Berawal dari sebuah insiden yang mengharuskan Nana menikah dengan seorang pria dingin dan arogant , yang sudah memiliki seorang anak bernama Nathan.
"Menikah ....??? Menjadi ibu tiri ....??? apa yang harus aku lakukan , ku harap ini semua hanya mimpi " ucap Nana sambil membenturkan kepalanya kedinding.
" Menikahlah denganku , maka hidupmu akan terjamin " ucap Nathan dengan sikap angkuhnya.
Bisakah Nana yang periang menghadapi sikap Nathan yang terkenal arogant dan dingin ?
Bagaimana kekocakan Nana dalam menghadapi Nino sang anak tiri yang terkenal arogant juga....
Ikuti terus jalan ceritanya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah
Nathan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya .
" Apa ini ? " tanya Nana
" Bukalah " ucap Nathan .
Nana pun mengambil kotak tersebut lalu membukanya .
" Ini ? " ucap Nana .
" Itu untukmu , pakailah " ucap Nathan sambil tersenyum .
" Terima kasih " ucap Nana
" Maaf , karena aku telah melupakan hari ulang tahunmu " ucap Nathan tulus .
" Degh ! " Jantung Nana tiba tiba berdegup kencang .
Sebenarnya Nana juga mulai merasakan benih benih cinta yang tumbuh dalam hatinya , namun dia tepis karena dirinya tak mau sakit hati karena mencintai Nathan yang baginya sulit untuk ia gapai . Menurut Nana perbedaan mereka sangatlah jauh . Ada dinding pemisah yang begitu besar diantara mereka .
" Tidak . Aku tidak boleh jatuh cinta padanya " batin Nana .
" Tidak apa apa , aku sudah terbiasa merayakannya seorang diri " ucap Nana memaksakan senyumannya .
" Maaf , apakah kita sudah bisa pergi menjemput Nino ? " tanya Nana menghilangkan suasana yang dirasa sangat canggung .
" Baiklah " jawab Nathan .
Didalam perjalanan hanya keheningan yang menyelimuti di diantara mereka .Setelah kejadian di Restoran , tak ada satupun dari mereka yang tampak ingin memulai pembicaraan .
" Kenapa kalian telat sekali menjemput ku ? " ucap Nino memasang wajah kesal .
" Maafkan papa ya . Tadi di kantor , papa bertemu dengan beruang besar sedang tertidur . Jadi papa tak berani untuk membangunkannya takut digigit " ucap Nathan dan melirik Nana sekilas .
" Benarkah di kantor papa ada seekor beruang yang sangat besar ? Kalau begitu besok Nino mau ke kantor papa untuk melihat beruang itu " ucap Nino antusias yang mendapati anggukan dari Nathan .
" Sial !! Dia menyindirku .Siapa suruh ngajak kekantor tapi gak di kasi kerjaan apa apa " batin Nana .
Sedangkan di bandara terbesar negara K .
" Akhirnya sampai juga " Ucap seorang wanita yang terlihat anggun sedang melepaskan kacamatanya yang tak lain adalah Anna .
" Hey , apa kau sudah lama menungguku " ucap seorang pria .
" Andre ?? Bagaimana kau bisa tahu aku pulang hari ini " ucap Anna sembari tersenyum manis .
" Siapa yang akan tidak tahu kedatangan model terkenal sepertimu . Wajahmu terpajang di setiap sudut berita , sampai sampai aku lelah melihatnya " ucap Andre .
" Benarkah ? " ucap Anna tersenyum senang .
Anna merasa sangat senang karena kerja kerasnya selama ini telah membuahkan hasil . Bertahun tahun dia meniti karier , berjuang dari nol hingga bisa mencapai pada titik tertinggi seperti sekarang .
" Apa kau hanya sendirian menjemput ku ? " tanya Anna .
Andre hanya bisa menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Anna , dia tak tahu harus menjelaskan darimana soal Nathan padanya . Andre takut membuat wanita itu kecewa jika tahu kenyataan tentang Nathan saat ini . Biarlah Nathan yang akan menjelaskannya sendiri nanti pikir Andre .
" 'Ayo , akan ku bawa kau ke suatu tempat yang hits di kota ini " ucap Andre mengalihkan pembicaraan .
" Benarkah itu " jawab Anna antusias .
" Kau sedang meremehkan seleraku " ucap Andre sambil menyilangkan kedua tangannya .
Anna hanya tersenyum melihat tingkah Andre .
Di mansion .
Nana terlihat sedang santai menonton tv .
" Apa dia tidak bosan melihat benda kotak itu sedari tadi " batin Nathan kesal karena merasa terabaikan oleh Nana .
" 'Hey kau , sana matikan lampu cepat !! aku mau tidur " ketus Nathan .
" Tidur ? apa pria itu sudah gila mau tidur jam segini " batin Nana melihat jam dinding yang menunjukkan masih pukul delapan malam .
" Baik sayang " ucap Nana berjalan gontai hendak mematikan lampu .
" Kau mau kemana ? " tanya Nathan yang melihat Nana hendak keluar dari kamar .
" Aku mau nonton ke ruang tamu sayang , agar tak mengganggu tidurmu " ucap Nana mengeluarkan senyum termanisnya .
" Kemarilah , atau kau akan ku hukum " ucap Nathan merebahkan tubuhnya .
" Dasar pria iblis , tak bisakah kau tak menyiksaku hanya semenit saja " batin Nana kesal .