Menikah hal yang tidak pernah terbesit dalam benak Elvira Nararya, seorang CEO bernama Khuza Gautama mengambilnya sebagai teman hidup karena inside pemerkosaan, alasan yang mendasar Khuza ingin menikahi Elvira adalah untuk menutupi aib perusahaan.
Namun seiring berjalannya waktu, Elvira akhirnya tahu bahwa semuanya hanyalah sandiwara, Khuza memperkosanya karena ingin mendapatkan keturunan, sebab kekasihnya yang berstatus model terkenal itu tidak ingin mengandung dan merusak penampilannya.
Elvira yang sudah tahu kebenarannya diam-diam mengikuti sandiwara mereka dan berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang hidupnya yang hanya di jadikan taming, lebih tepatnya alat untuk mendapatkan keturunan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hildayanti intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
makan malam sendiri
Terlihat Yirus menghela nafasnya dengan berat "ya terserah nyonya saja, jika sebutan paman menyenangkan untuk anda".
"Yey gitu dong paman". Elvi sangat senang.
"Nyonya cincin itu.. hmm dari mana anda mendapatkan Nya?". Yirus menunjuk cincin kuno pemberian Khuza Kemarin.
"Cincin ini pemberian Khuza sebagai hadiah ulang tahun ku, dia melarang ku untuk melepaskannya paman, katanya sih cuma satu di dunia tapi aku juga nggak tahu benar apa nggak". Jawab Elvi samba melihat cincin berlian kuno tersebut.
"Ah begitu ya, hmm saya mengerti kalau begitu saya pamit nyonya, Oyah jangan terlalu keras berfikir, semuanya akan indah pada waktunya.. perpisahan bukan lah akhirnya dari segalanya nyonya, biarkan si bodoh itu pergi dengan wanita gilanya". Geram Yirus, sedangkan Elvi malah sempat terkekeh di buatnya.
"Baiklah paman berhati-hatilah di jalan, aku disini akan baik-baik saja". Elvi terseyum lebar.
Yirus pun akhirnya pergi dari sana, meskipun dia gagal menasehati Khuza tapi Yirus Sudah berjanji pada dirinya untuk menjaga Elvi dan anaknya, yah Yirus sudah mengerakan segala cara untuk membuka mata hati Khuza namun apa daya pria bodoh itu malah mengabaikan nasehatnya dan memilih keegoisannya untuk tetap hidup dan pergi bersama melodi ke Amerika.
Berhubung dengan paparazi yang masih terus mengganggu melodi dia akhirnya membujuk Khuza untuk pergi menemaninya selama sebulan ke Amerika dengan alasan begitu depresi melihat dunia Maya yang terus menghujat Nya, awalnya Khuza menolak namun tidak lama Khuza luluh juga karena ancaman Melodi yang ngotot untuk pergi ke Amerika, dan jika Khuza tidak pergi bersamanya maka melodi mengancam akan mengakhiri hubungan mereka.
Jelas sebagai pria yang tidak ingin kehilangan sosok wanita yang mirip dengan ibunya hanya bisa pasrah dan mengikuti segala kemauan melodi, Khuza tidak tahu saja bahwa itu adalah rencana melodi untuk memisahkannya dengan Elvi, karena Melodi benar-benar sudah terusik oleh kehadiran Elvi.
Kembali ke apartemen Elvi
"Nyonya mari biar saya saja yang menata baju-bajunya, di dapur Sudah ada makan malam, nyonya bisa makan malam terlebih dahulu". Kata pelayan yang akan bersama Elvi di apartemen super mewah itu..
"Eh, aku sampai lupa ada kamu, Oyah aku belum mengenal mu bisa kau perkenalkan dulu diri mu?". Elvi bangkit dan duduk di sofa, kakinya sedikit keram karena duduk melipat kaki tentu itu tidak bagus untuk ibu hamil.
Dengan sigap pelayan tersebut mengambil alih untuk menata semua barang-barang Elvi dan menyusunnya dengan rapih ke dalam lemari.
"Nama saya Audi nyonya, sebelumnya saya sudah pernah bekerja menjadi asisten rumah tangga di korea, hanya saja tidak lama, karena saya tidak bisa jauh-jauh dari makanan Indonesia, juga segala kebutuhan di sana mahal sehingga saya memutuskan untuk kembali dan mendapatkan tawaran dari tuan Yirus untuk bekerja di apartemen ini". Jelas Audi.
"Oh jadi nama mu Audi, berapa umur mu Sekarang dan Oyah berapa lama kamu tinggal di Korea, aku juga pengen loh kesana cuma sayang aku nggak bisa karena tidak memiliki cukup uang".
"Hmm.. umur saya sudah 30 tahun nyonya, saya bekerja di Korea hanya sampai dua tahun.. dan Oyah bukan kah nyonya orang kaya masa iya nggak pernah ke Korea jalan-jalan gitu, mengenai uang.. nyonya pasti hanya bercanda kan, hmm Nyonya tidak akan mungkin tinggal disini jika bukan orang kaya". Audi terkekeh, dia merasa Nyonya Nya adalah orang yang rendah hati.
