Nada dan Alva di haruskan menjadi teman satu kamar di asrama karena ada sebuah kejadian yang tak diduga duga.
Selama menjadi teman satu kamar Alva selalu merasakan hal yang aneh pada dirinya yang menurutnya tak normal. Suatu hari Alva pergi ke dokter untuk memeriksaan kondisinya yang aneh selama ini.
"Apa keluhanmu?" Tanya sang dokter.
"Begini dok, akhir akhir ini jantungku selalu berdetak tak sewajarnya! Terkadang jantungku sakit, terkadang jantungku berdetak dengan kencangnya! Seperti itu yang kurasakan!" Jelas Alfa.
Sang dokter mengerutkan keningnya.
"Apa ini bereaksi setiap saat atau hanya saat saat tertentu? Atau mungkin bereaksi terhadap sesuatu?"
"Jantungku akan bereaksi seperti ini hanya pada seseorang saja dok!"
"Sepertinya anda punya masalah serius dengan jantung anda."
"Yang benar dok?"
Puk..
"Sakit kak!"
"Kau itu hanya pintar dalam akademi, tapi bodoh masalah cinta. Kau itu sedang jatuh cinta bodoh!!!"
Penasaran? langsung cek ceritanya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 32
Peluh membanjiri seluruh badan Nada dan Alva akibat kegiatan yang mereka lakukan. Nada tanpa sadar mencakar punggung Alva melampiaskan rasa sakit dan enak akibat permainan Alva dan Alva tak mempermasalahkannya toh ia juga tak merasakan sakit akibat cakaran Nada.
Nada bisa merasakan jika sebentar lagi Alva sampai di puncaknya. Nada mencoba memberikan sensasi berbeda pada Alva agar Alva cepat sampai dan Alva akhirnya keluar.
Nada merasakan perutnya sangat penuh akibat benih Alva yang begitu banyak keluar di dalamnya.
"Haaah.... hah.."
Nafas mereka berdua tersengal senggal akibat kegiatan mereka yang luar biasa. Alva mengecup kening, mata, hidung, pipi dan di tutup di bibir nada dengan lembut.
"Terima kasih" Bisik Nada kemudian tersenyum manis.
Alva balas senyuman Nada kemudian mengecup bibir Nada lagi. Alva baru sadar jika ia tak memakai pengaman malah mengeluarkan benihnya di dalam. Melihat wajah Alva yang panik Nada malah tertawa.
"Maaf Na, aku kelepasan." Kata Alva panik.
"Sssttt.... Tidak apa Al, selama itu milikmu aku tak apa apa. Justru aku akan senang jika baby bisa hadir di dalam sana." Kata Nada sambil tersenyum.
"Ayo kita mandi, setelah itu kita tidur ya!" Kata Alva sambil mengusap poni Nada yang basah karna keringat. Alva menggendong Nada ala bridal, berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Mereka mengakhiri kegiatan panas mereka dengan mandi bersama kemudian tidur.
...*...
...*...
Keesokan paginya Alva bangun dari tidurnya dan tak mendapati Nada di sampingnya. Alva langsung bangun untuk mencari keberadaan sang kekasih dan sialnya tak ia temukan hingga ia menemukan sebuah catatan di atas meja nakas miliknya.
Maaf tak membangunkanmu.
Tadi pagi sekali mama nelvon katanya hari ini mama mau ajak aku jalan jalan.
aku tak tega membangunkamu Jadi aku pergi duluan, sampai jumpa Sayangku.
Nada.
Alva langsung menghubungi Nada untuk memastikannya sendiri.
"Halo, Na!" Sapa Alva ketika panggilannya terhubung.
^^^"Halo, ada apa Al? Maaf tadi tak berpamitan padamu, kulihat kau benar benar pulas tidurnya aku tak enak membangunkamu." Kata Nada lembut.^^^
"Iya sayang tak apa, lain kali bangunkan aku jika kau ingin apa apa ya! jangan seperti ini lagi, kau membuatku panik tadi." Kata Alva.
^^^"Iya, aku tak akan mengulanginya lagi"- karna aku tak akan di sampingmu lagi. Lanjut Nada dalam hati sedih.^^^
Setelah memastikan keadaan Nada, Alva memilih membersihkan diri dan bersiap pergi karna hari ini kakeknya mengajaknya ke kantor.
Ditempat Nada, Nada menangis setelah panggilannya berakhir. Nada menangis di kamar sendirian, ia tak tahu lagi bagaimana kelanjutannya nanti.
Reno yang hendak turun ke bawah mendengar suara tangisan Nada dari sela sela pintu kamar nada yang sedikit terbuka. Reno bisa melihat Nada yang menangis meringkuk di samping ranjang.
