adult romance ❤
Kecantikan Alya Sanjaya yang membuat kaum adam rela bertekuk lutut,bahkan kecantikannya membuat Daffa Rahardian, suami Alyza Putri Pratama, kembar tidak identik dari Alya, mengejarnya untuk mendapatkannya dan menjadikannya istri dan ibu dari anaknya.
"Aku berharap akulah yang dipilih papa Reza dan mama Emy untuk diasuh mereka, tapi mereka malah memilih Alyza dan membuangku..."*Alya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35. Alya cemburu
" Mari, silahkan bapak dan ibu ikut kami menemui komandan kami. Dia akan menjelaskan semuanya secara detil." ujar salah satu polisi yang kemudian mengantar orang tua Neshia ke kantor Kompol Arsyad Malik, Kasat Reskrim Polres Metro dan juga Kanit Krimum Mahendra yang memang bertugas untuk mengurus kasus yang melibatkan Neshia seorang diri.
Ketika mereka, orang tua Neshia diberi tahu tentang kekejaman yang dilakukan oleh Neshia terhadap Alya dan calon anaknya, orang tua Neshia menjadi shock berat. Bahkan mama Neshia sampai pingsan di pelukan papa Neshia karena tidak kuat menahan beban malu yang sudah ditorehkan oleh Neshia anak perempuannya. Papa Neshia pun terkejut betapa kejamnya anaknya ketika ia tidak mendapatkan cinta dari Daffa.
Padahal mama Neshia udah berkali kali memgingatkan Neshia agar tidak usah lagi lagi mengganggu Daffa, dan Neshia bisa move in. Tapi kenapa dibelakangnya Neshia malah ngeyel dan tetap kekeuh mencintai Daffa yang jelas jelas tidak mencintainya.
" Ini semua salah mama, kenapa mama malah membiarkan Neshia mencintai ba**ngan seperti Daffa. Daffa memperlakukan Neshia seoerti sampah dan mana biarkan saja." kata papa Neshia merasa jengkel. Ia menyalahkan mama Neshia dianggap mama Neshia tidak becus mengatur dan mengajari anak perempuannya. Padahal ini semua karena salah asuhan dan emang karakter Neshia yang ingin menang sendiri. Pada dasarnya Neshia tidak terima karena ia ditolak oleh Daffa, karena banyak laki laki yang naksir dia, eh malah ia ditolak Daffa.
***
Tyo memandang kaca spion belakangnya, ia melihat si bosnya lagi murung dan memijat mijat keningnya yang mungkin menjadi sakit karena masalah yang bertubi tubi.
" Tenang, Bos! Saya sudah mengatur agar nona Neshia tidak lagi bisa mengganggu nyonya Alya!" kata Tyo seakan tahu apa yang dipikirkan bosnya itu.
" Aku takut, Tyo. Aku takut kalau Alya tidak bisa menghadapi kenyataan bahwa anak yang belum ia ketahui itu meninggal dan membuat dia shock dan histeris. Aku tidak ingin ia tahu dari orang lain, tapi aku juga ragu untuk menyakitinya dengan mengatakan kenyataaan yang sebenarnya." desah Daffa dengan rasa kalut yang menyelimuti hatinya. Tyo adalah orang kepercayaannya, dan Tyo baru kali ini melihat bosnya kalut masalah cinta, takut dengan seorang wanita. Karena sebiasanya adalah bosnya itu kalut bagaimana bisa lepas dari wanita yang menempel padanya seperti lintah.
" Bos, saya rasa nyonya adalah sosok yang tegar! Daripada ia mengetahuinya dari orang lain? Lebih baik bos yang mengatakannya sendiri. Saya takut kalau ia tahunya dari orang lain malah membuat dia tidak akan percaya lagi dengan bos. Saran saya ambil waktu agar bisa ngomong dengan enak sama nyonya tentang hal itu. Saya kok yakin, nyonya bakal tegar." kata Tyo dengan mantap.
Daffa memandang Tyo dengan heran, kayaknya Tyo sangat percaya diri mnegatakan bahwa Alya itu orang yang tegar, bahkan dirinya sendiri tidak yakin kalau Alya bakal menerima dengan lapang dada.
" Bagaimana kamu bisa yakin?" tanya Daffa sambil menaikan seblah alisnya, tanda tidak yakin.
" Nyonya pasti bisa!! Ia sudah melewati bagaimana dia disisihkan keluarganya. Asal bos emang ngonmongnya dengan penuh cinta dan semangat untuk mendukungnya, pasti nyonya akan merasa dicintai dan kemudian merasa didukung. Kalau sudah begitu, ia pasti bisa menerim kenyataan bos. Apalagi rumah sakit eh dokternya kan juga bilang kalau nyonya itu subur, berarti bisa punya anak lagi dong. Siapa tahu kembar, soalnya nyonya kan punya keturunan kembar." kata Tyo meyakinkan tuannya yang sedang gundah. Tiba tiba Daffa punya ide.
