Hari pernikahan menjadi hari malapetaka yang akan membuatmu menjadi sosok yang begitu mengerikan.
Maria, itu adalah nama wanita itu, dan sang suami bernama Budi. di malam pernikahannya, Budi telah merencanakan sesuatu yang akan membuat kehidupan Maria benar-benar menjadi malapetaka yang begitu luar biasa.
"Kau harus tau, kalau kekasih dan keluarga kekasihmu telah menjualmu padaku!" seru pria yang bernama Alex Juan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertahanan Maria
"Saya.." ucap Maria yang terhenti ketika Fathan sudah memberitahukan kepada wanita tua itu kalau Maria sudah mempunyai kekasih.
"Apaan sih mas Fathan mengatakan kalau aku sudah punya kekasih." guman Maria dalam hati.
"Benarkah Nona Maria, kalau kau sudah mempunyai kekasih?" tanya wanita tua itu kembali yang membuat Fathan tersulut emosinya.
"Maaf nyonya, Saya sudah bilang Kan kalau dia sudah mempunyai kekasih. Apakah anda tidak mengerti kemana arah pembicaraan saya." ucap Fathan dengan nada suara yang sedikit tinggi.
Hal itu membuat wanita tua itu menatap Fathan,
"Maaf tuan Fathan, Saya tidak mengerti dan tahu tidak tahu kalau dia telah mempunyai kekasih,Maafkan saya." jawab wanita tua itu yang kemudian pergi meninggalkan maria.
Tentu saja Maria menatap Fathan, tatapan matanya benar-benar sangat kesal saat melihat Fathan sudah mengatakan hal itu kepada wanita tua tersebut.
"Kenapa sih Mas mengatakan kalau aku sudah mempunyai kekasih?" tanya Maria.
"Memangnya kau tidak suka saat aku mengatakan hal itu?" tanya Fathan.
"Ya tentu saja tidak Mas, Aku kan belum mempunyai kekasih, Bahkan aku baru menjanda Beberapa bulan yang lalu." jawab Maria.
"Lalu?" tanya Fathan.
"Nanti orang-orang kira aku ini wanita seperti apa, Baru beberapa bulan menjadi janda Sekarang aku sudah mempunyai kekasih." ucap Maria yang kemudian melipat bibirnya, hal itu membuat Fathan langsung tersenyum.
"Jangan menggunakan ekspresi seperti itu karena ekspresimu benar-benar membuatku tidak tahan." ucap Fathan.
"Memangnya kau tidak tahan dengan apa, Mas? aku tidak melakukan apapun Kenapa kau mengatakan hal itu?" tanya Maria yang seolah menggoda Fathan.
Seketika wajah Fathan langsung memerah karena kata-kata yang dikeluarkan oleh Maria.
"Sudah, kau Jangan menggoda aku. kalau kau terus menggoda aku Kau akan tahu akibatnya." ucap Fathan yang membuat Maria benar-benar langsung terdiam.
"Ayo Mas, kita ke tempat itu kemungkinan besar para pengusaha mencarimu." pinta Maria yang membuat Fathan menganggukkan kepalanya.
Para pengusaha yang ada di tempat itu benar-benar mencibir Alex dan Rina, sepasang manusia yang selalu melakukan kejahatan kepada seorang gadis muda. beberapa pengusaha muda benar-benar sangat terkejut saat wanita semudah itu telah menjadi janda.
"Tuan Fathan," sapa salah satu pengusaha kepada Fathan.
"Ya Tuan?" jawab Fathan sembari menatap pria itu.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu kepada anda, Tuan?" tanya si pengusaha kepada Fathan.
"Tentu saja Tuan, apa yang ingin anda tanyakan kepada saya." jawab Fathan.
Maria tersenyum kemudian sedikit menyingkir dari Fathan, karena dia tahu kalau pengusaha itu ingin berbicara empat mata dengan Fathan, sedangkan Maria.. wanita itu langsung menyingkir dan membuat Gofar langsung mendekati Maria. agar wanita itu tidak didekati oleh pria lain yang ingin mendekati Maria. langkah kaki seorang pria langsung terhenti ketika melihat Gofar Sudah menemani Maria, apalagi Gofar adalah orang kepercayaan Fathan yang emosinya sering sekali tidak terkontrol.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Gofar kepada Maria.
"Mas Fathan sedang berbicara dengan temannya, aku tidak enak berada di sana." Jawab Maria.
"Kau itu kan sekretarisnya, kenapa kau malah meninggalkan nya." jawab Gofar.
"Kelihatannya itu pembicaraan pribadi." jawab Maria.
Tatapan mata Maria menatap di sekeliling tempat itu, tiba-tiba matanya sedikit berkunang-kunang karena dia tidak pernah sekali pun mendatangi pesta yang begitu banyak tamunya.
"Ada apa Maria?" tanya Gofar kepada Maria.
"Tiba-tiba kepalaku sakit tuan Gofar." jawab Maria.
"Apakah kau tidak enak badan?" tanya Gofar.
"Tidak, aku benar-benar sangat pusing saat melihat orang-orang itu. kau tahu sendiri kan aku tidak pernah datang ke tempat seperti ini." jawab Maria.
Gofar membawa Maria ke suatu tempat, wanita pria itu ingin membuat Maria santai dengan tidak ada berada di sana. karena mungkin Maria terlalu tegang setelah kejadian barusan. tatapan mata Rina menatap Maria yang sudah keluar dari ruang pesta, wanita itu dengan segera ingin memberikan pelajaran kepada Maria. dia ingin membalas sakit hati yang barusan dia alami.
Langkah kaki Rina terus berjalan mengikuti Maria yang duduk di suatu tempat, di suatu taman yang ada di hotel tersebut. karena pesta yang diadakan di hotel itu bukan berada di ruang tertutup, melainkan di ruang terbuka jadi Maria duduk bersama Gofar di taman hotel tersebut.
"Apakah kau sudah merasa baikan?" tanya Gofar kepada Maria.
"Sedikit lebih baikkan Tuan Ghofar, karena aku merasa ampek berada di dalam." jawab Maria.
"Apakah kau merasa depresi?" tanya gofar.
"Tentu saja tidak Tuan, kenapa saya harus depresi." jawab Maria.
Akhirnya Gofar menganggukkan kepalanya, pria itu tidak ingin bertanya sesuatu lagi kepada Maria.
** bersambung **