NovelToon NovelToon
Omku Suamiku , 3

Omku Suamiku , 3

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Anak Kembar / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: riena

Musim ke tiga sequel dari
Omku Suamiku season 1 dan 2

Disarankan membaca
Omku Suamiku season 1 revisi
Omku Suamiku season 2

Julie, terjebak dalam perjanjian dengan tiga orang pemuda Bara, Neo dan Alan karena iklan tipu tipu.

Jadi pembatu ketiganya karena kontrak yang sudah terlanjur disetujui tanpa melihat isi kontrak kerja yang sudah ditandatangani.

Bagaimana Julie menjalani hari hari menghadapi Bara yang dingin dan jutek, Neo yang gak jelas kadang baik kadang lebih jutek dari kembarannya dan Alan yang hobi ngegombal.
Khas playboy cap badak bercula ?

Dan Alana, adik perempuan Alan yang baru berusia enam belas tahun, akan menikahi gurunya sendiri karena rasa dan permintaan sang Opa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Awas air liur mu

Alan menatap Julie yang tertidur di sofa, Alan memang jahil, dia memaksa Julie agar mau menemani dirinya mengetik, kalau Julie tidak mau, Alan mengancam akan mengikuti Julie masuk ke dalam kamar, tentu saja Julie keberatan, dia tidak mau wilayah pribadinya dimasuki oleh pria, tapi mana Alan perduli.

" Perjanjiannya kan tidak ada yang boleh naik ke atas, Bang "

" Itu kemarin kemarin Juliette, sekarang beda, Abang calon suami kamu, boleh dong Abang main ke kamar kamu "

Kedua mata Julie melotot.

" Yakin bener Abang "

" Iya dong, Abang ganteng, pintar merayu, sebentar lagi kuliah selesai, pekerjaan ? Jangan kuatir Juliette, pekerjaan yang menunggu Abang, memang kamu mau cari yang seperti apa lagi ? "

Beuh, Bang Alan sombong.

" Tapi aku kan masih kecil, masih mau kuliah, punya teman, punya ...."

" Punya teman yang julid seperti yang kita jumpai di supermarket itu ? Juliette sayang, nanti kalau kita sudah menikah, berteman saja dengan adik Abang dan sepupu Abang, gak ada tuh yang namanya julid julid-an, percaya sama Abang ! "

Julie menjatuhkan bobotnya di atas sofa, percuma memberikan alasan pada Alan.

" Kalau mau punya cowok, sama Abang saja, Abang bisa jadi teman, kekasih sekaligus calon suami, apa gak enak tuh ? "

" Terserah Abang saja "

Julie menyerah.

" Nah gitu dong "

Julie bermain ponsel hingga ketiduran, Alan tetap fokus dengan ketikannya.

" Awas air liur mu menetes, Lan ! "

Ucapan menyebalkan keluar dari bibir Neo yang baru pulang entah dari mana.

Neo nyengir memergoki Alan yang terus menatap Julie yang tengah ketiduran di sofa

Alan cuma melengos.

" Kalau sudah gak tahan, cepat saja lamar ! Keburu kau ...."

" Om, jangan macem macem deh ! "

Alan tahu apa kelanjutan ucapan Neo.

Neo terkekeh sembari terus melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.

...*****...

Malika menghentikan langkah kakinya yang hendak pergi ke kampus karena ingin menemui dosen pembimbingnya, ia merapatkan tubuhnya ke dinding agar beberapa karyawan cewe dan cowok yang makan siang bareng di ruangan mereka, dengan pintu yang tidak tertutup rapat, tidak menyadari Malika yang mencuri dengar obrolan siang itu.

" Aduuuhhh, Bang Rei itu manis sekali dengan istrinya, pegangan tangan teruuuussss, aku kan jadi pengen " Suara centil Yuna seperti biasa.

" Mungkin mereka baru jadian, masa' gak ada kabar apa apa udah merit saja, bukankah bang Rei mengatakan izin karena ada Keluarga yang meninggal ? "

terdengar suara cowok menimpali.

" Hei....Mana kita tahu alasan dibalik Bang Rei menikah mendadak setelah berita kemalangan, bisa saja mereka memang pacaran lalu sudah gak tahan, tahu sendiri Bang Rei itu, Aaaa...."

