NovelToon NovelToon
Rapat Dadakan Menuju Pelaminan

Rapat Dadakan Menuju Pelaminan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Komedi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Mi

Rania Azarina Seorang manajer Brand Strategy di perusahaan ternama, ia sudah bekerja mati-matian demi kursi Direktur Regional. Sayangnya, tepat ketika garis finis sudah di depan mata, direksi mengumumkan syarat paling absurd dalam sejarah perusahaan: kandidat direktur harus memiliki kehidupan pribadi yang stabil—alias sudah menikah.
Masalahnya, Rania masih lajang.
Lebih parah lagi, pesaing terbesarnya adalah Gavin Mahendra—manajer Creative Campaign yang menyebalkan, terlalu santai, dan punya bakat alami membuat tekanan darahnya naik hanya dengan satu senyuman tengil.
Ketika keduanya sama-sama terancam kehilangan peluang promosi
sebuah ide nekat muncul, menikah kontrak.
Kesepakatannya sederhana. Menikah selama enam bulan, lalu bercerai setelah salah satu mendapatkan jabatan impian.
Tapi Bagaimana jika pernikahan palsu ini justru melahirkan perasaan yang terlalu nyata untuk diakhiri?
⚠️⚠️⚠️
DILARANG KERAS PLAGIAT ATAU COPY PASTE JIKA TIDAK INGIN KENA DENDA KARNA PELANGGARAN HAK CIPTA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Mi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 7 Tentang Rania

Pukul dua puluh satu lewat empat belas menit.

Untuk seseorang yang akan menikah dua hari lagi—

Rania Azarina justru sedang duduk sendirian di ruang tamu apartemen sambil memakan mi instan dari panci.

Tanpa mangkuk.

Tanpa martabat.

Laptopnya masih menyala di meja.

Spreadsheet anggaran kampanye terbuka.

Tapi pikirannya sama sekali tidak ada di sana.

Karena besok—

ia harus membeli baju akad.

Dan lusa—

ia menikah.

Dengan Gavin Mahendra.

Saingan profesionalnya.

Musuh alami emosinya.

Dan manusia yang entah bagaimana kini tersimpan sebagai kontak favorit darurat di ponselnya.

Rania memejamkan mata.

Ini tetap terdengar tidak masuk akal.

Ponselnya bergetar.

ANGGI CALLING

Rania menghela napas panjang.

Lalu mengangkat.

“Halo.”

Suara melengking langsung menyambut.

“RANIA AZARINA KAMU MENIKAH?!”

Rania menjauhkan ponsel dari telinga.

Ya.

Tentu saja sang Mama bocor.

“Cepat sekali berita menyebar.”

“IBU KAMU TELEPON AKU JAM DELAPAN MALAM!”

Rania memijat pelipis.

“Mama benar-benar bekerja lebih cepat dari media nasional.”

Di seberang, suara anak kecil terdengar samar.

“Mamaaaa…”

“Sebentar sayang!” jawab Anggi.

Lalu kembali ke telepon.

“Oke. Sekarang jelaskan.”

“Tidak ada yang perlu dijelaskan.”

“Kamu nikah dalam tiga hari!”

“Dua hari.”

Hening.

“Maaf?”

“Sabtu.”

Suara benda jatuh terdengar.

“KAMU GILA?!”

Rania mendesah.

“Ya. Saya juga mulai curiga.”

Anggi adalah satu-satunya sahabat dekat Rania.

Teman sejak kuliah.

Satu-satunya orang yang masih bertahan menghadapi sifat perfeksionis dan workaholic Rania tanpa menyerah.

Sekarang tinggal di luar pulau bersama suami dan anak yang masih kecilnya.

Dan satu-satunya manusia yang cukup berani bilang:

“Kamu tuh terlalu keras sama diri sendiri.”

“Siapa cowoknya?” tanya Anggi cepat.

Rania diam sepersekian detik.

“…Gavin.”

Sunyi.

Lalu—

“YANG SERING MEMBUAT KAMU KESAL ITU?!”

“Volume kamu seperti toa masjid," ucap Rania.

“Rania!”

“Apa?”

“Kalian masih saling hina tiap minggu!”

“Masih.”

“Kalian kompetitor!”

“Iya.”

“Kamu pernah bilang pengen lempar dia dari rooftop kantor!”

Rania berpikir.

"Masih ingin kulakukan.”

“TERUS KENAPA DINIKAHI?!”

Pertanyaan bagus.

Kalau saja hidupnya masuk akal.

Rania menyandarkan kepala ke sofa.

“Panjang ceritanya.”

“Oke. Aku siap.”

Dan selama hampir satu jam—

Rania menceritakan semuanya.

Theo Santoso.

Syarat direktur.

Pernikahan kontrak.

Kontrak absurd.

Sampai Gavin yang somehow serius menghadapi orang tuanya.

Anggi diam cukup lama setelah cerita selesai.

Lalu—

“Jadi kamu percaya sama dia?”

Pertanyaan itu membuat Rania berhenti.

Percaya?

Aneh.

Karena jawabannya seharusnya tidak.

Tapi…

“Entahlah.”

Rania menatap kosong ke langit-langit apartemen.

“Aku cuma merasa… dia tidak akan menusukku dari belakang.”

Anggi terdiam.

Lalu berkata pelan,

“Itu udah bentuk percaya, Ran.”

Rania langsung mengalihkan topik.

“Bagaimana kabar anak kamu?”

“Jangan ngeles.”

“Aku nggak ngeles.”

“Kamu takut.”

Sunyi.

Kalimat itu terlalu tepat.

Rania tidak suka.

“Aku realistis,” gumamnya.

“Bukan takut.”

Anggi mendengus kecil.

“Kamu tuh selalu bilang realistis kalau lagi defensif.”

