NovelToon NovelToon
JENDERAL PEMANAH LANGIT : DENDAM DIATAS LUKA DESA

JENDERAL PEMANAH LANGIT : DENDAM DIATAS LUKA DESA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:714
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

No plagiat 🚫

Jenderal Pemanah Langit : Dendam Di Atas Luka Desa

Dalam semalam, hidup Song Yuan hancur. Desa Songjia dibumihanguskan, meninggalkan 130 nyawa bersimbah darah, termasuk ayahnya, sang Jenderal besar, dan ibunya dari klan bangsawan Bai. Song Yuan yang sekarat dengan anak panah di dada, terpaksa menelan pahitnya pengkhianatan.

Berbekal dua lencana rahasia dan bimbingan sadis dari Mo Chen, si "Ular Hitam", Song Yuan bangkit dari abu kehancuran. Tanpa senjata, ia menempa raga di hutan monster untuk menuntut balas.

Akankah sang pewaris klan Song kembali sebagai pahlawan, atau iblis yang haus darah?

"Setiap embusan napas musuhku adalah utang nyawa yang harus dibayar lunas!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema dari Masa Lalu

Di dalam Arsip Terlarang yang dingin, Yuan tidak menemukan harapan, melainkan konfirmasi atas kekejaman yang tak terbayangkan. Di atas meja kristal, terdapat sebuah gulungan laporan militer yang sudah menguning, namun segel emasnya masih utuh.

"Laporan Operasi Pembersihan Desa Songjia."

Yuan membuka gulungan itu dengan tangan gemetar. Di sana tertulis: "Target utama bukan untuk eliminasi musuh, melainkan untuk menciptakan trauma emosional pada Subjek Yuan. Eksekusi orang terdekat disarankan untuk memicu kebangkitan paksa Energi Naga Hitam."

"Secara logika..." suara Yuan pecah, menjadi serak dan penuh kebencian. "Mereka membunuh ibuku... hanya sebagai eksperimen? Mereka menghancurkan hidupku hanya untuk melihat apakah naga ini akan bangun?"

“MEREKA ADALAH IBLIS YANG MEMAKAI MAHKOTA, BOCAH!” raung Ao Kuang, amarahnya membuat Busur Naga mengeluarkan petir hitam yang menyambar rak-rak di sekitarnya.

Tepat saat itu, Permaisuri melangkah masuk dengan Pasukan Bayangannya. Senyumnya begitu tenang, seolah ia baru saja melakukan kebaikan besar bagi dunia. "Kau sudah melihatnya, Yuan? Jangan marah. Secara logika, kau harus berterima kasih. Tanpa kematian ibumu, kau tidak akan pernah memiliki kekuatan sehebat sekarang. Kau akan tetap menjadi bocah desa yang lemah."

"Terima kasih?" Yuan mendongak. Matanya kini sepenuhnya hitam, tanpa putih mata sedikit pun. Aura kematian meledak dari tubuhnya, menghancurkan kaca-kaca kristal di ruangan itu. "Aku akan memberikan 'terima kasih' yang paling pantas untukmu."

"Amankan Busur Naga itu! Bunuh teman-temannya di depan matanya agar kekuatannya meluap!" perintah Permaisuri dengan nada yang sedingin es.

Pasukan Bayangan—unit elit yang setiap anggotanya adalah pembunuh tingkat master—melesat maju. Mereka bergerak bukan seperti manusia, melainkan seperti gumpalan asap hitam yang muncul dari balik pilar-pilar Menara Pusat. Belati-belati mereka dialiri racun spiritual yang bisa melumpuhkan saraf naga sekalipun.

"Ming Luo, Yue Yin, keluar dari sini!" teriak Yuan.

"Secara logika, Yuan, kami tidak akan meninggalkanmu sendirian melawan monster berbaju sutra itu!" Ming Luo menghunuskan pedangnya, memutar bilahnya untuk menangkis serangan dua pembunuh bayangan sekaligus. Clang! Percikan api memenuhi ruangan yang kini berdebu.

Yue Yin melompat mundur, tangannya melemparkan puluhan jarum pembius ke arah pengawal Permaisuri. "Yuan! Fokus pada Permaisuri! Biarkan kami yang menahan kroco-kroconya!"

Yuan menarik napas dalam-dalam. Ia merasakan jantungnya berdegup sangat kencang, setiap detakannya mengirimkan gelombang energi hitam ke seluruh anggota tubuhnya. Busur Naga di tangannya mulai berubah wujud; bagian ujungnya kini menyerupai taring naga yang meneteskan cairan gelap yang membakar lantai.

"Ao Kuang... jangan tahan apa pun lagi," bisik Yuan.

“KAU YANG MINTA, BOCAH! SAATNYA MEMBAKAR SURGA!”

