sebuah kisah perjalanan seorang bocah menuju puncak kultivasi, demi membalaskan dendam kedua orang tuanya,
namun berakhir dengan penyesalan dihatinya,
dia pun mulai menjelajahi dunia dan membantu semua orang yang tertindas, dan demi menjalankan amanat terakhir ayah dan ibunya
#karya novel pertama ku, jadi mohon maaf kalau banyak typo, alur nya acak2 an, dan lain sebagainya,🙏🙏
sebisa mungkin aku akan berusaha memperbaikinya, maka dari itu komen kalian semua dibutuhkan untuk menjadikan novel ku lebih berkualitas,
tapi mohon komennya yang bagus², jangan asal²an, karena thor orangnya baperan🤭😵😅🥺🥺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F⁴&d¹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35.HUTAN KEMATIAN
DUARRR...
DUARRR...
Tiba-tiba suara ledakan terdengar bersahutan,
seketika seluruh anggota perampok elang darah pun berkumpul untuk melihat apa yang terjadi,
"siapa yang melakukan ini..?" teriak salah satu penjaga marah, melihat seluruh bangunan yang hampir selesai dibangun itu kini roboh dan hancur berantakan
semua pekerja paksa itu pun terdiam menunduk, tidak ada yang berani menjawab pertanyaan penjaga itu.
Yang Kai yang selesai menjalankan rencana awalnya pun bergegas pergi ke pos penjaga untuk mengambil kunci rantai yang membelenggu dirinya, dia memanfaatkan kekacauan ini untuk mengalihkan perhatian para penjaga, selesai mengambil kunci dia lalu pergi ketempat pertemuan yang telah mereka tentukan, untuk menemui Kulun,
sebelumnya Yang Kai telah mempersiapkan bahan peledak yang dia dapatkan dari gudang penyimpanan, dengan dibantu oleh Kulun, dia pun tanpa kesulitan mengambil bahan peledak itu secara diam-diam, setelah mengumpulkan bahan peledak selama kurang lebih satu bulan, dia pun diam-diam menanamkan bahan peledak itu dibawah tanah pada setiap pondasi rumah yang dia bangun bersama tahanan lainnya, setiap hari dia terus menanam peledak sedikit demi sedikit untuk menghindari kecurigaan para penjaga, dan hasilnya pun tidak sia-sia.
"paman ini kuncinya..!" Yang Kai memberikan sebuah kunci kepada Kulun,
mereka pun membuka rantai tersebut lalu bergegas pergi,
"ini tempatnya nak...!, aku akan membuka pintunya..!" ucap Kulun saat telah sampai di depan pintu jalan rahasia
"dimana paman..?"
Yang Kai sedikit binggung karena hanya melihat tanah kosong yang dipenuhi semak belukar dibelakang sebuah bangunan tua, dan tidak menemukan tanda-tanda adanya sebuah pintu,
Kulun hanya tersenyum kecil lalu menyingkirkan semak didepannya dan menghentakkan kakinya ketanah, seketika tanah itu terbuka dan barulah terlihat sebuah lorong yang sangat gelap,
jalan rahasia itu berada dibelakang bangunan tua yang sudah tidak terurus, dan bahkan nampak area pintu masuk jalan itu pun sudah dipenuhi semak belukar yang menutupinya, jika orang yang tidak tahu lokasi pasti pintu itu, pasti akan sangat kesulitan mencari tempat tersebut, selain dipenuhi semak belukar pintu itu disamarkan dengan tanah yang menutupi bagian atasnya,
"pantas saja tidak ada yang mengetahuinya paman,..!" ucap Yang Kai kagum
"nanti saja memujinya..!, cepat kita masuk..!" jawab Kulun tidak mau membuang waktu,
"emm..!" Yang Kai mengangguk mengerti
mereka pun segera masuk dan kembali menutup pintu itu, saat mereka berada didalam, sudah ada sebuah obor yang tinggal dinyalakan, dan saat obor dinyalakan Yang Kai kembali kagum melihat sekitarnya yang ternyata cukup luas yang terbuat dari batu yang tertata rapi, serta ada beberapa ruangan didalamnya untuk area peristirahatan,
mereka terus berjalan menuju ujung dari lorong itu dipandu oleh Kulun yang memang mengenal area tersebut, dan dalam beberapa jam akhirnya mereka menemukan ujungnya yang ternyata terhubung dengan goa kecil yang terdapat didalam hutan yang berjarak 5 km dari markas elang darah,
"paman, dimana ini..?" tanya Yang Kai penasaran,
"ini hutan kematian, tempat kami mendirikan markas elang darah,.!" jawab Kulun santai,
"berhati-hatilah hutan ini sangat berbahaya..!, tidak ada yang bisa keluar hidup-hidup dari hutan ini..!" lanjut Kulun memperingati Yang Kai
"lalu mengapa kalian bisa mendirikan markas disini paman..?" tanya Yang Kai sedikit binggung karena Kulun mengatakan tidak ada yang bisa selamat saat memasuki hutan ini, namun markas elang darah sampai sejauh ini baik-baik saja.
