Astri Wijaya mengenal Pasquela Sioulus sebagai pria yang tampan dan disukai banyak wanita.
Dia tidak berharap lebih untuk dicintai dan dimiliki oleh Pasquela, karena ia tahu apa yang harus diterimanya saat ia menerima seorang Pasquela Sioulus.
Perjalanan cinta mereka seperti menyusuri jalan sunyi hanya berdua tanpa mengetahui apakah ada rintangan didepannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35.
Mereka tiba di bandara Soekarno-Hatta dan segera menghubungi Wirya yang ditugaskan untuk menjemput mereka.
" Bagaimana, apakah Wirya sudah tiba ?," tanya Nenek.
" Sudah Nek, Pak Wirya sudah tiba dan menunggu di pintu keluar." jawab Astri setelah menutup teleponnya.
Mereka bertemu dengan Wirya yang menunggu di pintu keluar kedatangan.
" Selamat datang Nenek Sukma dan Nona Astri, silahkan mengikuti saya ," ucap Wirya pada Nenek dan Astri.
Mereka mengikuti Wirya menuju tempat dimana ia memarkirkan mobilnya.
" Nenek duduk saja, Astri akan membantu Pak Wirya memasukkan tas ke bagasi," ucap Astri pada Nenek.
Setelah tas mereka masuk ke bagasi, Astri segera masuk kedalam mobil dan duduk di samping Nenek.
Mobil melaju keluar dari parkiran di bandara menuju jalan utama sebelum akhirnya mengarah ke arah rumah Alexander Sioulus.
Mereka tiba dirumah Khayrani ketika wanita itu sedang berjalan-jalan dihalaman ditemani oleh Alex dan Alessia.
Mereka saling menyapa dan Khay menggoda Astri ketika mereka berjalan beriringan.
" Rupanya pengaruh asmara membuat wajah berseri-seri ya ," godanya sambil berbisik membuat wajah Astri memerah karena malu.
" Ibuuuuu," ucap Astri pelan membuat Khay tertawa geli.
Mereka memasuki rumah besar sebagai tempat tinggal keluarga Alexander Sioulus.
Astri memasuki kamar yang disediakan oleh Khay dan ia segera menghubungi Shereen untuk membuat janji dengan direktur bidang design SCC, setelah itu ia baru menghubungi keluarganya untuk menanyakan mengenai jalannya perusahaan karena ia yakin keluarga Alex akan datang pada saat Khay melahirkan untuk memberikan dukungan.
" Apakah kamu berada dikamar kost mu ?," tanya Papa nya.
" Tidak Pa, aku berada di Jakarta dan aku mempunyai sedikit urusan disini ," jawab Astri.
" Papa akan memberikan laporan pekerjaan dan juga keuangan nya, apakah kamu akan ke Singapura ?," tanya Papa nya lagi.
" Aku belum tahu Pa, kalau memang memungkinkan aku akan ke sana dan kalau tidak aku hanya mengirimkan email nya saja," jawab Astri pada Papanya.
" Baiklah. Kamu kerjakan yang menurutmu terbaik, kami semua mendukungmu ," ucap Papanya.
" Terima kasih Pa," ucap Astri pelan .
Astri menutup pembicaraan dan ia tampak menyesal karena tidak berkata jujur pada keluarganya bahwa ia sudah mengenal keluarga pemilik Bank National yang investasi di perkebunan juga pabrik milik keluarganya.
" Maafkan aku Pa, aku tidak ingin kalian berharap lebih bila aku mengatakan bahwa aku mengenal mereka," ucap Astri pelan.
Setelah menyelesaikan tugasnya Astri keluar kamar dan ia melihat nenek berada diruang tamu bersama dengan Lastri juga Alessia, sementara Alex dan Khay tidak terlihat.
" Tuan dan Nyonya kemana Nek ?," tanya Astri.
" Mereka berada dikamar," jawab nenek yang sedang membantu Alessia menyusun balok.
Menjelang malam mereka berkumpul diruang keluarga setelah menikmati makan malam, pada saat handphone Astri berbunyi ia segera berpamitan untuk menerima telepon nya.
" Kamu berada dimana ?," tanya Pasquela tanpa menanyakan kabar lebih dulu.
" Aku sedang menemani nenek diJakarta, dan kami menginap dirumah Tuan Alex," jawab Astri.
" Oh, berapa lama ?, apakah sampai tiba waktunya Khay melahirkan ?," tanya Pasquela penasaran.
" Kemungkinan besar ya, apakah Anda dan keluarga tidak datang kesini ?,"
" Keluargaku akan datang, mungkin sebelum Khay melahirkan," jawab Pasquela.
" Apakah kamu mengharapkan kedatanganku ?," tanya Pasquela setelah Astri tidak berkata-kata.
" Aku ?, apa hubungannya denganku. Kalau Anda akan datang tentu akan lebih ramai dirumah ini." jawab Astri kalem.
" Astri, kamu mengerti apa maksudku. Apakah kamu ingin aku datang ?."
" Pasquela, aku bukan siapa-siapa Anda. Kalau Anda datang tentu akan sangat menyenangkan, bukankah kita sudah lama tidak bertemu ?, apakah Anda tidak rindu denganku ?," ucap Astri berbalik menggoda Pasquela.
" Baiklah. Saat ini juga aku akan menjemput orang tuaku. Aku minta kamu tetap berada di sana karena ada yang ingin aku bicarakan," ucap Pasquela bersemangat.
" Ya, aku akan menunggu Anda," jawab Astri ragu.
" Sampaikan pada Alex, aku akan datang bersama orang tua kami," katanya dan Pasquela langsung menutup teleponnya membuat Astri memandangi handphonenya sebelum kembali menemui Khay dan yang lainnya.
Mereka semua memandangnya hingga Astri merasa salah tingkah dan ia menyampaikan pesan Pasquela pada mereka.
" Pasquela akan datang kesini setelah menjemput Nyonya Paula," beritahu Astri dengan malu-malu.
" Oh ya, padahal kemarin dia bilang tidak dapat meninggalkan pekerjaan nya dan Mama akan datang ditemani Papa," kata Alex geli dengan perubahan sikap adiknya.
" Dan Mama tidak bisa membayangkan betapa letih nya dia melakukan perjalanan jauh," goda Khay membuat wajah Astri semakin merona.
Astri hanya tersenyum malu menanggapi godaan Alex dan Khay pada dirinya.
Keluarga Alex datang sehari sebelum Khay masuk rumah sakit.
Pasquela menatap Astri dengan rasa rindu yang tidak dapat disembunyikan.
" Aku ingin bicara berdua dengan mu!," bisik Pasquela setelah ia menyapa Alex dan Khay.
Astri dan Pasquela menuju taman depan dan mereka saling berpandangan cukup lama.
" Kenapa ?, katanya mau bicara," ucap Astri tidak sabar karena sejak tadi pria didepannya hanya menatapnya.
" Kalau aku katakan kamu cantik, pasti kamu bilang sudah biasa. Jadi aku harus puas dengan menatapmu saja," kata Pasquela membuat Astri tertawa.
" Sudahlah, kalau tidak ada yang perlu dibicarakan aku kedalam dulu ya ," dan Astri meninggalkan Pasquela yang merasa bingung dengan sikapnya sendiri.
" Gila. Ini benar-benar tidak masuk akal. Aku harus bisa mengendalikan diriku. Selama ini para wanita yang mengejar ku, dan mengapa aku harus bingung kalau seorang gadis yang biasa-biasa saja tidak memperdulikan ku," kata Pasquela kesal dengan dirinya.
emang hrs ketemu sm astrid