Novel ini bercerita tentang Danny Sang Raja Gangster
Danny adalah sang pemimpin Geng warrior, Geng mafia nomor satu di indonesia.
Namun walaupun Danny adalah seseorang yang sangat berkuasa dan memiliki harta yang sangat berlimpah, Danny tetap tidak pernah merasa bahagia karna mengingat masa lalu nya yang begitu menyakitkan.
Akan tetapi Danny tanpa disengaja kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahannya, yaitu melindungi semua orang yang paling dicintai dan disayanginya.
Namun disamping kata melindungi, Danny juga sangat ingin membalas dendam kepada semua orang yang pernah menyakiti orang-orang tercintanya.
Bagaimana cara Danny melindungi semua orang yang dicintainya dan membalas dendam semua orang yang dibencinya?
Yuk ikutin keseruan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tri wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 35 : Tidak Boleh Ikut
Mereka berlima mengobrol dengan sangat riang dan gembira. Melihat suasana diantara Willy dan Dini sudah mulai canggung dan malu-malu, mereka berlima mencoba mencari topik pembicaraan lain.
"Danny, apakah kamu sungguh tidak bisa ikut? Bila sama Dini saja ikut pergi ke Pasar Malam, masa kamu tidak? apa kamu tidak mau temani Bila?" ujar Andre yang terus membujuk Danny untuk ikut ke Pasar Malam bersama mereka.
Karena pertanyaan Andre, seketika membuat suasana di meja mereka menjadi tenang, dan terlihat ekspresi berharap dari Bila, Dini, Andre dan Willy.
Melihat pacar dan teman-temannya yang sangat berharap, Danny yang sudah terlanjut berbohong hanya bisa menghela nafasnya.
"Haahh..., maaf teman-teman, aku sungguh tidak dapat perhi bersama dengan kalian. Bagaimana jika kita pergi Pasar Malamnya besok malam saja?, jika besok malaam aku yakin, aku pasti ada waktu untuk pergi!" ujar Danny pada Pacar dan teman-temannnya.
Melihat Danny yang benar-benar tidak bisa pergi ke Pasar Malam, mereka berempat pun tidak ingin memaksa Danny lagi.
"Ya sudah deh, kalau kamu tidak bisa pergi malam ini tidak apa-apa. Tapi lain kali, kamu harus bisa pergi okey!" ujar Andre pada Danny.
"Yah, aku pasti bisa pergi!" kata Danny sambil tersenyum dan menganggukan kepala.
Kemudian waktu pun berlalu dengan cepat, jam demi jam telah lewat dan jam pulang sekolah pun telah tiba.
Bel pulang sekolah berbunyi dengan kencang membuat seluruh murid merasa gembira dan kegirangan.
Terlihat di kelas 12 C semua murid sedang sibuk membereskan buku dan pena mereka, dan memasukannya ke dalam Tas.
Tampak Danny dan Dini sedang menunggu Bila yang sedang sibuk membereskan buku dan penanya.
Setelah itu mereka bertiga berjalan bersama keluar dari kelas 12 C dan berjalan menuju ke gerbang sekolah.
Sambil berjalan menuju ke gerbang sekolah, mereka bertiga pun mulai mengobrol.
"Danny, hari ini kamu tidak perlu mengantar aku pulang, aku akan pulang bersama dengan Dini saja. Kami berdua ada sesuatu yang harus kami beli terlebih dahulu!." kata Bila pada Danny.
"Ya sudah sekalian aku temani saja!" ujar Danny dengan sangat santai dan senang hati.
"Tidak boleh!" kata Bila dan Dini dengan tegas hingga membuat Danny merasa terkejut dan bingung.
"Kenapa tidak boleh?" tanya Danny yang merasa sangat heran dan penasaran.
"Pokoknya kamu tidak boleh ikut. Kami ingin membeli sesuatu yang kamu tidak boleh tahu!" kata Dini dengan tegas.
Mendengar perkataan Dini, nembuat Danny semakin merasa heran dan penasaran dengan sesuatu apa yang ingin dibeli oleh Bila dan Dini, hingga mereka tidak memperbolehkannya untuk ikut menemani mereka.
"Hmmm..., memang kalian ingin pergi beli apa?, kenapa aku tidak boleh ikut?. Jika kalian tidak mau kasih tahu aku, aku akan maksa untuk ikut dengan kalian!" kata Danny yang sangat bersih keras untuk ikut pergi menemani Bila dan Dini.
"Kau!" kata Dini yang merasa sangat kesal dan jengkel pada Danny yang sangat bersih keras untuk ikut.