Yuan menarik tali busurnya hingga membentuk lengkungan sempurna. Ia tidak lagi membentuk anak panah satu per satu. Dari tubuhnya, keluar sembilan bayangan naga kecil yang langsung memadat menjadi anak panah di tali busurnya.

"TEKNIK TERLARANG: SEMBILAN PENYALIBAN NAGA HITAM!"

BOOOOOM!

Sembilan panah itu melesat secara bersamaan. Mereka tidak bergerak dalam garis lurus, melainkan meliuk-liuk di udara seperti predator yang sedang berburu. Tiga pembunuh bayangan yang mencoba mendekati Yuan langsung tertembus di bagian dada, tubuh mereka seketika meledak menjadi debu hitam tanpa sempat berteriak.

Permaisuri sedikit terkejut, ia mengangkat tangan kanannya, menciptakan perisai cahaya emas berbentuk burung phoenix. "Cukup kuat, Yuan. Tapi secara logika, energi naga murni tidak akan bisa menembus Perlindungan Langit milik kekaisaran!"

Panah naga menghantam perisai emas itu. Benturan energinya menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan rak-rak arsip di seluruh ruangan. Ribuan dokumen rahasia terbakar, beterbangan seperti salju hitam di tengah badai.

"Cahayamu... berbau darah rakyat, Permaisuri!" Yuan melesat maju, menggunakan Busur Naganya sebagai senjata jarak dekat. Ia menghantamkan ujung busurnya ke perisai emas itu dengan kekuatan fisik yang melampaui logika manusia.

KREEEEK!

Perisai emas itu mulai retak. Wajah Permaisuri yang tadinya tenang kini mulai menunjukkan gurat kecemasan. "Kau... kau menggunakan nyawamu sendiri sebagai bahan bakar? Kau akan mati dalam beberapa menit jika terus begini!"

"Secara logika," ucap Yuan tepat di depan wajah Permaisuri, suaranya kini bercampur dengan geraman naga yang berat, "aku sudah mati sejak hari kalian menginjakkan kaki di Desa Songjia. Yang berdiri di depanmu sekarang hanyalah sisa-sisa dendam yang akan membawamu ke neraka!"

Yuan memutar busurnya, melakukan sapuan atas yang meledakkan seluruh sisa energi di dalam tubuhnya. Ledakan itu begitu besar hingga Menara Pusat bergetar hebat. Lantai di bawah mereka runtuh, membuat mereka semua jatuh ke aula tingkat bawah yang dipenuhi oleh ribuan prajurit Sayap Perak yang sudah mengepung.

"DI SANA! TANGKAP DIA!" teriak para komandan prajurit.

Namun, saat debu mulai menipis, para prajurit itu membeku. Di tengah reruntuhan, Yuan berdiri tegak dengan satu tangan memegang Busur Naga, dan tangan lainnya memegang robekan kain sutra dari gaun Permaisuri. Di belakangnya, Ming Luo dan Yue Yin mendarat dengan napas tersengal, namun mereka masih memegang senjata dengan teguh.

Yuan menatap ribuan prajurit itu. Ia tidak lagi merasa takut. Rasa sakit karena mengetahui ibunya dijadikan korban eksperimen telah mematikan rasa takutnya.

"Perhatian seluruh prajurit Sayap Perak!" suara Yuan bergema, diperkuat oleh raungan Ao Kuang. "Lihatlah pemimpin kalian! Dia membantai desa kalian sendiri untuk menciptakan senjata! Apakah kalian masih mau mati demi wanita yang menganggap kalian hanya sekadar barang uji coba?!"

Beberapa prajurit mulai saling pandang. Ragu mulai merayap di hati mereka. Di tengah kekacauan itu, Permaisuri berdiri kembali, wajahnya kotor dan mahkotanya miring, namun matanya tetap penuh dengan kegilaan kekuasaan.

"Jangan dengarkan dia! Dia adalah monster naga! Habisi dia sekarang juga!" teriak Permaisuri.

Yuan menarik satu panah terakhir, panah yang paling besar dan paling gelap yang pernah ia buat. Kali ini, ia membidik tepat ke arah takhta emas yang terlihat dari lubang lantai yang runtuh.

"Secara logika," bisik Yuan, "jika takhtanya hancur, maka kebohongannya juga akan runtuh."

1
HarusameName
namanya yang bener yang mana, bang?
Devilgirl: Yuan-er panggilan khusus ayah ke anaknya dalam gaya wuxia...kalau secara langsung panggilan sayang julukan
total 3 replies
Devilgirl
Hai,readers mampir sini dong!!
"Mereka bilang aku anak baik, tapi mereka tidak tahu hobi malamku. Menghitung detak jantung musuh dari kejauhan adalah melodi favoritku. Aku tidak butuh mendekat untuk menghancurkanmu; aku hanya butuh satu tarikan napas dan satu anak panah untuk mengaudit dosamu. Berani lari? Panahku jauh lebih cepat dari rasa takutmu!" 🏹💨😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!