NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:39.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Pagi itu, suasana kamar terasa sangat tenang. Jasmine perlahan membuka matanya dan melirik jam dinding yang menunjukkan pukul lima pagi. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan, dan panas di badannya pun sudah benar-benar hilang.

Jasmine mencoba duduk di tepi ranjang, menarik napas dalam-dalam untuk memastikan kepalanya tidak lagi berdenyut.

"Syukurlah, sudah mendingan," gumamnya pelan.

Namun, ada satu hal yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Sejak kemarin ia hanya terbaring lemas dan berkeringat hebat karena demam tinggi, tanpa sempat membersihkan diri. Kulitnya terasa lengket dan rambutnya pun terasa lepek.

"Aduh, lengket sekali," keluh Jasmine sambil memegang lehernya.

Tanpa membuang waktu, ia segera beranjak dari tempat tidur. Dengan langkah yang masih sedikit hati-hati, ia menuju lemari untuk mengambil handuk dan pakaian ganti yang bersih.

Jasmine melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Aroma sabun yang segar dan sentuhan air yang membasuh tubuhnya seketika membuatnya merasa segar kembali. Ia memejamkan mata di bawah guyuran air.

Jasmine keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang jauh lebih segar. Ia segera mengenakan pakaian santai yang nyaman, lalu duduk di tepi ranjang untuk mengambil ponselnya yang sempat terabaikan.

Ada sebuah notifikasi pesan masuk. Ternyata dari kakaknya, Sagara, yang dikirim semalam sekitar jam sembilan malam.

Kak Sagara:

"Dek, apa bisa kita bertemu besok? Ada yang ingin Kakak bicarakan."

Jasmine terdiam sejenak menatap layar ponselnya. Mengingat hubungannya dengan Aksa yang baru saja membaik, ia merasa tidak enak jika pergi begitu saja tanpa memberi tahu pria itu.

Jasmine:

"Boleh, Kak. Tapi Jasmine izin dulu ya sama bos Jasmine. Nanti kalau sudah diizinkan, Jasmine kabari lagi jam dan tempatnya."

Jasmine melangkah ke dapur dengan semangat baru. Ia mulai sibuk menyiapkan sarapan sederhana. Aroma masakan pun mulai memenuhi ruangan.

Saat Jasmine sedang fokus mencuci piring, tiba-tiba ia merasakan sepasang lengan besar yang kokoh melingkar erat di perutnya. Jasmine tersentak pelan, jantungnya berdegup lebih kencang saat merasakan dada bidang Aksa menempel di punggungnya. Aksa menumpukan dagunya di bahu Jasmine, suaranya terdengar serak khas orang baru bangun tidur.

"Kamu kok sudah masak saja?" tanya Aksa lembut.

"Kamu masih sakit, sayangg. Harusnya istirahat saja dulu.

"Aksa... bisa lepaskan dulu?" tanya Jasmine pelan.

"Aku merasa kurang nyaman kalau begini. Aku lagi cuci piring."

Aksa tidak langsung melepaskannya. Ia justru semakin mengeratkan pelukannya sejenak dan mengecup bahu Jasmine singkat sebelum akhirnya melonggarkan dekapannya.

"Kenapa? Kan kita sudah baikan," ucap Aksa.

Jasmine mencoba menggerakkan tubuhnya, namun pelukan Aksa di pinggangnya tetap kokoh. Ia mengembuskan napas panjang sambil terus memegang piring yang penuh sabun.

"Tuan Aksa, tolong dilepaskan dulu. Nanti kerjaan aku nggak selesai-selesai kalau begini terus," ucap Jasmine.

Mendengar panggilan itu, Aksa justru semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Jasmine. Ia sama sekali tidak berniat menjauh.

"Kok manggil Tuan sih? aku nggak mau lepasin kalau kamu masih manggil begitu lagi," protes Aksa.

"Tapi kan kita lagi di rumah, dan aku ini karyawan Tuan," balas Jasmine beralasan.

Aksa memutar tubuh Jasmine agar menghadap ke arahnya, membuat wanita itu terpaksa meletakkan piringnya kembali ke wastafel. Aksa menatap dalam ke mata Jasmine dengan kedua tangan yang masih bertengger di pinggangnya.

"Ingat, Jasmine. Sebentar lagi kita nikah. Tidak ada lagi panggilan Tuan atau bos-bosan kalau kita sedang berdua," tegas Aksa.

"Panggil nama aku, atau panggil seperti semalam."

Jasmine menunduk, tidak berani menatap mata Aksa yang begitu intens.