"Hey aku serius".
"ini hanya uang kompensasi dari Khuza karena ingin menceraikan kan ku". Batin Elvi namun enggan membicarakan hal tersebut pada Audi.
"Oyah umur kita tidak jauh berbeda tapi kau lebih tua dari ku beberapa tahun, jadi jika ku panggil Mbak boleh kan?".
"Ya tentu boleh dong nyonya, mau panggil bibi, Mbak, weiteo apapun kan Nyonya yang gaji saya". Terdengar Audi orang yang asik dan mudah bergaul, tidak salah Yirus mempekerjakan orang yang bisa di ajak bicara tanpa malu dan gugup seperti Audi.
"Weiteo itu apa?". Tanya Elvi penasaran.
"Weiteo itu pelayan nyonya, saya kadang-kadang di panggil weiteo oleh majikan saya pas di Korea dulu".
"Oyah, keren juga ya, hmm pasti kau menguasai bahasa Korea ya, kapan-kapan ajari aku ya". Terlihat Elvi sangat antusias.
"Siap nyonya, Oyah nyonya makan malam dulu entar sup ubinya keburu dingin loh".
"Kamu masak sup ubi?" Elvi terlihat semakin antusias.
"Yah sebagai hidangan penutup nyonya". Audi tersenyum.
"Wah.. aku suka sup ubi, mengapa tidak memberitahu ku dari tadi". Jawab Elvi lalu segera berjalan ke dapur..
"Ck..ck nyonya nyonya kan anda yang mengajak saya mengobrol". Audi terkekeh sembari menggelengkan kepala-nya.
"Oyah Mbak, dapurnya di mana?". Tanya Elvi saat berada di depan pintu hendak turun namun belum sempat tahu dimana dapurnya, maklum lah apartemen itu sangat luas layaknya rumah elit.
"Di sebelah kanan nyonya dekat pintu masuk apartemen.. hmm kalau nyonya mau saya bisa antar ke sana".
"Ah tidak perlu Mbak, aku sudah tahu tempatnya, Oyah selesai beres-beres nanti temani saya menonton ya". Elvi pun akhirnya pergi ke meja makan.
"Siap nyonya". Masih terdengar nada antuasias dari audi.
Elvi duduk dan hanya melihat-lihat makan malam tersebut, dia mengingat apakah Khuza sudah makan malam atau belum, terasa sangat kesepian makan malam sendiri, dan menu makan malam apa yang yang sementara ia makan sekarang, ataukah dia sedang bersama Melodi..
"Ahk.. mengapa aku harus memikirkan hal itu sih, Elvi ingat hidup mu sudah berubah jangan banyak berhayal lagi... Masa depan yang cerah tengah menanti mu ". Akhirnya Elvi menepis segala bentuk kesedihan yang hampir saja meriuk masuk dalam benaknya.
"Hmm makanan ini enak.. wah suka deh sama menu makanan yang Audi siapkan". Dan akhirnya Elvi melupakan rasa rindunya pada Khuza dengan makanan yang di persiapkan Audi, benar-benar sangat enak.
Selesai makan malam Elvi ingin membereskan semuanya namun dengan cepat Audi datang dan melarangnya, dia bahkan lebih cerewet dari yang Elvi bayangkan, bahkan sikapnya amat sangat posesif padanya.
"Nyonya setelah makan langsung ke ruang tengah saja, nanti saya nyusul setelah mencuci piring.. tidak baik ibu hamil bekerja di dapur". Dengan cekatan semua piring kotor sudah berada di wastafel.
"Aku bisa membantu mu Mbak..ak".
"Tidak nyonya, jika nyonya ingin membantu saya maka dengarkan perkataan saya, pergi dan duduk dengan santai di sofa, biarkan pekerjaan ini saya yang kerjakan, lagipula saya di gaji untuk itu bukan.. saya tidak ingin di sebut pelayan durhaka nyonya". Elvi terkekeh dengan celotehan Audi,
bersambung...
author bisa tidak membedakan mana salah, mana benar, author tau tidak apa itu kesalahan selingkuh
*seorang wanita masih berstatus istri tapi berhubungan dengan pria lain
*seorang lelaki mendekati dan berhubungan dengan wanita bersuami
*seorang wanita masih berstatus istri tapi malah merencanakan pernikahan dengan pri lain
*seorang wanita berstatus istri tapi bermesraan dan kontak fisik dengan lelaki lain
*seorang istri yang melaknat suaminya tapi dia lebih menjijikan, munafik
bahkan pelacur sekalipun saat sudah menikah dia menghormati ikatan pernikahannya dan statusnya sebagai istri
maka kesimpulan nya pemeran utama wanita lebih hina dari pada pelacur
dan yang membuat novel ini egois semua kelakuan novel ini membenarkan semua kelakuan istri dan PEBINOR
sekian Terima kasih
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