NovelToon NovelToon
Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintapertama / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:725.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rima Andriyani

Freya Pranata Putri menyukai kakak dari sahabatnya sejak kecil. Tapi keluarganya membawanya pergi ke luarnegeri, sehingga mereka terpisah.Saat dewasa perasaan suka Freya tumbuh menjadi cinta. Freya seringkali menyatakan cintanya kepada cinta pertamanya, tapi selalu diabaikan oleh Revan.



Revan yang sudah dewasa pun memiliki seorang kekasih, tapi ternyata tanpa sepengetahuan dirinya, orang tuanya menjodohkan dirinya dengan Freya. Hingga Revan membenci Freya. Pernikahan tetap terjadi tapi Revan akan menceraikannya setelah enam bulan.

Lika liku kehidupan membuat Revan jatuh cinta pada Freya, tapi dia pun masih bingung harus memilih antara istri atau kekasih.

akankah Freya mendapatkan cinta pertamanya setelah berkali-kali disakiti?,ataukah harus menyerah dan bertemu cinta yang lain?



selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 34

Happy reading

Enam tahun kemudian

"Ravka ,jangan lari-larian sayang, nanti Bi Eka nya capek ngejar Ravka", teriak Freya kepada anaknya. Ya ,kini Freya dan Revan telah memiliki seorang putra yang di beri nama Ravka Azkara.

" Iya mami,Ravka nggak akan lari-lari lagi ".

" kalau begitu sekarang Ravka ganti baju seragam sekolah dulu, mami mau membangunkan Dady mu dulu "

"Siap mi"

Bi Eka menggandeng tangan Ravka menuju ke kamar Ravka untuk mengganti baju seragam sekolah. Saat ini Ravka sudah sekolah TK.

"Sayang ayo bangun, ini sudah hampir jam tujuh, apa kau tidak akan bekerja hum?". Freya mengecup seluruh wajah suaminya.

"Heemmm".

" sayang.... ",Freya menarik lengan suaminya karena Revan tetap tak bergeming dari tidurnya.

Sreet...Revan menarik istrinya kedalam pelukannya." ayo kita tidur lagi sebentar ".

" tidak!, nanti kamu akan terlambat sayang, kamu itu pemimpin di perusahaan, apa kata karyawan mu nanti kalau pemimpinnya malas-malasan seperti ini ".

" Iya-iya, tapi nanti malam jatahnya di tambah dua ronde lagi ya?",Revan mengerlingkan matanya.

"Ish...baiklah", Freya langsung bersemu.

Selesai mandi Revan memakai pakaian yang disiapkan oleh istrinya. Selesai berpakaian rapi Freya memakaikan dasi untuk Revan.setiap hari sudah menjadi rutinitas yang selalu dilakukan pasangan suami istri ini.

" sudah rapi ",Freya sedikit menepuk-nepuk bahu suaminya yang sudah rapi dengan setelan jasnya.

Mereka akhirnya keluar untuk sarapan, di meja makan Ravka sudah menunggu kedua orang tuanya turun untuk sarapan bersama.

" Kenapa Momy sama Dady lama sekali, Ravka sudah sangat lapar ",Ravka mengerucutkan bibirnya lucu.

" uluh-uluh..sayang anak Momy sudah kelaparan ya, sini Momy ambilkan sarapannya ",Freya mengusap kepala Ravka.

" Lho kok Ravka duluan yang diambilkan sarapannya, harusnya aku duluan ",ucap Revan protes.

" No Dady, Ravka sudah sangat lapar, Dady kan sudah dewasa, jadi bisa mengambil sendiri sarapannya ".

"Dady suaminya Momy, jadi harus Dady duluan".

" Haish...sudah-sudah, tidak boleh ribut di depan rizki yang Tuhan berikan. Sayang,aku akan ambilkan Ravka duluan nanti baru kamu, kasihan Ravka sudah kelaparan ".

" Tapi aku juga sudah lapar sayang ".

