NovelToon NovelToon
Mi'Er At The Blossom Pavilion

Mi'Er At The Blossom Pavilion

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:131.3k
Nilai: 5
Nama Author: crieestalies

(Series kedua dari novel HOLPY)

Memasuki lintas waktu dan terlempar ke masa lalunya melalui buku yang ada di ruang kerja ayah. Mi'er sempat bingung dunia apa itu, namun perlahan dia mulai mengerti dan mengetahui banyak rahasia yang telah terjadi.

Memiliki banyak seseorang yang berada di pihaknya, tidak lupa banyak juga yang menjadi musuhnya. Namun mi'er bertekad untuk tetap bertahan hidup di dunia itu, dia berkata bahwa dirinya tidak mau berakhir menyedihkan seperti ibunya.

Mi'er terlahir sebagai anak yang berbakat dan kuat, tapi dirinya belum mengetahui bagaimana cara menggunakan kekuatan itu, menyebabkan dirinya harus masuk perguruan Zhen dan bertemu banyak orang.

Cinta pertama, sahabat, serta musuh bermula dari sana. Hingga kehidupan itu membuatnya nyaman dan tidak ingin meninggalkan. Tapi suatu kejadian membuatnya merasa sedih dan harus mengulangnya kembali.

Season 2 :

Ratusan tahun berlalu, Mi'er telah di angkat menjadi seorang Dewi bunga yang tinggal di paviliun hwamei. Seorang penari yang terkenal cantiknya.

Putra mahkota Yong Sicheng telah jatuh cinta sejak pandangan pertama pada penari di paviliun hwamei tersebut, namun dia sudah memiliki tunangan yang akan menjadi putri mahkota.

Segala cara dilakukan agar Sicheng mendapatkan hati Mi'er, begitu pula dengan Mi'er yang tak luput dari ingatan lamanya.

Namun ada satu hal yang membuat hubungan mereka sedikit berjarak, yakni antara calon kaisar dan rakyat biasa atau bahkan manusia dan Dewi bunga.

Bagaimana kah kisah cinta perjuangan mereka? Bisakah Yong Sicheng menjadikan Mi'er pasangan hidupnya? Lalu apakah Mi'er akan mendapatkan restu dari Maha Nuwa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crieestalies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 : Ramalan kehancuran

Pagi hari, jarang sekali istana dalam keadaan sepi itu karena masing-masing telah berkumpul di aula utama untuk mengadakan rapat konferensi. Mi'er ingin mengetahui apa isi ramalan tersebut, tentu saja dia harus pergi ke kuil menemui biksu yang menjadi perantara kerajaan dan dewa.

"Biksuni, apakah anda tidak mau memberi saya info tentang ramalan itu?" Tanya mi'er kepada wanita yang di tahbiskan menjadi anggota monastik di kuil.

"Amitabha, maafkan saya putri. Bukan tidak ingin memberi tahu tapi ini rahasia yang sangat besar dan perintah kaisar." Jawab Biksuni, maksudnya mi'er tidak perlu mencari-cari tahu tentang kebenarannya.

"Tapi...semalam saya bermimpi. Bahwa kerajaan barat akan hancur di makan api berwarna ungu." Cerita Mi'er dengan mata yang berkaca-kaca, dia tidak main-main mimpi itu terasa sangat nyata dan membuatnya ketakutan.

"Amitabha, semoga tuhan memberkati. Mari berdoa agar mimpi itu tidak terjadi." Awalnya ekspresi wajah Biksuni berubah, seperti ada sesuatu yang di sembunyikan. Kemudian dia mengajak mi'er berdoa agar mimpi itu tidak akan pernah terjadi.

Mi'er melakukan apa yang di suruh biksuni, tahap pertama ia melakukan pujian terhadap dewa-dewi yang ada. Kemudian dia merenung apa yang sedang terjadi di dalam mimpinya, sambil memikirkan kemungkinan terburuk dari mimpi itu, terakhir dia berharap untuk semua orang di kerajaan barat maupun orang terdekatnya di lindungi.

Tak sengaja ia meneteskan air matanya, dia menuliskan setiap doanya di kertas kuno. Lalu pergi meninggalkan tempat itu setelah selesai.

Saat melewati gerbang kuil, salah satu anggota magistrat berlari terbirit-birit memasuki kuil. Mengobrol dengan biksuni dan membawa sebuah gulungan surat, dia pun pergi dengan cepat lagi.

Mi'er mengikutinya, terlihat disana dia sedang menyalin beberapa surat. Dengan cerdik Mi'er masuk lalu mempergoki aksinya.

"Apa yang kamu lakukan?!" Tanya mi'er sambil memukul meja.

Anggota magistrat itu terkejut dengan kedatangan Mi'er ia pun menyembunyikan semua surat yang ada di atas mejanya.

