NovelToon NovelToon
Siapa Ayah Anakku???

Siapa Ayah Anakku???

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: S.A.Hanifa

Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.

Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...

Apakah harus????.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Plak!!!!

Sebuah tamparan jelas mendarat tepat dipipi Catherine yang jelas membuat semua orang terkejut, terutama Syela. Bukan karena tamparannya tapi siapa orang yang melakukannya. Dia tak menyangka jika Susi yang sedari tadi terus membela Catherine kini malah menampar keras gadis itu tanpa aba aba.

Handoko pun sama terkejutnya, tangannya yang sedari tadi sudah terkepal kini melemas bersamaan dengan tangisan sang istrinya. Dia juga berniat menampar Catherine tadi.

"Tega kamu Catherine, kenapa kamu mempermainkan Papa dan Mama" seru Susi dengan suara lirih.

Sebentar, Syela menaikkan sebelah alisnya kenapa mantan Mamanya itu malah lebih mengkhawatirkan perasaanya dimainkan Catherine dari pada gadis itu sudah menjebaknya selama ini. Lalu bukannya dia tak ikut membaca Diary Catherine, apa karena ekspresi Handoko yang sudah terlihat emosi atau ada hal lain, Syela tak tau pasti. Karena dari dulu ucapan Susi memang terdengar ambigu ada tersirat sesuatu dari setiap ucapannya.

Catherine mendongak menatap sang Mama. "Maafin Catherine Ma" hanya itu yang terucap dari bibir manis beracunnya.

Gadis itu lalu beralih pada Papanya. "Maaf Pa, maafin aku..... Aku.... Aku hanya iri dengan kasih sayang kalian pada Syela, dari kecil aku tak pernah punya orang tua, aku juga mau merasakan punya keluarga utuh" tambahnya lagi berdalih.

Handoko mendesah berat, dia kecewa. "Kamu mengecewakan Papa Catherine" ucapnya pelan tanpa ada bentakan dan emosi.

"Maaf Pa, Catherine minta maaf" jawab Catherine yang tak bisa berkata apapun lagi dia hanya terus menangis dan meminta maaf.

"Kenapa kamu tega, kalau kamu ingin dapat kasih sayang Papa dan Mama kenapa harus menjebak Syela seperti itu, apa salahnya?" tanya Handoko. "Kamu bisa dapatkan itu asal kamu bicara pada Papa, tak perlu melibatkan Syela" tambahnya.

Pria paruh baya itu mendorong tubuh Catherine pelan agar menjauh lalu beranjak mendekati Syela. Dia duduk disamping ibu Ansel itu lalu berkata "Maafkan Papa karena selama ini sudah ikut membuatmu menderita, maaf karena Papa salah menilaimu, kamu mau kan maafkan Papa, mau kan jadi putri Papa lagi" matanya sudah berkaca kaca.

Syela ingin percaya, dia ingin menerima permintaan maaf itu tapi kenapa hatinya berat menerima, masih ada yang belum terselesaikan dihatinya.

"Sudahlah Syela semua sudah terjadi dan tak bisa diulang kembali, kamu juga sudah menerima Putramu dengan ikhlas, Papa juga sudah menerimamu lagi, maafkanlah semua yang terjadi, Mama juga minta maaf" ucap Susi.

"I... Iya aku minta maaf Syela, aku akan mengembalikan semua milikku, biar aku kembali sendiri seperti dulu" tambah Catherine.

"Maaf?" Syela tertawa miris. "Semua penderitaanku selama ini selesai hanya dengan kata maaf, gampang sekali mulut kalian bicara" tambahnya tak percaya.

Ini bukan ekspetasinya, harusnya sang Papa marah atau bahkan mengamuk pada Catherine karena sudah menjebaknya sampai hamil dan mempermainkan semua orang. Tapi yang terjadi apa, hanya kata maaf dan penjelasan yang bikin hatinya menahan kesal, semua selesai begitu, enak saja.

Dulu saat Handoko dan istrinya tau jika dia diperkaos dan hamil, Papanya itu marah besar sebesar kapal pesiar dan tak lagi menganggapnya anak. Kini kesalahan fatal yang dibuat Catherine hanya membuat pria paruh baya itu berkata kecewa tanpa emosi yang berarti. Ternyata Catherine benar benar jadi anak keluarga ini.

