Tentang Shaqueena Azzaella Georgie kerap disapa Queen ini, mencari tahu kebenaran yang tersimpan selama ini.
Teka-teki dan teror sudah biasa menghiasi kehidupan Queen. Namun dia harus mencari tau dalang dari kekacauan yang terjadi selama ini.
Pertemunya dengan cowok bernama Arshaka Davendra Bratadikta yang ternyata seorang ketua Ravenska geng yang memiliki sejuta rahasia membuat dirinya dalam masalah yang besar.
Satu persatu masalah datang kedalam hidupnya. Teror demi teror semakin bertambah, dan juga dendam seseorang yang semakin mendarah daging.
***
"Lo itu cuman orang baru yang gak tau apa-apa! Lo juga gak tau kan, siapa dia sebenarnya? Jadi jangan sok tau lo!" ucap Queen.
Gue tau siapa dia sebenarnya Queen! batin Arshaka lagi.
"Kalau Lo tau siapa dia! Gak usah dibela g*blok!" ucap Queen sangat emosi.
***
Mampukah Queen bertahan dan dapat menyelesaikan semua teror serta teka-teki dihidupnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PINNKYBUBBLE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 35. SUASANA DAN HAL BARU
...Hallo guys?...
...Kembali lagi dengan Pinnky disini....
...Gimana kabar kalian?...
...Semoga baik-baik saja ya....
...Dari pada banyak basa-basi mending cus langsung baca aja....
...Jangan lupa like, komen, share, favorit and vote....
...Gak suka skip! No plagiat!...
...Happy reading dan semoga suka....
...*...
...*...
...*...
...Mungkin saat ini kamu belum mencintai tunangan kamu Sas. Tapi percayalah suatu saat nanti pasti kamu akan mencintai dia. Kaya kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino yang artinya kurang lebih cinta atau rasa suka itu berasal dari terbiasa. Misalnya kaya sering ketemu di sekolah atau dimana pun itu. – Elline Digdayandra....
...Semuanya baik, asalkan kita juga baik! Semua akan buruk kalau kita buruk juga! – Shaqueena Azzaella Georgie....
...***...
Malam yang indah ini Queen dan para sahabatnya berada di balkon kamar Queen. Walapun hari sudah larut tapi mereka tetap terjaga karena besok mereka masih libur karena guru-guru masih ada rapat soal kepala sekolah baru.
“Enak nya besok ngapain ya?” tanya Sasya.
“Emm…gimana kalau kita joging sekitar komplek ini sekalian cari udara seger?” saran Alula.
“Boleh juga tuh. Tapi kan gak ada salah satu dari kita yang tau jalan komplek ini,” ucap Mysha.
“Gue tau kok,” ucap Queen.
“Lo tau dari mana ini kan pertama kalinya lo ke komplek ini,” ucap Sasya.
“Lo pada lupa ya? Komplek ini kan dibangun sama perusahan kontraktor milik Uncle. Kebetulan waktu itu gue sama Uncle sempet jalan-jalan sekitar komplek ini jadi gue tau walapun sedikit,” ucap Queen.
“Ohhhh…punya Uncle Draco toh!” ucap mereka kompak.
“Hmm.”
“Oh ya Queen, besok lo mau ke rumah sakit lagi gak?” tanya Sasya.
“Hayo, ke rumah sakit mau ngapain tuh?” tanya Alula.
“Oh, gue tau jangan-jangan mau periksain debay nya ya?” jawab Alula.
“Lo emang minta dibunuh ya?!” ucap Sasya memboikot leher Alula.
“Ampun Sas! Ampun! Gue cuma bercanda aja kok!” ucap Alula memukul-mukul tangan Sasya agar dilepaskan.
“Bercanda sih bercanda! Tapi jangan gitu juga napa! Nanti kalau pada salah paham bisa panjang urusannya! Mana udah mau ujian lagi!” ucap Sasya.
“Iya-iya maap!” ucap Alula.
“Eh, Sas btw tanggal berapa tunangannya?” tanya Mysha seraya memakan cemilan yang disiapkan Simbok tadi.