"Putri Mi'er, sedang apa anda disini?" Tanya anggota magistrat itu.

"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu menyalin surat itu? Apakah kamu ingin menyebarkannya?" Tanya Mi'er dengan penuh tatapan mengintimidasi.

"Bukan seperti itu. Kaisar lah yang mengirim titah bahwa ramalan itu harus di sebar kepala seluruh anggota magistrat kerajaan, mentri dan pejabat lainnya." Tutur dia.

"Kalau begitu beri tahu aku!" Paksa Mi'er sambil merebut surat itu, dan terjadilah aksi rebutan surat yang keluar dari kuil.

Sreek! Surat itu pun robek, dan banyak tulisan yang tidak terbentuk lagi karenanya. Anggota magistrat itu pun panik dan dia memarahi Mi'er karena merobek kertas surat itu.

"Putri Mi'er! Kenapa anda melakukannya! Bahaya kaisar bisa marah pada ku." Paniknya.

"Ya sudah, kamukan masih punya satu salinan. Yang ini buang saja." Jawab Mi'er.

Anggota magistrat itu tampak pusing karena kerjanya akan bertambah banyak, di kesempatan itulah Mi'er membawa kertas yang robek keluar. Setelah berhasil keluar dia mengumpulkan kepingan es dan di bentuk menjadi alas dari kertas itu, tak lupa Mi'er mengendalikan elemen besinya membentuk cetakan yang akan mendorong kertas itu ke dalam kepingan es. Sehingga akan muncul huruf-huruf di dalam kepingan es tersebut.

Mi'er menarik kertasnya perlahan, setelah berhasil dia pun membaca isi ramalan dari surat itu. 'kejahatan akan menghancurkan kebaikan, sebuah api ungu akan melahap habis sejarah hingga tak bersisa, tiada ada akhir yang membahagiakan.' isi dari ramalan tersebut.

Seketika lutut Mi'er terasa lemas, ia terjatuh dan kepingan es itu pun pecah. Akankah mimpinya menjadi kenyataan? Bagaimana cara mencegah hal itu terjadi, Mi'er tidak ingin kerajaan ini hancur dengan mudahnya.

Mi'er tidak akan membiarkan kerajaan barat hancur, dia harus mencari tahu tentang sosok pembawa api ungu itu. Tapi bagaimana caranya, apakah dia harus kembali ke kota timur tempat dimana ia bertemu lagi? Mungkin sudah pasti.

Di suasana yang mencengkeram itu Mi'er kalut untuk meminta izin, dia tidak punya cara lain selain kabur dan meninggalkan sepucuk surat yang berisi permohonan maaf pada Permaisuri Shen. Kuda terus melangkah dengan cepat, rupanya Mi'er sudah membuat janji bersama Otang di kedai lama.

"Apa ada ramalan yang seperti itu?" Tanya otang di tengah suasana keramaian kedai.

"Benar, ramalan itu. Benar-benar menakutkan bagiku." Jawab Mi'er.

"Isinya memang menakutkan tapi, itu hanya sebuah ramalan yang mungkin akan terjadi ataupun tidak." Lanjut Otang.

"Semuanya terasa nyata dan masuk akal, mimpi dan anggota magistrat itu. Mempunyai kunci yang sama." Tutur Mi'er.

"Lalu kenapa tidak kau menyelidikinya? Atau tidak berterang bahwa kau ingin menyelesaikan masalah itu." Saran Otang.

"Awalnya aku ingin begitu, tapi sepertinya mereka tak akan percaya lagi pada ku. Di tambah lagi, anggota magistrat itu susah mempercayai seseorang dan dirinya terdengar sangat misterius." Bingung Mi'er, dia mengambil secangkir teh lalu menyeruputnya pelan di kala langit membendung.

Sudah waktu yang pas, Mi'er pamit dan pergi ketempat semula dimana ia bertemu dengan laki-laki pembawa lentera ungu. Ketiga kalinya kejadian terulang, tapi sungguh berada di luar rencana. Bukan pria itu yang Mi'er temui melainkan dia bertemu dengan anggota magistrat, pangeran pertama dari keluarga Rong.

"Tunggu!" Mi'er mengejar mereka, tampaknya terlihat terburu-buru setelah berpas-pasan dengan Mi'er.

Mi'er menarik jubah miliknya, setelah jubah itu terlepas. Wajah tampan terlihat akan tetapi wajah itu di penuhi luka yang hendak membusuk, dan tangan yang telah berubah menjadi tulang-belulang.

Kutukan, itu sebuah kutukan. Mungkin saja ada kaitannya dengan pria itu, dengan cepat Mi'er menahan kepergian pangeran pertama dari keluarga Rong itu, meski sempat di cegah oleh pengawalnya, Mi'er bersikeras dengan menawarkan cara menyembuhkan dirinya.

