Hidup dalam kepalsuan bukanlah hal yang Safira inginkan. Menjadi sosok gadis yang sombong penuh keangkuhan bukanlah sifat aslinya. Namun keadaan memaksanya untuk menjalani kehidupan penuh manipulatif ini.
Safira jenuh dengan kehidupannya, gadis itu ingin lari dari semuanya, meninggalkan segala kepalsuan ini. Hingga dimana Safira tidak lagi sanggup, gadis itu akhirnya benar-benar pergi. Meninggalkan keluarganya dan teman-temannya serta kehidupan yang selalu membuat iri semua orang.
Namun siapa yang menyangka, kepergiannya ini justru membawanya kembali ke masa kelamnya. Lelaki itu, sosok bajingan yang telah menghancurkan hidupnya dengan brutal, muncul di saat Safira ingin melupakannya.
Safira sangat membencinya, hingga timbul dalam hatinya ingin membalaskan dendamnya. Ya, Safira memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas kehancurannya.
Cerita ini merupakan sequel dari MY POOR WIFE. Silakan baca dulu agar lebih seri bacanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novia Butera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Malam masih begitu larut ketika Safira tiba-tiba membuka matanya. Tangannya terasa ringan seperti kehilangan sesuatu yang digenggamnya selama tidur membuatnya tiba-tiba terbangun. Di sisi tempat tidurnya sudah kosong.
Wanita itu duduk, sementara matanya menyusuri kamar, mencari sosok itu. Dan ternyata Dave ada di sana. Di atas sofa, tertidur dengan laptop di pangkuannya.
Setelah berpikir cukup lama, Safira bangkit dan berjalan menghampirinya. Dia duduk di samping Dave dengan hati-hati, serta menaruh laptopnya di atas meja.
Safira memandangi wajah tampan yang sempurna itu. Tidak ada kecacatan sedikit pun di wajah itu. Yang ada hanyalah kesempurnaan yang mana membuat semua wanita tergila-gila.
"Seperti apa sebenarnya kau ini?" lirih Safira.
"Terkadang kau sangat baik, tapi sebenarnya kau ini adalah lelaki paling brengsek dan jahat yang pernah kukenal. Apa sebenarnya yang kau harapkan dariku? Kenapa kau membawaku ke sini? Aku yakin seratus persen sebenarnya kau tidak menginginkan bayi ini. Karena aku sangat mengenal pria sepertimu." tanpa sadar Safira bermonolog sendiri, seolah tengah mengobrol dengan Dave.
Safira mendesah resah, "Kau tahu tidak, aku sangat membencimu. Kau merebut segala yang pertama bagiku. Ciuman pertamaku dan kehormatanku, kau mengambilnya. Padahal aku sudah menjaganya dan hanya akan kuberikan pada lelaki yang kucintai suatu saat nanti. Tapi kau malah merebutnya dengan cara paksa, kemudian meninggalkanku begitu saja."
"Kenapa kau melakukannya Dave? Apakah kau tidak tahu bagaimana aku setelah apa yang kau lakukan hari itu?" maniknya berkaca-kaca.
"Aku kehilangan akal sehatku, setiap hariku dipenuhi kesuraman dan kegelapan. Aku hilang arah dan hampir saja mengakhiri hidupku. Aku membencimu Dave, aku sangat membencimu lebih dari yang kau tahu." di akhir kalimatnya Safira menangis tersedu-sedu.
Biasanya dia tidak secengeng ini. Tapi ketika dia meluapkan perasaannya pada pangeran yang tertidur ini, hatinya membuncah, diikuti oleh air mata yang mengalir deras.
"Maaf."
Safira mematung seketika, kala sepasang tangan memegang tangannya. Wanita itu menegakkan kepalanya, dan kini matanya bersiborok dengan mata berwarna hijau itu. Wajah itu begitu sendu, dan dipenuhi perasaan bersalah, Safira bisa melihatnya.
"Maaf." bibir tebal nan penuh itu kembali berucap.
Safira mematung, jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Bertatapan dengan begitu intens dengan pemilik netra hijau yang tajam ini, membuatnya hampir tumbang. Aura seorang cassanova memang tidak bisa diremehkan.
Tangan kanan Dave bergerak menyusuri wajah cantiknya, membuat Safira memejamkan matanya lembut.
"Maafkan pria brengsek ini Safira. Aku mengaku salah, aku sangat jahat padamu dan aku adalah laki-laki paling brengsek di dunia ini." ucapnya.
"Aku menyesal, aku menyesali semuanya. Andai waktu bisa diputar kembali, aku akan memperbaiki semuanya. Tetapi itu mustahil. Yang bisa kulakukan saat ini hanyalah menebus segala dosaku padamu. Tetapi, jangan mengira apa yang kulakukan saat ini hanya untuk sekedar menebus dosaku saja." menggenggam kedua tangan wanitanya.
"Aku menginginkanmu Safira. Aku ingin kau menjadi pendamping hidupku dan bahagia bersamaku selamanya. Bukan karena bayi kita dan juga bukan karena penyesalanku. Tetapi aku benar-benar bersungguh-sungguh padamu. Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama." tuturnya.
Sementara Safira, hampir tidak menguasai dirinya. Apalagi ketika mendengar kalimat terakhir pria itu. Sulit dipercaya, tetapi suara bariton pria itu terlalu jelas menusuk gendang telinganya
knpa?
semangaat yaa othor, sehat selalu
kita semua menunggu
lanjut kaaa
penasaran bget jdina tpi g up date,gmana nie thor???