Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Gea terkejut mendengar ucapan winda,ia menatap bara yang menatap tajam winda.
"Mas turuni aku,aku tunggu kamu didalam saja"ucap gea
"Sayangg"panggil bara
"Aku gapapa kok kamu selesaikan saja dulu pekerjaan kamu"ucap gea tersenyum
Bara pun menurunkan gea dengan pelan,gea berbalik dan tersenyum kepada semuanya. Ia berjalan memasuki ruangan kerja suaminya.
"Siapa anda lancamg sekali berbicara seperti itu kepada saya"ucap bara kesal
Winda terkejut ia menatap doni yang sudah melotot ke arahnya,winda pun baru sadar jika ucapannya itu sedikit keterlaluan.
"M-maafkan saya pak"ucap winda
"Brengsek! Tidak pernah seumur hidupku meminta maaf kepada orang lain"batin winda"Bukankah sudah jelas jika saya tudak menerima kerja sama ini"ucap bara lagi
Bara langsung meninggalkan mereka begitu saja,lebih baik ia menemui istrinya didalam.
Ceklek!
Bara masuk dan tertawa kecil saat melihat istrinya sedang duduk dimeja kerjanya sambil menopang dagu menatap berkas-berkas yang ada dihadapannya.
"Sudah selesai mas?'tanya gea
"Sudah sayang"jawab bara mengelus kepala gea
"Kamu ingin sesuatu?"tanya bara
"Aku ingin steak yang didepan mas tapi lucky yang belikan"jawab gea tersenyum
"Baik aku akan minta dia untuk membelikannya"ucap bara menelpon lucky
Lucky langsung membelikan apa yang diminta oleh gea,ia merasa senang karena bisa dilibatkan oleh ngidam nya gea.
"kamu mau lanjut kerja mas? yaudah sini"ucap gea berdiri dari duduknya
Bara tersenyum dan menatap istrinya yang mulai duduk disofa,bara hanya membiarkannya saja dan saat ini ia kembali fokus dengan berkas-berkasnya.
"Aku mau nginap dirumah mama sama papa boleh gak mas?"tanya gea
"Boleh sayang nanti atau besok?"tanya bara
"Hmm besok aja deh mas kalo sekarang kan dadakan banget mana belum ngabarin mama lagi"jawab gea
"Yaudah kamu telpon aja dulu mamanya bilang kalo kita mau nginap"ucap bara
"Iyaa mas"sahut gea lalu mulai mengambil ponselnya
Ia menghubungi ayu namun belum aja jawabannya.
"Gak diangkat mas lagi sibuk kali ya"ucap gea
"Kirim pesan aja sayang coba"sahut bara
Gea pun mengirimkan pesan kenomor mama dan papanya. Tak lama setelah lucky pun datang,ia mulai membuka steak yang ia inginkan.
Tok! Tok!
"Masukk"ucap bara
"Bara kamu kenapa tidak menerima kerja sama ini? Aku sudah mati-matian memikirkan ide-ide ini agar bisa bekerja sama dengan perusahaan mu"ucap winda marah
Ia merasa kesal karena kerja samanya tak diterima oleh bara.
"Jangan karena kita punya hubungan di masalalu kamu membawa itu kedalam kerja sama ini,itu namanya tidak profesional bara"ucap winda lagi
Gea menatap diam winda yang sedang berceloteh,entah sadar atau tidak winda akan kehadiran gea didalam sana.
"Saya memang tidak berminat untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan anda nona"sahut bara
"Apa alasannya? Kurang apalagi ide-ide yang udah aku buat"ucap winda
"Anda tidak tahu ya jika perusahaan anda itu sempat terjerat kasus korupsi uang proyek 1 miliyar. Lalu apakah saya harus menerima kerja sama itu dan akan diam saja? Bagaimana jika perusahaan anda kembali melakukan korupsi?"tanya bara membuat winda terdiam
Winda memang tidak tahu masalah perusahaannya karena memang selama ini ia membantu mengurus perusahaan diluar negri.
