NovelToon NovelToon
Si Cantik Milik Ketos Sadis

Si Cantik Milik Ketos Sadis

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Filanina

Yasmin adalah definisi dari kepolosan yang berbahaya. Kecantikannya yang luar biasa justru menjadi magnet bagi perundungan di sekolah. Dia tidak butuh pahlawan berkuda putih; dia hanya butuh cara untuk bertahan hidup.

​Lalu hadirlah Vyan. Ketua OSIS sempurna dengan senyum ramah yang mematikan.

​Bagi Vyan, membalas dendam tidak perlu menggunakan otot. Dia tidak memukul, dia tidak berteriak. Dia hanya berbisik, menyusun skenario, dan menghancurkan reputasi musuhnya hingga mereka memohon ampun di bawah kakinya. Dia genius, dia bermuka dua, dan dia... sadis.

​Vyan telah memagari Yasmin dengan otoritasnya. Siapa pun yang berani menyentuh Yasmin, harus siap menghadapi "pelajaran" dari sang Ketua OSIS yang tidak mengenal kata maaf.

​Namun, di tengah perlindungan gelap itu, muncul Ray—sang atlet populer yang menawarkan kehangatan tulus, dan Dean—masa lalu yang kembali dengan sejuta rahasia.

​Apakah Vyan benar-benar mencintainya, atau Yasmin hanyalah pion dalam skenarionya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Filanina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Archie dan Zi-Chan

Pagi itu, sinar matahari yang menerobos jendela koridor terasa jauh lebih hangat bagi Zia. Di tangannya, sebuah kunci logam terasa begitu berharga—lebih dari sekadar benda mati, kunci itu adalah simbol harapan baru bagi Keputrian yang ingin ia bangkitkan kembali.

​Dean berdiri di hadapannya, menyunggingkan senyum tulus melihat binar di mata seniornya itu. "Pak Arsa akan segera mengambil barang-barang yang tidak terpakai di gudang itu, Kak. Jadi, tempat itu bisa segera digunakan sebagai sekretariat," ucap Dean menjelaskan.

​"Makasih banyak, Dean. Kalau nggak ada kamu, aku nggak tahu sampai kapan Keputrian bakal terus mengungsi tanpa sekretariat," sahut Zia penuh haru.

​Dean menggeleng pelan. "Jangan bilang terima kasih sama aku, Kak. Waktu aku bicara sama Pak Wiguna, beliau bilang gudang itu memang sudah diminta untuk jadi sekretariat Keputrian sejak tahun lalu... Mungkin tepat sebelum Kak Zia pindah."

​Zia tersentak. Alisnya bertaut. "Eh??"

​"Kak Vyan yang memintanya ke sekolah..." lanjut Dean pelan.

​Dunia seolah berhenti berputar bagi Zia. Rahasianya terbongkar lewat kalimat sederhana itu. Ternyata, gudang yang kemarin ia masuki dengan penuh sesak kenangan adalah wujud cinta Vyan yang paling nyata. Vyan sudah menyiapkan segalanya bahkan sebelum Zia pergi, menjadikannya sebuah kejutan yang tak pernah sempat tersampaikan.

​Tanpa bisa dibendung, air mata Zia jatuh membasahi pipinya. Ia menutup mulut dengan tangan, mencoba menahan isak yang mendesak keluar.

​"Kak Zia...?" Dean tampak panik melihat perubahan emosi yang mendadak itu.

​"Vyan baik banget, tapi aku justru menyakitinya, Dean. Rasanya aku nggak bisa memaafkan diri sendiri..." Zia terisak pelan, bahunya bergetar hebat.

​Dean terdiam, tidak mampu berkata apa-apa. Ia hanya berdiri di sana, memberikan ruang bagi Zia untuk meluapkan penyesalannya tanpa ingin mengorek lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi di antara dua seniornya itu.

​"Maaf, Dean. Aku tiba-tiba nangis dan ngomong nggak jelas begini," ucap Zia sambil menyeka pipinya, mencoba mengatur napas.

​"Nggak apa-apa, Kak," jawab Dean singkat dan bijak.

​Mereka pun berjalan keluar dari ruang OSIS. Namun, baru beberapa langkah di koridor, Dean melihat dua sosok yang berjalan ke arah mereka. Yasmin dan Reka.

​Melihat Reka, Dean mendadak teringat percakapan telepon semalam yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak. Suara Reka masih terngiang jelas di kepalanya.

