Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.
Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.
Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.
Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Be My Wife
"Love you, Baby." Ucap Ryu dengan lirih, namun terdengar jelas di telinga Gladys.
Tubuh Gladys seketika langsung membeku saat mendengar Ryu mengucapkan kata cinta untuk pertama kalinya. Ada rasa percaya dan tak percaya di hatinya saat mendengar itu. Namun, yang pasti ia merasa sangat bahagia saat ini.
"Jangan marah lagi, ya. Jangan tinggalin Abang." Lirih Ryu yang menempelkan dahinya di bahu Gladys.
Gladys masih terdiam, sepertinya ia masih berusaha mencerna setiap ucapan Ryu. Tentu saja ia tak menyangka jika mampu memikat hati pria dingin yang selalu bersikap cuek.
"Dys, jadi istriku selamanya, ya." Pinta Ryu. Kali ini, ia menggenggam tangan Gladys yang di jari manisnya memakai cincin pernikahan mereka, hingga dua cincin pernikahan itu bersandingan kini.
Gladys menunduk dan memperhatikan cincin pernikahan di jari manisnya dan jari manis Ryu yang kini bersandingan. Permintaan Ryu ini, membuatnya merasa seperti sedang di lamar. Tentu saja ini lamaran pertama dari Ryu.
Gladys membalik tubuhnya menghadap ke arah Ryu. Ia langsung memeluk pria yang sedang memangkunya. Air matanya mengalir begitu saja saat ia memeluk Suaminya yang baru mengungkapkan cinta.
"I will be your wife forever. (Aku akan menjadi istrimu selamanya)" Jawab Gladys dengan sedikit terisak.
Mendengar itu, tentu menghadirkan kelegaan dan rasa bahagia di hati Ryu saat ini. Ia pun membalas pelukan erat Gladys sembari mengusap kepala istrinya dengan lembut.
"Thank you, Baby." Ucap Ryu.
Ia lalu mengendurkan pelukan dan menatap wajah istrinya yang berlinangan air mata. Dengan lembut, Ryu mengusap air mata Gladys.
"Jangan nangis. Abang janji gak akan bikin kamu cemburu lagi. Jangan cari suami lain, ya." Kata Ryu sambil tersenyum. Tentu saja ia sengaja menggoda istrinya.
"Ish! Ngeselin banget." Kata Gladys sambil memukul dada Ryu. Mereka berdua pun akhirnya terkekeh bersama.
"Dys, laper..." Ujar Ryu dengan wajah memelas.
"Astaga!" Kekeh Gladys yang kemudian segera beranjak menuju ke dapur.
Saat sedang asyik sarapan dan makan siang bersama, suara Bell Apartemen berbunyi.
"Biar Abang aja." Kata Ryu yang kemudian menuju ke pintu Apartemen.
Tak langsung membuka pintu, ia mengintip terlebih dulu siapa tamunya, untuk berjaga - jaga. Saat tak melihat seorang pun di sana, Ryu segera berbalik menghampiri Gladys.
"Sayang, cepat siap - siap." Kata Ryu yang bahkan tak menghabiskan makannya.
"Kenapa?" Tanya Gladys dengan bingung.
"Keberadaan kita sudah terlacak." Jawab Ryu yang segera mengambil koper mereka.
Ia dan Gladys segera memakai mantel dan balaclava. Setelah memastikan tak ada barang penting yang tertinggal, Ryu segera membawa Gladys keluar melalui pintu rahasia.
"Hati - hati, Sayang." Kata Ryu sambil memperhatikan langkah Glads yang ada di depannya.
Mereka berdua menuruni tangga yang gelap dan berdebu menuju ke lantai dasar. Tangga itu seperti sudah sangat lama tak di lewati, hingga ada banyak sarang laba - laba di sana.
Setelah sampai di basement, mereka berjalan dengan was - was menuju ke mobil yang sudah di siapkan oleh Boy.
"Baby, wait!" Ryu segera memeluk Gladys dan membawanya bersembunyi di balik tiang besar saat ada pria berjas dan memakai mantel bulu yang sedang mencari sesuatu. Ryu yakin jika itu adalah kawanan orang yang sedang mencari mereka, melihat dari cara berpakaian mereka yang seperti seorang mafia.
"Baby, kesini." Kata Ryu yang kembali menarik tangan Gladys karena istrinya itu salah arah. Ia melangkah menuju ke mobil lama mereka yang berada di bagian depan.
Ryu kemudian meminta Gladys segera masuk ke dalam mobil. Setelah itu, Ryu pun menyusul dan mereka akhirnya berhasil kabur melalui gerbang belakang.
Tepat saat mereka berdua berhasil keluar melalui pintu rahasia tadi, Bell Apartemen kembali berbunyi beberapa kali, sebelum seseorang mendobrak pintu Apartemen itu.
