NovelToon NovelToon
Silent Love

Silent Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:414k
Nilai: 5
Nama Author: vie

Bagaimana jika kita di jodohkan dan ternyata kita sudah menyukai laki-laki itu dari pandangan pertama? tentu rasanya seperti semesta memberikan restu pada kita.

Clara seorang gadis cantik, manja, periang dan humble akan di jodohkan dengan seorang laki-laki bernama bastian, laki-laki yang arogan dan sombong, meski dia sangat tampan, Clara sudah menyukai Bastian dari awal dia melihatnya, namun sikap bastian justru sebaliknya pada Clara, Clara di anggap orang yang sudah menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya.

Lalu bagaimana kelanjutan kisah Cinta Clara?apakah Bastian akan mencintai Clara ?

yuk terus baca karyaku ya.....
jika ada kesalahan dalam penulisan tolong beri kritik dan sarannya
jangan lupa dukung karyaku dengan memberikan, like,comment,dan vote ya

terima kasih

Happy reading
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

sayang kalian semua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SL 33 masalah besar

Aldy memasuki ruang kerjaku dengan senyum mengembang di wajahnya. melihat kedatangan Aldy, Aku segera meletakan majalah yang sedang ku baca, dan menyandarkan punggung belakangku di sebuah kursi.

" Kenapa Ayunda? mukanya kaya kesel gitu? " Aldy tertawa renyah sambil melipat lengan di dadanya yang tegap

" Entahlah...! gak usah di bahas, gue lagi males ngomongin dia, " Aku mengangkat kedua bahuku

" Lo udah gak ada hubungan sama Ayundakan?" Aldy melangkah pelan kearah meja kerjaku

"Menurut Lo...?" aku memutar kursiku ke arah Aldy

" Lo kan gak bisa di tebak Bas, bukannya udah sering lo di khianatin Ayunda dan bilang gak akan ngasih kesempatan lagi, tapi ujung-ujungnya lo bakal jalan lagi sama dia...!" Tiga kali aku di khianati Ayunda, dan tiga kali juga aku memberi kesempatan, Aldy sudah begitu gemas melihat sikapku yang tak ounya oendirian jika berhadapan dengan Ayunda

" Yah lo tau gue kan, Ayunda tuh kayanya udah lekat banget sama hidup gue, dia yang ngangkat gue di saat gue bener-bener terpuruk...!"

" Lalu Clara?" tanyanya, Aldy menarik kursinya lebih dekat dengan meja.

" Nah itu dia, belakangan ini ada perasaan yang beda di hati gue, gue ngerasa khawatir saat Clara gak ada di samping gue, gue benci kalau dia deket-deket sama laki-laki lain...!"

" termasuk gue...?" sahut Aldy dengan senyum meledek

" heh..Lo punya nyali buat deketin Clara?" desisku

" Yah..liat kondisi, kalau Lo berani nyakitin Clara, nyali gue bisa naik dua kali lipat..." Ucapan Aldy seperti ancaman untukku, aku tau sejak awal, Aldy memang menyukai Clara, hanya saja papi sudah menjodohkannya denganku.

"Ngancem...?" Aku mendongak pada Aldy yang melemparkan tatapan menantang.

" Sedikit....!" Aldy terkekeh. Bagiku Aldy bukan hanya sekedar sepupu, dia seperti kakakku meski sebenarnya usiaku lebih tua 3 bulan darinya, Aldy sudah banyak mengalah untukku, kita pernah menyukai wanita yang sama saat aku di tinggal Ayunda, dan Aldy membiarkan aku mendekati wanita itu, meski akhirnya aku meninggalkannya untuk kembali pada Ayunda, dan sekarang dia harus merelakan Clara untukku.

" Jadi..lo kesini cuman mau nyeledikin gue sama Ayunda?" tanyaku

" Oh..iya gue jadi lupa! Rapat sebentar yok! Om Wiguna udah ada di ruang meeting" ujar Aldy, sambil beranjak dari kursinya

"Rapat apa lagi sih..?." keluhku kesal. Pergi ke kantor saja sudah menjadi beban untukku, di tambah aku harus mengikuti rapat yang aku sendiri tak mengerti pokok pembahsannya apa, aku hanya akan melihat judulnya lalu menganalisa dengan pemikiranku sendiri apa yang sedang mereka bicarakan, setelah itu aku akan melupakannya

"Bentaran aja, cuman bertiga doang!" bujuk Aldy

" Oke-oke..." Aku beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan ruanganku

Aku dan Aldy memasuki ruang meeting, kulihat papi sedang melihat beberapa berkas yang berserakan di atas meja, wajahnya sedikit pucat, sepertinya ada yang tidak beres karena ia terlhat berantakan.

