Siapapun tidak ada yang suka dengan sikap berpura-pura, mau itu berpura-pura jahat atauberpura-pura baik. Tetapi adakalanya seseorang harus bersikap berpura-pura untuk sebuah kebaikan. Begitupun dengan Andriana yang sering di panggil dengan nama pangilan Riana.
Selama satu tahun setelah kepulangannya dari Inggris Riana harus berpura-pura bersikap seperti Riana biasanya. Itu memang sulit tapi Riana bisa melakukannya tanpa ada orang yang curiga.
Hingga akhirnya satu persatu yang Riana sembunyikan terbongkar, banyak hati yang tersakiti akan hal yang Riana sembunyikan, dan yang lebih tersakiti adalah mantan pacar Riana yang Riana cintai setengah mati.
Aku mencintaimu setengah mati, jika aku bisa menukarkan nyawaku untuk kebahagiaanmu maka aku akan meminta tuhan untuk menukar nyawaku dengan kebahagiaanmu.
aku mencintamu setengah mati, jika dalam kisah Laila dan Majnun, Qays dijuluki Majnun. Maka disini akulah yang di juluki Majnun, karena aku menicntaimu dengan seluruh jiwaku. -Riana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olip05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makasih atas Jawabannya
Setelah dua hari lalu Riana menyatakan cintanya yang lebih dari sekedar saudara pada Faisal, ia langsung disuruh pulang oleh Faisal. Riana tidak mendapatkan respon apapun dari Faisal, hanya mendapatkan keterkejutan pria itu yang luar biasa.
Riana tidak memaksa pria itu menjawab pernyataan cintanya, karena Riana sudah tahu apa jawaban sang abang. Riana yakin Faisal hanya butuh waktu untuk menerima kenyataan bahwa cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.
Riana menghela napas panjang sebelum membuka pintu apartemen Faisal. Sudah cukup dua hari ini ia memberi waktu untuk Faisal memikirkan pernyataan cintanya, dan hari weekend ini Riana sengaja datang pagi-pagi ke apartemen Faisal untuk menjembput pria itu pulang ke rumah.
Di rumah sudah ada Alfa, Alfi dan Andrian yang dari semalam sudah ada di rumah. Seperti biasa, setiap weekend waktunya menghabiskan waktu bersama keluarga.
Riana melihat kesekeliling ruangan apartemen Faisal yang masih dalam keadaan gelap hanya ada cahaya dari sela jendela yang tidak tertutup gorden. Riana bisa menebak, sepertinya sang penghuni belum bangun dari tidurnya padahal jam sudah menunjukan pukul setengah puluh pagi.
Riana meletakan tas selempangnya di atas meja makan, ia berjalan ke arah jendela untuk membuka gorden agar cahaya bisa masuk kedalam, namun ketika melangkah ia tidak sengaja menendang sebuh botol kaca dekat sofa.
Riana melihat ke bawah dan mendapatkan tiga botol kaca serta dua gelas diatas meja dekat sofa. Riana meraih botol tersebut dan mencium aroma dalam botol tersebut.
Riana mengernyit mencium aroma botol tersebut, walaupun ia belum pernah menyentuh ataupun meminum minuman alkohol tapi Riana yakin botol yang ada dipegangannya adalah bekas minuman alkohol.
Riana meletakan kembali botol tersebut. apa tadi malam bang Ical mabuk? Terakhir kali aku lihat bang Ical mabuk setahun yang lalu dan kejadian buruk itu pun terjadi, semoga bang Ical tidak melakukan kesalahan apapun saat tadi malam mabuk.
Riana kembali berjalan menuju jendela, ia menarik gorden ke pinggir dan seketika ruangan itu pun terang menderang, bersamaan dengan itu pintu kamar Faisal terbuka, memunjukan pria dewasa yang hanya menggunakan celana boxer, baru bangun tidur.
Faisal menatap Riana dengan pandangan terkejut, begitupun dengan Riana. namun Riana terkejut bukan karena pemandangan Faisal yang hanya menggunakan celana boxer dan rambutnya yang berantakan, melainkan terkejut melihat pemandangan seorang wanita yang yang berada dibelakang Faisal.
Maya berdiri dibelakang Faisal dengan menggunakan kemeja putih, yang Riana yakini kemeja itu milik Faisal. Rambut Maya sama berantakannya dengan Faisal, khas orang yang baru saja bangun tidur.
Riana mengepalkan jari-jari tangannya sambil tersenyum kecil melihat dua anak manusia yang keluar dari kamar secara bersamaan. Pemikiran-pemikiran negatif langsung menyerang isi kepalanya, membayangkan jika dua orang itu telah melewati malam yang panas.
Kenapa kamu harus kaget, Riana, melihat bang Ical bangun tidur bersama kak Maya? Bang Ical sudah lebih dari lima tahun berada diluar negri, pasti sudah terbawa arus pergaulan disana. Jadi wajar saja jika bang Ical melakukan hubungan badan bersama kak Maya walaupun mereka belum punya ikatan sah. Lagi pula siapa yang tidak kuat menahan pesona kecantikan kak Maya? Lihatlah, bagaimana seksinya kak Maya memakai kemeja kebesaran milik bang Ical dan mungkin saja tadi malam mereka mabuk bersama dan melewatkan malam yang panjang. Oh pantas saja bang Ical jam setengan sepuluh baru bangun. Bangun siang bukan kebiasaan Faisal sekalipun itu dihari libur.
