NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:69.7k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hati Naomi hancur saat suaminya Zayn, tega menceraikannya karena dirinya melahirkan bayi sumbing. Padahal Zayn dan keluarganya adalah keluarga dokter, mereka harusnya lebih mengerti dari orang lain.

Setelah pulih dari pasca persalinan, Naomi diusir dari keluarga Hartanto. Ia mengurus bayinya yang sumbing sendirian. Naomi bekerja banting tulang demi kebutuhan anaknya. Seiring berjalannya waktu, bayi Naomi yang diberi nama Davin itu terus tumbuh, ia bahkan mendapatkan operasi yang membuatnya bisa tumbuh seperti anak normal lain. Bibir Davin tak lagi sumbing, dia bahkan terbilang punya wajah tampan. Selain itu Davin juga menjadi anak yang sangat jenius! Mendapat banyak prestasi dan selalu membuat Naomi bangga. Saat itulah Zayn tiba-tiba kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34 - Merasa Panas

Mata Zayn langsung melebar kecil mendengar pertanyaan Anggun. Namun hanya sepersekian detik. Setelah itu dia buru-buru memasang wajah tenang lagi sambil menarik kursinya perlahan.

“Iya,” jawabnya datar. “Mantan.”

Nada suaranya terdengar santai. Terlalu santai malah. Seolah Naomi bukan siapa-siapa lagi dalam hidupnya.

Anggun duduk sambil melepas blazer tipisnya pelan. Matanya masih melirik ke arah meja Naomi dan Junie beberapa meter dari mereka.

Naomi sedang menunduk kecil sambil tersenyum tipis mendengar sesuatu dari pria di depannya. Lampu hangat restoran membuat wajah perempuan itu terlihat jauh lebih lembut malam ini.

Anggun mengamati beberapa detik sebelum akhirnya terkekeh kecil.

“Hm.”

Zayn mengernyit. “Kenapa?”

Anggun menyandarkan tubuh santai di kursi. “Mantan istrimu ternyata cantik juga ya.”

Zayn tidak menjawab.

“Dan…” sudut bibir Anggun naik tipis sambil melirik Junie sekilas. “Sepertinya dia dapat pengganti yang lebih tampan dari kamu.”

Kalimat itu langsung membuat rahang Zayn mengeras.

“Anggun!”

“Apa?” Anggun tertawa kecil sambil membuka menu makanan. “Aku cuma jujur.”

Zayn langsung bersandar sambil menghela napas kasar kecil. Entah kenapa ucapan itu terasa menusuk harga dirinya.

Anggun masih santai. "Cowoknya juga keliatan mapan banget.”

“Harusnya kamu bela suami kamu sendiri.”

Anggun langsung melirik sambil mengangkat alis. “Loh memangnya aku lagi perang?”

Zayn menatapnya kesal sekarang. “Kita datang ke sini buat memperbaiki hubungan kita.”

“Terus?”

“Tapi kamu malah ngomongin Naomi dan laki-laki itu.”

Anggun mendecakkan lidah pelan. “Karena menarik.”

“Anggun.”

“Aku serius.” Perempuan itu tersenyum tipis. “Aku nggak nyangka Naomi bisa keliatan sebahagia itu habis cerai dari kamu.”

Kalimat itu membuat dada Zayn langsung panas lagi.

“Dia memang pantas bahagia,” balasnya dingin.

Namun bahkan dirinya sendiri sadar jawaban itu terdengar aneh. Karena sejak tadi justru dia yang tidak nyaman melihat Naomi tersenyum bersama pria lain.

Anggun menyipitkan mata pelan memperhatikan suaminya. “Kamu cemburu ya?”

Zayn langsung menatap tajam. “Nggak usah ngaco!”

“Terus kenapa dari tadi lihat terus?”

“Aku cuma kaget.”

Anggun terkekeh kecil. “Lucu juga.”

Pelayan datang membawa air minum dan menu pesanan. Namun suasana meja mereka justru semakin tidak nyaman.

Zayn mencoba mengalihkan topik. “Aku ngajak kamu makan malam karena kita perlu ngobrol baik-baik.”

Anggun menghela napas malas sambil memainkan sedotan minumannya. “Kita selalu ngobrol.”

“Bukan ngobrol kayak gini.”

“Terus maunya gimana?”

Zayn menatap istrinya beberapa detik. “Aku capek ribut terus sama kamu.”

Anggun diam sebentar lalu tertawa hambar.

“Zayn…” katanya pelan. “Menurut kamu makan malam romantis begini bisa langsung memperbaiki semuanya?”

“Aku cuma berusaha.”

“Tapi aku nggak butuh candle light dinner.”

Zayn mengernyit. “Terus kamu maunya apa?”

Anggun tersenyum miring tipis. “Aku lebih suka kamu buktiin di ranjang.”

Kalimat itu membuat Zayn langsung terdiam. Namun bukannya terdengar menggoda, nada suara Anggun justru terasa dingin dan sinis. Seolah hubungan fisik hanyalah alat ukur sederhana baginya.