Tambah Yuna lagi.

Yang lain terbahak bahak.

" Iya, pasti mereka memilih menikah cepat dari pada iya iya duluan, secara mbak Kayla kan ayu, Bang Rei pasti takut Mbak Kayla di samber orang duluan, mana sekarang iklan yang dibintanginya sedang berseliweran dimana mana "

kali ini Sani ikut berkomentar.

" Panas dong kalian melihat Bang Rei mesra mesra'an gitu ? "

Ledek yang lain lagi.

" Jangan ditanya, aku sampai kebelet pipis "

Hahahaha....

Malika sudah tidak kuat lagi mendengar obrolan mereka, badannya terasa lemas, wajahnya juga pucat.

Tidak ingin ada yang tahu kondisinya saat ini, Malika gegas turun ke bawah, lalu masuk kedalam mobilnya dan menangis.

Tidak, tidak mungkin Bang Rei sudah menikah, apalagi dengan gadis itu, Bang Rei pasti sengaja memberitahukan pada Yuna agar bergosip lalu sampai di telingaku agar aku cemburu.

Malika menggeleng gelengkan kepalanya.

Dia tidak percaya, dia tahu Reino bukanlah pria yang dengan mudah tertarik dengan model model yang sering di potretnya, apalagi seperti Kayla.

Gadis yang di temukan Reino dengan tidak sengaja, dia buka model profesional, masih banyak dan jauh lebih cantik dari Kayla, tetapi Reino biasa saja, dia setia dengan Malika, atau apa karena Malika selalu mengawasi Reino selama ini ?

Malika cepat mengambil gawai yang ada di dalam tasnya, mencoba mencari status di kontak nomor Reino.

Nihil, Reino tipe pria yang tidak pernah membuat status, akun media sosial miliknya juga cuma berisi hasil foto candid yang di bidik lewat camera-nya.

Jari jemari tangan Malika sudah ingin membuat panggilan untuk Reino dan menanyakan kebenaran berita yang didengarnya, tapi urung.

Apa urusannya ? Cuma bertanya apa benar sudah menikah ? memalukan, bahkan sejak dia mengakhiri hubungan kami, kami sama sekali tidak ada yang memulai untuk berkomunikasi secara pribadi.

Malika melempar begitu saja ponselnya ke kursi yang ada disebelahnya.

Malika menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, ia memejamkan kedua matanya, mengingat bagaimana sikap manis Reino selama menjadi kekasihnya.

Permintaan Reino yang ingin agar mereka mempublikasikan hubungan keduanya, tanpa harus sembunyi sembunyi seperti dua anak remaja.

Tapi Malika selalu menunda nundanya, dia masih belum memiliki keberanian untuk mengatakan kepada Papanya, Papa yang tidak memiliki hubungan yang dekat dengan dirinya.

Papa yang hanya milik ibunya, karena ketika dia mengeluh kepada kakaknya Saka, kakaknya juga mengatakan jika Papa lebih banyak menghabiskan waktunya pada pekerjaan dari dulu, setelah pulang ke rumah, dia hanya ingin berada di kamar bersama ibunya.

Papanya tidak kasar, cukup perhatian, tapi bagi Malika terlalu jauh, apakah karena gestur Papanya yang terlihat kaku ? Tetapi Mama terlihat tidak terpengaruh dengan Papanya yang seperti itu.

Sangat berbeda jauh dengan Om Sam yang memanjakan Fatimah, atau mungkin Fatimah yang besar tanpa sentuhan kehangatan dari seorang ibu, sehingga Om Sam mengambil peran kedua duanya.

Dari sela sela matanya yang bergetar tertutup rapat, air mata Malika mengalir.

Andai aku memiliki keberanian

Lirih Malika membuka matanya yang sudah basah.

...******...

" Kok cepat pulangnya, bang "

Sambut Kayla membukakan pintu.

Keduanya beriringan berjalan ke meja makan, Reino pulang tepat ketika Kayla sudah selesai masak, makan siang yang sudah sangat terlambat.

Setelah dari Mal, Reino mengantarkan Kayla pulang, lalu membuat janji dengan dokter Dewo di klinik miliknya.

" Iya, kan cuma ketemu dia saja, membicarakan konsep, pulang "

" Kapan Abang masuk kerja ? "

Kayla menyendokkan nasi ke dalam piring yang di sodorkan Reino.

