hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.
yuk mulai baca biar gak penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. kebersamaan di villa
" wahh bagus banget pemandangan nya " ucap Anya merentangkan kedua tangannya menatap hamparan hijau didepannya,
" unik banget konsep nya kayak kita tuh disuguhkan pemandangan alam gunung dan hamparan sawah yang luas" ucap Tere juga merentangkan kedua tangannya menghirup udara segar
delisa tersenyum senang seakan menemukan tempat tenang dan nyaman,
" suka hm " ucap Alvaro yang berdiri disebelah delisa
" iya disini nyaman " ucap delisa tersenyum kecil menatap kedepan
" Lo beli di harga berapa Den " ucap Bayu yang jiwa nya suka dengan struktur bangunan unik serta fasilitas yang mempuni
" sekitar 50M tapi lumayan lah gue juga punya usah baru, nanti nih vila rencana mau gue sewain buat nambah-nambah uang jajan " ucap Deni duduk di gazebo yang memang sudah tersedia
" gila 50M, jiwa miskin gue meronta-ronta njirr " ucap darren yang kebetulan ikut menyusul tadi saat masih di mall dia tidak bisa datang karena ada urusan, begitu juga fanni yang ikut menyusul bersama Darren dengan membawa satu mobil.
" heleh uang jajan Lo 50jt ya sebulan enggak usah merasa miskin " ucap fanni menyoyor kepala Darren
" padahal gue yang biasa aja diem dari tadi, Lo ya luar biasa kok malah heboh " ucap Mira ikut nimbrung
" eh udah jangan ribut, mending kita susun nih barang-barang buat nanti malem " ucap Ririn
para wanita duduk di gazebo menikmati semilir angin yang sejuk dan menenangkan, beda dengan para laki-laki Mereka semua mulai bergerak menyusun beberapa meja kursi serta alat-alat untuk BBQ dan sibuk menyiapkan arang dan bumbu-bumbu yang nantinya akan dipakai.
" enak banget kalau lagi jadi princess gini " ucap Tere
" yoi tinggal duduk manis udah ada yang melayani " ucap Anya di sambut gelak tawa
mereka berbincang menggosip ria dan disediakan beberapa cemilan serta minuman yang sengaja di siapkan oleh para lelaki agar tidak ada drama merengek selama mereka disana
" gue kemarin denger manta ketua OSIS kita narik-narik althea adek kelas " ucap Mira tiba-tiba
" eh cius kak Arlen " ucap Tere
" iya,, si althea kan sekarang jadi wakil ketua osis yang baru, dia kan lagi Deket banget sama si Dirga ketua OSIS yang sekarang, kalau enggak salah sih si Dirga sama althea lagi ngobrol berdua dan entah bagaimana tuh kak Arlen Dateng terus narik althea pergi ninggalin Dirga yang plonga plongo menatap mereka berdua " ucap mira
" kok Lo tau mir " ucap bunga yang tadinya hanya jadi pendengar seperti delisa
" lah gue kan ex nya OSIS jelas lah gue tau, lagian itu udah jadi rahasia umum di kalangan OSIS pasti si Bayu juga denger masalah ini " ucap Mira
" Lo emang ratu gosip sih kata gue, pantes si Morgan kecantol sama Lo " ucap Anya setengah mengejek
" hee emang dianya aja yang buaya, kemarin tuh orang pacarin si karin noh temennya si ghea" ucap Mira
" wah pager makan taneman dong nih ceritanya " ucap Ririn antusias
" gila sih itu, kalau gue jadi ghea udah gue tendang kepala si Morgan " ucap Tere
" tapi anehnya si karin cuek anjirr dia malah kepedean ngerasa dirinya cantik dari ghea padahal mah sama aja, sama-sama dempul tuh orang " ucap Anya
" ya kan gue juga heran gitu kenapa si Morgan mau sama cewek-cewek alay kayak mereka " ucap Mira
