NovelToon NovelToon
My Secretary

My Secretary

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Sekretaris lamanya tiba-tiba mengundurkan diri. Dion menyuruh asisten pribadinya untuk merekrut sekretaris baru.
Dia terkejut ketika tau bahwa sekretaris barunya adalah sangat mantan istri yang telah kembali setelah hampir 5 tahun meninggalkannya.

Dion kecewa, dia menaruh kebencian pada mantan istrinya yang pergi dalam keadaan hamil tanpa sepengetahuan dirinya. Kemudian datang kembali dengan membawa anak laki-laki berusia 4 tahun.

Bagaimana Dion bisa fokus bekerja ketika harus bersanding dengan sang mantan istri setiap hari.?
Mungkinkah rasa benci akan kembali berubah menjadi cinta.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Setelah 1 bulan bertahan di apartemen Dion, akhirnya Keyla bisa membujuk Dion untuk membiarkan dia dan Leo tinggal di tempat terpisah. Meskipun pada akhirnya harus tetap berdampingan setiap hari lantaran Dion menyewakan apartemen untuk Keyla tepat di samping apartemennya.

Awalnya Dion keberatan, lama-lama tidak tega karna Keyla terus memohon padanya.

Sore itu Dion membantu Keyla memindahkan barang-barang dan mainan milik Leo.

Kepindahan mereka ke apartemen lain, membuat Leo terus bertanya. Anak itu terlihat sedih karna harus pisah tempat tinggal dengan Dion.

Sesekali merengek, meminta untuk tinggal di apartemen Dion saja.

"Rumah Papa di sebelah, Leo bisa main kapan saja ke rumah Papa." Bujuk Dion pada putranya yang terus memasang wajah cemberut sejak tadi.

"Tapi Leo mau tidur sama Papa." Seru Leo kesal.

"Kalau begitu nanti malam Papa akan tidur disini sama Leo." Ucap Dion sembari merangkul Leo dan mengajaknya pergi ke kamar putranya.

"Horee,,," Leo teriak senang.

Keyla yang melihat interaksi keduanya hanya bisa tersenyum tipis dengan gelengan kepala. Keyla kemudian melanjutkan untuk membereskan barang-barang yang tadi di bawakan oleh Dion.

Menjelang makan malam, Dion memesan makanan untuk mereka bertiga.

Tadinya ingin mengajak Keyla dan Leo makan malam diluar, tapi Keyla menolak karna dia kelelahan setelah menata kamarnya dan kamar Leo.

Keyla sudah menata makan malam yang tadi baru saja di antar ke apartemennya. Dia lalu bergegas memanggil Dion dan Leo. Dua laki-laki itu sangat lengket dan lupa waktu kalau sedang berduaan.

Sejak beberapa jam yang lalu duduk di ruang keluarga, serius menonton layar besar di depannya.

Memutar film kartun kesukaan Leo.

"Apa belum selesai menontonnya.?"

Keyla berjalan menghampiri keduanya yang sedang serius menonton.

"Ayo makan dulu." Ajaknya.

"Sebentar Mah, ini seru." Sahut Leo. Dia hanya melirik Keyla sekilas dan kembali menonton.

Dion sejak tadi sudah menoleh, tapi hanya diam saja.

"Sudah waktunya makan Di," Tutur Keyla. Dia sedang meminta tolong agar Dion ikut membujuk Leo supaya mau makan malam lebih dulu.

"Bawa saja makanan Leo kesini, biar aku yang suapi." Sahut Dion. Dia enggan mengganggu kesenangan putranya yang sedang asik menonton.

Perintah Dion langsung di tolak oleh Keyla dengan gelengan kepala.

"Aku membiasakan Leo untuk makan di meja makan sejak kecil." Tuturnya.

"Jadi sebaiknya bantu bujuk Leo, kamu juga harus makan." Keyla sedikit memohon.

"Baiklah,," Dion menurut. Entah karna malas untuk berdebat atau setuju dengan cara Keyla mendidik Leo.

"Ayo anak Papa yang tampan, kita makan dulu." Dion langsung mematikan TV. Semudah itu menggendong Leo dan membawanya ke ruang makan tanpa ada penolakan.