Melihat Danny yang sangat bersih keras untuk pergi menemani mereka pergi, maka Bila dengan terpaksa mengatakannya agar membuat Danny tidak ingin pergi.
"Kamu kemari!" kata Bila menyuruh agar Danny mendekat padanya.
Melihat Bila yang ingin mengatakannya, seketika membuat Dini langsung menjadi panik dan malu hingga membuat wajahnya merona.
Disisi lain, Danny yang merasa heran dan penasaran, dengan cepat langsung mendekat pada Bila.
Melihat Bila yang benar-benar ingin mengatakannya pada Danny, Dini yang merasa panik mencoba untuk menghentikannya.
Namun sudah terlambat, karena Bila sudah mulai berbisik dan mengatakan semuanya pada Danny.
"Dini sedang datang bulan. Dia sedang kehabisan pembalut, jadi memintaku untuk menemaninya!" kata Bila membisiki Danny.
Setelah selesai mendengar itu, Danny tersenyum dan menahan tawanya.
"Ya sudah, kalau begitu aku tidak akan ikut dengan kalian. Tapi ingat kalian harus berhati-hati saat berada dijalan, ada banyak orang jahat dimana-mana!" ujar Danny mengingatkan Bila dan Dini.
Mendengar peringatan dari Danny, membuat Bila tersenyum dan menganggukan kepalanya secara perlahan.
Disamping Bila yang sedang tersenyum, terlihat Dini yang sangat merasa sangat malu, kesal dan jengkel pada sepasang kekasih tersebut.
"Bila, kenapa kamu malah memberitahukannya pada Danny?, kamu tidak bisa menjaga privasiku!" kata Dini yang merasa sangat kesal dan sebal pada Bila.
"Sudahlah tidak apa-apa, Dari pada nanti Danny ikut, nanti malah jadi tambah repot!" ujar Bila sambil tersenyum tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Matamu itu tidak apa-apa! aku yang malu Bila!" ujar Dini yang merasa sangat kesal dan jengkel sambil mencubit pipi Bila.
"Aduh sakit Dini..., iyah deh maaf! aku janji lain kali pasti gak akan kasih tahu Danny lagi!" kata Bila yang sedang dicubit pipinya oleh Dini.
"Sudah terlambat Bila, kamu sudah mengatakannya!" kata Dini yang merasa sangat amat kesal dan jengkel sambi terus mencubit pipi Bila.
"Iyah Iyah, aku minta maaf!" ujar Bila yang sedang sangat merasa kesakitan pada pipinya yang dicubit oleh Dini.
Melihat Bila yang benar-benar merasa kesakitan, Dini pun akhirnya melepas cubitannya pada pipi Bila.
"Lain kali, kamu tidak boleh ulangi lagi!" kata Dini memberi peringatan pada Bila.
Mendengar peringatan dari Dini, Bila hanya patuh dan menganggukan kepalanya dengan pelan, sambil memegang pipinya yang terasa sait dan memerah karena cubitan dari Dini.
Sementara itu, Danny tampak tersenyum melihat pertengkaran Dini dan Bila.
"Jangan senyum-senyum, semua ini karena kamu yang maksa untuk ikut!" kata Dini membentak dan memarahi Danny dengan sangat galak, hingga membuat Danny yang tersenyum merasa terkejut.
"Hahaha..., ternyata benar yang orang-orang bilang, kalau perempuan lagi datang bulan, pasti galaknya nambah hahaha....!" kata Danny menertawakan Dini.
"Tutup mulutmu dasar Pria Sialan!" kata Dini yang langsung menghampiri Danny dengan tangan mengepal.
Melihat Dini yang ingin memukulnya, Danny pun langsung menghindar hingga semua pukulan yang dikerahkan oleh Bila tidak ada yang mengenainya.
Bila yang sedang merasa sakit sambil memegang pipinya hanya tersenyum, melihat Dini dan Danny yang sedang melakukan kejar-kejaran.
Dini dan Danny melakukan kejar-kejaran hingga akhirnya sampai digerbang sekolah, sedangkan Bila mengikuti mereka dari belakang.
Terlihat Dini yang merasa jengkel dan kesal karena tidak dapat menangkap dan memukul Danny.
Karena sudah merasa lelah dan nafas yang terengah-engah, akhirnya Dini berhenti mengejar Danny dan mencoba mengatur nafasnya.
Akan tetapi berbeda dengan Danny yang masih terlihat semangat dan tidak lelah sedikit pun.
"Hahaha.., kenapa tidak mengejar lagi?, apakah kamu capek?" ujar Danny yang tersenyum menertawakan Dini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
penasaran ini aku
janganlah kau php para pembaca
nanti kalau aku ngambek aku bilang sama bapa ku