" belaiyan nikmat kali makanya suka " ucap delisa
" anjirr sekalinya Lo ngomong pedes banget Del " ucap Revan yang ternyata mendengar kan pembicaraan para wanita
" nyaut aja Lo Rev " ucap Bayu tersenyum geli pada Revan
" tau kepo banget jadi manusia " ucap Mira melempar kulit kacang kearah Revan
" dih biarin wlee " ucap Revan menjulurkan lidahnya mengejek Mira, Mira yang kesal segera berdiri melangkah ke arah Revan, dan Revan segera berlari kecil akhirnya mereka berdua lari-larian Revan tertawa kecil melihat wajah kesal Mira,
" si Revan kayak suka sama Mira " ucap fanni memperhatikan mereka
" dia emang udah suka Mira dari kelas sepuluh gak sih " ucap Anya
" peka banget Lo anya " ucap delisa menatap Anya
" ya siapa sih yang enggak peka setiap kali Mira ada masalah Revan langsung ada buat tuh bocah, tatapannya aja udah beda kayak kecintaan gitu " ucap Anya
" iya lagi " ucap bunga
" nih ya kalian bertiga tuh seneng banget ya HTS an " ucap Anya menatap Tere dan fanni
" ehh apa maksud " ucap Tere sedikit tidak terima
" ya kalian aneh udah dideketin di sayang-sayang ehh cuman HTS.an " ucap Anya,bunga dan delisa tersenyum kecil menatap satu sama lain
Darren dan Dani hanya saling pandang menghela nafas panjang yang diucapkan oleh Anya benar
" eleh mending kita la Lo sekaliannya pacaran dapatnya yang brensek " ucap Mira yang sudah kembali duduk setelah memberi pelajaran pada Revan
" ucapannya nyakitin tapi bener lagi " ucap Ririn tertawa mengejek Anya
" mending gue sih jomblo bisa bebas kemana aja, ya gak Del " ucap Ririn lagi
" enggak juga gue punya laki bisa pergi kemana aja tuh " ucap delisa
" hahahaha nah Lo gak bisa jawab kan Rin " ucap Anya tertawan lepas menatap Ririn yang sedikit manyun
" udah ya para nyonya-nyonya gosipnya, mending kita masuk vila bersih-bersih dulu mandi ganti baju ini udah sore suasananya udah makin dingin " ucap Dani pada para gadis yang masih asik bergosip ria,
" yaudah gaes yuk masuk vila kita mandi Dadan yang cantik siapa tau ada yang dapet jodoh disini " ucap Anya mendahului mereka dan masuk kedalam vila
" tuh anak semenjak putus menjadi aneh " ucap Tere yang berjalan beriringan bersama delisa,dan para lelaki berjalan di belakang mereka
" biarin aja, mungkin hatinya masih sakit nanti kalau udah move on kembali lagi kayak semula " ucap delisa
"iya juga ya " ucap Tere
delisa menoleh kearah belakang ia sedang mencari sosok suaminya yang sejak tadi tidak terlihat, Alvaro tersenyum segera melangkahkan maju mendekati delisa
" kenapa hmm " ucap Alvaro
" mas nanti bikinin aku jagung bakar ya aku pengen banget dari tadi " ucap delisa segera memeluk tangan Alvaro
" iya sayang, ada lagi hm " ucap Alvaro berbicara mesra kepada delisa
delisa memikirkan sejenak lalu menyuruh Alvaro menunduk delisa ingin membisikan sesuatu,
" delisa pengen di mandiin kamu " ucap delisa melepaskan pegangannya lalu ngacir masuk tanpa menunggu jawaban Alvaro
Alvaro yang sempet bengong akhirnya segera melangkahkan mendahului orang-orang yang berjalan pelan di depannya dengan menatapnya heran
" ngapa tuh bocah " ucap Roy heran
" tau tadi bini nya sekarang tuh orang " ucap Afnan terheran-heran
Alvaro yang sudah mencapai di belakang delisa, dia segera mengangkat tubuh istri nya seperti karung, dan teman-temannya malah bengong bingung dengan dua manusia yang masuk ke salah satu kamar.