“14 Februari,” jawab Sasya.
“Wah, sebentar lagi dong! Kita harus siapin baju ini!” ucap Alula girang.
“Gak usah siapin baju. Mami gue udah siapin baju buat kalian,” ucap Sasya.
“Serius Sas?” tanya Mysha dan Alula kompak.
“Serius lah masa gak serius! Tapi…kalian harus temenin gue fitting baju!” ucap Sasya.
“Siap sedia!” ucap Mysha dan Alula.
“Untuk kapan dan dimananya gue kabarin nanti kalau udah nemu butik yang cocok,” ucap Sasya.
“Gue pikir udah nemu butik yang bagus,” ucap Mysha.
“Belum.”
“Kenapa gak di butiknya Mamanya Arshaka aja? Disana kan ada baju buat acara tunangan, lamaran, sama pernikahan juga kan?” tanya Alula.
“Bener juga ya lo! Oke deh nanti gue bilang ke nyokap gue,” ucap Sasya.
“Kalau lo mau kesana harus banget aja Queen tuh!” ucap Alula.
“Bener banget tuh Sas!” ucap Mysha setuju dengan ide Alula.
“Lah? Kok gue juga sih?! Emang apa ngaruhnya?” tanya Queen.
“Ngaruh banget pokoknya! Lo kan calon mantunya! Masa sih gak ngaruh!” ucap Alula.
“Iya tuh! Lo kan calon mantunya! Pasti kalau ada lo harganya bisa lebih murah!” ucap Mysha.
“Apa-apaan sih?! Gue bukan calon mantunya!” ucap Queen.
“Ah affa iya?” tanya ketiganya kompak.
“Ada apa ini? Kok rame banget sih?” tanya Grandmi yang baru memasuki kamar Queen sudah dihadiahi dengan ucapan ketiga sahabat cucunya.
“Eh, Grandmi…” ucap mereka kaget.
“Gak ada apa-apa kok Grandmi. Cuma lagi cerita aja,” jawab Queen.
“Seru banget ceritanya sampai Grandmi panggil-panggil gak ada yang sahut tadi. Jadinya Grandmi langsung masuk aja deh,” ucap Grandmi.
“Hehehe…seru banget Grandmi. Sini gabung sama kita,” ajak Alula.
“Emangnya lagi cerita apa sih?” tanya Grandmi ikut duduk disamping Queen.
“Lagi cerita soal pertunangan Sasya sama camer nya Queen Grandmi,” jawab Alula membuat Queen dan Sasya melotot terkejut.
“Tunangan? Camer?” tanya Grandmi.
“Iya, Grandmi! Sebentar lagi kan Sasya mau tunangan terus rencananya mau buat baju di butik camernya Queen Grandmi,” ucap Alula membuat Queen dan Sasya menatapnya tajam.
“Sasya mau tunangan? Sama siapa? Terus, Queen kenapa gak cerita sama Grandmi kalau udah punya calon? Untung aja Grandmi gak jadi jodohin kamu sama cucunya temen Grandmi,” ucap Grandmi.
“Hehehe…iya Grandmi Sasya mau tunangan tanggal 14 Februari sama jodoh pilihan orang tua. Grandmi besok dateng juga ya,” ucap Sasya.
“Pasti Grandmi dateng kok Sas,” ucap Grandmi.
“Gak usah sedih Sas. Mungkin ini jalan terbaik untuk kamu. Dan pastinya yang dijodohin sama kamu itu anak baik-baik. Gak mungkin kan orang tua kamu asal menjodohkan kamu,” nasehat Grandmi.
“Iya, Grandmi. Sasya gak sedih kok. Cuma deg-degan aja,” ucap Sasya berbohong dan Grandmi tau itu.
Baik apanya coba? Orang setiap hari aja tengil gitu! Mana ada baiknya, Grandmi! Batin Sasya.
