Meidina Mayangsari tak menyangka akan terjebak dalam kehidupan Presdir yang begitu arogan, dia menjadi asisten pribadi.
di kelilingi oleh pria pria tampan, siapa yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya? nikmati ceritanya dan ingat ini novel 21++++
seoson 2
Samuel harus menerima kenyataan pahit karena kecelakaan yang di alami, tapi dia bersyukur wanita yang di cintainya tetap berada di sisinya.
akankah mereka bersama kita lanjutkan baca ceritanya cuzz.... tetap dengan21++
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
marah pada bos.
Mei pun membawa kopi itu ke ruangan Ron, dan pria itu kaget melihat perubahan di wajah Mei.
"ada apa? apa ada yang menganggu mu? katakanlah."
"iya, dan itu adalah kamu bos, bikin kesal saja," jawab Mei menaruh kopi di meja.
"memangnya ada apa sih sayang, coba katakan padaku," kata Ron menahan tangan Mei.
"aku hanya kesal saja, semua pegawai memujiku padahal tak ada yang pernah bertemu dengan ku, karena aku yang jarang keluar dan ikut acara-acara di kantor mu," gumam Mei.
"kamu marah tentang itu, maafkan aku yang selama ini melarang mu datang," jawab Ron.
"bukan seperti itu, aku tau yang kamu lakukan itu demi melindungi kami, terutama dari musuh-musuh mu, tapi bisakah kita mengundang semua pegawai kantor saat merayakan ulang tahun Sam atau Ben?" tanya Mei sambil memohon.
"baiklah, aku akan melakukan apapun keinginan mu, dan akan ku tunjukkan pada dunia betapa cantik istriku ini."
Mei pun tersipu mendengar ucapan Ron pada dirinya, "sudah aku mau kembali bekerja," kata Mei yang ingin pergi.
"lupakan, sekarang sudah waktunya makan siang, kita ke kantin perusahaan untuk makan siang, karena cuaca sedang sangat panas untuk mu," ajak Ron.
"ah maafkan aku, yang tak memperhatikan waktu, dan tolong telpon Widya, tanyakan tentang anak-anak padanya," kata Mei.
"baiklah, tapi sebelum itu lebih baik pompa ASI milikmu dulu,"kata Ron menginggatkan istrinya itu.
"aduh aku lupa, itulah kenapa dari tadi d*d* ku terasa begitu nyeri."
Ron pun tersenyum melihat reaksi Mei, Ron pun menghubungi rumah untuk mengambil ASI untuk bayi Ben.
Mei sedang memompa ASI di ruangan pribadi milik Ron, tak lama pak Hars datang sambil membawa tas khusus.
para pegawai sudah makan siang, pak Hars langsung masuk ke kantor Presdir dan bersamaan dengan Mei yang sudah selesai.
pak Hars langsung pamit pulang setelah mengambil apa yang di perintahkan.
kini Fred mendorong kursi roda Ron ke lift bersama Mei, saat sampai di kantin semua pegawai terlihat menikmati waktu istirahat makan siang.
mereka bertiga langsung menuju ruangan khusus, dan di meja juga sudah tersedia semua makanan yang biasa di makan oleh Ron dan Fred.
"kenapa menu di kantin perusahaan begitu menarik, apa menu setiap hari seperti ini?" tanya Mei.
"tentu asisten Presdir, ini adalah menu yang khusus di buat untuk tuan sesuai dengan daftar yang pernah anda buat," jawab Fred.
"panggil Mei saja," kesal Mei mendengar ucapan Fred yang terlalu kaku dan formal padanya.
"maaf aku tak nyaman hanya memanggil nama anda," jawab Fred.
"sudah-sudah itu keinginannya, sekarang kamu makan yang banyak, karena aku tak mau kamu jadi kurus karena kegiatan mu," kata Ron memberikan steak yang sudah terpotong.
"terima kasih bos," jawab Mei tersenyum.
Fred pun harus ekstra sabar melihat keduanya, apalagi dia yang memang belum memiliki kekasih.
"kalau sudah selesai makan, biasanya kalian melakukan apa?" tanya Mei penasaran.
pasalnya di perusahaan milik ton di berikan waktu tambahan setengah jam saat istirahat makan siang.
"kami akan berada di rooftop, mau lihat," ajak Ron.
Mei pun mengangguk, tapi saat akan pergi, Ersa menghadang ketiganya.
