NovelToon NovelToon
MISTLETOE

MISTLETOE

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:199.1k
Nilai: 5
Nama Author: Xiie Lu

"Aku lihat kamu mirip seseorang."

"Mirip siapa?"

"Mirip menantu idaman Papaku."

---

Diego dan Alita, mereka terlihat seperti remaja biasa. Ke sekolah dan belajar seperti siswa pada umumnya.

Perfect partner yang usil dan jahil, tidak sesederhana yang terlihat. Layaknya tumbuhan hijau pemangsa, keduanya menunggu dan memangsa, dan akan menyerang balik jika ada yang mengganggu.

Siang dan malam adalah waktu yang berbeda, begitu pula dengan identitas Mistletoe, Shaun dan Lele.

Status : Tamat.

Lagu rekomendasi :

Johnny Orldano - What if - ft Mackenzie Ziegler

Johnny Orlando - Everybody Wants You

Johnny Orlando - Last Summer

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xiie Lu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shaun & Lele 33

Happy reading!

.

***

Gelap telah sirna diganti terang. Gadis blonde itu terbangun, mengucek matanya dan menoleh ke samping. Lebih tepatnya ke arah cermin yang langsung menyorot tampangnya setelah bangun tidur.

"Aku pikir masih cantik. Sepertinya tidak perlu dandan," gumamnya pelan. Matanya masih ingin terpejam, hanya sayang otak Alita sudah berlari jauh dari tubuhnya.

Dia tertawa lagi mengingat hal semalam. "Itu gila," ucapnya sambil berlari ke kamar mandi.

Sementara itu, dari luar Diego yang hendak membangunkan Alita seperti biasanya dibuat terheran karena pemilik kamar itu sudah tidak ada di ranjang. "Apa dia sudah bangun?"

Suara shower dari kamar mandi menguatkan dugaannya. Diego tersenyum tipis, tumben sekali si pemalas itu bangun pagi. "Mungkin sedang kesurupan lagi," tukasnya.

Seraya menunggu Alita, Diego menyiapkan sarapan pagi seperti biasa yang dilakukannya. Roti yang diolesi selai kesukaan keduanya.

Ketika hendak duduk, pinggangnya ditahan sesuatu. Diego menoleh dan mendapati gadis tengil itu tersenyum aneh padanya. "Apa?" tanya Diego ketus. Dia seperti melihat sinyal berbahaya dari Alita.

"Selamat pagi, Sayang ...," sapa Alita dengan senyum manja. Tangannya semakin erat memeluk pinggang Diego dan menolak untuk dilepaskan. "Amis you," ujarnya ketika Diego menarik tangan itu.

Seketika Diego tertawa miris. Entah apa yang merasuki Alita hari ini, gadis itu kembali kesurupan. "Amis you kepalamu," tukas Diego sambil menyeret langkahnya yang sulit untuk dipindahkan. "Ayo sarapan."

Alita mengangguk, tapi masih mempertahankan senyum lebarnya yang menyebalkan bagi Diego.

"Apa tadi malam otak kamu disengat kalajengking? Sepertinya kembali bermasalah." Diego membuka percakapan yang mampu membuat Alita mengerucut.

"Bukan otak, tapi bibir," ucap Alita polos.

Sontak Diego tersedak susu yang hendak diminumnya. Dan itu menjadi kesempatan bagi Alita untuk modus. "Astaga, aku iri sekali pada cermin di kamarmu, pasti setiap saat dia bisa melihat wajah kamu yang memerah seperti itu."

Senyum di wajah Alita mengembang. Dengan gaya khasnya, gadis itu duduk sambil menyangga kepala dan menatap Diego. "Aku ingin menjadi cermin yang bisa melihat senyummu setiap pagi. Apalagi muka kamu sangat langka kalau pagi hari."

Diego mendengus sambil memalingkan wajah dari gadis yang selalu dikatainya bocah. "Itu karena kamu malas bangun pagi," sindirnya.

Sambil menyuapkan sepotong roti ke mulutnya, Alita kembali berceloteh. "Oke, aku akan bangun pagi besok. Tapi ...."

Senyum jahil kembali terpatri di bibir Alita dan itu membuat Diego waspada. "Tapi apa?"

"Aku ingin mengulangi dosa yang manis seperti semalam supaya bisa bangun pagi."