" Tyo, mampir ke toko bunga." perintah Daffa lagi.
" Siap Bos!!"
***
" Sayang, gimana keadaan kamu hari ini? Baik baik saja kan? Gak kangen sama daddy?" tanya Daffa sambil mengecup pipi Alya dan menyerahkan bunga yang tadi ia sengaja beli untuk istri tercintanya.
" Dad, mommy pengin pulang saja. Mommy dah kangen sama anakku. Hiks hiks." rajuk Alya sambil terisak.
Deg deg deg
Apa Alya sudah tahu kalau.dia baru saja kehilangan anak dalam kandungannya? pikir Daffa dalam.hati. Ia tiba tiba berkeringat dingin karena takut Alya semakin.histeris. karena kayaknya Alya lagi labil.
" Suka gak bunganya?" tanya Daffa sambil mengalihkan perhatian.
" Sukaaa banget. Tapi lebih suka kalau boleh pulang. Disini aku bosan banget tau, dad!! Biasanya mom kan kerja, jadi ga kepikiran.Satu hari tu rasanya lamaaaaa banget, dad!! Bosann!!" kata Alya sambil mencebik manja.
"Kupikir kamu bakal bilang lebih suka lagi kalau yang kuterima adalah bunga bank, bunga deposito, gitu gitu sayang!!" kata Daffa sambil mencolek dagu istrinya yang sedang manyun membuat Daffa menjadi gemas, pingin cium istrinya itu. Tak menunggu lama, Daffa langsung take action.
cup cup..
Daffa mencium bibir istrinya dengan gemas, Alya pun membalas tingkah suaminya itu dengan kepasrahan seperti biasa, walau akhirnya mereka berdua tetap tersulut api gairah, akan tetapi ketika Daffa ingin melakukan hal hal yang lebih liar lagi dengan Alya, Daffa teringat sesuatu dan menghentikan segala yang dia lakukan saat itu juga, Daffa kemudian merapikan baju Alya yang sudah gak karuan, dan menarik dirinya supaya ia tidak terlalu dekat dengan Alya, karena Alya itu adalah sumber api gairah Daffa.
Alya pun merasa heran, ia sedang ada di puncak gairah, dan saat itu tertunda seperti ada yang hilang, Alya pun bertanya tanya, karena biasanya Daffa selalu ingin dipuaskan, apabila sudah seperti ini.
" Kenapa, dad? " tanya Alya dengan tatapan heran.
" Kamu kan masih sakit, mommy sayang!!" elak Daffa dengan taktis. Padahal Daffa tahu ia harus menunggu Alana habis masa nifasnya. Arghhh apa yang harus aku bilang kalau Alya nanya kenapa dia datang bulang kok ga selesai selesai. Apa aku harus ngomong ya? Aku takut ia nanti marah dan ga bisa terima kenyataan, pikir Daffa sambil mengusak rambutnya perlahan.
Reaksi Daffa membuat Alya malah jadi tidak percaya. Matanya penuh pertanyaan dan tatapannya begitu tajam.
" Daddy punya wanita lain?" tanya Alya menyelidik. Matanya begitu tajam, ia ingin menelisik apakah laki laki dihadapannya itu bohong apa tidak.
gubrak!!...
Mana ada wanita yang bisa menggantikan tahta Alya di hati Daffa. Tapi Daffa bahagia, ternyata Alya mulai bisa cemburu dengannya. Karena sebiasanya Daffa lah yang cemburu dengan Alya.
" Kamu cemburu, sayang?" tanya Daffa dengan binar mata bahagia.
" Kamu gak suka kalau aku cemburu sama kamu, dad?" tanya Alya dengan wajah marah.
" Aku suka ... tentu saja aku malah suka. Karena selama ini akulah yang selalu cemburu sama kamu. Dan kini kamulah yang cemburu sama aku.Tandanya kamu sudah cinta betulan sama.aku." kaya Daffa sambil mencubit hidung Alya yang mancung.
" Kalau aku gak cinta betulan sama daddy, emangnya cinta main main?" rajuk Alya lagi.
" Jangan marah marah melulu dong. Kalau kamu udah dirumah, kamu akan kugempur habis habisan. Sampai kamu berteriak, daddyyy lebih dalammm!" kata Daffa sambil menggoda dengan cara menceritakan saat Alya di posisi hype gairah.
.
.
.
TBC
mudah banget muve on...bedalah sama perempuan suka mikir 2x
mksih byk
maap
:)