" Siang pi...!" aku mengambil posisi di hadapan papi, hanya saja terhalang sebuah meja besar yang menempati setengah ruangan, dengan Kursi yang tertata rapi melingkarinya, papan tulis yamg menempel serta fasilitas rapat lainnya.

" Hei, duduk Bas, Al...!" suruh papi, dia merapikan beberapa berkas yang berserakan, yang hanya bisa ku pandangi dengan banyak pertanyaan setelahnya.

" Ada apa ya pi? kita kok rapat cuman ber-tiga aja...?" tanyaku heran sambil mengambil beberapa lembar kertas yang berserakan di meja.

" Ada yang harus papi bicarakan agak sedikit penting...!" ujar papi sambil memperhatikan penampilanku dari ujung kepala sampai ujung kaki. " Lain kali ke kantor pakai baju yang lebih rapi ya...!" tegur papi

" Sudahlah...masih mending Bastian mau ke kantor " desisku kesal, Aldy hanya tersenyum tipis melirikku

" Yasudah....papi sedang tidak ingin berdebat denganmu Bas..." ujar papi

" Aku juga tak ingin berdebat..." gumamku

" Nih untukmu" Papi menyodorkan selembar kertas padaku " ini untuk Aldy..." begitupun pada Aldy.

" Gimana Al menurutmu...?" tanya Papi

" Ini sih parah om, penurunanya sangat drastis, terutama untuk hotel kita yang berada di daerah " Jelas Aldy, aku tau papi tak mungkin langsung menanyakan hal ini padaku, karena aku sendiri tak mengerti maksud tulisan di kertas ini, yang aku lihat hanya sebuah garis naik turun, aku fikir mungkin itu grafik tamu yang menginap di hotel

" Yah..itu jadi masalah terbesar kita saat ini, pemasukan kita sudah tak sebanding dengan apa yang kita keluarkan, lihat ini...!" papi memberikan lagi sebuah kertas, yang ini aku semakin tak mengerti karena semua angka tumpah ruah disana.

" Bastian! kamu nanti bisa tanyakan pada Aldy, apa yang ada di kertas itu, yang perlu kamu ketahui, beberapa hotel kita sedang dalam masalah, kita kalah saing dari segi letak dan harga, terutama untuk di daerah!" jelas papi, aku hanya mengangguk mencoba mengerti apa yang papi bicarakan

" Lalu om, apa ada solusi untuk masalah ini?" tanya Aldy. Aku tak mengerti bagaimana Aldy bisa paham tentang semua masalah hotel, sedang dia harus kuliah, apa hidup dia tidak terasa monoton karena terus berkutat dengan angka dan banyak hal yang harus dia fikirkan, aku rasa dia akan terlihat lebih tua dari usianya jika terus seperti ini.

" Ada dua opsi yang akan om ambil, pertama Om akan tutup beberapa hotel yang benar-benar tidak ada kontribusinya untuk perusahaan kita, yang kedua om akan tetap pertahankan, namun setengah saham akan om jual pada Om Woro..." jelas papi

" Tapi om, jika kita menutup beberapa hotel yang ada daerah, itu artinya akan ada PHK besar-besaran, bukan dampaknya semakin buruk untuk perusahaan ini." ujar Aldy, Ku lihat raut kecewa dari wajah Aldy, dia terus mengusap mukanya lalu menarik napas panjang, aku sendiri masih terlihat santai mendengarkan papi dan Aldi berdiskusi.

" Nah itu dia, jalan satu-satunya, kita akan menjual setengah saham ini pada Om Woro, tapi resikonya kita harus bersiap untuk bersaing, kalian pasti mengenal Om Worokan? dia tidak mungkin puas dengan hanya memiliki saham 50 persen" jelas Papi

" Bas..gue rasa ini waktunya lo bener-bener terjun di perusahaan ini" ujar Aldy, dia menatapku seperti menaruh harapan besar

" kok gue? gue aja gak ngerti sama yang kalian diskusiin sekarang!"

"Itu gampang, gue bakal jelasin semuanya sama lo setelah ini, yang penting lo nya mau dulu apa gak!" tegas Aldy, aku memandang papi dan Aldy bergantian , mereka melemparkan tatapan yang sama membuatku merasa terpojok.