"Iya, iya... Aksa. Sekarang tolong lepas, aku mau lanjut masak."

Aksa terkekeh pelan, Ia akhirnya melepaskan pelukannya, namun tetap berdiri sangat dekat di samping Jasmine, memperhatikan setiap gerakannya dengan tatapan penuh kepemilikan.

Jasmine menggelengkan kepala melihat tingkah Aksa yang mendadak manja. Ia kembali fokus pada masakannya, mencoba mengabaikan tatapan Aksa yang masih betah berdiri di sampingnya.

"Aksa, mending sekarang kamu segera bersiap-siap. Mandi sana, sebentar lagi sarapannya siap," suruh Jasmine tanpa menoleh.

"Panggil Sayang dulu dong, atau panggil apa gitu yang manis, baru aku mau pergi mandi."

Jasmine menghentikan gerakannya sejenak. Ia menatap Aksa datar. "Yah, kalau nggak mau ya sudah. Nggak usah mandi sekalian," ucap Jasmine acuh tak acuh, lalu kembali mengaduk masakannya.

Melihat reaksi Jasmine yang tampak tidak mempan digoda, pertahanan Aksa langsung runtuh. Ia tertawa kecil dan segera mengangkat kedua tangannya tanda menyerah sebelum Jasmine benar-benar kesal.

"Iya, iya... jangan ngambek gitu dong, Sayang," goda Aksa lagi, kali ini dengan penekanan pada kata terakhirnya.

Ia mencuri satu ciuman singkat di pipi Jasmine sebelum berlari kecil menuju kamar mandi, meninggalkan Jasmine yang terpaku dengan wajah yang sudah merah padam di depan kompor.

"Aksa!" seru Jasmine kesal.

Jasmine baru saja meletakkan piring terakhir saat Aksa keluar dengan kemeja yang sudah rapi namun kancing atasnya masih terbuka.

"Kamu ikut sarapan juga," ucap Aksa sambil menarik kursi di sebelah.

Aksa menyantap masakan Jasmine dengan lahap. Namun, di tengah makan, Jasmine tampak gelisah.

"Aksa, siang ini aku mau pergi keluar sebentar," ucap Jasmine pelan.

Mendengar itu, Aksa langsung menghentikan suapannya. Ia meletakkan sendok dan menoleh sepenuhnya ke arah Jasmine.

"Mau ke mana?" tanyanya dengan nada menyelidik namun tetap lembut.

"Mau ketemu teman lama. Ada urusan sebentar," jawab Jasmine, mencoba bersikap tenang.

Aksa terdiam sejenak, lalu merogoh dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu hitam legam. Ia meletakkan kartu itu di atas meja, tepat di depan Jasmine.

"Pakai ini sepuasnya. Beli apa pun yang kamu mau," ucap Aksa tegas.

"Ini terlalu banyak, Aksa. Aku nggak butuh ini hanya untuk ketemu teman."

"Simpan saja. PIN-nya tanggal pernikahan kita dulu. Kamu masih ingat, kan?" bisik Aksa sambil mengusap lembut rambut Jasmine.

"Jangan pulang terlalu sore. Aku akan minta sopir mengantarmu agar kamu tidak kelelahan."

1
sunaryati jarum
Clarissa lebih baik sekutu dengan Aksa.Terus terang dan minta perlindungan padanya
olyv
nah benar g usah buang² tenaga buat meladani wanita gila itu tunggu aja kehancuran mu clarissa
olyv
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kelakuan mu aksa
olyv
eh apaan ni aq ngakak 🤣🤣
olyv
Wkwkwkwk aksa g ada sopan² nya pd tuan rumah 🤣
olyv
hayoloh aksa nurut aja mau dapat restu g sih 🤣
olyv
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ aksa cebakur
olyv
Wkwkwk tanya² dulu aksa, bakal susah nih dapat restu kakak ipar 😁
Lilik Juhariah
kasihan juga Clarisa di tempat didikan yg salah, knp aku Melo banget ada anak yg nasibnya sprt clarisa
olyv
👍👍
olyv
nah itu lebih baik 😑👍
Oma Gavin
up rutin kak ceritanya bagus sayang kalau loncat" up nya
Redmi Nam
GK sabar liat Sonia ketangkep
Uning Sodik
duuuujh...
olyv
hhmm sabar y jasmine
olyv
astagah 🤣
Redmi Nam
thor up nya lama banget...
sekali up 1 aja
Lilik Juhariah
semangat kak
Lilik Juhariah
hemmm si emak tiri minta di pindah ke dunia lain kayknya
olyv
aska kalang kabut 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!