​"Dean, aku yakin kamu mencintaiku kalau kuingat ciuman waktu itu," ucap Reka di telepon dengan nada yakin yang mengerikan bagi Dean. "Aku sudah putuskan akan menunggumu. Jangan pikirkan aku, aku sudah janji bakal menjaga Yasmin seperti permintaanmu."

​Dean membisu, merasa terjebak dalam jaring yang ia buat sendiri. Niatnya untuk melepaskan Reka justru berbalik menjadi komitmen sepihak yang tak bisa ia bantah.

​"Hai, Kak Zia! Dean!" sapa Yasmin ramah begitu mereka berpapasan. Wajahnya berseri-seri, memancarkan keceriaan yang kontras dengan suasana hati Zia dan Dean.

​Zia dan Dean hanya bisa memaksakan senyum tipis.

​"Apa kabar, Kak Zia?" tanya Reka, suaranya terdengar jauh lebih percaya diri dari biasanya.

​Zia menaikkan alisnya, sedikit heran. "Kamu kenal aku?"

​"Kak Zia kan terkenal," sahut Reka santai. "Oh ya, apa benar Keputrian membuka pendaftaran baru?"

​"Benar," jawab Zia singkat.

​"Wah, kalau begitu, aku... aku mau ikutan boleh? Aku ingin seperti Kak Zia," tutur Yasmin dengan mata berbinar polos.

​Zia tertegun. Ia menatap Yasmin lekat-lekat, mencoba mencari celah di balik wajah cantik itu. Ia sudah mendengar banyak hal dari Sandra tentang gadis di depannya ini.

​'Dia nggak kelihatan bodoh,' batin Zia bergejolak. 'Bagiku, dia seperti sedang mengejekku. Dia pacar Vyan... Benarkah? Apakah Vyan mencintainya sebesar dia mencintaiku dulu? Dan apakah gadis ini mencintai Vyan sedalam aku mencintainya sekarang?'

​Ketegangan tak kasat mata merayap di antara mereka. Zia menarik napas panjang, mencoba tetap profesional meski hatinya perih.

​"Boleh kok," jawab Zia akhirnya membuat wajah Yasmin berseri gembira.

...****************...

Malam itu, cahaya dari layar ponsel Zia menerangi kegelapan kamarnya. Ia baru saja mengunggah sebuah status di Facebook:

“Alhamdulillah, Keputrian sudah dapat sekretariat. Membangkitkan yang sudah mati suri itu memang sulit, tapi Keputrian harus hidup lagi. Bismillah...”

​Tak sampai lima menit, sebuah notifikasi pesan masuk dari Facebook Messenger muncul. Nama pengirimnya membuat Zia sedikit terangkat dari sandaran kasurnya. Archie.

​Archie: “Statusnya serius banget? Jadi beneran mau ambil alih ekskul itu lagi? Aku lihat tadi postinganmu soal pendaftaran anggota baru.”

​Zia tersenyum. Selama di Cirebon, Archie adalah sosok yang sesekali muncul di notifikasinya, meski pembicaraan mereka selalu terasa tipis-tipis dan tidak pernah masuk ke ranah yang terlalu pribadi. Archie bagaikan penonton setia di balik layar hidup digitalnya.

​Zia: “Iya, Arch. Rasanya sayang kalau dibiarin bubar gitu aja. Tapi jujur, aku pusing. Semua administrasinya berantakan, dan aku nggak mau Keputrian kelihatan kayak ekskul ecek-ecek di depan OSIS.”

​Archie: "Kebetulan aku lagi nggak banyak kerjaan. Kalau kamu mau, aku bisa bantu urus sistem digitalnya. Pendaftaran online, database anggota, sampai desain iklan. Gratis. Anggap aja aku lagi butuh portofolio baru.”

​Zia tertegun. Tawaran itu datang di saat yang sangat tepat, seolah Archie tahu persis beban yang sedang menghimpit bahunya. Ia teringat sekarang ini Vyan selalu memiliki alasan untuk tidak membantunya, bantuan dari orang "pintar" seperti Archie adalah senjata yang ia butuhkan.

​Ingatan Zia melayang ke sekitar setahun yang lalu, masa-masa di mana ia baru saja pindah ke Cirebon dan merasa sangat terasing. Pelariannya saat itu adalah FarmVille, sebuah game Facebook yang mengharuskannya mengurus ladang virtual.

​Zia awalnya hanya iseng mencari "tetangga" baru untuk memperluas lahan pertaniannya. Di sanalah ia bertemu dengan akun bernama Archie. Berbeda dengan tetangga lain yang hanya mengirimkan hadiah secara otomatis, Archie sering meninggalkan pesan di wall peternakan Zia.