Keyla tersenyum tipis, lalu berjalan mengikuti Dion di belakangnya.

...*****...

Keyla keluar dari kamarnya. Tenggorokannya yang kering memaksa Keyla harus bangun di tengah-tengah tidurnya yang pulas.

Dia beranjak ke dapur, mengambil gelas dan mengisinya penuh dengan air mineral.

Hanya sekali teguk, air di delam gelas sudah berpindah ke perutnya.

Dia meletakkan gelas kosong itu. Saat berbalik badan untuk beranjak dari dapur, Keyla terperanjat kaget lantaran ada Dion yang entah sejak kapan berdiri di belakangnya.

"Ya ampun Di,, kamu membuatku kaget." Keyla memegangi dadanya. Jantungnya berdetak kencang akibat ulah Dion.

Laki-laki itu masih memasang wajah datar, dia tidak memberikan respon. Lalu mengambil air minum dan meneguknya cepat.

Keyla menggelengkan kepala sembari berlalu dari dapur. Sepertinya Dion sedang dalam mode badmood dan enggan untuk bicara.

"Loh,, kenapa ke kamarku.?" Keyla membulatkan matanya. Diam-diam Dion membuntutinya dari belakang dan kini sudah berada di depannya, hendak membuka pintu kamar.

"Aku tidak bisa tidur." Jawab Dion santai. Dia lalu membuka pintu dan masuk begitu saja ke kamar Keyla.

"Apa.? Dia tidak bisa tidur.?" Gumam Keyla lirih.

"Lalu kenapa masuk ke kamarku.?" Keyla bingung sendiri. Tapi sesaat kemudian langsung melotot karna teringat kebiasaan Dion dulu setiap kali dia bilang tidak bisa tidur.

"Di,, Di,,," Panggil Keyla panik. Dia buru - buru menyusul Dion ke kamar untuk mengusirnya keluar.

"Jangan macam - macam Di, aku tidak mau,,,

Dion menghentikan langkah dan langung berbalik badan, membuat Keyla langsung bungkam dan menelan saliva melihat tatapan Dion.

"Tidak mau apa.?" Sebelah alis Dion terangkat.

"A,,aaku,,,," Keyla jadi gugup dan salah tingkah.

"Maksudku,, aku tidak mau kita tidur satu ranjang lagi. Kenapa tidak kembali ke kamar Leo.?" Keyla tidak berani menatap Dion. Laki-laki itu memang meresahkan. Terkadang sering membuatnya kesal, tapi tak jarang membuatnya tidak karuan dengan tatapannya.

"Memangnya kenapa.? Aku hanya tidur, tidak akan berbuat macam-macam." Ujar Dion enteng. Dia beranjak ke ranjang, tidak memperdulikan larangan Keyla yang menolaknya tidur satu ranjang.

"Kalau begitu aku akan tidur di kamar Leo." Keyla hendak pergi, namun hal itu membuat Dion berjalan cepat ke arah pintu. Menghalangi langkah Keyla yang akan keluar dari kamar.

Dion menutup pintu lalu menguncinya, menarik kunci itu dan memasukkannya kedalam saku celana bagian depan.

"Di, kamu mau apa.?! Sudah aku bilang aku tidak mau kita tidur satu ranjang lagi.!" Geram Keyla kesal.

"Jangan memperlakukanku seperti ini.! Kamu pikir aku bisa dijadikan,,,

"Diam.!" Tegas Dion sembari meletakkan jari telunjuknya di bibir Keyla.

"Sudah aku bilang, aku tidak akan macam-macam. Ayo tidur." Dion menarik tangan Keyla, menuntunnya ke ranjang.

"Kenapa kamu selalu seenaknya sendiri.! Dasar pemaksa.!" Ketua Keyla. Dion acuh saja walaupun Keyla mencibirnya.

"Cepat naik.! Atau mau aku naikin.?" Ucap Dion tegas. Keyla semakin melotot di buatnya. Entah setan apa yang merasuki Dion sampai laki-laki itu jadi seperti ini.

