Revina Angelina adalah mahasiswa baru di universitas Angkasa.. Ia mendadak populer disana berkat dance nya yang bagus sehingga mencuri perhatian laki-laki disana.
Suatu hari Revina ditembak oleh seniornya yang bernama Radian.. Namun, ia menolaknya.
Hal itu membuat Radian kecewa dan bersumpah akan menghancurkan hidup Revina lantaran ia sudah membuatnya malu dihadapan seluruh mahasiswa.
Ketika Radian terus menerus membully Revina, seorang lelaki bernama Muzaki datang menolongnya.
Muzaki merupakan cowok dingin dan jarang berinteraksi dengan wanita.
Lalu, seperti apa kisah mereka bertiga???
Baca yuk novel terbaruku ini..!!
Jangan lupa like,komen + gift kalo boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berubah
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏
...×××...
#ANGKASA EPS. 34
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Revi dan Latifah yang tengah mencari-cari tempat makan enak, justru tanpa sengaja bertemu dengan Muzaki disana yang sedang berjalan seorang diri sembari mendengarkan musik melalui earphone yang terpasang pada telinganya.
Melihat gadis yang disukainya ada disana, Muzaki langsung tersenyum dan menatap ke arah wajah Revi lalu berjalan menghampiri dua gadis tersebut sembari mematikan musik yang tengah ia dengarkan. Muzaki memang datang kesana seorang diri untuk mencari buku-buku tentang daerah timur agar ia tidak kebingungan begitu sampai disana.
Sementara Revi sendiri tampak tidak senang saat melihat ada Muzaki disana, entah mengapa ia sekarang ini sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun itu baik Radian maupun Muzaki, walau sebelumnya ia memang lebih senang bersama dengan Muzaki karena pria itu yang sudah menolongnya dari kekejaman Radian.
"Hai Revi!" ucap Muzaki menyapa Revi dan berdiri tepat di hadapannya sambil tersenyum.
"Hai juga, kak!" ucap Revi tersenyum tipis sembari menunduk, ia sungguh malas meladeni Muzaki setelah tau sikap asli pria tersebut yang pemaksa.
"Kok yang disapa Revi doang sih, kak? Emang gak lihat apa ada orang lain disini?" tanya Latifah.
"Eheh iya, maaf maaf gak sadar! Hai juga, Latifah! Tadi aku kira Revi tuh sendirian, soalnya kamu gak kelihatan karena ketutupan jaket Revi." ujar Muzaki sedikit terkekeh lalu ikut menyapa Latifah.
"Yeh dasar!" ujar Latifah.
"Yaudah ya kak, kita mau pergi cari tempat makan. Nanti kapan-kapan lagi kita lanjut ngobrol, kalo misal ketemu di kampus atau mana gitu." ucap Revi.
"Eh, tunggu dong! Kalian pada mau makan? Aku boleh ikut enggak sama kalian? Ya kebetulan aku juga mau makan nih, kan biar lebih gampang aja gitu kalo barengan kita." ujar Muzaki.
"Eee gimana ya...??" Revi tampak kebingungan menjawabnya.
"Udah gapapa, Rev! Biarin aja sih kak Zaki ikut sama kita, kan lumayan ada temen ngobrol. Lagian bukannya lu seneng kalo ada kak Zaki? Kan dia tuh cowok baik-baik, beda sama kak Radian yang udah tega biarin lu dibully sama temen-temennya waktu di pesta topeng malam itu." ujar Latifah meyakinkan Revi untuk membolehkan Muzaki ikut.
"Huft, yaudah boleh." ucap Revi terpaksa.
"Makasih ya!" ucap Muzaki tersenyum.
Revi hanya diam dengan wajah juteknya. Revi bahkan langsung lanjut berjalan begitu saja meninggalkan Muzaki serta Revi disana, tentu Latifah pun merasa heran dengan sikap Revi dan begitu juga dengan Muzaki yang tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi dengan Revi saat ini.
"Eh Revi, tunggu dong! Ayo kak, kita kejar Revi!" ujar Latifah berteriak sembari mengajak Muzaki ikut mengejar Revi.
"Iya iya..." ucap Muzaki pelan sambil mengangguk.
Revi tak perduli sama sekali dengan teriakan dari sohibnya yakni Latifah, ia terus fokus berjalan dan bahkan mempercepat langkahnya untuk menghindari Muzaki. Sungguh, ia tidak ingin bertemu dengan pria tersebut sebenarnya dan itulah sebabnya ia pergi begitu saja darinya.