Rania memutar mata.

Menyebalkan.

Karena Anggi terlalu mengenalnya.

“Kamu tahu kan…” suara Anggi melunak, “…nggak semua orang bakal ninggalin kamu.”

Jantung Rania mencelos sedikit.

Dan tiba-tiba—

ruangan terasa terlalu sunyi.

Ia membenci saat sahabatnya mulai bicara terlalu dalam.

Karena itu berarti—

ia harus jujur.

Dan Rania tidak suka membicarakan bagian hidup yang sudah ia kubur rapi.

“Sudah lama,” jawab Rania cepat.

Terlalu cepat.

Seolah kalau ia menjawab buru-buru, topik itu bisa mati sebelum menyakitinya lagi.

“Tapi kamu belum sembuh.”

Rania tak menjawab.

Karena mereka berdua tahu—

itu benar.

Dulu—

sebelum menjadi manusia yang menikahi pekerjaan—

Rania pernah jatuh cinta sangat dalam.

Terlalu dalam.

Pertama kalinya.

Satu-satunya.

Dan mungkin—

terakhir.

Saat itu Rania masih percaya hubungan serius bisa berhasil.

Masih percaya seseorang bisa tinggal bersamanya.

Masih percaya cinta tidak serumit strategi bisnis.

Sampai suatu hari—

orang itu hilang.

Begitu saja.

Tanpa penjelasan.

Tanpa perpisahan.

Tanpa alasan.

Ghosting.

Kata modern untuk sesuatu yang terasa jauh lebih kejam.

Pesan terakhirnya masih ada di ponsel lama Rania.

“Udah makan?”

Pesan paling biasa.

Pesan terakhir yang tidak pernah mendapat balasan.

Lalu orangnya—

menghilang.

Seolah semua yang pernah terjadi tidak nyata.

Dan untuk waktu yang sangat lama—

Rania menyalahkan dirinya sendiri.

Kurang baik?

Kurang menarik?

Terlalu sibuk kerja?

Terlalu sulit dicintai?

Sampai akhirnya—

lebih mudah berhenti berharap.

Lebih mudah bekerja.

Lebih mudah menjadikan karier sebagai tempat berlindung.

Karena pekerjaan—

tidak meninggalkanmu.

Pekerjaan tidak akan tiba-tiba berubah pikiran.

Pekerjaan tidak membuatmu merasa bodoh karena terlalu peduli.

Sejak itu—

Rania memilih sibuk.

Terlalu sibuk.

Sampai orang-orang mulai menyebutnya workaholic.

Dan anehnya—

itu terasa lebih aman.

“Ran…” suara Anggi terdengar hati-hati.

“Kamu nggak nikah sama Gavin karena kesepian kan?”

Rania langsung tertawa kecil.

“Hah. Tidak mungkin.”

“Bagus.”

Jeda.

“Tapi…”

Anggi melanjutkan pelan,

“Jangan sampai kamu justru jatuh cinta sama orang yang salah lagi.”

Rania mendesah panjang.

“Aku bahkan sudah berhenti mencoba."

Tatapannya jatuh ke meja.

Ke map kontrak hitam.

Yang masih tergeletak di sana.

“Kami cuma nikah enam bulan.”

Kalimat itu terdengar meyakinkan.

Logis.

Aman.

Terkontrol.

Tepat seperti yang Rania suka.

Namun entah kenapa—

untuk pertama kalinya malam itu—

ia justru merasa sedikit gelisah.

Karena jauh di sudut pikirannya—

ada satu pertanyaan yang diam-diam muncul.

Bagaimana kalau enam bulan ternyata terlalu lama?

Dan jauh di sudut lemari apartemennya—

tersimpan sebuah kotak kecil yang belum pernah berani ia buka lagi selama bertahun-tahun.

Kotak berisi foto lama.

Tiket bioskop usang.

Dan satu surat pendek—

dengan tanda tangan nama yang bahkan sampai sekarang masih terlalu sulit ia lupakan.

Di bagian bawah surat itu—

ada tanda tangan yang sudah bertahun-tahun tidak pernah berani ia lihat lagi.

Ethan Arseno.

1
Evi Yolanda
Thor susulan nya jng LM apa Thor dah gak sabar nunggu saling bucin
MayAyunda
keren kak 👍👍
Sahabat Oleng: Terimakasih kak 👍
total 1 replies
cynth
Ninggalin jejak 👣
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak
total 1 replies
MayAyunda
keren 👍👍
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak 😇
total 1 replies
Sahabat Oleng
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😄
Raihan
mampir juga di novel ku kelas arang nanti kita saling support 🙏
Azandis
Lanjut Thor
Azandis
Wkwkwk...
BDaska
Thor, banyakin update episode nya
Fabio
Lanjut thor
Sahabat Oleng: Siap 👍
total 1 replies
Evi Yolanda
ahhh udah lahhh Thor jd ky penagih utang .. bentar bentar intip dah up date blm
Fatan
Bagus ceritanya
Sahabat Oleng: Makasih kak 👍
total 1 replies
T28J
kak, kok tulisan yang ini beda sama yng sebelah ya 🙏
T28J: beda sama novel kakak yang satu lagi gaya tulisannya
total 2 replies
Evi Yolanda
seru dan buat penasaran setiap babnya
Sahabat Oleng: Makasih kakak 😍
total 1 replies
Raihan
halo kakak izin ayok mampir juga di novel ku "kelas arang"
Raihan
bagus cerita
Wawan
Hadir Rania 😍
cinta
Gavin dan Rania sama-sama lucu. 😂
Apalagi Mama Ratna dan Mama Ambar.
Ceritanya bikin penasara.
Sahabat Oleng: Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak 😘
total 1 replies
Susanti Santi
Cerita nya menarik
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak 😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!