" Nanti saja kalau kamu sudah kembali ke kampus, kita kan masih pengantin baru "

Reino terkekeh.

Kayla reflek mau mencubit, tapi posisinya di seberang meja.

" Kamu tidak ingin bulan madu, Kay ? "

Reino menyembunyikan senyumannnya sembari mengunyah makanan.

Hemm, masakannya tidak buruk, lebih baik dari calon pacar Alan,

ckk, baru calon pacar sudah promosi tuh anak.

Kayla menggeleng.

" Kenapa ? "

" Disini, sama saja kan bang ? Kita juga cuma berdua "

" Berarti...."

Reino menggantung ucapannya, menatap lekat lekat ke wajah Kayla.

" Kita bulan madunya di sini saja, eh "

Kayla terkejut dengan kalimatnya sendiri.

Reino tergelak.

" Kamu itu lucu ternyata ya ! Pasti takut ? "

" Enggaklah, apa yang harus ditakutkan ? "

" Yakiinn...? "

" Iya "

" Oke, kita buktikan nanti "

Keduanya kembali melanjutkan makannya, sesekali Kayla curi pandang menatap Reino yang tetap tenang dengan makanan yang ada di depannya.

...*****...

Malam masih sangat muda, Kayla sudah masuk ke dalam selimutnya, bersembunyi di dalam selimut, berpura pura tidur ketika Reino naik ke atas tempat tidur.

" Kay "

Kayla pura pura tidak mendengar

" Kamu pasti belum tidur, jangan pura pura ! Ngobrol ngobrol dulu, ntar kalau ngatuk baru tidur, siapa tahu saja khilaf "

Reino tersenyum lebar.

Kayla membalikkan badannya, bersiap untuk kembali mencubit pinggang Reino, cepat Reino menangkap pergelangan tangannya.

Kedua manik mata mereka bertemu.

" Kay, aku pria dewasa yang normal, kamu cantik, dan sudah menjadi istriku, aku tidak mungkin bertahan lebih lama dengan kedekatan kita, apakah aku boleh melakukannya malam ini ? "

Jantung Kayla jangan ditanya bagaimana iramanya, badannya mendadak panas dingin.

" Bukankah kamu mengatakan jika kamu juga tidak main main dengan pernikahan ini ? Maukah kamu berkerjasama denganku untuk memberikan kabar bahagia untuk keluarga besar kita ? Agar mereka tahu bahwa kita bisa menikmati dan bisa bahagia walaupun pernikahan ini orang tua kita yang mengatur ? "

Kayla hanya diam, dia terus menatap wajah Reino, wajah yang tampan, rambut yang sedikit gondrong, terkesan badboy tapi justru di situ menariknya.

" Menjadikan dirimu, milikku seutuhnya, anggap saja kita berdua membutuhkan sebuah perbuatan atau tindakan untuk menguatkan pernikahan ini "

Reino melepaskan cekalan tsngannya pada pergelangan tangan Kayla, perlahan ujung jari telunjuk tangan Reino merapikan anak rambut yang menutupi pipi dan dahi Kayla.

Kayla masih diam, membiarkan apa yang Reino lakukan.

Kayla memejamkan kedua matanya ketika telapak tangan Reino menyusup masuk kebelakang kepalanya dan semakin masuk ke dalam rambut di belakang kepala Kayla.

Melihat Kayla yang diam dan memejamkan kedua matanya, Reino tahu jika Kayla tidak menolak.

Reino menggeser tubuhnya semakin mendekat.

" Kamu tidak takut kan, Kay ? "

Kayla membuka kedua matanya, Kembali kedua manik mata mereka bertemu karena Reino belum mematikan lampu kamar.

Kayla tidak menjawab, dia hanya terus menyapu setiap inci wajah Reino.

" Seperti ucapanmu tadi saat kita makan siang menjelang sore "

Reino semakin mendekati wajah Kayla, memberikan ciuman pertamanya di dahi Kayla, Kayla Kembali memejamkan kedua matanya.

" Boleh aku melakukannya malam ini ? "

Reino bertanya lagi, dia ingin saat meminta haknya, Kayla menyerahkan dengan sukarela.

