NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:82k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musuh mulai beraksi

Suasana haru di jalan setapak itu seketika berubah menjadi mencekam. Pelukan rindu antara Angga dan Dita terputus paksa oleh deru mesin mobil minibus butut yang mengerem mendadak di samping mereka. Pintu geser terbuka kasar, menampakkan sosok pria dengan wajah bopeng dan seringai menjijikkan, yaitu Gareng.

"Wah, wah... adegan drama yang sangat menyentuh," cemooh Gareng sambil melompat turun bersama dua anak buahnya yang berbadan kekar.

Dita membelalak, wajahnya pucat pasi. "Ka...kau... siapa kau, apa urusanmu datang kesini!"

"Jangan sentuh dia!" bentak Angga. Ia segera pasang badan, menyembunyikan Dita di belakang punggungnya. Meski ia seorang pelajar, darah keluarga Diningrat yang pemberani mengalir di tubuhnya.

"Minggir, Bocah! Gadis ini adalah jaminan hutang ayahnya yang belum lunas. Dan dia juga umpan yang bagus untuk kakakmu yang sombong itu!" Gareng memberi kode pada anak buahnya.Dan sepertinya ia sudah tahu semuanya soal Angga yang merupakan adik kandungnya Arjuna.

Perkelahian pun tak terelakkan. Angga menerjang maju, melayangkan pukulan mentah ke arah anak buah Gareng. Namun, Gareng bukanlah lawan sembarangan. Saat Angga berhasil memukul mundur satu orang, Gareng mengeluarkan sebilah pisau lipat yang berkilat tertimpa cahaya matahari sore.

"ANGGA, AWAS!" teriak Dita histeris.

Srettt!

"Akh!" Angga mengerang tertahan. Pisau itu menyayat lengan bawahnya cukup dalam hingga darah segar merembes cepat membasahi seragam putihnya. Angga terhuyung, rasa panas dan perih yang luar biasa membuatnya terjatuh ke tanah sambil memegangi lengannya yang terluka.

"Angga!" Dita hendak menghampiri, namun kedua tangan kekar anak buah Gareng sudah mencengkeram bahunya dan menyeretnya paksa menuju mobil.

"Lepaskan aku! Tolong! Angga!" jerit Dita sambil meronta-ronta dan menendang sebisanya.

"Diam kau, Gadis Kecil!" bentak Gareng. Ia menjambak rambut Dita dan mendorongnya masuk ke dalam mobil.

Angga berusaha bangkit dengan sisa tenaganya, napasnya tersengal. "Jangan... bawa... Dita..." Namun, tendangan keras dari salah satu anak buah Gareng tepat di perutnya membuat Angga kembali terkapar, terbatuk darah di atas aspal.

Brak!

Pintu mobil ditutup kencang. Mobil itu melesat pergi meninggalkan kepulan asap dan debu, menyisakan jeritan Dita yang kian menjauh.

Angga terbaring lemas, matanya mulai berkunang-kunang menatap langit yang kian menggelap. Dengan tangan yang gemetar dan berlumuran darah, ia merogoh kantong celananya, mencari ponsel untuk menghubungi satu-satunya orang yang bisa menolong mereka.

"Mas... Mas Juna..." bisiknya parau sebelum kesadarannya mulai menipis.

*

*

Di Mabes Polri, Arjuna baru saja hendak meletakkan senjatanya ke dalam loker saat ponselnya bergetar hebat. Nama "Aga" berkedip di layar. Ia mengernyit, biasanya adiknya itu hanya akan mengirim pesan singkat jika ingin sesuatu.

"Halo, Ga? Ada apa? Tumben menelepon jam segini," sapa Arjuna ringan.

Namun, jawaban di seberang sana membuat jantung Arjuna seolah berhenti berdetak. Suara napas yang tersengal, rintihan perih, dan bisikan parau yang nyaris tak terdengar.

"Mas... Mas Juna... Dita... dia dibawa... oleh seorang pria berwajah seram..."

"Aga?! Kau di mana?! Apa yang terjadi?!" teriak Arjuna, suaranya menggelegar hingga membuat rekan-rekannya menoleh.

"Jalan belakang... sekolah... aku... terluka..." Suara itu terputus, berganti dengan bunyi gedebuk ponsel yang terjatuh di aspal.

"AGAAA!" Arjuna menyambar kunci mobil dan senjatanya kembali. Wajahnya merah padam, rahangnya mengeras dengan urat-urat yang menonjol. Ia berlari menuju parkiran secepat kilat, melajukan mobil patrolinya dengan sirine yang membelah kemacetan Jakarta. Pikirannya kalut, dimana adiknya sekarat dan istrinya diculik oleh penjahat yang selama ini ia cari. "Sialan kau, aku yakin kau pasti Gareng, kau telah berani mengusik keluarga ku! Kalau sampai lecet sedikit saja, aku tidak akan membiarkanmu hidup!"

