Berlatar di sebuah desa bernama Desa Suka Makmur. Anggap saja salah satu desa di Jawa Barat. Desa dengan beberapa fasilitas yang tersedia, seperti bangunan sekolah dasar, balas desa, puskemas pembantu, posyandu , lapangan sepak bola dan lainnya. Namun dibalik itu desa tersebut menyimpan kisah misteri dan terkenal dengan kemistisan nya. Desa pocong sebutan lain dari nama desa itu. Terdapat pantangan untuk tidak membuka pintu dan jendela di malam hari. Lebih-lebih keluar di waktu malam , apapun alasan nya. Jika melanggar maka siapapun akan terkena musibah. Sebuah teror, celaka , jatuh sakit , bahkan hingga kematian. Namun tak hanya itu , teror lain turut membayangi warga desa. Hingga seorang gadis pendatang baru yang tinggal di salah satu rumah yang terkenal angker berusaha mencari tahu tentang desa itu. Fitri namanya, gadis dengan kemampuan spiritual yang akan membantu warga desa terbebas dari ketakutan nyata teror pocong yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serba salah
Kojek benar-benar tak pernah menyangka jika dia akan kembali kehilangan kesempatan mendapatkan tambatan hatinya. Tadinya dia sudah percaya diri akan bisa mendapatkan Fitri, tetapi ternyata kenyataan membuat angan nya terkubur begitu saja.
"Kenapa .... apa aku memang ditakdirkan untuk menjadi jomblo sejati " Lirih nya menatap kosong ke arah Ridho yang kini sudah berada di ruang tamu rumah nya Fitri. Akad akan segera dilakukan, penghulu pun sudah memastikan semua dokumen-dokumen persyaratan sudah lengkap.
"Sabar,Jek. Setiap manusia sudah ada jodohnya masing-masing hanya saja mungkin kamu masih diberi kesempatan buat bebas menikmati masa lajang sebelum nanti menemukan jodoh mu. Nikmati saja dulu hidup mu yang sekarang,karena kelak setelah menikah kamu belum tentu masih bisa setenang sekarang. Banyak hal yang harus kamu lakukan, kamu harus bekerja keras menafkahi istri mu, setelah ada anak tanggungan mu bertambah,jajan anak ,sekolah anak, belum lagi istri kamu perlu jajan juga. Kamu harus bekerja lebih ekstra. Tapi...masalahnya bukan hanya di nafkah saja,banyak hal yang harus kamu lakukan selain dari bekerja mencari uang. Jadi sebelum dipusingkan dengan urusan rumah tangga lebih baik kamu nikmati hidup mu " Ucap seorang kakek yang seakan tahu apa yang dirasakan pria itu.
"Kakek Mul ?" Gumam Kojek melirik pria tua itu.
Kakek Mul kemudian tersenyum seraya menepuk pundak Kojek.
"Tapi kek,... rasanya tuh sakiiiit....banget. Fitri itu gadis baik, cuman bicaranya saja yang ceplas-ceplos tapi itu yang bikin aku suka" Ucap Kojek mulai curhat, akan tetapi kakek Mul malah berbicara sesuatu yang bikin dadanya makin sesak.
"Masya Allah.... gadis itu cantik banget. Sangat serasi jika disandingkan dengan Ridho" Ucap kakek Mul, lalu melirik Kojek.
"Dibanding sama kamu.... lebih cocok kang ganteng bocor "Celetuk kakek Mul
Kojek melengos pergi,merasa dongkol mendengar ucapan kakek Mul. Kakek Mul sendiri nampak terkekeh melihat kepergian pria itu. Namun seketika kakek Mul menatap ke dalam, dimana Fitri dan Ridho sudah duduk di depan penghulu. Ridho sendiri sudah menjabat tangan penghulu siap untuk mengikuti kalimat ijab qobul yang akan diucapkan pak penghulu.
Tatapan kakek Mul nampak dalam dengan ekspresi yang tak bisa di baca tertuju pada Fitri.
Beberapa saat yang lalu di dalam kamar.
Nina segera memanggil Fitri untuk segera keluar karena ijab qobul akan segera dilaksanakan.
Dengan enggan, gadis itu akhirnya beranjak. Wajah nya terlihat murung dan ada jejak air mata di kedua matanya justru disalah artikan oleh para tamu yang sebagian besar tetangga yang ingin menyaksikan proses ijab qobul. Mereka kira Fitri menangis karena terharu, apalagi kedua orangtuanya sudah tiada. Mungkin keinget orang tuanya, begitu pikir mereka.