"Memangnya apa yang kau ketahui tentang diri ku?" Tanya pangeran pertama dari keluarga Rong, sebut saja namanya Jiarong.

"Mimpi, aku mempunyai mimpi dan kejanggalan yang sama. Di dalam mimpi aku melihat api ungu, susah menjelaskan tentang orang itu. Tapi aku membutuhkan bantuan mu untuk memecahkan masalah ini." Jelas Mi'er.

Jiarong tampak bingung, tapi satu hal yang iya ketahui. Bahwa dirinya dan Mi'er memiliki mimpi yang sama menyangkut api berwarna ungu tanda kematian. Dari sana mereka mencari tempat penginapan dan mengobrol sebentar.

Semua yang di jelaskan sangat masuk akal, Mi'er memutuskan bahwa Jiarong terkena kutukan dari orang itu. Namun apa yang di lakukan Jiarong sehingga ia terhubung dengan masalah ini.

"Apakah sebelumnya kamu mempunyai masalah yang berhubungan dengan orang aneh?" Tanya Mi'er.

"Semasa hidup ku, hanya fokus pada masalah kerajaan. Sejak malam itu mimpi buruk datang dan keadaan sudah menjadi seperti ini." Jawab Jiarong.

Aneh, dari tadi Jiarong hanya menjelaskan bahwa dirinya hanya mengalami mimpi buruk. Tapi semua itu pastilah ada sebabnya, karena hari belum mencapai waktu malam, Mi'er menyempatkan dirinya untuk datang ke Paviliun Bing di perguruan Zhen.

"Minglin Shifu!" Panggil Mi'er.

"Mi'er, kenapa kamu kembali? Bukankah seharusnya kamu berada di kerajaan barat?" Tanya guru Minglin.

"Shifu, kami memiliki masalah yang buruk." Jawab Mi'er.

"Masalah apa itu?" Tanya guru Minglin sekali lagi.

"Apakah kamu mengenal pria pembawa lentera ungu? Ada roh hitam di dalamnya, dan juga tangannya tidak seperti manusia biasa. Aku bertemu dengan orang itu sejak kita pindah ke penginapan dulu." Jelas Mi'er.

Guru Minglin terdiam, dia tidak ingin membahas hal itu. Satu kalimat terlontarkan bagaikan ancaman jika Mi'er menyelidikinya lebih dalam.

"Jangan pernah berurusan dengan orang itu, dia bukan tandingan mu." Saran guru Minglin.

"Tapi guru, ini sudah terlambat. Aku mendapatkan mimpi tentang api ungu yang membakar habis kerajaan kami." Kata Mi'er.

"Pria pembawa lentera ungu, seperti dia. Raja iblis yang mati ratusan tahun lalu, ku dengar Nibai mengumpulkan banyak kekuatan untuk membangkitkannya. Jangan pernah berurusan dengan orang itu." Ucap guru Minglin.

1
Ilmara
Ceritanya bagus kak aku suka💖
ArbaIy ArbaIy
kpn bersatunya mier ???
ArbaIy ArbaIy
perjuangkan cintamu mierrrr ,,
kau rela meninggalkan dunia demi org yg kau cintai 😘😘
ArbaIy ArbaIy
makan buah si malakama jadi nya mier .
lanjut ....😭😭😭😭
ArbaIy ArbaIy
panglima li cengyu msh hidup kah ????
ArbaIy ArbaIy
haahaaa ,,,
asli ngakak abis di sini .
adik nya yg terobsesi dg mier
dan sang kakak yg bingung dg prasaan ny menyukai seorang pangeran
ArbaIy ArbaIy
trimakasih permaisuri telah membantu mier
ArbaIy ArbaIy
haaaaaah
ArbaIy ArbaIy
makin penasaran???
ArbaIy ArbaIy
mikir ne panglima li chengyun ???
masak cemburu sama cowok ... ?? hahahaha
ArbaIy ArbaIy
😍😍😍
ArbaIy ArbaIy
lanjutttt
ArbaIy ArbaIy
pendatang baru lanjutttt 😍😍😍
Yoni Hartati
lanjut semangat
LTPH:v
nyesek banget dia ditinggalkan 😭😭😭
LTPH:v
situ yang buat gw yang malu njir😂🤣
Gigi
halo ini penulis cerita, mohon maaf jika cerita ini sangat menggantung tapi cerita Mi'er benar-benar sudah berakhir sampai disini, sampai jumpa di cerita yang lain❤️
Gigi: untuk bagian Mi'er sudah tamat..
total 2 replies
Yoni Hartati
ini tamat?
ArbaIy ArbaIy: sukses thorr
aku suka di akhir crita ,,
Meraka bersatu seletah bnyak ujian
dan kehidupan yg berulang
mereka tetap bersatu .🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Yoni Hartati
lanjut semangat.
Yoni Hartati
lanjut semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!