Di Gudang Rahasia, dekat pelabuhan

Suasana pengap dan bau karat menyengat indra penciuman Dita. Ia terduduk di sebuah kursi kayu tua dengan tangan terikat erat ke belakang. Lakban hitam menempel rapat di mulutnya, meredam jeritan histeris yang hanya keluar sebagai erangan tertahan. Air mata mengalir deras membasahi pipinya, bukan hanya karena takut, tapi karena bayangan Angga yang terkapar bersimbah darah terus menghantuinya.

Brak!

Gareng menendang sebuah meja besi di depan Dita, membuatnya tersentak ketakutan.

"Nona cantik, rupanya kau pintar juga ya cari pasangan," ejek Gareng sambil berjalan memutari kursi Dita dan bertepuk tangan lambat. "Si polisi menyebalkan itu sangat dekat denganmu, dan pria yang tadi... kalau tidak salah adik dari polisi itu, kan? Kau juga dekat dengannya. Wah... wah... kau hebat sekali bermain di antara dua saudara!"

Gareng mengeluarkan selembar kertas kusam yang penuh dengan coretan angka dan tanda tangan. Ia menarik kasar lakban di mulut Dita, membuat Dita memekik perih.

"Lepaskan aku! Kau pembohong! Angga... apa yang kau lakukan pada Angga?!" teriak Dita parau.

"Diam!" bentak Gareng, menyodorkan kertas itu ke depan wajah Dita. "Tanda tangani ini! Ini adalah surat pengakuan hutang ayahmu, si tua bangka Indra. Dia sudah menjadikanku bank pribadinya selama bertahun-tahun demi menutupi hutang-hutang lamanya. Dan kau... kau adalah jaminannya!"

"Bohong! Ayahku tidak mungkin seperti itu! Kau pasti memalsukannya!" Dita menggeleng kuat, menolak menyentuh pena yang disodorkan.

Gareng tertawa licik, mencengkeram rahang Dita dengan kasar. "Kau pikir darimana ayahmu punya uang untuk sekolahmu dan gaya hidup kalian setelah dia bangkrut? Dia meminjam padaku! Sekarang, karena dia sudah mati, kau yang harus bayar. Atau... aku akan membiarkan suamimu melihat mayat mu di sini!"

Dita terisak, hatinya hancur. Ia tidak ingin percaya bahwa ayahnya menyembunyikan rahasia sekelam ini, namun tatapan kejam Gareng seolah mengatakan bahwa ini adalah kenyataan pahit yang harus ia telan.

*

*

Raungan sirine mobil patroli Arjuna membelah keheningan jalan setapak di belakang sekolah. Ban mobilnya berdecit keras saat Arjuna mengerem mendadak, meninggalkan bekas hitam di aspal. Arjuna melompat keluar, dan jantungnya serasa berhenti berdetak melihat pemandangan di depannya.

Angga terkapar di pinggir jalan, seragam putihnya sudah berubah menjadi merah pekat karena darah yang merembes dari luka sayatan di lengannya.

"Aga! Bangun, Ga!" teriak Arjuna panik. Ia segera berlutut, menyangga kepala adiknya yang terkulai lemas. Tangan Arjuna gemetar saat ia menekan luka di lengan Angga dengan saputangannya. "Sial! Bertahanlah, ambulans segera datang!"

Mata Angga terbuka sedikit, sayu dan penuh penderitaan. Namun, saat melihat wajah kakaknya, ia justru mencengkeram erat kerah seragam Arjuna dengan sisa tenaga yang ada.

"Mas... Mas Juna... jangan... jangan hiraukan aku," bisik Angga parau, suaranya nyaris hilang. "Cepat... cari kakak ipar. Dita... dia dalam bahaya... Pria itu dan komplotannya telah membawanya..."

Arjuna tertegun sejenak. Kalimat Angga menghantamnya seperti palu godam. Kakak ipar? Bagaimana mungkin Angga mengenal Dita sedalam itu sampai memanggilnya dengan sebutan itu? Dan kenapa mereka bisa berada di lokasi yang sama? Berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala Arjuna, namun ia sadar ini bukan waktunya untuk menuntut penjelasan.

"Diamlah, Ga. Jangan banyak bicara dulu," ucap Arjuna, suaranya bergetar menahan emosi.

"Cepat, Mas! Cari Dita! Kumohon... jangan sampai dia terluka," rintih Angga lagi sebelum matanya kembali terpejam, kehilangan kesadaran karena terlalu banyak mengeluarkan darah.