"Lalu dengan apa lagi Syela, mau memarahi Catherine semalaman, mau menghukumnya tidak boleh keluar kamar, mau kita lakukan apapun padanya semua tetap sudah terjadi kan" ucap Susi lagi.

"Hahhhh...... Hahahahahaha". Syela mendesah kecewa lalu tertawa miris. "Hanya segini saja ternyata, kurasa dari dulu memang Catherine lah anak kalian bukan aku, miris sekali hidupku" tambahnya.

"Dulu saat aku berbuat kesalahan yang padahal bukan kesalahanku, kalian marah, menampar bahkan mengeluarkan ku dari keluarga kalian, lalu Catherine kesalahannya sangat fatal tapi tetap dapat pembelaan yang tak pernah kudapatkan dari kalian, jangan jangan dia memang anak kandung kalian".

"Syela jangan bilang begitu, Mamamu benar Nak tak ada yang bisa dirubah lagi sekarang dengan keadaanmu dan keberadaan Catherine sendiri kami sudah mengangkatnya sebagai anak, dia tak punya siapa siapa lagi Sel,  kalian berdua bisa jadi anak kami, kalian berdua bisa jadi saudara kan" ucap Handoko lembut.

"Apa saudara?.... Cih.... Aku tak pernah dan tak ingin punya saudara seperti dia" jawab Syela kesal.

Catherine berdiri mendekati Syela mengambil kedua tangannya. "Maafkan aku Sel, maafkan semua kesalahanku, kita bisa melupakan semuanya, aku mau berdamai denganmu hmmm" pintanya.

Mendengarnya Syela tak tersentuh sama sekali dia muak. Ditepisnya tangan gadis menyebalkan itu "Sampai kapan pun hatiku tak bisa memaafkanmu" ujarnya geram.

"Syela ayolah.... jangan keras kepala begitu" ucap Handoko menengahi.

"Sudahlah aku muak dengan drama ini, terserah kalian mau berbuat apa setelah ini tapi jangan ganggu dan ikut campur dengan urusanku lagi, aku juga tak berniat kembali menjadi anggota keluarga ini, aku tetap akan menjadi pembantu seperti sebelumnya dirumah ini, tetap anggap aku sebagai orang lain, aku lebih nyaman begitu" ucap Syela panjang lebar kemudian pergi tanpa permisi diikuti Miko yang sudah muak melihat wajah keluarga Syela yang dipikirnya sudah kehilangan akal sehat.

Keduanya hanya mendengar Handoko yang terus menceramahi Catherine, hanya nasehat beranda tinggi tanpa kemarahan.

Dikamarnya Syela terduduk lemas di kursi samping kasur dia terdiam disana sambil menatap kosong entah kemana. Miko yang masih diambang pintu hanya diam memperhatikan, tanpa berniat mengganggu. Namun tak lama terlihat Ansel menggeliat dan mulai ingin menangis, cepat cepat Miko mendekat dan menggendongnya karena Syela tak kunjung sadar juga.

Miko menimang nimang Ansel agar tak menangis, dari gerakan bibirnya sepertinya bayi itu haus. Miko mengedarkan pandang dan melihat satu Dot berisi susu yang direndam diair hangat, diambil nya lalu disusuinya Ansel yang menerima dengan lahap.

"Apa memang dunia sekejam ini? ". Miko mendongak beralih menatap Syela yang bicara dengan tatapan kosongnya. "Atau hanya aku yang merasakan kekejaman ini?" tambahnya lagi.

Miko tak langsung menjawab pertanyaan Syela, dia masih memberikan waktu pada mantan tunangannya itu untuk berpikir sendiri, sambil menidurkan Ansel kembali. Setelah Ansel tidur nyenyak lagi dia letakkan bayi itu keatas kasurnya.

"Memangnya apa salahku sampai semua orang tega mempermainkanku, bahkan Tuhan seperti memberikan jalan yang mulus agar aku terus menderita, apa salahku, apa salahku Miko, katakan padaku apa salahku?!!!!" ucap Syela dengan nada awal lemah kemudian meninggi diakhir, disusul tangis yang menyayat hati.