"Pergilah jangan pernah datang kemari apalagi untuk memohon kerja sama ini,sampai kapan pun saya tak akan mau"ucap bara
Winda mengepalkan tangannya,ia menoleh ke arah gea yang fokus dengan makanannya.
"Baiklah saya akan pergi tapi bisakah kamu datang ke apartemen saya nanti malam? Seperti malam kemarin?"tanya winda tersenyum miring
Deg!
Gea yang sedang mengunyah pun menghentikan kunyahannya dan menatap winda yang sudah menghilang dibalik pintu. Bara menatap gea yang terlihat kesal.
"Sayang kamu jangan salah paham,waktu kamu ngidam mangga mama meminta aku untuk mengambilkan nya di blok sebelah. Aku tidak tahu jika winda ada disana,kamu tenang aja aku tidak melakukan apapun kamu bisa tanyakan kepada tukang ojek yang ada disana"ucap bara
Gea menarik napasnya mencoba untuk tenang,ia tak boleh terlalu percaya dengan ucapan orang lain.
"Aku percaya mas hanya saja memang aku sedikit terkejut"sahut gea
"Sebenarnya dia adalah mantan kekasihku sayang,aku tidak tahu mengapa dia ada disini"ucap bara lirih
"Aku sudah tahu"sahut gea membuat gea terkejut
"Kamu sudah tahu?"tanya bara
"Hmm saat pertama kali aku bertemu dengan dia aku sudah tahu jika dia adalah mantan kekasih kamu,aku pernah melihat fotonya"jawab gea
"Kamu tidak cemburu?"tanya bara
"Jika masih dalam batas wajar aku tidak akan cemburu,namun jika sudah kelewatan ya mungkin bisa aku jadikan sosis pedangmu"jawab gea
Glekk!
Bara langsung memegang pusakannya,ia menatap ngeri gea. Gea menahan tawanya saat melihat wajah pucat bara,ia tak sungguhan hanya bercanda saja.
\~
Winda menatap kesal pemandangan didepannya saat ini,saat ini ia berada disebuah restoran.
"Sial! Aku sudah sangat senang bisa menjalin kerja sama ini namun bajingan itu menolaknya"ucap winda
"Tidak kusangka ternyata dia sudah menjadi bos sekarang,sangat berbeda dengan bara yang dulu"sambungnya
Winda meminum jus didepannya,pikirannya melayang entah kemana.
"Dulu bara tidak pernah menggendongku,bahkan untuk memanjakan ku saja tidak. Tapi jika aku melihat ia dan istrinya saat ini kenapa bara terlihat begitu menyayanginya"ucap winda merasa kesal sendiri
Elsa menatap malas winda,ia sejak tadi mendengar gerutuan winda karena posisinya tidak jauh dari situ.
"Gak sadar diri apa ya dulu aja ninggalin bara karena tahu dia miskin"ucap elsa
"Perempuan kan memang begitu tidak mau menemani laki-laki dari nol,mereka hanya mau datang disaat si laki-laki itu sudah punya segalanya"sahut fandi
"Ck tidak semua perempuan seperti itu,bagi kami wanita karir dan punya banyak uang laki-laki tidak penting sebenarnya"ucap elsa terkekeh
"Tidak semua wanita juga mau bekerja keras,jika bisa meminta kepada laki-laki dengan modal ngangkang sudah dapat uang kenapa harus banting tulang"sahut fandi
Elsa tertawa mendengar ucapan fandi yang ada benarnya juga. Tak banyak wanita yang mau bekerja untuk dirinya sendiri,mereka lebih memilih mendekati pria kaya untuk memikatnya dan mendapatkan uang.
"Apa kau sepemikiran denganku?"tanya elsa menaik turunkan alisnya
"Ya mana mungkin dia tidak seperti itu apalagi selama ini ia tinggal diluar negri"jawab fandi terkekeh
"Beruntung bara menikahi gea yang mungil itu daripada winda,tak bisa kubayangkan pasti setiap hari selalu meminta uang untuk shopping dan lainnya"ucap elsa membuat fandi terkekeh