“Pagi Riana,” sapa Maya ramah dengan sedikit kaget melihat Riana. ia mengikat rambutnya sambil berjalan melewati Faisal yang masih berdiri mematung, berjalan ke dapur mengambil segelas air putih dan langsung meneguk habis.
Faisal dan Riana saling berpandangan dengan pandangan yang berbeda. Riana memandang pria itu dengan kecewa sedangkan Faisal memandang terkejut sekaligus merasa bersalah. Riana menghela napas panjang dan memutuskan padangannya dari Faisal.
“Pagi juga kak Maya,” balas Riana tak kalah ramah, ia mencoba menghilangkan kecanggungan yang menerpa dirinya dan berjalan mendekat pada Maya yang sudah duduk di meja makan.
“Maaf kak, pagi-pagi udah ganggu kebersamaan kak Maya sama bang Ical, tadinya aku mau jemput bang Ical pulang soalnya udah ditungguin sama orang-orang rumah,” ucap Riana. bagaimanapun ia merasa tidak enak sudah mengganggu kebersamaan kedua manusia itu.
Maya melirik sekilas pada Faisal dan terkekeh pelan, “kamu gak ganggu kok, Riana. Aku tahu, hari minggu kalian selalu dihabiskan bersama keluarga,” ucap Maya. “Jarang sekali keluarga yang bisa melakukan hal tersebut,” tambah Maya. Ia berdiri dari duduknya dan membuka kulkas.
“Sayang, kamu mau dibuatkan sarapan apa?” tanya Maya pada Faisal yang sedang berjalan ke arah dapur.
Faisal melirik sekilas pada Riana yang pura-pura sibuk dengan ponselnya, “Terserah kamu,” jawab Faisal sambil menuangkan air ke dalam gelas. Maya mengangguk-angguk kecil lalu mengeluarkan beberapa bahan makanan untuk dijadiakan sarapan
“Dua hari kemarin aku lihat kulkas bang Ical gak ada makanan sedikitpun tapi sekarang sudah penuh dengan bahan makanan,” ucap Riana, ia memasukan ponselnya kedalam tas dan melihat Maya yang sudah sibuk dengan bahan-bahan makanan.
Maya menengok pada Riana sambil tersenyum, “Ini semua aku yang isi, Riana. abang kamu itu mana sempat ngurusin isi kulkas,” jawab Maya.
Riana tersenyum walaupun dipaksakan, “Kalian sudah cocok jadi sepasang suami istri,” balas Riana, membuat Faisal terbatuk-batuk mendengar kata-kata tersebut. sedangkan Maya tertawa renyah.
“Lihat, Riana.” Maya berjalan ke depan Riana dan menunjukan sebuh cincin melingakar cantik dijari manisnya, “tadi malam Faisal melamar aku,” lanjut Maya sambil melingkarkan tangannya dibahu Faisal. Dan jangan lupa juga raut wajah bahagia Maya dengan mata yang berbinar.
Deg... hati Riana bagaikan di hantam batu besar mendengar kata-kata tersebut. Apakah perkiraannya sudah salah, yang menganggap Faisal juga mencintainya? Atau Riana sudah keliru selama ini? Riana kira jika pria itu sudah tahu cintanya terbalas oleh Riana, tidak akan melanjutkan hubungannya dengan Maya. Ya, Riana mengharapkan hubungan mereka kandas, bukan justru sebaliknya.
Riana memaksakan senatural mungkin memasang wajah yang ikut bahagia, “Wah, bang Ical benar-benar penuh kejutan,” Riana berjalan mendekat pada Maya tanpa memutuskan tatapan tajam pada Faisal dan menepuk lengan atas Faisal, “bang Ical ini gak pernah diskusiin sama keluarga, seharusnya bang Ical ngelamar kak Mayanya dengan cara romantis kaya bang Alfa ngelamar kak Purti,” omel Riana.
Faisal tersenyum kaku, bingung ingin jawab apa. “Riana, abang kamu ini bukan tipe cowok romantis kaya abang-abang kamu yang lain. Tapi aku seneng banget setelah kita pacaran satu tahun akhirnya Faisal ngelamar aku,” ucap Maya, ia melepas rangkulannya di bahu Faisal, kembali berkutat pada bahan makanan.
“Tapi setidaknya bang Ical ngasih tahu keluarga. Udah tiba-tiba bawa pacar ke rumah terus sekarang tanpa sepengetahuan kami ngelamar kak Maya.”
Maya lagi-lagi hanya tertawa seraya berkata, “Faisal itu pemalu, Rin.”
“Siap-siap aja nanti diomelin daddy sama mommy, gara-gara gak ngelibatin keluarga dalam hal yang begitu penting,” Riana tersenyum miring menatap Faisal lalu ia menundukan wajahnya pas ditelinga Faisal lalu berbisik lirih, “makasih atas kejutannya dan makasih juga atas jawabannya.”
Riana segera menegakan kembali tubuhnya sebelum dilihat oleh Maya, sedangkan Faisal menatap Riana dengan hati yang di penuhi rasa bersalah.
maunya ada season 2 Thor..
peluk dari jauh/Whimper//Smile/