​"Padi kamu layu tuh. Udah aku siramin. Lain kali jangan begadang kalau nggak mau panennya gagal," tulis Archie suatu pagi.

​Zia yang saat itu merasa kesepian merasa terhibur. Mereka mulai sering bertukar strategi, mulai dari bibit tanaman yang paling menguntungkan hingga cara menata dekorasi kebun agar terlihat estetik. Bagi Zia, Archie adalah tetangga virtual yang sangat bisa diandalkan.

​Suatu kali, Zia pernah iseng bertanya: "Kamu aslinya orang mana sih? Kok tahu banget jam-jam sibuk aku?"

​Archie hanya menjawab: "Aku cuma orang di balik layar yang hobi liatin algoritma. Kota nggak penting, yang penting hasil panen kamu hari ini bagus."

​Zia tertawa. Meski Archie sangat tertutup soal identitas aslinya, dia selalu ada di saat-saat Zia butuh bantuan di game. Kedekatan itu perlahan berpindah dari sekadar wall game ke pesan pribadi, meski tetap dalam batas "teman jauh" yang misterius. Zia berpikir Archie mungkin mahasiswa jurusan Teknik Informatika yang kegabutannya sama dengannya main farmville.

​Zia menatap layar ponselnya lagi, menimbang tawaran Archie yang kini sudah bukan soal ladang virtual, melainkan masa depan organisasi yang ia cintai.

​Zia: “Kamu beneran mau bantu? Ini bukan sekadar siram padi di FarmVille lho, Arch. Ini beneran ribet.”

​Archie: “Haha, aku tahu. Kamu tenang aja. Besok pagi cek email aja, aku kirimin draf template agenda sama sistem pendaftaran yang udah aku bikin. Kalau kamu suka, kita lanjut.”

Binar kegembiraan terpancar dari wajah Zia. Buru-buru dia mengetik balasan.

Zia: "Makasih banget, Chie. Aku tertolong banget. Kamu bener-bener penyelamatku."

Zaki menatap barisan kata di kolom chat messengernya.

Zaki menatap barisan kata di kolom chat Messenger-nya. Jantungnya berdegup kencang, memberikan sensasi hangat yang langsung menjalar hingga ke ujung jemarinya. Kata "penyelamat" itu terasa terlalu besar untuk sosok seperti dirinya, namun ia tidak bisa menahan senyum tipis yang perlahan terukir di wajahnya. Tangannya mengetik sebaris kalimat di keyboard.

Archie: "Bukan masalah, Zi-chan."

​Ia menyandarkan punggung ke kursi, melepaskan pandangannya dari layar laptop sejenak. Pikirannya langsung melayang ke setahun yang lalu, saat mereka masih duduk di kelas 10.

​Bagi Zaki, sekolah adalah sebuah game besar di mana dirinya hanyalah seonggok NPC—karakter latar belakang yang tidak punya dialog penting, tidak terlihat, dan hanya bertugas melintas di koridor tanpa pernah dipedulikan orang.

Sementara Zia? Zia adalah definisi nyata dari seorang MC. Gabungan dari fisik yang mirip Hinata dan aura milik Sakura—seorang Alpha-female. Dia bersinar, punya pengaruh, dan ke mana pun dia bergerak, alur cerita sekolah seolah berputar di sekelilingnya. Zaki tahu diri; seorang NPC tidak akan pernah bisa selevel atau bersanding dengan sang MC dalam satu frame.

​Zaki ingat betul bagaimana lingkaran pertemanan Zia dulu di kelas 10. Zia tidak sendirian; dia selalu berada di antara dua cowok paling menonjol di angkatan mereka—Vyan dan Agil. Dulu, mereka bertiga bagaikan segitiga emas yang tidak terpisahkan. Zaki hanya bisa menyaksikan dari jauh bagaimana Vyan selalu memasang badan dan menjadi pelindung bagi Zia, sementara Agil mencairkan suasana di antara mereka. Di mata Zaki yang seorang wibu, mereka adalah trio karakter utama yang dinamis, sedangkan dirinya hanyalah penonton layar kaca.

​Ketika Zia tiba-tiba pindah ke Cirebon, Zaki merasa game di dunia nyatanya kehilangan jalan cerita utama. Lewat game FarmVille-lah satu-satunya cara Zaki bisa tetap terhubung dengan sang MC, meskipun mereka hanya berbicara tipis-tipis dan hampir tidak pernah menyentuh obrolan tentang kehidupan asli mereka.

