NovelToon NovelToon
Always Remember

Always Remember

Status: tamat
Genre:Komedi / Showbiz / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: yu aotian

Hidup Mayu Ichihara benar-benar sial setelah ditipu kekasihnya. Keluar dari tempat kerjanya, diusir dari rumah kontrakan, bahkan seluruh uang tabungannya dihabiskan kekasihnya untuk membayar utang judi. Dia benar-benar tak tahu harus berbuat apa.

Berkhayal akan bertemu pangeran tampan berkuda putih yang akan menyelamatkannya dari kesengsaraan, yang ada dia malah terperangkap dalam kelompok penipu kelas kakap yang tengah mengincar sebuah batu mulia bernilai fantastis. Benda berharga tersebut, dimiliki oleh seorang penyanyi pop bernama Chiba Yamada. Berbagai skenario pun mereka susun demi mendekati penyanyi pop itu.

Ikuti kisah Mayu dan kelompok penipu handal dalam melakukan aksi penipuan terhadap sang Idola terkenal di Jepang.

Warning! Banyak adegan ciuman dan dewasa. Novel ini setting luar negeri, jadi kalau mau baca pikirannya juga harus ke luar negeri, ya 😊

SPIN OFF NOVEL DON'T FORGET (CHIBA YAMADA'S STORY)

Genre: Romantis Adult, Scamming, action

Alur: maju

setting: Japan


Catatan Penulis ✍️



Tidak menjanjikan novel bagus, baca aja dan nilai sendiri. Memilih bacaan adalah soal selera, kuharap karya-karyaku bagian dari seleramu.

Baca juga bukuku yang lainnya di sini:

Don't Say Goodbye: kisah cinta cowok berandalan pemain biola 🔚

Don't Forget: kisah pembalasan dendam ketua Yakuza terhadap seorang wanita 🔚

Gomen, Aishiteru: kisah pencuri misterius yang mencintai adik polisi. 🔚

©AotianYu, 2021

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat

Kenapa aku selalu membiarkannya melakukan ini? Kenapa tubuhku melemah saat berkontak fisik dengannya?

Mayu yang sempat terkesiap saat bibir hangat Chiba menekan bibirnya, kini malah mulai membalas pagutan pria itu sambil memejamkan mata. Tangan Mayu merambat perlahan menyusuri lengan berotot Chiba lalu bergerak pelan ke wajahnya yang mulus terawat. Ia mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh pria itu. Gerakan romantis ini, spontan ia lakukan.

Kenapa aku melakukan ini? Kenapa aku tak rela ini berakhir?

Tangan Chiba pun turut melingkar di pinggang Mayu, memeluk tubuh mungil gadis itu. Bibirnya mulai bergeser turun ke bawah dengan perlahan, bermuara di leher jenjang Mayu. Wanita itu hanya bisa pasrah saat wajah Chiba mulai terbenam di tempat sensitifnya itu.

Detik demi detik berkumpul menjadi satu menit. Mayu membuka mata perlahan saat merasakan beban di bahu kirinya.

"Yamada-kun!" panggil Mayu pelan tanpa melepaskan pelukan. Matanya melebar tatkala kepala pria yang tengah bersandar di bahunya itu hampir terjatuh. Ternyata, Chiba tak sadarkan diri. Untungnya, ia masih berusaha menahan bobot tubuh pria itu agar tak jatuh.

"Yamada-kun! Yamada-kun!" Mayu membaringkan kepala Chiba di pahanya. Ia menepuk-nepuk pipi pria itu berusaha membuatnya sadar.

Dia demam tinggi. Apa yang harus aku lakukan?

Di tengah kepanikan yang melanda dirinya, tiba-tiba terdengar suara bel. Mayu bergegas berdiri, menghidupkan lampu ruangan dan membuka pintu. Ternyata yang datang adalah manajer Thao.