" Tidak boleh protes, kamu yang membuat anak kita menunggu dan kelaparan ".Freya melotot ke arah suaminya.

Revan mendengus kesal karena istrinya mengambilkan makanan untuk Ravka duluan. Ravka pun menjulurkan lidahnya mengejek Dadynya.

.

.

.

" Kita berangkat dulu sayang ",ucap Revan sambil mengecup kening istrinya.

" Apa kamu tidak akan terlambat kalau harus mengantar Ravka duluan sayang?".

"Yah mau gimana lagi, pak Diman sedang sakit,jadi yah harus nganterin pengganggu kecil ini", ucap Revan sedikit melirik Ravka untuk mengejeknya.

" Dady..",protes Ravka.

"Iya-iya kamu adalah anak kesayangan Dady dan Momy", Revan memberi banyak ciuman kepada anaknya itu.

" No Dady, jangan cium-cium ,Ravka sudah besar ".

" iya-iya jagoan Dady yang sudah besar ",Revan mengacak rambut anaknya.

Freya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ayah dan anak itu.

" yasudah kalian cepatlah berangkat, nanti terlambat ".

" Iya sayang, kami berangkat dulu ",Revan dan Ravka berangkat bersama, sebelum mobil meninggalkan rumah, Revan dan Ravka melambaikan tangannya kepada Freya. Freya pun membalasnya.

Setelah semuanya berangkat, Freya kembali masuk kedalam rumahnya dan bersiap untuk ke butik miliknya sendiri.

Ya,kini Freya sudah memiliki butik sendiri dengan hasil desainnya sendiri. Freya merintis semuanya dari nol, walaupun dia dari keluarga yang sangat berada, dia bertekad akan merintis usahanya sendiri dari nol. Dan kini butiknya menjadi terkenal dan sudah diakui oleh dunia. Banyak pesanan yang datang dari luar negeri maupun dalam negeri.

Walaupun begitu, Freya tetap mengutamakan keluarga yang lebih dahulu. Saat ini Revan dan Freya juga sudah pindah di rumah yang suaminya disain sendiri sebagai hadiah ulang tahun pernikahan mereka bulan lalu.

.

.

.

.

.

.

" Selamat pagi semuanya, apa kalian semua sudah sarapan?, aku membeli bubur ayam tadi saat perjalanan ke sini, apa kalian mau?",sapa Freya kepada semua karyawannya. Freya memang sering membelikan sarapan untuk karyawannya.

"Wah, rejeki tidak boleh ditolak mbak, sering-sering deh mbak Freya ke butiknya, soalnya pasti dibelikan sarapan,jadinya kan semangat kerjanya hehe", ucap salah satu karyawannya yang bernama Rani.

" Hush...Rani, malu-maluin saja ".

Freya hanya tersenyum melihat karyawannya "tidak apa-apa lagian aku tidak mau kerajaan kalian jadi terhambat karena perut yang kosong".

" Iya mbak terimakasih ".

" Yasudah setelah sarapan kalian lanjutkan kerjanya, aku mau mengecek laporan-laporan ke ruangan saya dulu ".

"Iya mbak", jawab semua karyawan.

Freya masuk kedalam ruangan kerjanya dan mengecek ulang seluruh laporan-laporan butiknya.

Hingga tanpa terasa kini jam sudah menunjukkan pukul tiga, Freya pun bergegas untuk pulang, karena sebentar lagi suaminya pasti akan pulang.

Ravka pun sudah di jemput supir pengganti sementara.

Saat keluar dari butiknya menuju mobilnya, Freya terpaku melihat seseorang yang dianggapnya sudah tenang disisi-Nya, sedang makan es krim di cafe depan butik di sebrang jalan.

Freya mengucek matanya tidak percaya, tapi sosok yang dia lihat kini sudah pergi bersama seorang pria paruh baya.