​Lalu sekarang, di kelas 11 ini, Zaki benar-benar tidak menyangka akan melihat Zia kembali lagi. Sang MC telah pulang ke "panggung utama"-nya.

​Namun, ada satu hal yang membuat Zaki sangat khawatir. Sebagai NPC yang sering memperhatikan dari balik bayang-bayang, Zaki bisa melihat perubahan drastis pada sikap Vyan sekarang.

​Dulu, Vyan menatap Zia dengan binar yang berbeda, penuh kepedulian yang eksklusif. Tapi sekarang? Begitu Zia kembali, Vyan seolah bertransformasi menjadi Final Boss yang dingin, asing, dan sengaja memasang rintangan sulit di setiap langkah Zia. Sorot mata Vyan yang biasanya tenang kini memancarkan luka emosional yang sengaja ditutupi oleh tembok es yang tebal.

​Zaki mengepalkan tangannya di atas pangkuan. Ada rasa cemas yang merayap di hatinya. Dia takut Zia akan hancur menghadapi tekanan dari Vyan yang sekarang begitu berbeda, sementara Agil terlihat bersekutu dengan Vyan—sama-sama memojokkan Zia.

​Walaupun Vyan adalah satu-satunya sahabatnya, cowok itu tidak pernah membicarakan masalah pribadi secara gamblang. Jadi, Zaki hanya bisa merasa khawatir kalau tiba-tiba Vyan datang ke kamarnya dan mengatakan target berikutnya adalah Zia.

​Zaki menggeleng, berharap hal mengerikan tersebut tidak akan pernah terjadi. Selama Vyan tidak mengatakan apa-apa, dia akan bersiap menjadi support system sang MC, mendukung setiap cita-cita dan keinginannya.

​Zaki menarik napas dalam-dalam. Di sekolah, mungkin dia hanyalah seonggok NPC tak kasat mata bagi Zia. Namun di dunia maya, dia akan menjadi the dark horse—senjata rahasia yang bergerak dari balik bayang-bayang untuk melindungi sang MC.

...----------------...

Fathia Zia Az-Zahra

1
Cimol krispy
di sini korban sesungguhnya ya Yasmin. dia cuma di jadikan alat oleh Vyan untuk membalas sakit hatinya ke Zia. whatever kalau memang Vyan beneran suka ke Yasmin, yang jelas sekarang aku kesal sama Vyan. tingkah lakunya antagonis, tapi nyatanya dia protagonis nya, huhuhuhu
Filan: Dia adalah masalah bagi dirinya sendiri ☺
total 1 replies
Cimol krispy
kalian berharap apa, Yasmin dan Zia jambak²an kah🤭
Cimol krispy
Pinter banget emang di Vyan ini memanfaatkan keadaan
Cimol krispy
Mulai playing victim
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
yasmin kamu memang bodoh. tapi, kali ini aku akui kamu benar-benar sangat amat bodoh /Proud/
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
gak suka sama vyan /Sob/ kasihan yasmin
Miu.Nuha
yaa sesadis itu ternyata Vyan...
kalau gk ad yg nyadarin bisa keblalasan tuh...
Filan: kita siksa aja ya di akhir si Vyan biar dapat balasan setimpal gitu 🤣
total 1 replies
Miu.Nuha
lah, tiba2 menang /Sweat/
gk ada angin gk ada ujan, masuk sekolah pun enggak... aneh betul...
Filan: Iya...
total 3 replies
Miu.Nuha
nangis dulu deh Ray, move on belakangan 😆
Miu.Nuha
mungkin Agil adalah saksi kedekatan vyan dn Zia 🤔🤔 ,, gimana Gil? siapa yg belencek?
Miu.Nuha
kencan apa main 🤭
Miu.Nuha
emang zia cinta sama vyan /Drowsy//Drowsy//Drowsy/
Xlyzy
wkwkwk gimana gimana rasa nya sesak ga tuh hati🤭
Xlyzy
gimana gimana kaget kn kok bisa🤭
Xlyzy
wah mana aci masak masuk jurang ngajak ngajak
Three Flowers
Yasmin jadi tercemar dong namanya...gak marah tuh?
Three Flowers
salting di depan ayang
Three Flowers
waduh bu Dinda beneran jatuh cinta
Three Flowers
jangan jatuh cinta, Bund
Three Flowers
untung pak Yoga peka😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!