"Thao-san, tolong aku! Yamada-kun ...." Mayu tak dapat menyelesaikan ucapannya. Ia hanya mampu menunjuk ke arah dapur sambil memperlihatkan kepanikan yang tercetak jelas di wajahnya.

Tiga puluh menit kemudian, Chiba telah terbaring di ranjang dengan kompres yang melekat di dahinya. Mayu menatap wajah pucat yang tengah terlelap itu.

"Jangan khawatir. Dia memang mudah terkena demam, terutama jika pikirannya sedang menumpuk," ujar manajer Thao sembari meletakkan obat di nakas.

"Pikiran menumpuk?

"Iya, dia sedang mempersiapkan album terbarunya. Tentu ada banyak hal yang membuatnya stress. Hal ini juga dialami idola lainnya. Mereka kadang takut dan was-was jika album mereka tidak meninggalkan kesan pada penggemar, mendapat kritikan dari pengamat musik, atau lebih menakutkan lagi, para idola membayangkan album mereka tak akan meledak di pasaran. Apalagi setiap tahun, melahirkan idola-idola baru yang siap bersaing di dunia hiburan," terang manajer Chiba.

"Sokka. Ternyata menjadi superstar juga memiliki beban mental yang berat."

"Chiba telah melewati itu selama bertahun-tahun meskipun selalu ada yang berusaha menjatuhkan popularitasnya, dia tetap menjadi pohon yang memiliki akar kuat. Maka dari itu ... aku harap, kehadiran Ichihara-san di sisinya dapat membawa energi positif yang membuatnya makin bersemangat," ucap manajer Thao sambil tersenyum.

Tapi, aku bukan siapa-siapa. Aku bukan orang terspesial seperti dugaanmu.

"Aku ... akan berusaha yang terbaik," ucap Mayu seraya menunduk di depan manajer Thao.

"Apakah Ichihara-san telah mengetahui kalau Chiba memiliki riwayat depresi?"

"Eh?" Mayu tersentak seketika.

"Dia pernah mengalami kekerasan fisik saat remaja dan percobaan pembunuhan sebanyak lima kali. Itu membuatnya trauma hingga mengalami depresi. Untungnya, depresinya sudah tidak pernah kambuh lagi sejak empat tahun terakhir," jelas manajer Thao sambil menatap Chiba yang terbaring di ranjang.

Melihat Mayu yang terdiam dengan ekspresi terkejut yang tercetak di wajahnya, manajer Thao kembali berkata, "Ichihara-san, sepertinya Anda tidak tahu banyak tentang Chiba. Aku memberitahu tentang ini, karena aku yakin dia tidak akan menceritakan apa pun padamu."

"Dia benar-benar seperti pohon yang memiliki akar kuat. Tidak akan jatuh meskipun ada badai yang menerpa. Begitulah?" ucap Mayu sambil menatap iba ke arah Chiba.

"Ya, begitulah."

Manajer Thao pamit pulang setelah menjelaskan obat yang biasa diminum Chiba pada Mayu. Kini, hanya tinggal Mayu yang menjaga Chiba. Dia rutin mengganti kompres dan mengelap keringat yang keluar di tubuh pria itu.

Sejenak, wanita itu kembali mengingat ucapan Chiba yang mengkhawatirkan kalau ia tak akan kembali ke apartemen. Sesungguhnya, ia tak mengerti mengapa pria itu sampai membuat racauan yang aneh. Apakah karena pria itu begitu kesepian? Ataukah karena ia teringat masa lalunya?

"Kau selalu bertindak di luar prediksiku. Membuatku berada di zona bingung antara nyata dan khayal," ucap Mayu sambil memundurkan ingatan saat Chiba menciumnya di balik gorden, di depan wartawan, dan bahkan di bawah wastafel.

Mayu menyentuh bibirnya sendiri. Dibanding ciuman yang pertama kali pria itu lakukan padanya, entah kenapa ciuman kali ini lebih terasa dalam seolah ada cinta yang diikutsertakan.