Freya yang terus menatap sosok tersebut terus berpikir, siapa dia, kenapa wajahnya mirip sekali dengannya, lalu siapa yang di Makamkan waktu itu.

Freya melamun memikirkan semua itu. Hingga dirinya tersadar saat ponselnya berbunyi. Freya menatap layar ponselnya ternyata suaminya yang menelponnya.

" Ya halo sayang "

".........."

"Iya aku sedang di perjalanan, maaf sedikit terlambat, jalanan sedikit macet", bohong Freya.

".............."

"Iya sayang Love you too". Setelah panggilan selesai, Freya memasukan ponselnya ke dalam tasnya dan melajukan mobilnya menuju rumahnya.

" Semoga penglihatan ku salah. Tuhan, jangan ambil kebahagiaan yang kami rasakan saat ini ".Freya terus bergumam selama menyetir.

.

.

.

" Momy..... "Teriak Ravka sambil berlari menghampiri Freya yang berniat masuk ke dalam rumahnya.

" Anak Momy, Kenapa kamu diluar sayang ",ucap Freya mencium pipi Ravka. Dibelakang Ravka Revan pun berjalan menghampiri istrinya.

" kami sedang menunggu mu,karena ini pertama kali kamu telat pulangnya sayang, kami khawatir padamu ".

"Maaf sayang, tadi sedikit macet,ayo kita masuk". Freya belum berani mengatakan apa yang di lihatnya tadi kepada suaminya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah makan malam bersama kini Freya berada di balkon kamar menatap langit malam dengan perasaan cemas. Freya cemas kalau yang di lihatnya tadi benar-benar Aurel. Freya takut nanti Revan akan membagi hatinya seperti dulu. Karena waktu Freya mendengar kabar kematiannya dulu, suaminya masih mencintai Aurel.

Freya tidak ingin kebahagiaan yang sudah dirasakannya beberapa tahun ini akan musnah kalau suaminya nanti masih mencintai wanita lain. Apa yang akan terjadi dengan keluarga kecilnya nanti. Freya benar-benar gelisah memikirkan semua itu.

.

.

Bersambung

.

.

1
Janah Husna Ugy
KLO q GK suka Revan yg pergaulan bebas nya
3sna
ini udh luluh lg,knp lembek bgt sich,serius msh jijik bgt sm revan krna pernh berhub badan
3sna
suara datar tp gk tgas,gk mwmbatasi diri skak trus dgn kata2,,
3sna
udah tau selingkuh berhubungn badan tp gmong luluh freya,ck gk tegas
3sna
gitu doang dimaapin,ck
3sna
kebnykn kt sayang
Siti Nurbaidah
Luar biasa
Khanza Safira
ending yang memuaskan
Si Memeh
Luar biasa
Lilik Juhariah
bagus ceritanya
FUZEIN
Fuhh..terima kasih yang tak terhingga padamu thor ...berbeza...penulisan mu sangat berbeza....aku sangat suka...akhirnya...bahagia ke duka..bahagia lagi..duka lagi dan bahagia selananya❤️
FUZEIN
Itulah..tak adil sangat2...
FUZEIN
So saddddddd😭😭😭😭
FUZEIN
Hubungan yg dah retak...dah tlalu nauh dsakiti...memang harus memaafkan...tapi lrpas tu...lebih baik menjauh
FUZEIN
Kenapa sedih ni...alaaaa😭
FUZEIN
Hi thorr....cerita mu sangat menarik....kisah seorang gadis yg baik..mpjuangkan cinta..tapi dkhianati..tapi yang bagusnya...wanita tu tak larut dalam menyintai..dan ceritamu..tak bertele2...sangat bagus...5 star ya
FUZEIN
Cerita ni oenuh kejutan..menarik
FUZEIN
Senang je...nak balik lagi ke ni...selisih malaikat 40..
FUZEIN
Nak gak intip..tapi tahann...teruskan membaca
FUZEIN
Idea gila ni...mudahan freya meninggal kan repan bo doh tu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!