" Bas...perusahaan ini papi rintis dari kecil, papi sangat berharap banyak, kamu bisa menjadi pemilik utuh, tanpa harus berbagi dengan Andre...kamu tau bagaimana serakahnya Om Woro? dan dia pasti akan menggunakan Andre sebagai alat untuk mengusai perusahaan ini" jelas Papi, aku ingat betul saat kakek meninggal 8 tahun yang lalu, Om Woro dengan tegas mengatakan jika setengah harta kakek jatuh ke tangannya, dengan alasan dia akan mengurus nenek yang saat itu sedang sakit-sakitan, setengahnya lagi, harus di bagi dua untuk papi dan Om Arman ayah Aldy. Tapi pada akhirnya Om woro menelantarkan nenek dengan alasan nenek yang tak mau tinggal dengannya, akhirnya nenek tinggal bersama om arman sampai nenek menyusul kakek.

" Apa yang bisa Bastian lakuin pi? Andre sudah jelas memiliki tittle dan ilmu yang lebih luas , Bastian pasti kalah jauh..." ucapku merasa keberatan menerima tanggung jawab yang menurutku amat besar, seorang Bastian yang hanya bisa menghambur-hamburkan uang papi, kini harus bersaing untuk merebutkan kursi presiden direktur.

" Lo gak usah khawatir gue bakal bantu lo, biar sedikit ada saham Ayah di perusahaan ini, dan gue akan berusaha untuk mempertahankannya." ucap Aldy

"Gimana Bastian, kamu siap bersaing dengan Andre? besok papi akan adakan rapat direksi untuk memperkenalkanmu sebagai wakil presdir, dan kamu Aldy untuk sementara kamu akan jadi Direktur pemasaran sampai kamu selesaikan skripsimu, om berharap kamu bisa mengurungkan niatmu untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri di saat suasana genting seperti ini " Papi menatapku dan Aldy bergantian, matanya melihatkan sebuah harapan besar padaku dan Aldy

" Baik om...! aku akan lakukan yang terbaik untuk perusahaan ini!" Papi tersenyum lega mendengar perkataan Aldy.

" Yasudah..setelah ini papi harus ke hotel yang di kuningan, bertemu beberapa klien penting" ucap Papi samb memasukan beberapa kertas ke dalam sebuah map, " Bastian..! besok papi gak mau liat kamu ke kantor dengan pakaian seperti ini" tegas papi

" Iya papi..." jawabku malas

" ingat, ini awal perjalanan karir kamu, jangan kecewakan papi..." perkataan papi benar-benar seperti menekanku

" Iya ...papi....!!!!"

" Yasudah lanjutkan perkejaan kalian...!" Papi menggenggam gagang pintu, hendak meninggalkan ruang meeting

" Ohh ya Bas, gimana Clara...?" Papi menoleh kearahku

" Gak papa kok bentar lagi juga dia kesini, dia masih ada kelas di kampusnya...!" jawabku

" Belajar dari Clara, dia anak yang tangguh..." ucap papi sebelum keluar dari ruang meeting. Aku hanya bisa menarik napas panjang. sekarang perbandingan papi bukan hanya Aldy, tapi Clara, fix semakin jelek aku di mata papi.

1
Yyen Ariyanti
yuhuuu baru nemu karyamu lg Thor,, yg sebelah kpan up nya thor
Hafid Otoy
thor ada lanjutanya g sih😭
Nila Hariyanti
lanjut kak up-nya
Alika Cahyani
certa nya agak g waras yaa
peran utama nya bego banget
Siska Yulia
salah sipaham ini
Siska Yulia
dengerin dlu dong clar ...penjelasannya ...
Siska Yulia
tu dengerin bass
Siska Yulia
saking lelahnya ampe kesiangan
Siska Yulia
klo lo gk ninggalin ayunda ,bodoh kamu bass
Siska Yulia
bastian brengsek😡
Siska Yulia
gk nyadar lo klo ayunda cma mlorotin doank
Siska Yulia
biarpun gantengnya sak bonbin ..klo songong mah males jga 😡
Siska Yulia
blom tau dia ,klo fasilitas ditarik bokap ,,keteter lo
Siska Yulia
pertemanan yg indah
Sri Widjiastuti
sikon gawat tlp dong??
Chichi Gitu
baru tau udah up lagi wkwkk
Angel Tamara
aku cwek tp gk suka film romance, bkin penontonya suka berhalu, mending film action, horror or film fantasy😌
Krist Hart
saking lamanya kau g update Thor ... aq sampai lupa lupa ingat critanya cm inget yg Bastian tu judulnya apa ya ??? 😅😅😅
Anna Mutia Feranita
lumayan bagus utk sampai di sini...
pisces
wes thor ceritanya ayunda biarin di situ biar sembuh kasihan jg trs bastian sm clara biar tenang rmg tangganya gak ada drama ayunda lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!