"markas kami berada dipinggiran hutan, meski dipinggiran, tetap saja tidak ada yang berani masuk, sebab itulah tidak ada yang bisa menemukan kami,.!" jawab Kulun menjelaskan
"dan untuk memasuki markas, harus melalui jalur khusus demi keselamatan kami semua,.!" lanjut Kulun
Yang Kai pun mengangguk mengerti,
mereka terus berjalan penuh kewaspadaan, khawatir akan hal-hal yang tidak mereka inginkan, mereka berdua tidak tinggal didalam goa atau lorong rahasia, mereka lebih memilih untuk secepatnya menjauh dari goa kecil itu, karena khawatir jika Ao Kang menemukan jalan rahasia tersebut, dan jika sampai mereka kembali tertangkap maka usaha mereka selama 5 bulan akan sia-sia.
...••••••••••...
Di sebuah taman yang luas nan indah nampak seorang pria gagah yang sedang duduk sambil menatap langit,
"huft... semoga dia baik-baik saja..!" ucap pria itu menghela nafas lalu menoleh kesamping kirinya, yang nampak seekor rubah yang duduk menemani pria itu,
pria itu tidak lain adalah Fa San yang terus memikirkan keadaan Yang Kai, dia ditemani Yang An yang selalu berada didekatnya, dia tidak menyangka akan memakan waktu yang sangat lama untuk menemukan markas elang darah,
bukannya Fa San tidak mampu untuk mencari, namun memang markas elang darah sangatlah tersembunyi, bahkan tetua sekte sekelas sekte pedang putih pun harus memakan waktu 10 tahun untuk mencari markas tersebut, apalagi Fa San yang hanya seorang keluarga pedagang kaya, yang hanya bisa mengandalkan kemampuan informasi dari sekte kecil dan menengah.
SWUSSHH...
"Tuan muda...!" ucap Ju Lian hormat sambil berlutut, saat sampai didepan Fa San
"bangunlah paman tidak perlu bersikap seperti itu..!," jawab Fa San menyuruh Ju Lian untuk bersikap biasa saja,
"apa sudah ada kabar paman..?" lanjut Fa San bertanya
"kami sudah menemukan lokasi markas elang darah..!"
Khuukk..
Yang An pun langsung berdiri saat mendengar berita tersebut,
"benarkah..!?"
"benar tuan muda, saya sudah memastikannya,..! dan kami menunggu perintah selanjutnya dari tuan muda..!"
"baiklah..! segera kumpulkan pasukan terbaik, kita akan langsung menyerang mereka..!"
"baik..!"
Ju Lian pun langsung melesat melaksanakan perintah Fa San setelah dia memberi hormat,
"An'er, kita juga harus segera bersiap..!" ucap Fa San
Khuuukk...
Yang An mengangguk semangat, karena akhirnya dia bisa menyelamatkan Yang Kai,
mereka pun mempersiapkan semuanya untuk menyerang markas elang darah,
...•••••••••••...
Sore hari....
Hutan kematian...
"paman apa benar hutan ini sangat berbahaya..?" ucap Yang Kai heran
karena selama pelariannya dia tidak menemukan bahaya satu pun yang menghadang jalan mereka, dan bahkan banyak terlihat hewan biasa layaknya dihutan kegelapan tempat dia tinggal dulu, dan menurut Yang Kai bahkan hutan kegelapan lebih berbahaya dari hutan kematian ini, karena dihutan kegelapan masih banyak hewan buas dan bahkan telah lahir seekor siluman,
"aku juga tidak tahu..!, tapi firasat ku mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi..!" Kulun juga sama herannya, namun firasatnya mengatakan bahwa dibalik ketenangan pasti akan ada bahaya besar yang mengancam,
"sepertinya kita sudah berlari cukup jauh..!, sebaiknya kita istirahat dulu dan bermalam ditempat ini...!" Kulun menyarankan untuk beristirahat karena merasa perampok elang darah tidak mengejar mereka dan hari pun sudah menjelang malam, dia pun memutuskan beristirahat ditempat yang dia yakini aman untuk memulihkan diri,
"baik paman..!"
Yang Kai juga setuju karena memang mereka perlu memulihkan tenaga mereka kembali, apa lagi Kulun yang sekarang bukanlah seorang pendekar, jadi pasti lah sangat kelelahan.
...•••••••••••...
Esok hari...
BOMMM...
DUARRR...
"Kita diserang, semuanya bersiap..!" teriak penjaga gerbang markas elang darah,
SWUUSSHH...
SWUUSSHH...
