NovelToon NovelToon
Poena

Poena

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nikolas Martinez adalah pemimpin geng motor The Vultures yang urakan namun cerdas, sementara Salene Lumiere adalah putri bangsawan yang hidup dalam sangkar emas milik Keluarganya. Dua dunia yang bertolak belakang, di mana Salene menemukan kebebasan di balik jaket kulit Nikolas.
Namun, tepat di malam perayaan ulang tahun ke-18 mereka yang penuh janji manis, sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Nikolas terhempas ke dalam koma selama lima tahun. Di dalam tidur panjangnya, Nikolas hidup dalam delusi indah bahwa ia dan Salene masih bersama, tanpa menyadari bahwa di dunia nyata, waktu terus berjalan dengan kejam.
Saat Nikolas terbangun di tahun 2026, ia mendapati dunianya telah hancur. Sahabat-sahabatnya telah dewasa, dan Salene—gadis yang menjadi alasan satu-satunya untuk ia bangun—telah menghilang. Rahasia besar terkunci rapat oleh orang-orang terdekatnya, Salene telah menikah dengan pria lain di California.
Sebuah kisah tentang cinta yang melampaui logika.
🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7

Ruang makan kediaman Lumiere adalah sebuah monumen kesunyian yang megah. Meja panjang dari kayu mahoni yang dipoles hingga mengilap seperti cermin itu hanya diisi oleh dua orang, namun jarak di antara mereka terasa seperti ribuan mil.

Cahaya dari lampu gantung kristal di atas mereka berpendar dingin, memantul pada peralatan makan perak yang diletakkan dengan presisi milimeter.

Salene duduk dengan punggung tegak lurus, sebuah posisi yang telah menjadi memori otot sejak ia berusia lima tahun. Di depannya, sepiring kecil salad arugula dengan irisan tipis apel hijau dan taburan kacang pinus menjadi satu-satunya menu makan malamnya.

"Kapan Daddy kembali, Madame?" tanya Salene, suaranya pelan namun jernih, memecah kesunyian yang mencekam.

Madame Lumiere, yang sedang menyesap air mineral dari gelas kristal, tidak segera menjawab. Dia meletakkan gelasnya tanpa menimbulkan bunyi sedikit pun di atas meja. Matanya yang tajam, yang selalu tampak seperti sedang mengaudit setiap inci keberadaan putrinya, menatap Salene datar.

"Ayahmu sedang menutup kesepakatan besar di Milan, Salene. Jangan memikirkan kepulangannya sebagai alasan untuk bersantai," jawab Madame dengan nada dingin. "Satu hal yang harus kau tanamkan di kepalamu sebelum Daddy-mu menginjakkan kaki di lantai rumah ini, kau harus sudah mencapai standar sempurna yang ia harapkan. Tidak ada ruang untuk cacat, baik dalam penampilan maupun prestasi akademis mu."

Salene menundukkan pandangannya pada piringnya. "Baik, Madame."

"Bicara soal prestasi," Madame melanjutkan, "bagaimana dengan tugas akhir sejarah senimu besok? Ibu sudah mengatur jadwal mu. Hari Minggu besok, kau harus mulai mengambil data lapangan. Ibu punya usulan tempat: Galeri Royal Victoria atau taman privat di Kensington. Tempat-tempat itu memiliki estetika yang layak untuk nama Lumiere."

Salene ragu sejenak. "Teman kelompokku... dia punya perspektif yang berbeda, Madame."

Madame Lumiere mengangkat alisnya sedikit, sebuah tanda peringatan. "Teman kelompokmu itu... dia dari keluarga Martinez, bukan? Pewaris tunggal Martinez Group?"

Salene mengangguk kecil. "Iya, Madame. Nikolas Martinez."

"Martinez," gumam Madame, sudut bibirnya terangkat sedikit—bukan senyuman ramah, melainkan kalkulasi bisnis. "Keluarga mereka kasar, mekanik, dan terlalu bebas. Tapi mereka punya pengaruh besar di sektor industri London. Baiklah, gunakan dia semaksimal mungkin untuk tugasmu. Pastikan dia tidak mengganggu fokus mu atau menurunkan standar nilaimu. Kau harus mendapatkan nilai sempurna, Salene. Seorang Lumiere tidak menerima peringkat kedua."

"Tentu, Madame."

"Dan satu lagi," Madame menambahkan sebelum berdiri dari kursinya. "Ibu dengar mereka sangat bangga dengan kendaraan roda dua mereka. Pastikan teman kelompokmu itu membawa motornya saja besok. Itu akan memudahkan mu untuk berpindah tempat tanpa terjebak macet, dan itu akan memberimu pengalaman 'estetika jalanan' yang mungkin bisa kau tulis di laporanmu sebagai nilai tambah orisinalitas. Suruh dia menggandeng mu dengan sopan. Tapi ingat, jangan biarkan dirimu terlihat berantakan."