"Apa jangan-jangan yang tadi itu ... dia melakukannya karena mengira aku mantan istrinya?" Mayu membuat kesimpulan sendiri sambil menggeleng kepala pelan. Ia melarikan pandangan ke arah Chiba yang terlelap, mengacungkan jari telunjuknya ke wajah pria itu sambil berkata, "Hei, aku tidak sudi dijadikan pelampiasan objek fantasimu ke wanita lain!"

Sedetik berlalu, ia terdiam sambil mengingat status Chiba yang merupakan seorang superstar dan pemilik Red Diamond. "Tapi, kalau sekali-sekali juga tidak apa-apa," ucapnya kembali.

Satu malam terlewati begitu saja. Warna langit mulai terang seiring mentari naik dengan anggun sambil memancarkan cahayanya ke bumi. Kelopak mata Chiba terbuka perlahan, berkedip pelan untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina. Ia memegang dahinya lalu meraih kompres. Saat menoleh ke samping, pemandangan yang terlihat adalah Mayu yang terlelap dengan posisi duduk bersandar pada sisi ranjang sambil menggenggam tangan kanannya. Tentu ia dapat menebak wanita itu menjaganya semalaman.

Segaris senyum terpatri di wajah Chiba. Ia memutuskan untuk tidak bangun, membiarkan Mayu terus menggenggam tangannya dan tidak melakukan pergerakan yang dapat mengusik tidurnya.

Satu jam berlalu dan Chiba masih terbaring di posisi awal, tanpa bergeser sedikit pun. Matanya terus mengawal dan menjaga Mayu yang masih tampak pulas. Mayu mengerjap pelan, saat kesadarannya penuh, ia segera menegakkan tubuhnya.

"Ohayou!" sapa Chiba sambil ikut bangun meluruskan punggungnya.

"Kau sudah sehat?" Mayu meraba dahi pria itu.

Chiba mengambil tangan Mayu dari keningnya, dan menggenggamnya dengan lembut. "Aku lapar, bisakah kau memasak untukku?"

Mayu menatap mata Chiba yang berbinar cerah. "Baik. Aku akan segera memasak!" ucapnya penuh semangat karena melihat Chiba telah sembuh.

Mayu bergegas ke dapur memasang celemek dan menguncir rambutnya. Ia tampak kebingungan memikirkan menu apa yang cocok untuk orang sakit. Saat berbalik, ia terhenyak melihat Chiba telah berada di belakangnya turut memasang celemek.

"Kenapa kau di sini? Kau masih sakit harus istirahat!" Mayu mendorong tubuh Chiba agar menjauh dari dapur. Ia menarik kursi makan, lalu meminta pria itu duduk di situ.

Saat ia hendak kembali ke dapur, pria itu malah berdiri dan mengekornya. Mayu yang berbalik lantas kembali mendorong Chiba.

"Sudah kubilang, duduklah di situ!"

Chiba hanya dapat menahan tawa. Saat ia hendak berdiri, Mayu langsung berbalik sambil berkacak pinggang dan melototkan mata ke arahnya.

"Iya ... iya! Kau sudah seperti ibu-ibu yang mengomeli anaknya!" ujar Chiba seraya menyeringai.

Mayu tak berkata apa-apa. Ia hanya memajukan bibirnya sembari berjalan kembali ke dapur. Ia bergegas mengolah bahan makanan lalu memasaknya.

"Hmm ... aromanya sangat menggugah selera!"

Mayu yang tengah mengaduk sup, lantas terkejut ketika Chiba telah berada tepat di belakangnya sambil menyandarkan dagu di bahu kirinya.

"Kenapa kau ke sini lagi? Bukankah sudah kubilang—" Mayu yang belum menyelesaikan kalimatnya, tampak terkesiap ketika tangan Chiba memegang tangannya yang sedang memegang sendok pengaduk, lalu mengarahkannya untuk terus mengaduk sup yang dimasak.