Miko cepat mendekat mendekap erat tubuh Syela yang bergetar karena menangis "Kamu nggak salah apa apa Syela, kamu orang yang baik, Tuhan hanya sedang mengujimu, beliau tengah mempersiapkan hadiah besar untukmu" hiburnya.

"Tapi aku lelah Mik, aku lelah dengan semua ujian ini, aku lelah dengan semuanya, aku lelah..... Aku hanya seorang gadis berusia 20 tahun yang lemah, kenapa Tuhan memberikan ujian seberat ini untukku, kenapa....?".

"Nggak kamu kuat Syela, kamu gadis yang kuat, Tuhan tau itu, akupun tau kau adalah gadis yang kuat".

"Hanya keluargamu saja yang tak bisa menilai berlian mahal sepertimu dan malah memungut batu kerikil dijalan, mata dan hati mereka sudah buta Syela" ucap Miko.

Syela tak lagi bisa bicara dia hanya bisa menangis dalam pelukan Miko yang setia memenangkannya. Dia sibuk dalam pikirannya yang sudah kusut bagai benang tersangkut. Beberapa menit lamanya sampai air matanya terasa kering.

"Terima kasih kamu sudah selalu ada untukku Miko" ucap Syela pelan saat keduanya kini duduk berhadapan.

"Itu sudah jadi tujuan dan kemauanku Sel" jawab Miko jujur.

"Maaf aku belum bisa membalas semua kebaikan dan bantuanmu".

"Nggak perlu kamu pikirkan itu, untuk sekarang fokus pada kesehatanmu dan juga Ansel saja, kalian berdua lebih penting untukku".

Syela menghela napas lalu melirik pada sang Putra. "Kalau nggak ada kamu, mungkin aku benar benar akan menjadi istri keempat Bagas" ucapnya bergidik mengingat kejadian tadi pagi.

"Tapi sekarang aku dilema kembali, kalau Bagas bukan pria itu lalu siapa lagi.... siapa Ayah Ansel sebenarnya" tambahnya.

*****

Just Info temanku semua.....

Cerita ini aku buat alurnya lambat yah, kenapa sampai sekarang sosok Ayah Ansel belum muncul juga karena aku pengennya memang kaya gitu.... Aku mau Syela menyelesaikan semua masalahnya dulu keluarganya, biar pas mereka ketemu masalahnya nggak terlalu banyak lagi dari sisi Syela, kemungkinan ada sedikit nanti dari pihak Ayah Ansel.

Alasannya juga karena sesuai judul Syela tak tau siapa Ayah Ansel sampai beberapa lama dulu, sosok itu hanya akan jadi bayang bayang dalam masa lalunya.

Tapi tenang aja pasti bakal muncul kok, kayanya bentar lagi deh😁😁

ditunggu dengan sabar yah, maaf kalau mengecewakan 🙏🙏🙏🙏 takutnya kalau mereka cepet ketemu, ceritanya juga cepet tamat🤣🤣

See You guys Happy Reading, enjoy

1
tia
jangan terlalu lama lah thor,, kasihan ansel sama syella
Hanifa
Sabar ya 😁😁
Pasti bakal muncul kok, cuman belum waktunya
sesuai sama judul sih aku buat ceritanya, kalau cepet ketemunya bakal pendek ceritanya
tia
cerita nya ribet banget thor ,,, sampai kapan ketemu bpk nya Ansel??
Hanifa
Salah ngetik nama, harusnya Bagas tapi ketulis Andre karena lagi ngerjain judul lain juga🙏🙏.... ada yang belum ke edit kah namanya
Marifah
bagas apa andre sih Thor namanya
tia
lanjut thor ,
EkaYulianti
apanya yg ganjil ya?
Hanifa: hayo tebak😁
total 1 replies
Marifah
lanjuttt
tia
jgn ad drama di culik kyak novel yg lainnya
tia
lanjut thor,,,
tia
dobel update thor
Hanifa: lain kali diusahakan ya😊
total 2 replies
tia
lanjut thor , tetap semangat 💪
Hanifa: komen pertama 😊😊
Terima kasih banyak dukungannya, semoga nggak bosen cara cerita aku ya😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!