Season 1
Sara Anjani Salim anak tunggal dari keluarga terpandang, namun nasibnya berubah ketika orang tuanya kecelakaan dan harus membuatnya "MENGHARGAI" dirinya untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang koma.
Diawal perjuangannya ayahnya meninggal dunia, membuat Sara begitu sakit harus ditinggalkan ayahnya itu, tapi dia tidak bisa berhenti karena dia masih memiliki mamah yang harus dia perjuangan.
Setelah beberapa bulan mamahnya sadar dari Komanya, namun semua itu bukanlah apa-apa, bagaimana dia harus menutupi pekerjaannya agar mamahnya tidak mengetahui.
Namun serapat-rapatnya dia menyimpan itu semua, ada yang mengatakan pada mamahnya hingga membuat dia ketakutan.
Tiba-tiba seorang laki-laki yang memiliki "KELAINAN" menawari dia sebagai istrinya.
Season 2.
Gara-gara sering mengejar muridnya yang nakal. Rizal pun harus berakhir dipelaminan dengan Siswi nakalnya.
Sebuah kesalah paham mengharuskan Rizal menikahi Siswi yang terbilang sangat nakal.
Bagaimana jadinya rumah tangga mereka setelah menikah, langsung baca saja ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon henti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata Hanya mimpi buruk..
"Terima kasih pak Leon, cukup sampai disini saja mengantarkannya" Ujar kliennya itu.
"Oh iya" Leon melihat karyawannya sedang berkumpul diloby, dia menghampiri perkumpulan itu.
"Ada apa ini" Tanyanya pada karyawan itu.
"Itu pak, Ada yang bikin onar didepan. Terus orangnya sekarang meninggal karna kecelakaan" Tutur karyawan itu.
"Iya terus urusannya sama kalian apa!! Saya gak ngasih gaji buta untuk orang yang santai kerjanya ya" Teriak Leon dengan nada membentak, karyawan itu langsung menoleh dan membubarkan diri. Mereka tidak sadar kalau yang bertanya itu bosnya.
"Apa begitu pekerjaan mereka!!" Gerutunya, Dia pun menghampiri resepsionis.
"Kamu, kalau ada istri saya datang suruh langsung keruangan saya saja ya" Pesannya pada resepsionis itu.
"Iyaa pak" Sahutnya.
Leon kembali keruangannya, dia merebahkan tubuhnya disofa sebari memijat pelipisnya yang pusing. Dia sungguh dibuat pusing oleh kelakuan istrinya akhir-akhir ini, hingga tak sadar dia tertidur disofa itu.
Denga paperbag ditanggannya Sara memasuki gedung tempat suaminya itu bekerja.
Resepsionis itu pun langsung memberi hormat saat melihat Sara.
"Selamat siang bu, Sudah ditunggu pak Leon diruangannya" Sapa resepsionis itu sebari memberitahu pesan Leon.
"Oh iya makasih" sahutnya ramah.
Sara langsung memasuki lift yang langsung keruangan suaminya itu, Dia melihat suaminya itu tertidur disofa. Tidak biasanya Leon sampai tertidur seperti itu saat kerja, dia pun menyimpan paperbag itu dimeja.
Tiba-tiba tidur Leon jadi tidak tenang, kakinya terus bergerak seperti bagi yang sedang merengek dengan kepala yang terus ke kiri dan ke kanan itu, bahkan keringat bercucuran.
Sara membangunkan suaminya itu, tapi tidak ada respon. Dia pun menjambak rambutnya sampai Leon tiba-tiba terteriakk.
"Sarrrraaaa" Sara yang sedang menjambak rambutnya itu mengerjat karna kaget dengan suara teriakan Leon itu, dia kira Leon sudah bangun tapi ternyata dia malah kembali berteriak.
"Sara bangun Sara" Ucapnya dalam mimpi.
Sara pun mengambil air yang ada dimeja kerja Leon itu.
"Dasar gila, dia yang tidur tapi dia yang menyuruhku bangun" Omelnya, dia pun tanpa asa-asa menyiram Leon.
"Sarrraaa" Leon langsung terbangun diakhir mimpinya itu, dia memegang wajahnya yang basah lalu menadah ke atas melihat istrinya yang sedang melipat tangan didada itu.
Leon langsung beranjak dan memeluk Sara, Sara terus saja memberontak karna bajunya yang ikutan basah.
Gara-gara akhir-akhir ini Sara selalu menyebalkan dia malah memimpikan kejadian didepan tadi itu istrinya.
"Ahh lepaskan bajuku jadi basah" teriak Sara yang sedang dipeluk suaminya itu.
Leon tak memperdulikan teriakan suaminya itu, dia malah mengecup seluruh wajah istrinya itu dan kembali memeluknya.
"Kau ini kenapa sih" Omel Sara, dia jadi kesal pada suaminya itu.
"Tidak, aku hanya merindukanmu saja" Sahutnya santai.
"Tadi pagi marah-marah, sekarang rindu. Mulutmu itu manis sekali" Ledek Sara, saat mengingat wajaah kesal Leon pagi yang parfumnya dibuang itu.
"Aku tidak akan marah lagi,bukan kah kau membawakan aku makan siang" Ujarnya yang sudah duduk itu.