Ridho menatap tak berkedip pada Fitri yang kini terlihat begitu cantik manglingi dengan busana pengantin berwarna putih. Sampai pada saat Fitri duduk di samping nya pun, Ridho tak mengalihkan sedikitpun tatapan nya. Jantungnya kian berdetak tak karuan.
"Ekhem ...!" Pak Iwan berdehem.
Lalu pak penghulu juga menambahkan,"Sabar, belum sah ...jaga pandangan dulu " Ucap nya tersenyum meledek.
Ridho tersipu malu, sementara Fitri hanya menghela nafas panjang sambil menunduk.
Fitri lalu diminta duduk di samping Ridho. Proses ijab qobul pun berlangsung dengan khidmat. Ridho mengucapkan kalimat ijab qobul dalam satu tarikan nafas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Fitria Indara binti Bapak Iwan Setiawan dengan maskawin tersebut dibayar tunai"
Pak penghulu menoleh pada Daryo dan adiknya Pak Iwan sebagai saksi, " Bagaimana saksi ?"
"SAH...."
"Alhamdulillah...."
Ridho bernafas lega dengan senyum yang penuh syukur dan haru, sementara Fitri menghela nafasnya. Ridho menoleh ke arah Fitri yang menunduk dengan raut wajah yang murung. Ridho mengangkat tangan nya, lalu meletakkan telapak tangan nya ke puncak kepala Fitri untuk kemudian membacakan sebuah doa.
Seketika Fitri mendongak, tatapan mereka bertemu. Namun cepat-cepat Fitri menunduk saat sesuatu mulai terasa aneh di hatinya. Ridho mengulurkan tangan nya namun Fitri malah gagal fokus, bukan nya menerima tangan Ridho untuk dicium nya, Fitri malah membalasnya dengan salaman.
"Dicium punggung tangan nya Fit ! " Ucap Nina merasa gemas.
Di belakangnya Jamilah and the geng nampak bersorak membuat Fitri mendengus kecil.
Beberapa saat kemudian, acara pun selesai. Semua tetangga sudah diberi tahu alasan pernikahan itu dilakukan mendadak. Sebagian ada yang percaya sisa nya menebak-nebak sendiri.
Kini hanya tinggal Nina, Daryo dan kedua orangtua Ridho.
"Baiklah ,sekarang jelaskan ! Apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya Pak Iwan menatap tajam dengan raut wajah datar.
"Kenapa baru sekarang nanya nya ?" Kesal Fitri membatin. Gadis itu kini hanya pasrah dengan nasibnya.
"Semalam,....aku kaya denger suara musik gamelan gitu,yah...bu " Ucap Ridho.
Orangtua Ridho,Nina dan Daryo saling bertukar pandang.
Ridho diam sejenak untuk melihat raut wajah para orangtua,kemudian dia melanjutkan ,"Setelah itu , tiba-tiba saja ada tali yang menarik tubuh aku ,setelah itu aku gak ingat apa-apa lagi,sampai Akku mendengar ada orang yang manggil-manggil aku. Dan ternyata itu Fitri. Saat itu aku sempat sadar sebentar tapi seperti ada yang menarik ku kuat hingga aku tidak bisa membuka mata. Pas bangun tiba-tiba aku sudah ada di sini " Tutur Ridho menjelaskan.
Ibunya Ridho nampak terkejut,dia meruyuki dirinya sendiri yang tidak bisa menolong putra nya,dan malah asik tidur.
"Ya Allah,nak...kenapa kamu gak teriak ?" Tanya ibunya uang sudah berurai air mata.
"Gak bisa Bu, posisinya tali itu melilit leher aku,jangan kan buat teriak ,buat nafas aja susah Bu " Lirih Ridho.
"Ya Allah...." Ibunya langsung menubruk tubuh Ridho dan menangis sambil mengusap-usap punggung putra nya.
"Udah Bu,jangan nangis terus. Aku gak apa-apa kok" bidik Ridho lalu melirik Fitri.
"Berkat Fitri sekarang aku masih bisa meluk ibu" Tambah nya sambil tersenyum.
Fitri memalingkan muka,dia jadi merasa serba salah sekarang.
"Harusnya gue gak nolongin elu kalau akhirnya akan seperti ini. Tapi kalau gue gak nolongin dia,...dia mati dong,jadi member pocong terus tiap malem dia gangguin gue "Fitri membatin.Kemudian gadis itu menghela nafas.
"Bagaimana bisa kamu senekat itu sih, Fit ? Kalau terjadi sesuatu padamu, bagaimana ?" Seru Nina
"Darimana kamu tahu kalau Ridho dalam bahaya ?" Timpal Daryo bertanya.
Fitri membuang nafas," Feeling saja " Jawab gadis itu singkat. Dia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya.
......