"minggir, jangan menghalangi jalan kami," usir Fred pada wanita itu.
"tidak, bos aku mohon biarkan aku jadi sekertaris mu lagi, selama ini pekerjaan ku tak pernah salah bukan," kata Ersa.
"apa menurutmu pekerjaan beres Mei?" tanya Ron melirik wanita di belakangnya itu.
"tidak, jadwal begitu berantakan, dan ada beberapa file yang tak jelas serta aku menemukan beberapa laporan yang Janggal, dan asisten Fred sedang memeriksa itu," jawab Mei.
"dasar wanita buruk rupa, diamlah!" bentaknya.
"kamu yang diam! siapa kamu hingga berani menghina asistenku, Fred panggil security dan usir wanita itu," perintah Ron.
"tidak tuan, aku bisa melakukan apapun untuk memuaskan anda, jangan usir saya, karena saya lebih berguna dari asisten buruk itu," kata Ersa memohon dan menangis.
"aku melihat semua dari pekerjaan kalian bukan tampang, buat apa cantik jika sikapmu buruk," kata Ron.
Mei pun mendorong kursi roda Ron menerobos semua orang, Ersa yang marah pun menjambak rambut Mei.
Mei pun berbalik dan menampar pipi wanita itu dengan keras. "aku sudah cukup diam, jangan berani menghina ku atau bahkan menggoda bos ku, atau aku pastikan wajahmu akan ku buat cacat selamanya."
semua pegawai yang menonton tak mengira di balik senyuman yang begitu ramah, Mei bisa begitu kasar.
Ersa pun di seret keluar oleh dua security, dan kini Mei dan Ron sudah berada di rooftop.
"dasar wanita sialan! ingin rasanya aku membunuh dan merusak wajahnya itu, karena berani menggoda kekasihku yang tampan, HAH!" teriak Mei melepaskan semua kekesalannya.
Ron hanya tertawa melihat tingkah Mei yang hampir hilang kendali saat menghadapi Ersa.
"sudah lega?".
Mei pun melihat Ron dan mengangguk lega, setelah itu dia pun duduk di pangkuan Ron.
"kenapa kamu begitu di gilai oleh wanita, aku tak menyukai itu," gumam Mei.
"mau bagaimana lagi, mereka mungkin hanya melihat harta dan tampang ku," jawab Ron.
"tapi aku tak menyukai itu, kamu itu hanya milikku, titik."
"iya mommy sayang, aku hanya milikmu seorang, karena bagiku hanya kamu yang ada di hidupku, dari awal hingga akhir," jawab Ron.
keduanya pun berpelukan dengan erat, setelah itu Mei membantu Ron untuk berdiri.
tapi Ron tak bisa, Mei pun menghubungi dokter yang merawat Ron.
dokter mengatakan, jika Ron harus terus berusaha untuk belajar berjalan, apalagi dia juga sudah melakukan operasi untuk membuatnya bisa berjalan, meski butuh waktu yang lama.
Fred sudah menyiapkan ruang rapat, dan menjemput calon rekan bisnis yang akan berinvestasi dalam jumlah yang besar.
Mei datang dengan mendorong kursi roda Ron sampai ke ruang rapat, semua orang berdiri menyambut Ron.
tapi Mei terkejut melihat orang yang sedang tersenyum kearahnya dan Ron.
"pria brengsek ini kenapa bisa datang kemari," gumam Mei marah.
"apa kamu mengenal Vasco Armani?" tanya Ron lirih.
"sangat mengenalnya, bahkan begitu dalam," jawab Mei menggenggam erat kursi roda Ron.
Ron pun tau perubahan emosi istrinya yang begitu besar, dan Mei tak pernah menunjukkan emosi seburuk itu selama ini.
"silahkan semuanya duduk," kata ton mempersilakan.
"saya tak mengira jika tuan Ronald bisa secepat ini kembali ke perusahaannya," kata Vasco tersenyum penuh arti.
"karena perusahaan ini akan pincang jika salah satu pilarnya rusak," jawab Ron.
sukses.....semangat
mksh
sukses....semangat
mksh
biar kebuka kedok widya,,,
Dan mei bisa balikan dgn david
ron jg penjahat
orang baik mah harusnya gak nyulik kek gt, mey jelas punya keluarga malah diculik.
parah gilak
coba dia ga bawa pergi si mei, david jelas berubah baik kok.
maling treak maling ini mah namanya