“Mungkin saat ini kamu belum mencintai tunangan kamu Sas. Tapi percayalah suatu saat nanti pasti kamu akan mencintai dia. Kaya kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino yang artinya kurang lebih cinta atau rasa suka itu berasal dari terbiasa. Misalnya kaya sering ketemu di sekolah atau dimana pun itu,” ucap Grandmi.
“Oh, jadi artinya itu! Selama ini Lula cuma sering denger orang-orang bilang kaya gitu tapi gak tau apa artinya,” ucap Alula.
“Nah, sekarang jadi tau kan?” tanya Grandmi.
“Iya, Grandmi.”
“Untung aja Queen gak jadi dijodohin juga tuh!” ucap Alula.
“Iya, kan udah ada calonnya,” ucap Grandmi.
“Ayo, Queen jujur sama Grandmi! Siapa calon kamu?’ tanya Grandmi menyelidik.
“Itu loh, Grandmi yang tadi dijegukin Queen,” ucap Alula.
“Lula!”Queen melototi Alula dengan muka kesalnya.
“Oh, jadi tadi mau jenguk calonnya. Pantes aja waktu ditanya tadi agak gugup jawabnya!” ucap Grandmi.
“Enggak Grandmi! Lula ngasal aja tuh ngomongnya!” elak Queen.
“Lula gak ngasal Grandmi! Ini bener kok! Kalau gak percaya tanya aja sama mereka!” ucap Alula.
“Iya bener tuh Grandmi!” ucap Mysha dan Sasya.
“Udahlah Queen ngaku aja sama Grandmi! Grandmi kan juga mau kenalan sama calonnya cucu tersayang Grandmi!” ucap Grandmi.
“Iya-iya nanti Queen kenalin,” ucap Queen mau tak mau harus menuruti kemauan sang Grandmi.
“Nah, gitu dong! Ya udah kalau gitu Grandmi tidur duluan ya? Kalian jangan tidur malem-malem!” peringat Grandmi lalu melenggang pergi.
“Tidur yuk udah malem nih. Takut besok kesiangan!” ucap Sasya setelah kepergian Grandmi.
“Hoam…gue juga udah ngantuk nih,” ucap Alula mulai tak kuasa berjalan.
“Gue juga!” ucap Mysha sudah tak bisa membuka matanya lagi karena sudah terlanjur mengantuk.
BRUK!
Alula dan Mysha menjatuhkan tubuh mereka ke ranjang Queen size milik Queen. Sedangkan Queen dan Sasya hanya geleng-geleng kepala melihatnya kemudia membenerkan posisi tidur Alula dan Mysha agar muat untuk 4 orang.
“Tidur yang bener pada gak bisa apa?” tanya Sasya membenarkan posisi Alula sedangkan Queen, Mysha.
Beruntungnya ranjang Queen sangat luas jadi bisa untuk tidur 4 orang. Lagian tubuh mereka juga kecil jadinya masih menyisahkan sedikit ruang untuk mereka.
Kini mereka pun sudah terlelap, mungkin karena seharian ini mereka sibuk beres-beres makanya tak ada yang memperebutkan posisi dimana mereka akan tidur.
...***...
Pagi telah tiba, Queen dan para sahabatnya sudah siap memakai baju olahraga karena pagi ini mereka akan joging sekalian mengelilingi komplek serta mencari udara segar.
“Pagi-pagi udah rapi aja Non. Emangnya mau pada kemana Non?” tanya Simbok yang kebetulan habis pulang dari minimarket depan komplek.
“Eh, Simbok. Iya nih Mbok, kita mau joging keliling komplek,” jawab Alula yang sedang mengikat tali sepatunya.
“Oh, sendiri aja Non?” tanya Simbok saat melihat hanya Alula yang berada didepan.
“Enggak kok, Mbok. Itu mereka,” tunjuk Alula kepada ketiga sahabatnya yang berjalan kearahnya dan Simbok.
“Habis pulang belanja Mbok?” tanya Sasya.
“Iya, Non. Kalau gitu Simbok masuk dulu mau masak. Semangat Non jogingnya,” ucap Simbok lalu melenggang masuk.
“Iya, Mbok makasih,” ucap Alula.