Nada terkejut karna tiba tiba ada yang memeluknya, ia terkejut karna yang memeluknya saat ini adalah kakak tirinya yaitu Reno.
"Tenanglah, jangan menangis! Ada apa? kenapa kau menangis seperti ini Hem?" Tanya Reno lembut.
Nada diam tak menjawab, otaknya blank ketika Reno berkata begitu lembut apalagi sekarang Reno sedang mengusap punggung dan surainya begitu lembut tak seperti waktu lalu.
Reno melepaskan pelukannya ketika tak mendapatkan respon dari sang adik. Reno menatap mata Nada yang berair sambil menghapus air mata Nada.
"Ada apa? kenapa diam? Apa kau masih takut padaku? Aku tahu, ingatanmu sudah kembali bukan?" kata Reno menambah keterkejutan Nada.
Siapa yang tak terkejut? Nada mengira Reno tak tahu jika dirinya masih hilang ingatan. Kemudian Reno duduk bersandar dasboard ranjang Nada, menatap langit langit kamar dan sesekali menoleh ke arah Nada.
"Maafkan atas kelakuanku dulu, maaf! Aku benar benar menyesal! Kau pantas membenciku! Kau boleh melaporkannya pada ayah, atau pada polisi Na! Aku benar benar menyesal, tindakanku waktu dulu selalu menghantuiku." Jelas Reno penuh penyesalan.
" Aku, waktu itu hanya melampiaskan rasa kesalku, marahku karna ayah menikah lagi. Aku sangat menyayangi ibuku, dan ayah telah mengkhianati mendiang ibuku dengan menikahi ibumu. Tapi setelah berjalannya waktu, aku sadar, ayah hanya ingin ada yang mengurus ku, mengurus kita semua. Dan aku kembali merasakan kasih sayang seorang ibu setelah 15 tahun berlalu." Kata Reno membuat pengakuan yang membuat Nada sedikit terkejut.
Nada bisa melihat dari wajah Reno yang penuh akan penyesalan dan begitu tulus itu. Nada kembali menangis ketika mendengar semua pengakuan dari Reno.
Melihat Nada yang kembali menangis Reno memeluk Nada yang merupakan adik tirinya itu. Sekarang Reno benar benar menganggap Nada sebagai adiknya, bukan musuhnya lagi.
"Sudah jangan menangis lagi! Apa kau ada masalah dengan Alva?" Tanya Reno yang di jawab gelengan kepala Nada.
"Lalu ada apa? Kenapa kau menangis?" Tanya Reno lagi.
Nada kemudian menjelaskannya dari awal sampai akhir kejadian kemarin, tapi tidak dengan malam panasnya bersama Alva.
"Mm.. Aku akan pindah ke Beijing, aku akan melanjutkan kelas 12ku di sana. Apa kau mau ikut bersamaku? Jika kau ingin ikut aku akan mengatakannya pada ayah." Kata Reno.
Nada Tanpa berpikir panjang langsung menganggukan kepalanya jika ia ingin ikut bersama Reno.
"Yakin kau ingin ikut?" Tanya Reno.
Nada menganggukan kepalanya sekali lagi penuh dengan keyakinan.
"Nanti malam aku akan bilang pada ayah jika kamu mau ikut ke Beijing. Karna aku berangkat lusa." kata Reno.
"Hiks... hiks.." Nada mengangguk dan masih sesenggukan akibat menangis tadi.
"Sudah jangan menangis, adikku tidak boleh cengeng!" Reno mengusap air mata Nada yang berada di pipinya dengan lembut.
"sudah ya, aku mau mandi dulu. jika kamu mencari mama, mama sedang belanja di minimarket." Kata Reno sambil berjalan keluar kamar Nada.
Nada masih bertanya tanya benarkah Reno sudah berubah? Lalu apa keputusannya sudah benar dengan ikut kakak tirinya itu pergi jauh?. Nada menggelengkan kepalanya, ia sudah tak peduli lagi dengan apa yang Reno lakukan dulu padanya yang ia butuhkan hanyalah ia harus percaya dengan kakak tirinya itu.
...#...
...#...
...#...
...Hah.... Akhirnya selesai juga episode ini....
...maaf ya up nya lama, gak sempet soalnya. ini aja ngetik 2 hari itu aja udah ngebut banget....
...okey tanpa basa basi....
...saya ucapkan terima kasih karna sudah setia menunggu cerita author yg satu ini....
...Selamat membaca, jangan lupa like, vote, koment bila perlu tambahkan ke favorit agar kamu tak ketinggalan dengan episode selanjutnya....
...Bye Bye...
...(Ada beberapa bagian cerita yang author remake dan author revisi lagi. Tapi tidak mengubah alurnya kok. Selamat membaca dan terima kasih yang sudah support author sampai sekarang.)...