Latifah dan Muzaki yang coba mengejar Revi, tampak kebingungan dengan sikap Revi yang seperti ingin menghindar dari mereka. Namun, Latifah tak mengerti mengapa Revi seperti itu dan tetap saja berusaha untuk mengejar Revi karena ia ingin ditraktir oleh sahabatnya tersebut.
Hap...
Akhirnya Revi terpaksa berhenti lantaran Latifah berhasil meraih tangannya dari belakang, Revi pun juga menoleh ke hadapan gadis itu dengan wajah masam dan bete. Sebenarnya Revi hanya malas bertemu dengan Muzaki, namun karena Latifah mengizinkan Muzaki ikut dengan mereka ya akhirnya ia pun juga kesal dengan Latifah.
"Apaan sih?" tanya Revi dengan nada kesal.
"Lu kenapa sih, Rev? Ngapain lu tiba-tiba pergi gitu aja tinggalin gue sama kak Zaki? Lu udah kelaparan banget apa gimana sih, ha?" tanya Latifah heran.
"Ya itu tau, perut gue daritadi tuh bunyi mulu! Gue gak punya waktu buat ngobrol dulu sama kak Zaki, makanya gue langsung jalan duluan supaya rasa lapar gue hilang!" ucap Revi.
"Ohh, yaudah maaf gue gak tau! Abisnya lu gak bilang apa-apa sih!" ujar Latifah.
"Haish, yaudah sekarang lepasin gue! Lu ikutin aja gue dari belakang sama kak Zaki, kita cari tempat makan deket-deket sini! Kebetulan tuh di depan ada restoran yang lumayan enak, udah ya jangan cegat gue lagi!" ucap Revi.
"Iya iya..." ucap Latifah manyun. Ia tak mengira Revi bisa menjadi segalak itu ketika sedang lapar, ya memang semua manusia pasti begitu, pikirnya.
Setelahnya, Revi pun lanjut berjalan pergi meninggalkan Latifah yang masih terdiam disana bersama Muzaki. Rupanya Revi masih sempat menoleh ke belakang, ia merasa tidak enak sebenarnya pada Latifah karena bagaimanapun juga Latifah adalah sahabatnya selama ini.
•
•
Singkat cerita, mereka bertiga sudah sampai di dalam restoran yang tadi ditunjuk oleh Revi. Bahkan mereka juga sudah memesan makanan serta minuman lumayan banyak, terlebih Latifah yang memang makannya sangat banyak dan tak cukup hanya satu atau dua piring.
Revi yang melihatnya, hanya bisa geleng-geleng kepala karena Latifah makan sangat banyak. Padahal ia saja masih berkutat dengan makanan di piring pertamanya, namun Latifah sudah berkali-kali menambah sehingga membuatnya terheran-heran dan bingung terbuat dari apa perut Latifah itu.
Sementara Muzaki justru tidak fokus pada makanannya, ia lebih tertarik untuk memandangi wajah Revi yang berhasil membuatnya terpesona. Namun, Muzaki tentunya tidak berani memandang wajah Revi ketika gadis itu menoleh karena takut kalau Revi akan marah dan menganggapnya pria tidak benar sama seperti Radian.
Tentu saja Revi memang sudah tau jika Muzaki sedari tadi terus memandanginya, ia pun berusaha untuk menutupi wajahnya dan terus menunduk agar Muzaki tak dapat memandangnya lagi.
"Ish, kak Zaki kenapa sih? Kok sekarang dia jadi berubah kayak gini, ya? Gak kayak waktu pertama kali aku ketemu sama dia, apa sih yang bikin dia berubah sampai begitu? Dulu aja diajakin makan bareng dia nolak, eh sekarang dia malah nawarin diri buat gabung sama aku dan Ifah." batin Revi.
Muzaki sadar betul kalau Revi merasa risih dan sudah mulai tau jika ia memandangi wajahnya, maka dari itu Muzaki pun berhenti melakukannya dan fokus saja pada makanan yang ia pesan. Muzaki memang masih heran mengapa sikap Revi padanya jadi berubah seperti tadi, namun ia tak berani mengatakan itu karena takut menyinggung perasaan gadis yang mulai ia sukai itu.
Sementara Latifah ya masih fokus saja dengan makanannya, ia tak memperdulikan apapun yang terjadi antara Revi atau Muzaki. Baginya, yang penting ia bisa kenyang dan makan gratis tidak perlu bayar.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...