Tepat saat itu, mobil ambulans tiba dengan lampu strobo yang berputar-putar. Para petugas medis segera turun dan mengangkat tubuh Angga ke atas tandu. Salah satu petugas menoleh ke arah Arjuna.

"Bapak keluarganya? Silakan ikut di dalam ambulans," ajak petugas itu.

Arjuna menatap adiknya yang sedang dipasangi masker oksigen, lalu ia menatap ke arah jalanan kosong tempat mobil yang ia yakini adalah Gareng melesat tadi. Rahangnya mengeras. Amarah yang dingin mulai menyelimuti hatinya.

"Tolong jaga adik saya. Bawa dia ke rumah sakit terbaik!" perintah Arjuna tegas kepada petugas medis. "Saya ada urusan nyawa yang harus diselesaikan sekarang juga."

Tanpa menunggu jawaban, Arjuna kembali ke mobilnya. Ia membanting pintu dan segera menghubungi tim IT di Mabes.

"Lacak koordinat terakhir ponsel Dita! Sekarang!" teriaknya ke sambungan telepon. "Dan siapkan tim taktis. Kita tidak akan melakukan penggerebekan biasa. Jika Gareng melawan, habisi di tempat!"

Mobil Arjuna melesat bak peluru, meninggalkan ambulans yang membawa adiknya. Di dalam kabin yang sunyi, tangan Arjuna mencengkeram kemudi hingga buku jarinya memutih.

‘Tunggu aku, Dita. Dan kau Gareng... kau sudah menyentuh dua orang yang paling berharga dalam hidupku. Hari ini akan menjadi hari terakhirmu menghirup udara,’ batin Arjuna penuh dendam.

Bersambung...

1
74 Jameela
PakPolGan Arjuna bnyk bnget penggemarmu ndaaaan🫡🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
semagatt💪💪dita,jdi gak sabarr nuggu kejutan dri dita dan juna besok
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tunggu besok ya kak 🤭
total 1 replies
Teh Yen
duh manis banget ini pengantin baru serasa dunia milik berdua yah hihii 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: yang lainnya ngontrak ya kak 🤣🤣
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
lanjut lagi thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lanjut besok ya kak 🙏😊
total 1 replies
Arum Dyah
istrimu bkn lagi kekuatanmu juna tpi dia adalah seorang pawang dari singanya mabes🤣🤣🤣
Arum Dyah: kok ya jdi kebayang apa jdinya nanti waktu prosesi pedpor yg harusnya sakral tiba² soundtracknya jdi pikachu...🤣🤣🤣
total 2 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bikin iri saja😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Teh Euis Tea
cinta monyet legendaris ga tuh 🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya sidang pra nikah di kantor kepolisian tmpt suami mu bertugas lancar ya dita,dan ditunggu sgra pesta pernikahan nya🥰🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kal 🙏😁
total 1 replies
neny
selamat dita,,sebentar lg mau mengelar resepsi nikahan secara negara dan dinas,,💪🤍
neny: sama2🤭
total 2 replies
Ariany Sudjana
kok masih kasih kado? bukannya sudah jaman transfer ke rekening pengantin kan?
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: itu beda lagi kak, ini sebagai tanda mata atau kenang-kenangan
total 1 replies
Nurhayati Yati
lanjut thor
Teh Euis Tea
dr Fatma, udah ya jgn punya niatan untuk dekatin Juna, kita cari duren tajir aj yu, aku temenin dah ya tp jgn ajak othor dia mah ribet kudu izin misuanya dulu 🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 4 replies
Patrick Khan
ow dapet undangan mantan ta😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak🤣
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
si dokter gatel yg gw suntik sianida jg nih 😒
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Chuckle//Chuckle/
total 3 replies
Nar Sih
nah gitu dong dita,tunjukin klau arjuna juma milik mu seorang biar gak ada calon,,pelakor yg mau masuk
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 👍🏼🥰
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
selesai sudah marathon nya....
walaupun gak comend di setiap bab nya... di krn kan fokus ke cerita....
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya ampun, terimakasih kak 🙏😘
total 1 replies
neny
nah gtu,,dr fatma se kali2 hrs dikasih faham,,spy tdk berharap lg,,dan untuk urusan asdos,,yakinlah dita,km bs dan tunjukan sm dr fatma bahwa km cerdas,,💪🤍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Dita, jangan biarkan pelacur murahan seperti Fatma itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan Arjuna
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
sebener nya Maudy itu gimana sih...😒, sok brrkuasa... yang punya rumah aja ramah sekali, lha kok yang gak ada hubungan nya keluarga ngegas dan sinis.... hanya bibi dari Shiena aja sok waw😏
Maulana ya_Rohman
mampir di sini thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir kak 🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!