NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.

aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.

dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

di marahi dan di pukuli kakak kandung

" hadeh kemana ya tuh jambret sialan, ada ada aja ah, loe gak liat sama sekali don.?.." ucap ku dengan kesal.

" Gue juga sama gak liat lagi tuh orang lari kemana.." ucap dony.

" Apes apes, mana banyak nomor penting lagi, mana gue gak inget nomornya elina, gue juga lupa lagi alamatnya di mana..sialan tuh maling, hah ada ada aja..." Ucap ku.

" Ya mau gimana lagi sat.." ucap dony.

Dulu elina pernah memberi alamat tempat tinggalnya kepada ku, namun itu sudah lama, dan aku sudah lupa, dan elina juga sempat ganti nomor hp, dan sialnya aku pun tidak ingat nomor hp nya elina, saat itu aku hanya bisa pasrah dengan ke adaan. Dan setelah itu aku pun pergi meninggalkan tempat itu, dan sementara dony dia pergi pulang ke rumahnya.

Saat malam hari, saat itu asep kakak ku baru saja pulang berdagang, sesampainya di rumah ia bertemu dengan istrinya, dan sementara anak nya sudah tidur.

Dengan lelah asep duduk di kursi, lalu istrinya membuatkan kopi untuk asep, dan setelah menbuatkan kopi istrinya duduk di samping asep.

" Uang buat setor masih ada kan, belum di pake apa apa kan..? " Tanya asep setelah meminum kopinya.

" Iya masih kok Yah, ada aku simpen, 1 jt berapa ya aku lupa,? coba bentar aku hitung dulu yah.." ucap istrinya, lalu istrinya berjalan masuk ke kamarnya untuk memeriksa uang yg di maksud asep.

Uang yg di tanyakan itu adalah uang untuk asep bayar sewa tempat ia berdagang, dan uang itu telah aku ambil sebagian tanpa sepengetahuan mereka.

Saat istrinya di dalam kamar, tiba tiba istrinya memanggil asep, asep pun menghampirinya, istrinya kaget dan memberi tau bahwa uangnya itu hilang, dan hanya tersisa beberapa uang saja, lalu asep bertanya kepada istrinya barang kali istrinya itu lupa menyimpan uang itu, namun istrinya menjawab dan yakin bahwa uangnya itu di simpan di lemari itu, dan mereka mencari ke tempat lain pun tidak ada, mereka pun meyakini uang nya telah di curi orang.

" Sialan, ada maling masuk ke kamar kita, tapi siapa ya..? " Ucap asep dengan geram.

" Iya, ada ada aja, masa iya umi, gak mungkin kalau umi, coba kamu tanya yah ke umi, siapa tau umi liat ada orang lain ke rumah ini.." ucap istrinya.

Lalu asep berjalan keluar kamar dan memanggil ibu nya, dan tak lama kemudian ibunya datang menghampirinya.

" Mi, mi,," ucap asep sambil berjalan keluar kamar.

" Ada apa sep..? " Tanya ibu nya dengan penasaran.

" Umi liat orang masuk ke kamar asep gak,? " Tanya asep dengan tutur kata lembut.

" Gak sep, umi gak liat, emangnya kenapa sep..? " Ucap ibu.

" Uang asep buat setor sewa tempat dagang ilang mi.." ucap asep.

" Astagfirlah, yg bener kamu sep, sumpah umi mah gak liat orang masuk ke kamar kamu sep, umi jadi gak enak hati jadinya." ucap ibu, karena ibu nya takut mereka menuduhnya.

" Iya gak ppah kalau emang bener gak liat mah mi, umi tenang, asep mah gak nuduh umi, gak mungkin, asep cuma nanya aja mi siapa tau umi liat orang lain masuk kamar asep, tapi umi liat orang yg ke rumah kita gak selain kita..? " Tanya asep.

" Tadi siang cuma ada satria doang ke rumah, tapi gak lama dia pergi lagi, masa iya adik kamu yg ngambil sep.." ucap ibu.