"Siapa kalian berani-beraninya menyerang markas kami..!" bentak Ao Kang yang baru saja tiba,
"ketua..!" hormat para penjaga gerbang
"aku tidak menyangka kumpulan perampok yang terkenal keji ternyata berisi orang-orang bodoh..!, apa kalian sudah melupakan aku..?, dan apa pemimpin sebelumnya sudah mati..?" jawab Fa San yang baru keluar dari barisan pertahanan pasukannya, yang diikuti Yang An dibelakangnya
"kau..!, bagaimana kau bisa masih hidup..?" ucap Ao Kang yang mengenal Fa San karena memang dia juga ikut dalam misi perampokan itu
"kau tidak perlu tahu..!," jawab Fa San,
"karena kau dipanggil ketua oleh mereka, aku yakin Hao Sang pasti sudah mati olehmu..!, kalau begitu kami tidak perlu repot-repot menghadapi Hao Sang," ucap Fa San tersenyum sinis, tidak peduli siapa yang menjadi ketua dari para perampok itu, karena dia membawa pendekar tingkat bumi dia pun tidak takut sama sekali jika menghadapi Hao Sang sekalipun, tujuannya hanya untuk membasmi para perampok itu dan menyelamatkan Yang Kai,
"serang..!" lanjutnya tanpa basa basi langsung memerintahkan pasukannya untuk meratakan markas elang darah
mereka pun melesat dan membunuh setiap perampok yang ada didepan mereka tanpa terkecuali,
BOMMM...
DUARRR...
DUARRR...
ledakan keras terus terjadi, perlahan-lahan kelompok perampok itu pun mulai tersudutkan, dan satu persatu mulai berguguran, hingga kini hanya tersisa belasan orang saja hanya dalam waktu satu jam mereka bertempur, karena memang pasukan yang dibawah oleh Fa San merupakan pasukan elit keluarganya, dan ditambah 1 pendekar tingkat bumi, membuat arah pertempuran berpihak kepada Fa San,
TRANGK...
TRANGK...
SLASSH...
BUKKKH...
Suara pedang beradu melengking ditempat itu, dan berakhir dengan tebasan pedang cepat yang membuat kepala seseorang jatuh menggelinding, yang tidak lain adalah kepala Ao Kang.
melihat pemimpin mereka telah tumbang, para perampok yang kini tersisa 8 orang itu pun menyerah dan tidak mau bertarung lagi, berharap mendapat kesempatan dan pengampunan agar bisa terus hidup, meskipun mereka akan menjadi tahanan, namun pikir mereka itu lebih baik dari pada harus mati konyol,
Fa San pun menghentikan pasukannya dan menahan orang-orang yang telah menyerah, dan membebaskan para budak yang berada dipenjara termasuk Yang Kai,
"dimana kalian menyembunyikan seorang bocah yang kalian tangkap dulu..?" tanya Fa San kepada salah satu perampok yang diikat, karena dia tidak bisa menemukan Yang Kai didalam penjara,
"mereka sudah melarikan diri tuan..!" jawab perampok itu tahu siapa yang dimaksud oleh Fa San
"kau jangan main-main denganku..!" bentak Fa San sambil menarik kerah baju perampok itu, dia tidak percaya perkataan perampok itu,
"ampun tuan..!, aku bicara jujur tuan..!"
Khuuukk...
tiba-tiba Yang An berteriak dan langsung melesat pergi kearah hutan, karena samar-samar dia bisa mencium aroma Yang Kai dari arah hutan,
Fa San tidak tinggal diam dia pun ikut melesat, namun dihentikan oleh pendekar bumi yang menjadi pengawalnya,
"lepaskan aku..!"
"maaf tuan muda hutan ini sangat berbahaya aku tidak bisa membiarkan anda masuk kesana..!"
Fa San masih memberontak, namun seketika aliran darahnya ditotok oleh pendekar bumi tersebut,
"maafkan aku tuan muda, aku sudah berjanji kepada tuan besar untuk menjaga keselamatan anda,.! kami tidak berani jika harus masuk lebih dalam kehutan ini..!" ucap pendekar bumi itu meminta maaf,
"benar tuan, tidak ada yang pernah selamat saat memasuki hutan kematian ini..!" tambah Ju Lian ikut menenangkan Fa San
Fa San pun tidak sanggup berbuat apa-apa dia pun hanya bisa merutuki dirinya yang lemah.
"Yang Kai, maafkan aku...!, aku telah gagal menyelamatkan mu..!" batin Fa San
...•••••••••••...
Yang Kai dan Kulun yang sedang melanjutkan perjalanannya tiba-tiba dihentikan oleh sosok harimau yang sangat besar,
"ti..tidak mungkin...!, ini...!" ucap Kulun ketakutan saat melihat sosok harimau didepannya,
GRRRR....
"siluman tingkat 2..!?" ucap Yang Kai yang juga ketakutan melihat harimau itu.
...•••••°####°•••••...
...| |...
...| |...
...| |...
...###°¥°###...
*N**ote*:
maaf untuk sebelumnya🙏, aku sudah beri penjelasan kalo cerita ini perkembangannya sangat lah lambat, jadi mohon yang memang suka ya bersabar dulu kan bisa, itung-itung ngelati kesabaran🤭😅 kalo emang tidak suka ya terserah toh aku juga ngk maksa, lagian ini cerita ini cuma buat iseng-iseng aja, dari pada ngk ada kegiatan sambil menunggu novel favorit up, ya aku tinggal nulis aja dulu, dan satu hal lagi meskipun ini hanya sebuah cerita tapi kalau si mc yang masih berusia 7-8 tahun masak udah kayak samson atau superman kan ngk masuk akal kali🤭🤣
terima kasih🙏
untuk Yin Mei...