"Apa maksud kamu.?" Keyla terlihat kesal. Dia masih saja berdiri di sisi ranjang.

"Jangan pura-pura, kamu ahlinya." Jawab Dion cepat. Dia naik ke atas ranjang dan menarik Keyla hingga ikut berbaring di ranjang.

"Astaga Di.! Kenapa kamu jadi gila seperti ini." Keyla memukul dan mendorong dada Dion lantaran Dion mendekapnya erat.

"Apa kamu bilang.?!" Seru Dion tak terima.

"Aku gila.? Berani sekali menyebutku gila.!"

"Kamu sudah bosan bekerja.?" Tanya Dion dengan nada ancaman.

Keyla berdecak kesal. Dion selalu mencampur adukan masalah pribadi dengan pekerjaan.

"Kenapa.? Kamu mau memecat ku.? Pecat saja, aku masih bisa bekerja di perusahaan lain." Keyla terlihat acuh, dia tidak takut jika Dion memecatnya.

"Bekerja perusahaan Vano misalnya. Aku bisa meminta tolong pada Arkan." Ujar Keyla. Sudut bibir terangkat. Senyum yang terlihat meledek sekaligus menantang Dion.

Mungkin memang Dion harus di lawan sekali-kali agar tidak seenaknya sendiri.

"Coba saja kalau berani meminta tolong padanya.!" Geram Dion.

"Tentu saja berani, memangnya kenapa.?" Keyla semakin menantang Dion. Tidak perduli dengan raut wajah Dion yang memerah karna menahan amarah.

"Aku bebas meminta tolong pada siapapun, selagi orang itu baik dan tulus menolongku. Jadi apa yang harus aku taku,,, Euuummm,,,!!"

Keyla memberontak. Kedua tangannya memukuli dada Dion. Tiba-tiba saja Dion membungkam mulutnya dengan cium an panas. Menye-s*p dan melu-m*tnya rakus. Tidak memberikan ruang pada Keyla untuk bicara.

"Eumm,,, euum,,!!" Teriakan Keyla tidak bisa keluar karna mulutnya di bungkam rapat bibir Dion.

"Huh,, huh,, huh,,," Nafas Keyla tersenggal. Dia hampir saja kehabisan nafas gara-gara ulah gila Dion.

"Lakukan saja kalau kamu ingin di cium seperti tadi.!" Ancam Dion.

"Diiii,,,! Kamu itu benar-benar,,,

"Apa.? Mau lagi.?" Dion menaikan sebelah alisnya untuk menggoda Keyla.

"Ckk,,!" Keyla berdecak. Dia memilih membelakangi Dion dan membuat jarak cukup jauh darinya.

Dibalik punggung Keyla, ada seulas senyum yang mengembang sempurna.

1
Netty Netty
good
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Netty Netty
coba posisi name di balik😤
Netty Netty
Lucu pakAi banget dah kayla,,, 🤣🤣🤣
Netty Netty
Baca pesona sang Duda dulu 💪
Netty Netty
masih bingung ya ceritanya
Lina RA
sebenarnya agak kasian ya liat keyla, g diizinkan u punya kputusan sendiri. tempat tinggal saja sll diatur2
SLina
vano dan celine kan sama2 udh putus urat malu kalau masalah enak2an 🤣🤣🤣
SLina
lanjutkan, km tim hore mu mas arkan 🤣
Ahmad Fawaid
lho kasian sih jho, lho udah niat aja udah kalah start sama dion
🤣🤣🤣
ayu cantik
suka
antha mom
happy ending
Gintania nia
bagus
Anonim
ini cerita nya kaya loncat loncat apa ada bab yg udh di hps sama outhor
Rahmi Mamimima
pantes aja william se marah itu
km sndri jg salah key
laki2 mana yg mau di peralat
irma hidayat
ternyata Dion nyelup perempuan lain
MamDeyh
Knp ya Keyla ini kok lembek bgt. Dion jg pedes bgt kata2 nya serasa yg paling tersakiti.
MamDeyh
Bego ahhh Keyla
Linda Antikasari
Luar biasa
Atisa
Buruk
tuti sriyono
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!