidak membuat pakaian yang Feng Ying gunakan terkena noda saat melihat peralatan tempur.
Feng Ying pun mengganti pakaiannya dan kemudian pergi menuju tempat tempat peralatan tempur di simpan dan di rawat.
Feng Ying juga di berikan pengawalan ketat dan pelayanan terbaik yang bisa militer berikan,harus Feng Ying akui,Letnan yang bernama Duan Fei ini sangat pintar mencari muka, dan dari yang Feng Ying tahu dari supirnya, Letnan Duan adalah orang yang di segani oleh para tentara.
Setelah mereka sampai di tempat penyimpanan senjata, Feng Ying di persilahkan mencoba senapan senapan Laser itu, Feng Ying pun mencoba menembakan senapan itu ke target yang sudah di siapkan.
Target yang Feng Ying tembak adalah sebuah plat baja setebal dua centimeter dan berhasil di tembus oleh senjata laser itu dengan mudah.
"Apakah semua tentara kita di bekali senjata ini di medan pertempuran?"
Tanya Feng Ying kepada Letnan Duan.
"Benar Tuan muda, namun mereka juga bebas memilih senjata yang menurut mereka cocok untuk mereka"
Jawab Letnan Duan.
Letnan Duan kemudian menunjukan beberapa senjata laser yang berbeda bentuk, mulai dari pistol, senjata serbu,senjata berat dan senjata jarak jauh.
Setelah selesai, mereka melanjutkan perjalanan untuk melihat peralatan bantu militer yang berada di tempat penyimpanan lainnya.
Di tempat itu, Feng Ying bisa melihat seperti rompi anti peluru dan teknologi lainnya, ada sebuah bola berukuran seperti apel yang berfungsi untuk menciptakan pelindung energi yang bisa memantulkan peluru.
Namun teknologi seperti itu hanya mampu untuk menahan beberapa serangan pendekar Master tingkat empat sebelum akhirnya hancur.
Ada juga rompi yang dapat membuat orang yang menggunakannya tidak terlihat, sarung tangan yang bisa membuat orang memanjat seperti cicak dan masih banyak lagi, teknologi itu sekarang hanya keluarga Naga yang memilikinya.
"Tuan, peralatan yang ada di sini di gunakan oleh pasukan khusus yang kita miliki untuk menyelesaikan misi yang sulit"
Ucap Letnan Duan sambil menyerahkan beberapa robot serangga yang berguna untuk pemantauan.
"Misi seperti apa yang di lakukan pasukan khusus?"
Tanya feng sambil mengaktifkan serangga robot itu dengan kacamata khusus yang langsung tersambung dengan pikirannya agar dapat mengontrol robot serangga buatan itu.
"Pengawalan, penyelamatan, pembunuhan dan masalah masalah yang tidak Ada hubungannya dengan pendekar tingkat tinggi"
Jawab Letnan Duan.
Mereka pun banyak berbincang-bincang di tempat itu karena teknologi yang ada di sini sangat menarik bagi Feng Ying, karena manusia bisa membuat teknologi yang cukup hebat.
Karena semua yang ada di sana sudah mereka liat, Feng Ying di arahkan ke sebuah garasi yang sangat besar tempat Tank Baja di simpan dan di rawat dengan baik, tank yang berada di garasi ini masih sama dengan yang Feng Ying lihat di Kota Bintang jadi Feng Ying meminta ke tempat lain.
"Di mana Pesawat militer di simpan?"
Tanya Feng Ying kepada Letnan Duan.
"Untuk pesawat militer berada di Bandara Naga Terbang dan Bandara Weston"
Jawab Letnan Duan.
"Kedua Bandara itu bukan Bandara umum?"
Tanta Tanya Feng Ying.
"Bukan, bandara itu di khususkan untuk pesawat militer dan keluarga Naga"
Jawab Letnan Duan.
Selanjutnya mereka pergi ke tempat yang lumayan jauh dan harus menggunakan mobil agar bisa mempersingkat waktu.
Tempat itu tidak lain adalah tempat Artileri, Kendaraan Pengangkut Lapis Baja dan Robot yang di lengkapi dengan senjata berat, tempat itu memiliki ukuran jauh lebih besar dari garasi Tank Baja, setidaknya di tempat itu ada puluhan ribu alat seperti itu.
Mereka juga melihat banyak mekanik yang sedang mengecek kendaraan kendaraan tempur itu meskipun sudah larut malam.
