seorang mahasiswi di salah satu kampus yang sangat hitz di kawasan indonesia timur tepatnya di kota Makassar, yg menjalani hari-harinya seperti biasa, dia mempuanyai 2 orang teman mereka ber 3 sangat nakal sehingga suatu ketika salah satu dari mereka di masukkan pesantren, karena mereka sudah lama bersahabat ke 2 sahabatnya pun juga ikut ke pesantren dari sini lah kisahnya di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 35
" Gue mau kasih tau lo info kalau Fiah and the geng, keluar dari pesantren tanpa izin dan yang paling penting tujuannya mau lihat cowok-cowok ganteng di cafe " kata Nazwa.
" Lo serius Naz ? " tanya Sifa.
" Hmmm, gue dengar sendiri dari mulut mereka " kata Nazwa.
" Lo jamin kan, kalau info ini valid ? " tanya Mita memastikan perkataan Nazwa.
" Gue yakin seratus persen, pokoknya lo harus laporin mereka sekarang, dan satu lagi jangan pernah sebut nama gue, kalau gue yang kasih tau kalian " kata Nazwa memperingatkan.
" Lo tenang aja, gue gak akan bawa-bawa nama lo, but makasih ya buat infonya gue mau ke ruangan Gus Fauzan dulu " kata Mita tersenyum licik.
" Good luck guys " kata Nazwa menyemangati.
Mita dan Sifa pun hanya mengangguk mendengar ucapan Nazwa dan berjalan menuju ruangan Gus Fauzan untuk melaporkan Trio Curut.
" Assalamu'alaikum " kata Mita dan Sifa mengetuk pintu ruangan Gus Fauzan.
" Wa'alaikumsalam " kata Gus Fauzan setelah membuka pintu ruangannya.
" Mita, Sifa, silahkan masuk " kata Gus Fauzan mempersilahkan Sifa dan Mita.
" Terima kasih Gus, kedatangan kami ke sini untuk melaporkan Fiah dan kedua temannya itu Gus " kata Mita.
" Melaporkan masalah apa ? " tanya Gus Fauzan.
" Jadi gini Gus, tadi kami tidak sengaja melihat Fiah dan kedua temannya keluar pesantren diam-diam Gus, dan kami sempat dengar kalau mereka mau ke cafe lihat para cowok-cowok ganteng Gus " kata Mita menjelaskan.
" Apa kalian yakin, dan kalau memang kalian lihat mereka keluar, kenapa kalian tidak mencegah mereka ? " tanya Gus Fauzan.
" Maaf Gus, tapi kami tidak sempat mencegah mereka, karena mereka keburu keluar tadi " kata Sifa.
" Yasudah terima kasih atas infonya, kalian boleh keluar biar mereka saya yang urus " kata Gus Fauzan.
Mita dan Sifa pun berpamitan pada Gus Fauzan dan berjalan keluar dari ruangan tersebut sambil tersenyum penuh kemenangan.
Sementara Gus Fauzan yang mendengar laporan dari Mita dan Sifa langsung menghembuskan nafasnya kasar sambil memijit keningnya.
" Gadis nakal itu, selalu saja berulah tidak ada kapok-kapoknya " gumam Gus Fauzan sambil berjalan menuju pintu gerbang pesantren menunggu Trio Curut.
Setelah sampai di depan pintu gerbang, Gus Fauzan heran pasalnya pintu gerbang tersebut terkunci.
" Bagaimana cara mereka keluar kalau pagar ke gembok kayak gini, apa jangan-jangan mereka manjat ahhh entahlah dasar gadis-gadis nakal " gumam Gus Fauzan sambil duduk di dekat pintu gerbang tersebut.
Hendra, Faisal, dan Ipul yang baru keluar dari masjid pun heran melihat Gus Fauzan yang duduk di dekat pintu gerbang.
" Ehhh itu bukannya Gus Fauzan ya, kok duduk di situ ? " tanya Faisal sambil menunjuk ke arah Gus Fauzan.
" Meneketehee Kak Faisal, Ipul pun tak tau " kata Ipul dengan gaya khasnya.
" Yaudah yuk samperin aja, dari pada penasaran " kata Hendra sambil berjalan ke arah Gus Fauzan dan di ikuti Faisal dan Ipul.
" Assalamu'alaikum Gus " kata Hendra dan kedua temannya kompak.
" Wa'alaikumsalam, ehh kalian ada apa ? " tanya Gus Fauzan.
" Gus Fauzan ngapain duduk di tempat jaga Pak Jamal, emangnya Pak Jamalnya mana Gus ? " tanya Faisal.
" Pak Jamal izin hari ini, dan saya lagi menunggu kedatangan buronan pesantren " kata Gus Fauzan.