“Hubungan kita bukan cuma soal itu,” jawab Zayn akhirnya.

Anggun mengangkat bahu santai. “Tapi itu salah satu yang kurang bagiku.”

Zayn langsung kehilangan mood bicara sekarang.

Sementara di meja lain, Naomi berusaha keras menjaga ekspresinya tetap normal.

Begitu melihat Zayn tadi, semua luka lama langsung terasa muncul lagi. Ingatan tentang rumah tangga mereka, perceraian, rasa sakit saat melahirkan Davin sendirian, semuanya seperti kembali memenuhi kepala. Tangannya bahkan masih sedikit dingin sampai sekarang.

Junie yang duduk di depannya tentu sadar. “Naomi?”

Naomi cepat-cepat menoleh. “Hm?”

“Kamu nggak nyaman?”

Naomi langsung menggeleng kecil. “Enggak.”

Junie melirik sekilas ke arah meja Zayn dan Anggun sebelum kembali menatap Naomi.

“Kita bisa pergi kalau kamu mau.”

Naomi justru mengernyit kecil mendengar itu. “Pergi?”

“Iya.”

Naomi menatap Junie beberapa detik lalu tiba-tiba tersenyum tipis. Meski matanya masih sedikit tegang, ada nada keras kepala di sana sekarang.

“Kenapa harus pergi?”

Junie sedikit terpaku.

Naomi pura-pura tidak mengerti sambil mengambil gelas minumnya santai. “Kita lagi makan malam kan?”

Junie memperhatikannya beberapa detik sebelum akhirnya sudut bibirnya ikut terangkat kecil. Dia tahu Naomi sedang berusaha kuat. Entah kenapa, dia justru semakin kagum.

Naomi lalu berkata santai, “Lagipula… memangnya aku kenal mereka?”

Junie hampir tertawa kecil mendengar itu. “Dokter Naomi galak juga ternyata.”

Naomi akhirnya benar-benar tersenyum sekarang. Junie ikut tertawa kecil. Suasana di meja mereka perlahan kembali hangat.

“Lagian,” lanjut Naomi sambil memainkan garpu pelan. “Aku nggak mau malam ini rusak cuma karena lihat orang asing.”

Kalimat itu sederhana, tapi cukup membuat Junie diam sepersekian detik. Orang asing.

Berarti benar. Di hati Naomi sekarang, Zayn memang mulai berubah menjadi masa lalu.

Sementara dari meja seberang, Zayn tanpa sadar terus melirik mereka. Semakin dia melihat, semakin emosinya tidak stabil.

Naomi terlihat nyaman sekali bersama Junie. Bahkan sekarang perempuan itu mulai tertawa lagi. Padahal beberapa menit lalu wajahnya sempat pucat saat melihat dirinya.

“Aku kenal laki-laki itu,” imbuh Zayn tiba-tiba.

Anggun melirik malas. “Siapa?”

“Kayaknya dokter juga.”

Anggun mengangkat alis kecil. “Oh?”

Zayn mengingat-ingat wajah Junie. Tinggi, rapi, wajahnya familiar. Lalu mendadak ingatan kecil muncul.

“Itu dokter bedah plastik kebanggan keluarga Andreas…”

Anggun terkekeh kecil. “Pantes ganteng.”

Zayn langsung melirik tajam.

“Astaga, sensitif banget.” Anggun tertawa kecil sambil menyeruput minumannya. “Aku cuma bilang fakta.”

Zayn mengusap wajah frustrasi kecil. Makan malam yang dia harapkan bisa memperbaiki hubungan justru berubah jadi penyiksaan mental. Karena sekarang dia duduk hanya beberapa meter dari mantan istrinya yang terlihat jauh lebih bahagia bersama pria lain.

Dan yang paling menyebalkan, Zayn mulai membandingkan dirinya dengan Junie tanpa sadar.

Junie terlihat santai. Bisa membuat Naomi tertawa. Bisa membuat perempuan itu nyaman. Sementara dirinya? Selama bertahun-tahun, Naomi justru lebih sering menangis saat bersamanya. Pikiran itu membuat dada Zayn terasa semakin berat.

Di sisi lain, Naomi mulai benar-benar lebih rileks sekarang.

Junie sengaja terus mengalihkan suasana dengan cerita-cerita ringan.

“Kamu tahu nggak,” katanya sambil memotong steak. “Rahman pernah ketiduran pas seminar rumah sakit.”

Naomi langsung tertawa kecil. “Dokter Rahman? Yang kalem itu?”

“Iya.”

“Serius?”

Junie mengangguk mantap. “Dan dia ngorok.”

Naomi langsung menahan tawa. “Nggak mungkin!”

“Aku punya buktinya.”

Junie membuka ponselnya lalu menunjukkan foto Rahman tertidur dengan mulut sedikit terbuka di ruang seminar.