Beberapa pria masuk ke dalam Apartemen dan memeriksa Apartemen itu, namun mereka tak menemukan keberadaan si penghuni Apartemen. Hanya ada makanan yang masih hangat di atas meja makan.
Tak ada barang - barang atau jejak yang di tinggalkan oleh si penghuni Apartemen. Apartemen itu hanya terlihat sedikit berantakan yang menunjukkan jika ada aktifitas di dalam.
"Sial!" Umpat Nolan yang juga turut memeriksa.
"Kemungkinan mereka belum jauh, kita bisa kejar." Ujar Nolan yang segera kembali ke mobil dan mencari keberadaan orang misterius incarannya.
Ya, Nolan memang belum tau identitas pasti target yang berada dalam perburuannya. Namun, ia semakin yakin jika targetnya ini bukanlah 'orang' biasa jika di lihat dari pergerakan cepatnya.
"Huft!" Gladys menghela nafas sambil membuka Balaclavanya.
Saat ini, Ia dan Ryu sedang berada di dalam sebuah mini bus dengan kapasitas besar yang biasanya di gunakan untuk rombongan. Mereka sengaja mengganti mobil untuk mengelabuhi musuh.
"Ini kayaknya kita di suruh jemput rombongan wisata deh." Celetuk Ryu.
"Yang bener aja, masak kita suruh pake mobil ginian." Imbuh Ryu kemudian yang justru memecah tawa Gladys.
"Mungkin karena kita mau pindah, makanya di suruh bawa mobil ini, Bang." Jawab Gladys di sela - sela tawanya.
"Padahal barang kita juga gak banyak. Cuma koper dua sama ransel dua." Sahut Ryu.
"Senjata Abang?" Tanya Gladys.
"Sudah di beresin Boy." Jawab Ryu.
Ryu mengemudikan mobil menuju ke sebuah rumah yang ada di wilayah pedesaan Jerman. Meski harus menempuh perjalanan selama hampir dua jam untuk sampai ke Kota, namun, pemandangan dan suasana asri di Desa itu sunggu sangat memanjakan tubuh.
"Ini rumah yang kita tempati, Bang?" Tanya Gladys saat Ryu berhenti di salah satu rumah yang nampak klasik.
"Yes, Baby." Jawab Ryu.
Kedatangan mereka di sambut oleh Boy dan tiga orang rekannya yang sudah lebih dulu sampai di sana. Boy dan rekan - rekannya pun membantu memindahkan barang - barang Gladys dan Ryu.
"Letakkan di satu kamar saja." Perintah Ryu.
"Yes, Sir!" Jawab Boy dengan patuh.
Setelah memberikan kunci rumah dan kunci mobil sedan mewah pada Ryu, Boy dan rekan - rekannya pun berpamitan. Boy dan rekannya pergi dengan membawa mobil yang tadi di pakai oleh Ryu dan Gladys.
"Langsung bongkar koper?" Tanya Ryu pada Gladys yang sedang sibuk di walk in closet mereka.
"Iya, biar gak berantakan." Jawab Gladys. Mendengar itu, Ryu langsung membantu Gladys membereskan pakaian mereka.
"Setelah ini, kita belanja, ya." Ajak Ryu yang di jawab anggukan oleh Gladys. Mereka segera menyelesaikan pekerjaan mereka karena butuh waktu empat puluh menit perjalanan untuk mereka sampai di Supermarket terdekat.
"Oh iya! Ayo ikut Abang sebentar." Ajak Ryu.
"Kemana?" Tanya Gladys saat Ryu menggandeng tangannya.
Tak menjawab, Ryu membawa Gladys ke salah satu dari tiga kamar yang ada di rumah itu. Di sana, Boy dan rekan - rekannya sudah menyusun dengan rapi semua senjata Ryu.
Ryu kemudian menuju ke sebuah pedang yang masih terbungkus rapi di dalam sarungnya. Ryu kemudian membuka Pedang Katana yang baru saja sampai.
"Ini untukmu. Anggap ini hadiah dari jawabanmu pagi tadi." Ujar Ryu sembari memberikan pedang Katana itu pada Gladys.
"Serius?" Tanya Gladys dengan tatapan tak percaya.
"Yes, Baby." Jawab Ryu sembari menyerahkan Katana itu pada Gladys.
"Terima kasih, Abang!" Seru Gladys dengan girang.
Gladys memperhatikan Katana baru di tangannya yang nampak sangat mengkilap. Di pangkal Katana itu ada ukiran bertuliskan RYS.
"RYS?" Tanya Gladys.
"Yes! RYu dan gladYS" Jawab Ryu yang membuat Gladys tersenyum.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kan lebih besar dan lebar 🤣🤣🤣🤣
manisss bgttt tanpa kepura² an....
love you author ku sayang🩷🩷🩷
Jangan per bopoan aja
tp nanti klo Gladys n Ryu dah dalam tahap bucin... lebih seruuuuuu lagi pastinyaaa..
gak sabar mereka bucin🤣