Pertautan bibir yang terjadi secara singkat semalam kembali terputar di benak Diego. Matanya terpejam sebelum mengulas senyum tipis yang sangat manis pada Alita. "Baiklah, lanjutkan makanmu dan kita berangkat," ujar Diego mengakhiri percakapan aneh dan tidak bermutu itu.

***

"Shaun, apa kamu merasakan sesuatu tentang Summer?"

Diego mengerutkan keningnya, pura-pura tidak paham. "Apaan?"

"Dia berubah. Bukan hanya gaya rambut dan kacamatanya yang dilepas, tapi tatapannya menjadi sangat aneh," ujar Alita kembali mengingat bagaimana cara Summer menatapnya kemarin.

Diego mengangguk kecil. "Memang terlihat aneh kalau dia membuka kacamata. Kenapa kamu membicarakannya?"

Alita mengedik acuh. Dia mengalihkan pandangnya ke arah luar dan dari kaca mobil itu dia bisa melihat sosok yang tidak asing sedang berlarian menuju ke gerbang sekolah.

"Aku hanya takut dia balas dendam. Kamu menjebaknya dan hampir masuk penjara, Summer pasti sakit hati."

"Tentu saja aku tahu. Tidak usah cemas, Shaun dan Lele tidak akan pernah berurusan dengan polisi," tukas Diego meyakinkan dan menerbitkan senyum cerah di bibir Alita.

"Kamu tidak bercanda 'kan?"

"Tapi aku tidak janji kalau kamu sampai membocorkan tentang apa yang kita lakukan."

Alita tertawa kemudian membalikkan kepalanya agar bisa melihat wajah pemuda yang sedang menyetir itu. "Dan aku berjanji jika kita kembali melakukan dosa yang manis," tuturnya sambil menyengir.

Diego memutar bola matanya malas, tanpa menjawab dia menghentikan mobil di tempat parkir.

"Kamu tidak bolos lagi?" Alita antusias melihat pemuda itu ikut turun dan merangkulnya masuk ke gerbang sekolah. "Serius?"

"Aku tidak bercanda."

"Akhirnya All Zero masuk sekolah lagi," imbuh Alita.

Sesampai di kelas, Alita menyandarkan kepalanya di meja. Sambil mengingat kembali pelajaran yang diberikan kemarin, gadis itu baru sadar kalau dirinya melupakan hal yang sangat berbahaya. Lembar soal Matematika yang disuruh kumpul pada pagi ini.

"Mati aku!" gerutunya sambil meringis takut. "Malaikat Maut pengganti itu pasti akan memotong kepalaku."

Alita mencari-cari lembar soal yang kemarin diberikan Mr. Kim. Nihil, benda itu tidak ada. "Aku melupakannya."

Menghampiri Diego yang langsung bergelung dengan meja bak kasur, Alita menepuk pundak pemuda itu. "Diego, bawa aku kabur dari sini," rengeknya dengan wajah memelas.

Diego mengernyit. Mata yang hampir saja tidur kembali terjaga. "Kamu kenapa?"

"Aku melupakan tugas Matematika yang diberikan Malaikat Maut. Katanya pagi ini harus aku berikan padanya."

Seperti yang diduga, Diego tertawa. "Kabur saja sendiri, aku tidak mau ikutan. Takut dosa," imbuhnya menyengir tanpa dosa.

Alita mengerucut, dia terus merengek pada pemuda itu agar mengantarnya pulang dan pergi dari sekolah ini. "Shaun, ayolah," bisiknya agar nama itu tidak terdengar orang lain.

Diego bergeming. "Pergi saja sendiri," tolak Diego yang masih menunduk di mejanya.

"Oh Tuhan, aku tidak ingin dihukum guru berkumis dan jelek itu," gumamnya dan ikut duduk dengan lemas di kursi Diego.

"Kalau begitu berdoa saja agar guru itu tidak masuk atau tidak datang ke sekolah." Diego memberi saran yang ternyata berhasil membuat Alita menegakkan kepala. "Benar juga. Tapi, apa doaku akan dikabulkan? Aku 'kan banyak dosanya, apalagi semalam melakukan dosa yang manis."

Diego memukul kepala Alita dan berhasil menghentikan ocehan panjang gadis itu. "Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Kamu paham 'kan?"