"Kau harus mengaduk terus supnya jangan sampai ikan-ikannya merasa diabaikan," celetuk pria itu sambil terus menuntun tangan Mayu mengaduk sup itu.

Sebelah tangan Chiba melingkar di pinggangnya, memeluk sambil tetap menyandarkan dagu di bahunya. Seketika, rasa gugup pun langsung menjalar di dalam diri Mayu. Ia tak lagi bisa berkonsentrasi.

Jangan lemah! Jangan terbuai! Jangan jatuh hati padanya!

Saat malam sudah bernuansa gelap dan hanya ada beberapa titik cahaya terang di atas sana, Mayu mengambil handuknya bersiap untuk mandi. Ia mengintip keluar, melihat Chiba yang sibuk membuat kunci nada untuk lagu terbarunya. Ia memutuskan menghampiri pria itu sembari membuatkan secangkir kopi panas. Chiba tersadar dengan kehadiran wanita itu saat kopi diletakkan di atas meja.

"Arigatou," ucap Chiba sambil kembali membuat nada.

"Ano ...."

Chiba kembali menoleh ke arah Mayu yang tampak ingin bicara.

"Malam ini biar aku saja yang tidur di sofa. Kau harus tidur nyaman di ranjang untuk memulihkan kesehatanmu," ucap Mayu dengan sungguh-sungguh.

"Kita akan tidur bersama seranjang," jawab Chiba singkat.

"Eh?" Mayu tak paham maksud pria itu.

Chiba kembali menatapnya sambil berkata pelan, "aku ... ingin lebih dekat denganmu malam ini. Bersiaplah!"

.

.

.

Apa yang pernah dialami Chiba saat remaja, dan sederet masa lalunya tidak akan dibahas jauh di sini ya. karena semua sudah diceritakan di novel terdahulu.

1
Yos3Va
gak mandi sebulan... gimana rasanya itu🤭🤭
Yos3Va
sabun yg gak bakalan kebeli oleh kaum elit-ekonomisyulit🙈
Yos3Va
panggilan kesayangan Arata buat Mayu, Bibi Hantu 🤗🤗
Yos3Va
ternyata ini alasan sebenarnya... tiwas Mayu wis overthinking🤗
Yos3Va
iki meneh... soyo keweden iku Mayu🙈🙈
Yos3Va
wkwk... mlh dapat info yg bikin Mayu makin overthinking🙈🙈
Yos3Va
infonya makin menyesatkan Mayu yang lagi overthinking🙈🙈
Yos3Va
Mayu cari solusi dg sumber yg bikin kacau🙈🙈
Yos3Va
kok aku mlh pengen ngguyu ndelok polahe Mayu ya🤭🤭
Yos3Va
ciri khas-nya Kak Yu... alur maju mundur nyungsep🤭🤭🤭
Yos3Va
so sweet😍😍😍😍
Yos3Va
ini yg membedakan Hana dan Mayu... akhir bahagia untuk Chiba-Mayu🥰
Yos3Va
bahkan sorang superstar+anak konglomerat punya sisi kehidupan yg kelam sampai depresi... urip pancen mung wang sinawang
Yos3Va
ternyata oh ternyata
Yos3Va
owalah... padahal jawabanmu yg asal²an ini ditanggapi serius sama semua orang, termasuk Mayu🤭
Yos3Va
demi cinta, kumis pun kena eliminasi
Yos3Va
demi Nana kamu sampai rela menghilangkan sikat di atas bibirmu,, Manajer Thao 😁
Yos3Va
owalah Ken... jadi kakak kayak ember bocor🤣🤣🤣🤭
Yos3Va
itu karena masa kecil Ken kurang bahagia, jadi inner child-nya muncul klo ketemu Arata🤭🤭
Yos3Va
wooooah ternyata Manajer Thao beneran mantan Yakuza jg... kirain cuma buat menarik perhatian Nana🤗✌🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!