Salene terpaku. Permintaan ibunya sungguh di luar dugaan. Madame biasanya membenci segala sesuatu yang berbau "jalanan", namun tampaknya ambisi untuk nilai sempurna dan koneksi dengan Martinez Group telah mengalahkan ketidaksukaannya pada asap knalpot.

Malam itu, di dalam kamarnya yang serba putih dan sunyi, Salene menatap ponselnya dengan ragu. Dia tidak memiliki nomor Nikolas. Dia bahkan tidak ingin memilikinya. Namun, perintah Madame adalah hukum.

Dengan helaan napas berat, dia mengetik pesan kepada satu-satunya orang yang memiliki akses ke seluruh anggota The Vultures.

To: Lauren

Lauren, maaf mengganggu malam-malam. Bisakah kau berikan nomor telepon Nikolas? Ini soal tugas besok.

Tidak butuh waktu lima detik hingga ponselnya bergetar hebat.

From: Lauren

ALEEEEEEEN! DEMI APA?! Kau minta nomor Nik?! Apakah ini awal dari cinta lokasi?! Ini nomornya: +44 7700 900XXX. Oh ya, Kent juga ada di sampingnya sekarang, mereka sedang di bengkel! Katakan pada Nik jangan terlalu nakal pada sahabatku! XOXO!

Salene mengabaikan pesan berlebihan Lauren dan langsung menyalin nomor itu. Dia mengetik pesan singkat dengan nada yang sangat formal, seolah sedang mengirim surat resmi kepada rekan bisnis.

To: Nikolas Martinez

Ini Salene. Soal tugas sejarah seni besok, ibuku menyarankan agar kita bergerak cepat. Bawalah motor saja, jangan mobil, agar kita bisa menembus kemacetan London hari Minggu. Dan tolong, jangan bawa motor besar mu yang berisik itu. Bawa sesuatu yang lebih... manusiawi. Aku akan menunggumu di depan gerbang pukul 10 pagi tepat.

Di sisi lain London, di bengkel Martinez Group yang terang benderang oleh lampu neon, Nikolas sedang duduk di atas kap mobil Mustang tua sambil memegang sekaleng soda dingin. Kent berada di dekatnya, sedang memeriksa tekanan ban motornya sendiri dengan sangat teliti.

Ponsel Nikolas bergetar di saku jaketnya. Dia membacanya, dan sebuah senyum tipis—hampir tak terlihat namun penuh kemenangan—muncul di wajahnya.

"Siapa?" tanya Kent tanpa menoleh.

"Porselen Judes," jawab Nikolas singkat. Dia menunjukkan layar ponselnya pada Kent.

Kent membaca pesan itu sekilas, lalu beralih menatap Nikolas. "Dia memintamu membawa motor? Bukankah dia benci motor?"

"Ibunya yang menyarankan," Nikolas terkekeh pelan. "Lucu sekali. Mereka ingin menggunakan 'kecepatan' motor Martinez tapi tetap ingin menjaga 'martabat' Lumiere. Dia bahkan memintaku jangan membawa motor besar."

"Lalu kau akan membawa apa? Skuter?" goda Kent.

Nikolas melompat turun dari kap mobil, matanya tertuju pada sebuah motor di sudut bengkel yang tertutup kain penutup abu-abu. "Tidak. Aku akan membawa apa yang seharusnya kubawa. Dia ingin aku menggandengnya, kan? Maka dia harus siap dengan cara Martinez menggandeng seseorang."

Nikolas mengetik balasan singkat.

To: Salene Lumiere

Siap, Tuan Putri. Pakai pakaian yang bisa diajak bergerak. Aku tidak ingin bertanggung jawab jika gaunmu tersangkut di rantai motorku.

Nikolas memasukkan ponselnya kembali ke saku, lalu menoleh pada Kent yang kini sedang mengusap bibirnya yang tampak sehat—efek serum dari Lauren yang masih tersisa.

"Kent," panggil Nikolas.

"Hmm?"

"Besok akan menjadi hari yang sangat panjang untuk porselen itu. Pastikan Lauren tidak terlalu banyak meneleponnya, aku tidak ingin konsentrasi 'Tuan Putri' pecah sebelum kita sampai di tujuan."

Kent hanya mengangguk kecil, sementara Nikolas mulai membuka penutup motor di sudut ruangan, menampakkan kilauan logam dari sebuah Triumph Scrambler yang jauh lebih bertenaga dari yang bisa dibayangkan oleh Salene.

Langit London di luar jendela bengkel tampak kelabu seperti biasa, namun bagi Nikolas, hari Minggu besok akan penuh dengan warna yang akan mengejutkan hidup Salene Lumiere yang kaku.

🌷🌷🌷🌷

1
winpar
thorrrrr update lgi plissssss
Ros🍂: Ashiappp kak🙏🥰
total 1 replies
ren_iren
sukaknya bikin huru hara dirimu kak.... 🤭😁😂
Ros🍂: Auuuw🥰🤣
total 1 replies
winpar
terus kk 💪💪💪💪
Ros🍂: Ma'aciww kak🥰🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!