Asep terdiam sejenak saat ibu ku memberi tau bahwa siang tadi aku pulang ke rumah, dan ia meyakini bahwa aku lah yg telah mencuri uangnya itu.

" Yaudah mi, umi lanjut istirhat aja, maaf mi ya ganggu.." ucap asep, lalu asep berjalan meninggalkan ibu nya.

" Iya sep, ya allah ada ada aja.." ucap ibu.

Dan sementara asep, dia mencoba menelpon ku, namun nomor ku tidak aktif, dia semakin curiga, ia terus menelpon ku, namun tetap tidak aktif, karena hp ku sudah tidak ada di curi orang, dan asep tidak tau hal itu, asep semakin curiga, lalu ia berjalan masuk kamar ku, dia mengobrak ngabrik barang barang ku di kamar, dan berharap uang nya itu ada di dalam kamar ku, saat dia mengacak ngacak isi dalam lemari ku, dia terdiam sejenak melihat sesuatu, namun buka uang yg ia temukan, ia melihat alat hisap sabu di lemari ku, ya memang itu miliku, lalu ia mengambil barang itu.

" Ba**sat.." ucap asep dengan geram menggengam erat barang itu.

Malam semakin larut, dan sementara aku, saat itu aku sedang berdiam diri sendirian di suatu tempat sambil menghisap roko, aku masih merasa kesal karena hp ku hilang di curi orang, dan bagaimana aku bisa berkomunikasi dengan elina.

Tidak lama kemudian aku pergi dari tempat itu mengendarai motor vespa ku, aku pergi ke tempat biasa ku nongkrong, namun sesampainya di sana, rupanya tidak ada satu orang pun di tempat itu, lalu aku ke pos ronda, dan di sana pun sama tidak ada siapa siapa.

" Tumben pada gak ada, pada kemana ya..? " Ucap ku dengan heran, karena tidak biasanya sesepi itu, aku bingung mau kemana lagi, lalu aku memutuskan untuk pergi pulang ke rumah, dan lagi pula saat itu aku sudah beberapa hari tidak pernah lagi tidur di rumah. Dan aku pun melajukan lagi motor ku berangkat pergi pulang.

Sesampainya aku di rumah, aku mencoba membuka pintu, namun pintu rumah telah terkunci, saat itu aku benar benar lupa bahwa tadi siang aku telah mencuri uang asep, aku lupa, jadi aku merasa biasa saja pulang ke rumah. Aku mengetuk ngetuk pintu dan terus memanggil ibu ku untuk membukakan pintu, dan tidak lama kemudian, tiba tiba ada yg membukakan pintu, namun bukan ibu ku, tapi asep kakak ku.

" Ngapain loe pulang.." ucap asep dengan kesal.

" Ya pengen pulang kang, emang kenapa?,," Jawab ku biasa saja, lalu ia menujukan barang yg ia temukan di dalam kamar ku itu, ia memperlihat kan alat hisap sabu itu di depan wajah ku, aku sangat kaget saat melihat barang itu di tanganya, dengan kesal asep membanting barang itu di hadapan ku.

" Mau sampai kapan loe kayak gini hah.." ucap asep dengan kesal sambil mendorong ku, aku hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata apa apa saat itu. Lalu ia mengulang lagi kata katanya dengan nada tinggi.

" Ba**sattt.." ucap asep, dia memukul wajah ku dengan keras, hingga aku terjatuh, aku hanya bisa berkata maaf sambil menahan sakit di wajah ku, lalu ia menghampiri ku, dan menarik baju ku membangunkan ku.

" Bangun loe, Lagu laguan loe hidup susah juga, mikir loe a*jing,,, bapak pasti sedih di sana ngeliat kelakuan loe sat, harus nya loe sadar sat, bukan kayak gini ba**sat.." ucap asep, ia memukul lagi, lagi dan lagi sambil mngucapkan kata kata kasar kepada ku, aku hanya bisa terdiam tidak melawanya, yah karena aku sadar ini salah ku.

1
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!