"Kita tidak perlu masuk agar tidak mengganggu pekerjaan mereka"
Ucap Feng Ying kemudian mengajak rombongannya untuk kembali karena sebenarnya Feng Ying ingin istirahat.
"Kami sudah menyiapkan kamar untuk tuan muda, jadi beristirahat lah terlebih dahulu"
Ucap Letnan Duan sambil meminta supirnya untuk mengantar mereka ke hotel terbaik di dekat markas militer.
Setelah sampai di hotel Feng Ying berterimakasih kepada Letnan Duan karena memberikan pelayanan terbaik untuknya dan menyempatkan waktu untuk menemani Feng Ying melihat peralatan militer.
"Sudah kewajiban saya untuk melayani atasan kami dengan baik, saya akan meminta beberapa pasukan untuk berjaga agar anda bisa beristirahat dengan tenang"
Ucap Letnan Duan sambil memberi hormat kepada Feng Ying sebelum pergi agar Feng Ying bisa segera istirahat.
Saat berada di kamarnya, Feng Ying menggunakan serangga buatan yang ia minta saat berada di markas militer, Feng Ying ingin mencoba alat itu untuk masuk ke ruangan ruangan di hotel ini.
Feng Ying kemudian mengarahkan alat itu untuk keluar dari ruangannya dan masuk ke ruangan di sebelahnya yang di huni oleh seorang wanita.
"Cukup menarik, alat ini bisa masuk ke lubang-lubang kecil seperti serangga sungguhan"
Batin Feng Ying kemudian mendekati wanita itu yang sedang tertidur.
Setelah sudah dekat dengan wanita itu, Feng Ying penasaran dengan serangan serangga robot itu yang kata Letnan Duan bisa memberikan serangan kecil.
Serangga itu kemudian memberikan sengatan listrik yang cukup untuk membuat wanita itu terbangun karena terkejut.
Feng Ying pun tertawa ketika melihat wanita itu kebingungan karena tidak tau apa yang membuatnya terkena sengatan listrik dari serangga kecil itu.
"Alat ini memang sangat berguna untuk mengecek situasi"
Batin Feng Ying kemudian mengendalikan serangan itu agar kembali ke ruangannya.
Setelah Feng Ying menyimpan serangga itu kembali, dan kemudian ia bermeditasi agar bisa membuat tubuhnya lebih segar daripada tidur.
Feng Ying bermeditasi sampai pagi, pintu ruangan Feng Ying segera di ketuk oleh Letnan Duan yang datang untuk menjemput Feng Ying, Feng Ying pun membuka pintu dan langsung pergi bersama Letnan Duan.
"Tuan muda, aku sudah memerintahkan para pasukan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka nanti, jadi semoga tuan muda terhibur"
Ucap Letnan Duan sambil tersenyum ramah.
"Aku harap juga begitu Letnan Duan"
Jawab Feng Ying.
Setelah mereka memasuki markas pusat militer, mereka langsung menuju lapangan luas yang sudah terdapat tempat untuk para petinggi di pinggir lapangan agar bisa menyaksikan para tentara yang akan menunjukkan kemampuan mereka.
Semua petinggi langsung memberi hormat kepada Feng Ying saat ia baru turun dari mobil bersama Letnan Duan.
"Tuan muda, Jenderal tidak berada di markas karena sedang melakukan kunjungan di markas tentara nasional jadi saya yang akan menggantikannya"
Ucap Letnan Duan sambil mempersilahkan Feng Ying duduk di kursi utama.
Mereka kemudian menyaksikan para tentara yang menunjukkan kehebatan mereka mulai dari menembak dan bela diri mereka yang menurut standar manusia sudah sangat hebat.
Para tentara itu menunjukkan kehebatan mereka selama lebih dari satu jam dan membuat Feng Ying cukup tertarik karena para tentara ini sudah berusaha yang terbaik untuknya.
Setelah acara selesai, Feng Ying memberikan pidato singkat agar membuat para tentara bisa berlatih dengan baik dan menjadi lebih kuat.
"Kalian adalah orang-orang hebat, suatu saat nanti kita semua akan berjuang bersama!"
Ucap Feng Ying kemudian meminta izin untuk pulang ke kediaman Long Fei karena ia merasa kunjungannya telah cukup dan merasa puas dengan militer keluarga Naga.