“Jadi, kita mau kemana dulu nih? Kanan atau kiri dulu?” tanya Mysha.
“Kanan aja! Soalnya kanan pasti baik!” ucap Alula.
“Terus kiri gak baik gitu?!” tanya Sasya.
“Bukan gak baik Sas, tapi kurang baik,” jawab Alula.
“Semuanya baik, asalkan kita juga baik! Semua akan buruk kalau kita buruk juga!” ucap Queen lalu mendahului berjalan ke arah kanan.
“Ih, Queen tungguin napa!” protes sahabatnya.
“Buruan makanya!” ucap Queen.
Kini setelah selesai joging mengelilingi komplek baru Queen, mereka terhenti di taman komplek untuk duduk dan menyantap makanan ringan yang telah mereka beli di minimarket depan taman.
“Capek juga ternyata ya?” tanya Alula duduk ditahan dengan kaki yang ia luruskan.
“Iya, padahal mah gak jauh-jauh amat,” ucap Mysha.
“Itu karena lo berdua kebanyakan lari-lari!” ucap Queen. Tadi sepanjang perjalanan bukanya joging mereka malah lari-lari sambil melempar lelucon dan tawa.
“Iya juga sih!” ucap Alula.
“Eh, ada bubur ayam tuh! Pada mau gak?” tanya Mysha.
“Mau, kalau ditraktir sih!” ucap Alula.
“Minta traktiran mulu lo! Modal dong!” sindir Sasya.
“Dih, biarin! Lo juga suka tuh minta traktiran sama Queen!” ucap Alula.
“Udah! Gak usah pada ribut! Gue yang traktir!” ucap Queen berjalan ke arah tukang bubur ayam belum naik haji itu.
“Mang, buburnya 4 dimakan disini,” ucap Queen kepada tukang bubur itu.
“Queen 1 lagi. Gue kan 2 porsi,” ucap Alula yang kini sudah duduk.
“Tambah 1 lagi Mang, jadi 5 ya?” ucap Queen lalu duduk disamping Alula.
“Siap Non.”
“Eh, Queen hari ini lo harus ikut kita kesana pokoknya!” ucap Sasya.
“Iya-iya nanti gue ikut. Tapi malem aja ya?” tanya Queen.
“Oke deh.” ucap Sasya.
“Tapi jangan malem-malem pulangnya nanti Mama gue curiga. Soalnya gue cuma bilang nginep semalem aja sama Mama,” ucap Alula.
“Iya-iya. Gak mungkin juga kita pulang malem-malem. Palingan kalau dia udah kita beresin baru deh pulang. Lagian besok kan kita harus sekolah juga,” ucap Sasya.
“Ah iya ya, besok kita sekolah lagi!” ucap Alula sedih namun tak jadi sedih karena bubur pesananya sudah diantar.
“Selamat menikmati Nona-nona,” ucap tukang bubur itu.
“Makasih, Mang,” ucap mereka.
“Sama-sama, saya permisi dulu.”
“Iya Mang,” ucap Alula lalu melahap buburnya.
Suara gebrakan meja membuat Queen dan para sahabatnya terlonjak kaget dan berhenti menyantap bubur mereka. Mereka menengok kebelakang dan terihat segerombolan preman bertubuh kekar sedang meminta uang keamanan kepada tukang bubur itu.
“BURUAN BAYAR UANG KEAMANANNYA! GITU AJA LELET BANGET SIH!” sentak preman bertubuh gagah.
“Saya kan sudah bisa, saya belum ada uang kalau jam segini. Nanti pasti saya bayar kok,” ucap tukang bubur itu.
“Guys?” ucap Queen langsung dimengerti ketiga sahabatnya.
“Mau punya duit tuh kerja Lul! Bukannya palak orang kerja!” ucap Sasya kencang.
“Mager Sas! Soalnya palak orang lebih enak!” ucap Alula tak kalah kencang.
“Enak sih enak! Tapi pikir harga diri juga dong! Masa badan masih sehat gitu palak-palak orang! Mana ngegas lagi! Dasar gak ada tata krama!” ucap Mysha kencang sampai-sampai membuat para preman itu meradang.