Seketika manik hijau itu berbinar cerah. Dia merapalkan doa dengan keras dan berhasil membuat Diego mengelus dada, bersabar.

"Tuhan, aku mohon, jangan bawa Mr. Kim ke sekolah hari ini. Buat dia mengalami kecelakaan serius dan dirawat di rumah sakit selama sebulan. Tidak, rawat selama dua tahun. Sampai aku tamat sekolah pokoknya."

Setelah mengucapkan kalimat panjang berisi permohonan ajaib itu, Alita kembali ke kursinya dan duduk dengan tenang. "Semoga dikabulkan," gumamnya.

Sementara di tempatnya, Diego tampak mematung. Dia tidak menyangka isi doa Alita akan seperti itu. "Ternyata mulut si bodoh itu bisa pedas juga," pikirnya.

"Apa katanya? Kecelakaan serius? Astaga, aku yang kesurupan semalam telah mencium bocah kecil dan manja." Diego mengusap wajahnya kasar, bingung harus bilang apa.

Dari tempatnya, Diego bisa melihat Summer datang dan menghampirinya dengan senyum khas. Manis, sehingga lesung pipinya terlihat.

"Selamat pagi," sapa Summer.

"Selamat pagi juga."

Bibir pemuda berlesung pipit itu terangkat ke atas. "Kamu akhirnya kembali lagi. Apa waktu tidurmu sudah cukup panjang?"

Diego mengangguk. Senyum di bibirnya terbit seiring dengan langkah Summer yang mendekat dan berdiri di sampingnya. "Aku pikir begitu. Kenapa?"

Summer terkekeh kecil. Dia membungkuk agar tingginya sama dengan Diego yang sedang duduk. "Aku hanya tidak habis pikir, kenapa seorang Shaun Anthony harus berada di LA. Bukankah sarangnya di Italia?"

"Tentu saja seekor burung akan keluar dari sarangnya agar tidak mati kelaparan. Bukankah begitu menurutmu? Makhluk hidup butuh makanan, mungkin saja orang itu juga sedang kelaparan," imbuh Diego.

"Dan juga, dia pandai menyamar. Bukankah begitu, Mr. Kim?" bisik Summer tepat di telinga Diego.

.

---

---

***

1
Ahmad Dinis
a@ btw tadi malam tidur
Ahmad Dinis
yang penting bisa bahagia
Ahmad Dinis: event
lombok sbr sm sy
total 1 replies
Jelita S
bagus banget,,
Triani
lega....,, akhirnya metong tuh aki2...!!!
Veny Tria Kusumanita
kak...novel will n lea kok.g dilanjutin?
def.: Lanjut say, cuma lg hiatus aja sorry🙏
total 1 replies
{♠️𐔣α𝒇 ιᷜͷͥαᷟༀ♠️}🐍
selalu sukses dengan hasil karyanya ya thor
{♠️𐔣α𝒇 ιᷜͷͥαᷟༀ♠️}🐍
semangat
Sisca Wilujeng
mks kak karyanya... ttp semangat & sukses selalu...👍👍😊😊
Sisca Wilujeng
mampir kak...
fe La'grimas
maaf summer (musim panas 🤭🤣) kamu memang tampan tapi diego lebih menarik (lebih segalanya 😍🤣)
Partiah Yake
crazy coupleee
Dewi Djordan
mks
Dewi Djordan
terlalu bodoh lele..masa anak silver mafia bodohnya kebangetan dan tidak punya keahlian apapun..
sizih_hm
Diego nyamar kayanya
Erny Area
😶
Adin
good novel
Noejan
Mampir kakk❤❤
Niena Saleh
aku telat bacanya 🤭 aku pikir lanjutannya di the devil of athlete...aku nungguin ajah dengan pedenyaa....ga taunya pas sadar udah kelar ajah 🤭👻👻👻👻
Niena Saleh
aku ga penasaran...aku lebih suka cerita yg sesuai dengan isu kepala othornya...daripada cerita yg mengikuti pembacanya...akan mudah ditebak dan tidak menyenangkan lagi untuk dibaca....just let the stories flow...🌷🌷
Niena Saleh
ahaaayyyy....madu terus yg diolesin dimulutnya alita 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!