" Buronan, maksud Gus Fauzan ? " tanya Ipul penasaran.
" Hmmm, Fiah dan kedua sahabatnya itu keluar pesantren tanpa izin, jadi saya tunggu mereka di sini supaya mereka tidak ada alasan untuk mengelak " kata Gus Fauzan.
Hendra, Faisal, dan Ipul yang mendengar penuturan Gus Fauzan sontak kaget dengan kelakuan Trio Curut yang sangat nekat.
" Apa Gus Fauzan yakin, pasalnya dari tadi pintu gerbang ke gembok terus deh " kata Hendra.
" Entahlah mending kalian temani saya di sini menunggu mereka sambil jaga-jaga kalau ada yang berniat keluar tanpa izin lagi " kata Gus Fauzan.
" Baik Gus " kata Hendra dan kedua temannya kompak.
Sementara Trio Curut baru saja sampai di sebuah cafe yang cukup terkenal di kalangan para anak muda di bogor dan kebetulan hari ini cukup ramai.
" Ahhhh akhirnya kita bisa cuci-cuci mata lagi girls " kata Della sambil merentangkan kedua tangannya.
" Udah lama banget ya, kita nggak nongki-nongki di cafe " kata Fiah.
" Sudah-sudah mending langsung masuk, waktu kita nggak lama okey " kata Airin memperingati.
" Para Cogan im cominggg " kata Trio curut kompak sambil berjalan memasuki cafe tersebut.
Saat Trio Curut sudah memasuki cafe, mereka mengedarkan pandangannya untuk mencari para cogan.
" Ehh girls coba lihat cowok yang pakai kemeja kotak-kotak itu deh gansss bingitzzzz " kata Della.
" Oalah Dell itumah masih gantengan Bang Fahmi " kata Airin yang melihat cowok yang di maksud Della.
" Somplak lo Rin, masa Abang gue di bawa-bawa " kata Fiah tidak terima.
" Aelahh Fi, Bang Fahmi kan calonnya dedek Airin " kata Airin yang di sertai kekehan.
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri meja Trio Curut.
" Assalamu'alaikum Ukhti " kata seseorang tersebut.
" Wa'alaikumsalam " kata Trio Curut sambil menoleh ke sumber suara.
Saat Trio Curut menoleh melihat seseorang tersebut mereka langsung terpanah dengan ketampanan orang tersebut.
" Afwan Ukhti, saya mau bertanya apa kalian tau tempat pondok pesantren Al-ikhlas ? " tanya seseorang tersebut, sedangkan orang yang di tanya tersebut hanya memandangi wajah orang itu dengan tatapan kagum.
Karena tidak mendapat respon dari Trio Curut seseorang tersebut pun melambai-lambaikan tangannya ke arah Trio Curut.
" Ehhh kenapa tadi Kak ? " tanya Fiah tersadar.
" Afwan Ukhti saya ingin menanyakan pondok pesantren Al-ikhlas " kata Seseorang tersebut.
" Lah itukan pesantren kita " kata Airin
" Kalau Kakak mau, kakak gans bisa bareng kita baliknya " kata Della.
" Ohh jadi kalian santri di sana ? " tanya seseorang tersebut.
" Yappsss Kak, nama kakak siapa ? " tanya Fiah.
" Afwan Ukhti, nama saya Arkan " kata Arkan.
" Ehhh duduk dulu kak betah amat berdirinya, gak pegel tuh kaki " kata Airin terkekeh di ujung kalimatnya.
" Terima kasih Ukhti " kata Arkan sambil duduk di kursi di depan Airin.
" Perkenalkan Kak, nama saya Airin di sebelah kanan saya ini namanya Fiah, kalau di sebelah kiri saya namanya Della " kata Airin memperkenalkan kedua sahabatnya pada Arkan.
" Salam kenal Ukhti, oiya tadi kalian bilang santri di pesantren Al-ikhlas, kok bisa di sini ? " tanya Arkan
" Hehehe gimana lagi ya kabur la Kak " Kata Della.
" Isshhh ralat Dell, bukannya kabur tapi pergi diam-diam " kata Fiah.
" Hmmm, lagian kita juga mau balik kok " kata Airin.
Arkan yang mendengar perkataan Trio Curut sontak kaget, lalu geleng-geleng kepala mendengar kelakuan tiga gadis yang sedang bersamanya.
" Kak Arkan mau ikut ke pesantren gak, ini kita udah mau balik keburu ketahuan " kata Fiah cengengesan.
" Kalau begitu kalian ikut di mobil saya saja, kebetulan saya bawa mobil " kata Arkan.
" Asiyyaaaapppp " kata Trio Curut kompak.