Naomi spontan ngakak pelan sampai menutup mulutnya sendiri.

“Jahat banget kamu!”

“Dokter yang baik harus mendokumentasikan kejadian langka.”

Naomi tertawa lagi.

Dari jauh, Zayn melihat semuanya lagi. Melihat Naomi tertawa bebas seperti itu justru terasa lebih menyakitkan daripada kalau dia melihat perempuan itu menangis.

Karena itu berarti Naomi benar-benar mulai bahagia tanpa dirinya. Di meja Zayn sendiri, suasana semakin kacau.

“Aku masih heran,” kata Anggun tiba-tiba sambil menopang dagu. “Kenapa dulu kamu bisa cerai sama Naomi?”

Zayn langsung menegang.

“Bukannya kalian dulu keliatan harmonis?”

“Aku nggak mau bahas masa lalu.”

Anggun tersenyum tipis penuh arti. “Takut aku bandingin?”

“Anggun.”

“Aku cuma penasaran.” Tatapannya melirik ke arah Naomi lagi. “Perempuan kayak gitu kok bisa dilepas.”

Zayn langsung menggenggam sendok lebih erat. Entah kenapa malam itu semuanya terasa salah. Hubungannya dengan Anggun retak. Pekerjaannya mulai terganggu. Sekarang mantan istrinya justru terlihat bersinar di depan matanya bersama pria lain. Untuk pertama kalinya sejak bercerai, Zayn mulai merasa kehilangan sesuatu yang dulu dia anggap akan selalu ada.

1
sunaryati jarum
Darah dan jiwa ibunya , ayahnya,nenek dan kakeknya bernoda dan tinggal dilingkungan yang kurang kasih sayang,tumbuh jadi arogan
Retno Harningsih
up
Ariany Sudjana
mamanya saja pelacur murahan, ya pantas saja anaknya seperti preman. yang gini jadi cucu kebanggaan keluarga Hartanto? Davin yang tingkahnya lebih berkelas, malah di sia-sia, hanya karena lahir sumbing, bodoh kamu Zayn 🤣🤣😂😂
Anonim: awokawok ABYAN KAN ANAK HARAM AWOKAWOK
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga lancar sampai resepsi
Ma Em
Davin makin pintar cerdas , semoga acara lamaran Naomi dgn Junie dilancarkan tdk ada gangguan .
Ariany Sudjana
wah semangat yah dokter Naomi dan dokter Junie dalam mempersiapkan lamaran dan juga pernikahan nanti 😄💪
Ma Em
Anggun seorang ibu tdk mau mengurus anaknya , aneh saja sedangkan Naomi bisa melakukan apa saja demi anaknya .
Ass Yfa
kehidupan Zayn hancur da Naomi baru akan memulai hidupnya....yg aku heran kok Roby nggk ada rasa bersalah atopun menyesal...heh
Ariany Sudjana
anak pelacur murahan itu Abyan, suruh ibu kandungnya mengurus, kenapa juga Zayn harus mengurusnya? kan bukan anak Zayn juga, taruh saja di panti asuhan selesai perkaranya
sunaryati jarum
Kemungkinan bukan anakmu,tapi jika kamu pernah niduri Anggun sebelum menikah bisa jadi anakmu
MamDeyh
Kasyan Abyan
Ma Em
Bagus Naomi sdh jgn pedulikan lagi Zayn dan keluarganya karena bkn urusan Naomi lagi mungkin itu karma untuk Zayn dan ibunya , sekarang Naomi bisa membuktikan pada ibunya Zayn bahwa tanpa Zayn dan keluarganya hdp Naomi dan Davin bisa bahagia dan sukses dgn karir nya apalagi Naomi tdk lama lagi akan menikah dgn Junie lelaki yg lbh baik dari Zain .
Rommy Wasini Khumaidi
cepetan nikah Jun,sebelum Naomi ditempatkan di RS Hartanto
sunaryati jarum
Benar Naomi , ternyata tanpa kamu membalas mereka, mereka telah menuai karma atas perbuatannya.
Ayu Oktaviana
lha trs anaknya zain sama anggun gimana kbrnya kak.. jadi penasaran aku...🤣🤣
Ayu Oktaviana: ok kak.. sya tunggu ini😍😍
total 2 replies
Ariany Sudjana
setuju dokter Naomi, fokus saja sama kebahagiaan kamu dengan dokter Junie Dan PPDS kamu. keluarga toxic seperti Zayn dan Ratna lebih pantas masuk tempat sampah saja
Nadja 🎀
betul naomi
Eka
ayoo juneo cepat lamar naomi ke ayahnya
W I 2 K
g usah lama² babang Juni... nanti keburu Juli loh... 🤣🤣
sunaryati jarum
Cepat nikahnya Junie dan Naomi. Karma dibayar tunai ya, keluarga Dokter Hartanto, karena satu nama," Anggun' perilakunya tidak sesuai namanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!