Kayla tidak menjawab, dia hanya mengangkat kedua tangannya dan di kalungkan pada leher Reino.

Reino tersenyum, cepat dia bergerak mematikan lampu kamar.

Reino tidak mau berlama lama menundanya dengan memberikan waktu untuk Kayla, karena lusa Kayla akan kembali ke kampus, dan dia juga akan kembali bekerja, lalu bertemu dengan Malika.

Tidak, Reino sudah bertekad, bukan hanya menjadikan tubuhnya yang sudah menjadi milik Kayla, tetapi Reino ingin Kayla mulai menggeser sosok Malika didalam hatinya, seperti pesan Papa Adam kemarin.

Dimulai dari saling bersentuhan, berbagi keringat, Reino yakin dia akan segera bisa mencintai Kayla seperti tekadnya, apalagi jika kerja kerasnya malam ini langsung berbuah.

Jika di kamar Reino, dan di atas ranjangnya, Reino menggumamkan nama Kayla saat madu manis pernikahan tengah direngguknya, beberapa kilo jarak dari apartment Reino, Malika justru menggumamkan nama Reino di sela sela tangisnya, diatas pangkuan Mamanya-Dinda.

" Dia berarti bukan jodohmu, Lika, sehingga Alloh tidak menggerakkan hati dan lidahmu untuk berani memperkenalkan pada kami "

Mama Dinda mengusap rambut dikepala Malika dengan sayang.

Sepulang dari kampus tengah hari sore tadi, Malika tidak keluar dari dalam kamarnya, sehingga Mama Dinda mendatangi kamar putri satu satunya.

" Tapi Lika sangat mencintai dirinya, Ma "

" Iya, cinta dan jodoh, memiliki jalan yang tidak selalu sama, orang orang yang mengatakan bahwa cinta tidak harus memiliki, itu benar bukan ? Ini menjadi pelajaran bagimu, Papa tidak seperti apa yang kamu takutkan.

Dia memang sedikit terkesan menyeramkan, tetapi hatinya memiliki toleransi yang cukup, Lika, insya Alloh, kamu akan bertemu dengan seorang yang sudah menjadi jodohmu, siapa pun dia "

Mama Dinda tidak bisa berlama lama beranda di dalam kamar Malika, karena suara ketukan pintu dan panggilan dari suaminya, membuat Malika dan Mama Dinda cepat menyembunyikan keadaan Malika yang baru menangis, Malika buru buru masuk ke dalam kamar mandi.

...******...

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

1
Av-Av
Klau di Noveltoon bisa langsung lihat visualnya yaaaa..
Av-Av
seru.......
Magda Nuraini Nursyirwan
cie cie Bara,gak bisa omong lagi,disebelah bapak mertua,Fatimeh senyum2 😎🥰
Magda Nuraini Nursyirwan
inget opa Tyo,sedih banget
Magda Nuraini Nursyirwan
gak di buat2 sesuai nalar dan logic,mengesankan critanya,ceritanya bagus,per bab perbab bikin nagih pengen tau banget,lika liku nenek kamek saudara anak dan keturunannya,akrab,dengan guyonan konyol sampai menahan rindu,penasaran dan jangan sampai ketinggalan membaca cerita indah ini,ber sambung2 garis keturunannya 💖💖💖💖💖💖💖
Magda Nuraini Nursyirwan
suka banget ceritanya Riena 👌🌺😍🥰
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
the best pokonya, baca di ulang ulang nga pernah bosan💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
❤💛💜🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💜💛❤
Rabiatul Wulan
lagi kangen 🤗sama semua tulisanmu thor😁jdi rencananya mau baca ulang satu-satu 🤭😍😍
Rafli Satria
Luar biasa
Safitri Agus
udah tamat aja, rasanya ga bosan baca berulang kali OKSK,, terlalu berkesan dihati,🥰🥰🥰💞💞💞
Safitri Agus
😍😍😍
Safitri Agus
hamil berjamaah, keluarga mereka ini ada momen apa saja maunya selalu bareng ngikutin pendahulunya😂😂😂
Safitri Agus
kenny mupeng 😁,lucu sayang disini cuma figuran ga tahu jodohnya siapa 🤭
Safitri Agus
ga ada drama nangisnya,Alana benar² sudah siap,🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!