“Badan sehat-sehat palak orang! Yang gak sehat aja masih tetap berjuang!” sindir Queen.
BRAK!
Para preman itu mengebrak meja Queen dkk yang membuat semua orang yang sedang makan bubur pun berlarian karena takut berurusan dengan preman-preman itu.
“Heh, bocah?! Lo nyindir kita, hah?!” tanya preman bertato kupu-kupu di tangannya.
“Udah tau ngapain nanya?” ucap Queen santai memakan buburnya.
“Wah, Bos! Ngelawan nih bocah!” ucap preman bertato kuda poni di tangganya juga.
“Hajar aja Bos! Hajar!” kompor para anak buahnya.
“Sayang banget cewek cantik kek lo gini gue hajar, mending kita main aja yuk?” ajak preman bertato kupu-kupu akan menyentuh rambut Queen, namun detik selanjutnya benar-benar membuat preman-preman itu tercengang.
“Lo salah main-main sama gue! Mending kita serius aja!” ucap Queen memboikot leher preman itu lalu membantingnya ke tanah.
“Akh! H-hajar mereka!” seru preman itu tak bisa berdiri lagi karena sepertinya tulangnya ada yang patah.
Adu tonjok pun dimulai dengan jumlah lawan 10 orang lebih. Adu tonjok semakin sengit saat Queen membanting salah satu preman lagi.
“Sialan nih bocah!” umpat salah satu preman yang sudah dibuat ompong giginya oleh Sasya.
“Lo tuh yang sialan! Beraninya sama cewek lo!” ucap Sasya lalu menendang perut preman itu hingga preman itu terkapar di tanah.
Kini para preman itu sudah berhasil mereka kalahkan kini mereka mengumpulkan menjadi satu para preman itu lalu diikat oleh tambang yang diberikan tukang bubur itu.
“Apa-apaan nih?!” tanya preman bertato kupu-kupu.
“Eh, Nona…tolonglah lepasin saya,” pinta preman itu.
“Gue bakal lepasin kalian dengan satu syarat,” ucap Queen berjongkok dihadapan preman itu.
“Syaratnya apa? Saya pasti bakal lakuin apapun itu syaratnya asal saya dilepasin!” ucap preman itu.
“Temui gue di alamat ini jam 7 malem. Gak boleh telat! Inget itu!” ucap Queen memberikan secarik kertas yang berisi alamat lalu ia berdiri menghadap tukang bubur itu.
“Kalau telat, siap-siap tinggal nama!” tambah Sasya lalu mengikuti Queen.
“Hayo lo tinggal nama…mati kalian!” ucap Alula menakut-nakuti preman itu.
“Mati masuk nereka kalian!” tambah Mysha.
“Mang, mungkin ini gak seberapa tapi semoga bisa menutupi kerugian hari ini,” ucap Queen memberika 10 lembar uang berwarna merah.
“Ya Allah, Non. Ini mah kebanyakan Non,” ucap tukang bubur itu.
“Gapapa Mang. Mamang simpen aja buat modal besok,” ucap Queen lalu kembali menghampiri para preman lagi.
Queen mengeluarkan 10 lembar uang berwarna merah lagi, lalu memberikannya kepada bos preman itu. “Nih, buat pengobatan kalian. Inget janji kita tadi!”
“Lain kali kalau butuh duit tuh kerja bukanya palak orang! Gak malu apa sama yang lebih kurus dari kalian? Yang kurus aja rela dorong gerobak dari rumahnya kesini! Sedangkan kalian seenaknya minta-minta gitu!” ucap Queen lalu pergi.
“Makasih Non.”
“Huh, kurang baik apa coba sahabat gue ini! Untung kalian gak jadi daging cincang buat si Gyben!” ucap Alula lalu melenggang pergi.
...To be continued....
...Terima kasih telah membaca....
...Kira-kira kemana Queen akan membawa para preman itu? Dan kenapa harus jam 7 malam?...
...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...
...See you di next chapter....