"Iya, aku ingin makan denganmu" Sahutnya manja. Sara langsung membuka satu persatu makanan itu.
Leon tersenyum melihat Sara yang sedang senang makan siang dengannya itu, mimpi buruk itu benar-benar membuatnya takut.
Sara kembali membereskan bekas makannya itu.
"Mau ikut aku metting keluar gak?" Tanya Leon pada Sara. Sara mengerutkan sebelah alisnya, merasa aneh karna Leon mengajaknya ikut kerja.
"Emang tidak apa-apa?"
"Enggak, lagian Mike lagi sibuk?" Tuturnya.
"Iya mau" Sahutnya senang.
Sara pun merapihkan penampilannya, sebelum ikut dengan suaminya itu. Leon mengajaknya ke restoran bintang lima untuk menemui kliennya itu. Wanita berstyle baju kantoran itu sudah duduk menunggu suaminya itu, wanita itu begitu cantik dan seksi. Sara menatap suaminya itu dengan tatapan kesal.
"Ada apa?" Tanyanya Leon.
"Kamu sering ketemu ginian yang?" Tanyanya lirih.
"Iya" Jawabnya santai.
Wanita itu tersenyum begitu manis pada Leon, Sara langsung menyimpan tas brandnya dia atas meja. Wanita itu menatapnya tajam, seperti Sara adalaha pengangu.
Baju kemeja yang kancingnya dibuka 2 itu membuat dada wanita itu sedikit mengintip, bahkan wanita itu sengaja mengeserkan duduknya agar lebih dekat.
"Mbak bisa gak duduknya lebih menjauh sedikit" Ucap sinis Sara.
"Saya itu lagi membahas proyek, harusnya kamu sebagai seketarisnya mencatat poin-poin pentingnya" Jawabnya ikut sinis. Sara melotot dikatai seketaris itu, dia tak terima.
"Dia istri saya" Ujar Leon membuat wanita itu jadi malu, Sara tersenyum puas melihat wanita itu.
Leon mengelus lembut rambut Sara, dia tau pasti wanita itu sedang kesal.
"Ohh maaf pak Leon" Tuturnya sebari kembali mengeser duduknya lebih jauh. Dia tak mau proyeknya gagal gara-gara menyingung kliennya itu.
Setelah satu jam lamanya pembahasan mereka pin selesai, Sara langsung mendengus melihat kepergian wanita ganjen itu.
"Kamu awas ya tertarik sama dia!!" Omelnya pada Leon.
"Tertarik sama kamu aja susah, apalagi sama dia" Sahutnya santai.
"Tap..." belum selesai Sara bicara suaminya itu menutup mulut Sara dengan bibirnya.
Sara jadi malu karna di cium ditempat umum seperti ini.
"Kamu apa-apaan sih" Ucapnya lirih karna malu.
"Udah yu ah," Ajaknya sebari beranjak.
Sara merapatkan jalannya pada Leon, karna malu ada beberapa pengunjung restoran itu yang melihat tingkah Leon itu.
"Semenjak menikah aku belum pernah kasih kamu hadiah!! kamu mau apa?" Tanya Leon lembut.
"Belum pernah apanya, tas brand tiap bulan baru, cincin berlian aja udah kaya toko dirumah" Omel Sara kesal.
"Itu kan bentuk menyenangkan istri," Tutur Leon.
"Aku pengen kamu terus sama aku aja, itu sudah jadi hadiah yang sangat untuk aku" Tutur Sara serius.
Leon tersenyum sebari mengangguk pelan mendengar penuturan istrinya itu, dia begitu senang memiliki Sara.
Leon pun melajukan mobilnya kerumah, dia memang memutuskan pulang setelah pertemuan tadi. Sara yang tertidur dimobilnya, ditataplah wajah cantik yang sedang tertidur itu.
Leon pun mengangkat tubuh Sara untuk ditidurkan dikamarnya.
"Kenapa jadi berat ya?" Gumam Leon lirih.
"Apa akhir-akhir ini dia jadi banyak makan ya" Tuturnya lagi.
Leon lamgsung menurunkan Sara ditempat tidurnya, sekarang bahkan tangannya jadi kram karna menahan tubuh Sara itu.
"Astaga tanganku"
Leon pun membersihkan tubuhnya, ini memang masih sekitar jam 3 sore. Dia pun ikut merebahkan tubuhnya disamping Sara sebari menatap langit-langit kamarnya itu.
"Kenapa aku mimpi kaya gitu ya" Gumamnya mengingat mimpi tadi, dan dalam mimpi itu benar-benar seperti nyata. Bagaimana Sara datang kekantornya bahkan kerumanan karyawannya. Mimpi itu benar-benar tercetak seperti nyata.
"Apa itu teguran dari tuhan untukku ya, karna aku suka kesal pada istriku yang akhir-akhir ini selalu aneh. Aku tidak sabar padanya jadi tuhan menegurku agar lebih sabar" Gumamnya lagi, Tangan Sara yang tidur pun memeluk Leon yang masih menatap langit-langit kamar itu membuatnya menoleh pada istrinya.
Leon pun merubah posisi tidurnya dan memeluk balik Sara. Tidur sore !!
.
.
TBC..
Aku udah crazy up ya, aku mau Crazy votenya dong.. semoga puas yaa,,
.